Ibu dan Anak
Kenali Perbedaan Vaksinasi dan Imunisasi agar Tidak Keliru

Table of Contents
Sebagian orang menganggap bahwa vaksinasi dan imunisasi adalah hal yang sama. Pada dasarnya, tujuan keduanya memang sama, yaitu meningkatkan sistem imun tubuh dan mencegah penyakit. Namun, imunisasi dan vaksinasi merupakan dua hal yang berbeda. Pahami perbedaan vaksinasi dan imunisasi selengkapnya melalui ulasan di bawah ini.
Perbedaan Vaksinasi dan Imunisasi
Mengenai vaksinasi, beberapa orang menyebutnya sebagai imunisasi. Padahal, keduanya merupakan hal yang berbeda. Karena manfaatnya yang hampir sama, banyak orang yang tidak menyadari atau memahami perbedaanya. Berikut adalah uraian selengkapnya tentang perbedaan vaksinasi dan imunisasi dalam segi pengertian serta cara kerjanya.
A. Vaksinasi
Perbedaan vaksinasi dan imunisasi yang pertama terletak pada pengertiannya. Dalam aspek ini, sebenarnya Anda sudah bisa memahami apa perbedaan antara keduanya. Vaksinasi adalah proses pemberian vaksin ke dalam tubuh seseorang dengan cara disuntikkan atau diteteskan ke mulut, seperti vaksin polio.
Vaksinasi sendiri termasuk dalam imunisasi aktif sebagai upaya memicu tubuh mengeluarkan antibodi terhadap penyakit tertentu. Utamanya, fungsi vaksin adalah menciptakan kekebalan tubuh terhadap penyakit tertentu dengan meningkatkan produksi antibodi di dalam tubuh. Alhasil, penderita bisa terlindungi dari penyakit.
Setelah dilakukan vaksinasi, maka komponen dari vaksin akan memicu sistem imun tubuh untuk membentuk kekebalan (antibodi) agar bersiap melawan infeksi tertentu di kemudian hari. Adapun berbagai komponen kuman penyebab penyakit yang bisa dibentuk menjadi vaksin adalah sebagai berikut:
-
Kuman hidup yang sudah dilemahkan, seperti vaksin MMR yang digunakan untuk mencegah penyakit campak, gondongan, dan rubella.
-
Kuman yang tidak hidup atau tidak aktif, seperti vaksin polio.
-
Salah satu bagian kuman, seperti vaksin HPV.
-
Racun yang dihasilkan oleh kuman, seperti vaksin tetanus difteri (TD).
Vaksinasi bekerja dengan merangsang terciptanya antibodi di dalam tubuh. Vaksinasi dapat diberikan melalui beberapa metode, yaitu lewat suntikan atau oral (diteteskan ke mulut). Sebagian vaksin mungkin hanya diberikan sekali seumur hidup, namun sebagian lainnya perlu diulang 2–3 kali, atau bahkan beberapa tahun sekali hingga kekebalan tubuh terbentuk dengan sempurna.
Vaksin dapat diberikan kepada anak-anak atau remaja. Namun, Indonesia sendiri memiliki aturan yang mana anak-anak diwajibkan melakukan imunisasi. Setidaknya, terdapat 5 vaksin yang wajib diberikan sebagai bagian dari imunisasi dasar lengkap untuk anak, di antaranya:
-
Vaksin hepatitis B.
-
Vaksin polio.
-
Vaksin DTP.
-
Vaksin Campak.
Adapun beberapa jenis vaksin lain yang direkomendasikan adalah vaksin hepatitis A, MMR, tifoid, influenza, varisel, HPV, rotavirus, serta vaksin COVID-19.
B. Imunisasi
Imunisasi adalah suatu proses di dalam tubuh agar seseorang mempunyai kekebalan terhadap infeksi atau penyakit tertentu. Imunisasi terbagi menjadi dua jenis, yakni imunisasi aktif dan pasif. Imunisasi aktif merupakan upaya untuk memicu tubuh menghasilkan antibodi terhadap penyakit tertentu, salah satunya melalui vaksinasi.
Sementara itu, imunisasi pasif artinya tubuh tidak diberi “pancingan” untuk menghasilkan antibodi, melainkan langsung diberikan suatu antibodi spesifik sehingga segera terbentuk proteksi atau perlindungan.
Imunisasi pasif yang diperoleh secara alami adalah transfer antibodi (imunoglobulin G) dari ibu ke janin pada kehamilan trimester ketiga melalui plasenta atau transfer antibodi (imunoglobulin A) melalui kolostrum.
Contoh imunisasi pasif yang diperoleh secara buatan adalah pemberian HBIg (hepatitis B immunoglobuline) pada bayi yang lahir dari ibu dengan HBsAg positif. Imunisasi aktif bisa bertahan lebih lama dibandingkan imuniasi pasif, yaitu hingga seumur hidup. Sedangkan, imunisasi pasif hanya bertahan dalam hitungan beberapa minggu hingga bulan.
Manfaat Imunisasi Dasar Lengkap untuk Anak
Anak yang mendapatkan imunisasi lengkap akan memiliki sistem kekebalan tubuh yang baik terhadap beberapa penyakit yang berpotensi menyerangnya di kemudian hari. Imunisasi juga bisa mencegah terjadinya penularan penyakit dari satu orang ke orang lainnya. Itulah sebabnya, orang tua disarankan untuk memperhatikan jadwal imunisasi anak agar tidak melewatkannya.
Perlu diketahui bahwa informasi yang disebutkan di atas tidak dapat menggantikan saran atau diagnosis dari tenaga medis profesional. Jika si kecil baru mau menjalani vaksinasi atau imunisasi namun Anda membutuhkan informasi yang lebih detail, disarankan untuk segera mengunjungi Siloam Hospitals terdekat untuk berkonsultasi dengan Dokter Spesialis Pediatri (Anak).
Anda bisa menggunakan aplikasi MySiloam untuk melihat jadwal praktik dokter, membuat janji temu dengan dokter terkait, serta memantau hasil pemeriksaan kesehatan secara online. Mari unduh aplikasi MySiloam sekarang untuk menikmati berbagai fitur yang memudahkan perjalanan kesehatan Anda.
Artikel Terkait
Dokter Kami
Siloam Sriwijaya Palembang
Tersedia :
Tersedia hari ini
Online & Kunjungi Rumah Sakit
dr. Ifo Faujiah Sihite, M.Ked (Ped), SpA
Pediatrik (Anak)
Spesialis Ilmu Kesehatan Anak
Siloam Hospitals Jambi
Tersedia :
Tersedia hari ini
Kunjungi Rumah Sakit
dr. Anggun Kusumasari, SpA, MSc, AIFO-K
Pediatrik (Anak)
Spesialis Ilmu Kesehatan Anak
Siloam Hospitals Balikpapan
Tersedia :
Tersedia hari ini







