Ibu dan Anak
Perbedaan Vaksin MR dan MMR untuk Anak, Orang Tua Wajib Tahu

Table of Contents
Baik vaksin MR (measles and rubella) dan MMR (measles, mumps, and rubella) dapat membantu pencegahan penyakit campak maupun rubella. Kebanyakan individu yang mendapatkan vaksin tersebut akan memiliki proteksi seumur hidup terhadap kedua penyakit tersebut. Namun, manakah vaksin yang lebih baik diberikan kepada anak? Untuk mengetahui jawabannya, mari kenali perbedaan vaksin MR dan MMR di bawah ini.
Perbedaan Vaksin MR dan MMR
Vaksin MR merupakan kombinasi dari vaksin campak dan rubella, sedangkan vaksin MMR adalah kombinasi dari vaksin campak, gondok, dan rubella. Sebagaimana jenis vaksin pada umumnya, vaksin MR dan MMR bekerja untuk mengaktifkan sistem imun tubuh sehingga dapat lebih siap dalam menghadapi virus-virus yang dapat menyerang di masa depan.
Baik vaksin MR dan MMR, keduanya terbukti aman digunakan secara medis. Namun, terdapat beberapa perbedaan yang perlu diketahui berkaitan dengan dosis, jadwal pemberian, dan manfaatnya. Berikut penjabarannya:
1. Dosis Vaksin MR dan MMR
Menurut Jadwal Imunisasi Dasar Lengkap dari Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) tahun 2024, vaksin MR dapat diberikan dalam 1 dosis primer dan 2 dosis booster. Sementara itu, vaksin MMR diberikan sebagai dosis booster sebanyak dua kali setelah anak menerima 1 dosis primer MR.
2. Jadwal Pemberian Vaksin MR dan MMR
Vaksin MR diberikan sebagai dosis primer pada saat anak memasuki usia 9 bulan. Kemudian, dosis keduanya baru diberikan pada usia 15–18 bulan dan dosis ketiga diberikan melalui program BIAS SD kelas 1 atau pada saat anak usia 5–7 tahun.
Jika anak belum mendapatkan vaksin MR sampai usia 12 bulan, vaksin MR/MMR bisa diberikan pada usia 12–15 bulan dengan dosis kedua diberikan 6 bulan setelah dosis pertama, dan dosis ketiga diberikan pada usia 5–7 tahun.
Sebagai informasi, anak yang belum menerima vaksin MR/MMR dan varisela hingga usia 2 tahun dapat diberikan vaksin MR/MMR dan varisela secara terpisah. Vaksin kombinasi MMRV dapat diberikan kepada anak di atas 2 tahun yang belum mendapatkan vaksin MR/MMR dan varisela, serta kepada anak di bawah 2 tahun sebagai booster jika sebelumnya sudah menerima vaksin MR dan varisela.
3. Manfaat Vaksin MR dan MMR
Pemberian vaksin MR utamanya ditujukan untuk melindungi tubuh dari campak dan meminimalkan risiko rubella. Kedua penyakit tersebut disebabkan oleh infeksi virus dari famili Paramyxovirus yang dapat menimbulkan komplikasi fatal, seperti pneumonia, kebutaan, ensefalitis, bahkan kematian jika tidak segera diobati. Vaksin ini juga dapat melindungi ibu hamil dari rubella yang dapat menyebabkan keguguran atau kecacatan pada bayi.
Di sisi lain, vaksin MMR dapat membantu memberikan perlindungan kepada tubuh dari campak, mengurangi risiko gondongan, dan mencegah terjadinya rubella. Sama seperti vaksin MR, vaksin MMR melindungi tubuh anak terhadap campak dan rubella. Namun, vaksin MMR memiliki tambahan proteksi terhadap gondongan (mumps), yaitu pembengkakan di kelenjar ludah yang berada di antara area pipi dan leher.
Efek Samping Vaksin MR dan MMR
Baik vaksin MR dan MMR memiliki efek samping karena terbuat dari virus hidup yang dilemahkan. Maka dari itu, individu yang baru menerima vaksin tersebut dapat merasakan sejumlah efek samping, seperti:
-
Bengkak, kemerahan, dan nyeri di area bekas suntikan.
-
Demam.
-
Kelelahan.
Perlu diketahui bahwa efek samping ringan hingga sedang merupakan reaksi normal terhadap pemberian semua vaksin, termasuk vaksin MR dan MMR. Vaksin mengaktifkan sistem imun dengan cara yang sama ketika tubuh melawan virus yang masuk ke dalam tubuh.
Ketika virus masuk ke dalam tubuh, tubuh akan meningkatkan aliran darah dan meningkatkan suhu tubuh sehingga menyebabkan gejala demam atau menggigil. Efek samping dari pemberian vaksin MR dan MMR tersebut biasanya akan berlangsung selama beberapa hari dan hilang dengan sendirinya.
Efek samping dari pemberian vaksin MR dan MMR dapat diatasi dengan mengompres bekas area suntikan apabila terasa nyeri. Namun, apabila demam tidak kunjung hilang, jangan ragu untuk konsultasikan kondisinya dengan Dokter Spesialis Pediatrik (Anak) di Siloam Hospitals terdekat.
Dokter akan memeriksa setiap anak untuk menentukan langkah penanganan yang sesuai dengan kondisi medisnya. Kemudian, dokter akan menyesuaikan tahapan pemeriksaan dan perawatan dengan fasilitas kesehatan yang tersedia di masing-masing lokasi.
Untuk memastikan anak mendapatkan vaksin MR dan MMR sesuai dengan anjuran dokter, Anda bisa memesan Vaksin MMR 1x yang bisa dipesan melalui aplikasi MySiloam. Melalui aplikasi ini, Anda juga bisa memanfaatkan fitur-fitur lain, seperti membuat janji temu dengan dokter dan mengecek hasil tes kesehatan secara online. Mari unduh MySiloam sekarang untuk menggunakan fitur-fiturnya yang memudahkan perjalanan kesehatan Anda.
Sumber
Centers for Disease Control and Prevention. Measles Vaccination. Diakses pada 2025 | Unicef. Measles, Rubella, and the MR Vaccine FAQs. Diakses pada 2025 | WebMD. Measles, Mumps, and Rubella (MMR) Vaccine. Diakses pada 2025 | Ikatan Dokter Anak Indonesia. Jadwal Imunisasi Anak Usia 0–18 Tahun, Rekomendasi Ikatan Dokter Anak Indonesia tahun 2024. Diakses pada 2025 |
Artikel Terkait
Dokter Kami
Siloam Sriwijaya Palembang
Tersedia :
Tersedia hari ini
Online & Kunjungi Rumah Sakit
dr. Ifo Faujiah Sihite, M.Ked (Ped), SpA
Pediatrik (Anak)
Spesialis Ilmu Kesehatan Anak
Siloam Hospitals Jambi
Tersedia :
Tersedia hari ini
Kunjungi Rumah Sakit
dr. Anggun Kusumasari, SpA, MSc, AIFO-K
Pediatrik (Anak)
Spesialis Ilmu Kesehatan Anak
Siloam Hospitals Balikpapan
Tersedia :
Tersedia hari ini






