Ini Persiapan IVF yang Harus Diketahui Menurut Dokter Sub Spesialis Fertilitas
Ibu dan Anak

Ini Persiapan IVF yang Harus Diketahui Menurut Dokter Sub Spesialis Fertilitas

03 September 2025 5 menit waktu baca
Ini Persiapan IVF yang Harus Diketahui Menurut Dokter Sub Spesialis Fertilitas

Table of Contents

Bagi pasangan yang telah lama merindukan hadirnya buah hati, IVF atau bayi tabung menjadi suatu prosedur yang sangat direkomendasikan. Program bayi tabung mampu memberikan harapan besar bagi pasangan infertilitas dengan permasalahan yang kompleks sekalipun.

 

Memang diperlukan persiapan yang matang dalam menjalani proses bayi tabung. Bahkan ketika mengalami kegagalan pada percobaan yang pertama ibu dan pasangan harus tetap tenang dan ingat bahwa kesempatan memiliki buah hati tidak berakhir di situ saja, kata jangan menyerah adalah kunci sukses untuk mendapatkan sang buah hati.

 

Lantas apa saja yang perlu dipersiapkan dalam menjalani program bayi tabung? Mari simak penjelasannya berikut ini.

 

Persiapan IVF yang Harus Dilakukan

 

Perlu diketahui, bayi tabung merupakan program dengan rangkaian proses yang panjang dan kompleks. Fisik, mental, dan finansial perlu dipersiapkan dengan sangat matang agar program bayi tabung dapat berjalan dengan optimal. Berikut persiapan yang harus dilakukan sebelum melakukan IVF.

 

1. Manajemen Emosi dan Stres

Segala emosi seperti kekhawatiran dan stres mungkin akan dirasakan dalam menjalani proses bayi tabung. Karena itu diperlukan kesiapan mental yang matang.

 

Hal ini seperti diungkapkan oleh Kepala Klinik Blastula IVF RS Siloam Sriwijaya Palembang, dr. M. Aerul Chakra Alibasya, SpOG., Subsp F.E.R MIGS bahwa dalam menjalani program bayi tabung, perlu dilakukan manajemen stres yang baik, sebab IVF merupakan prosedur yang panjang dan melelahkan.

 

“Pasien diharapkan tetap senantiasa optimis selama menjalani program bayi tabung. Karena bagaimanapun, saat ini bayi tabung merupakan the best option yang memberikan chance terbaik pada pasangan yang memiliki masalah infertilitas,” jelasnya.

 

Di sisi lain, dokter dan embryologist serta perawat tentu akan melakukan upaya terbaik dalam membantu pasien. Baik dengan mendampingi pasien, membina kepercayaan pasien, dan memberikan kualitas layanan yang terbaik.

 

2. Dukungan Antar Pasangan

 

Tak hanya saat menjalani program bayi tabung, dukungan antar pasangan wajib dilakukan dalam menjalani kehidupan rumah tangga. Dukungan yang diberikan pasangan seperti komunikasi akan sangat membantu dalam persiapan bayi tabung supaya berhasil.

 

Karena itu, pastikan ibu dan pasangan saling terbuka satu sama lain terkait harapan dalam menjalani program bayi tabung. Dengan adanya keterbukaan, diharapkan dapat meminimalkan konflik dan bahkan dapat memberikan semangat satu sama lain.

 

3. Fisik yang Prima

 

Tak hanya mental, fisik yang prima juga wajib dipersiapkan oleh ibu dan pasangan. Sebab persiapan fisik yang matang juga dapat meningkatkan faktor keberhasilan dengan kehamilan yang sehat.

 

Beberapa persiapan fisik yang perlu dilakukan ibu dan pasangan adalah:

  1. Mengonsumsi makanan sehat dan bergizi seimbang.
  2. Berolahraga secara teratur.
  3. Menghindari produk berbahan kimia yang dapat memengaruhi fungsi hormon dalam tubuh.
  4. Mengonsumsi asam folat dan vitamin prenatal.
  5. Tidur yang cukup selama 7-9 jam per hari.
  6. Menghindari rokok dan alkohol.

 

Selain melakukan beberapa hal di atas, pasien juga diwajibkan untuk memberitahukan apa saja obat-obatan yang sedang dikonsumsi kepada dokter fertilitas. Pasalnya sejumlah obat-obatan dapat mengganggu kesuburan, menyebabkan ketidakseimbangan hormon, dan membuat program IVF menjadi kurang efektif.

 

4. Finansial yang Cukup

 

Tak bisa dipungkiri, biaya sering kali menjadi pertimbangan pasangan suami-istri untuk menjalani program IVF. Namun, sebaiknya jangan tergiur untuk memilih pusat fertilitas yang sekadar menawarkan harga tanpa memiliki track record yang baik. 

 

Pastikan pusat fertilitas yang Anda kunjungi memiliki tenaga kesehatan dan dokter yang sudah berpengalaman, memiliki fasilitas dan pelayanan yang baik, serta memiliki tingkat keberhasilan bayi tabung yang tinggi.

 

5. Risiko IVF yang mungkin terjadi

 

Pada dasarnya bayi tabung merupakan prosedur yang aman, baik dari segi tindakan maupun dari segi komplikasinya.

 

Hal ini seperti dijelaskan oleh dokter Chakra, “Pengambilan sel telur dilakukan secara cepat dan dilakukan dengan tindakan minimal invasive. Hanya saja risiko yang perlu diperhatikan oleh pasien dan dokter salah satunya adalah Ovarian hyperstimulation syndrome (OHSS). Di mana sel telur berjumlah terlalu banyak dan dapat menyebabkan kebocoran dan kelebihan cairan.”

 

OHSS sendiri merupakan risiko yang sangat jarang terjadi, karena di awal pemeriksaan dokter sudah dapat menyimpulkan strategi dosis dan manajemen lain pada pasien yang memiliki risiko OHSS.

 

Penanganan IVF di Blastula Sriwijaya Siloam Hospitals

 

Meski baru didirikan pada tahun 2021, Klinik Blastula IVF Sriwijaya yang dipimpin oleh dr. M. Aerul Chakra Alibasya, SpOG., Subsp F.E.R MIGS telah berhasil menghasilkan 150 take home baby dan lebih dari 500 kehamilan yang menunggu kelahiran hingga Februari 2023 ini.

 

Dengan success rate yang sangat tinggi dan layanan yang lengkap, tentu hal ini menjadi bukti bahwa Blastula Clinic merupakan klinik fertilitas unggul yang dapat disetarakan dengan pusat infertilitas international.

 

Hal inilah yang membuat dokter Chakra yakin untuk terus mengembangkan Blastula sebagai pusat fertilitas yang proven baik secara teknologi dan keberhasilan yang setara dengan klinik bayi tabung di negara maju. Sehingga masyarakat tak perlu jauh-jauh lagi ke luar negeri untuk bisa melakukan bayi tabung.

 

“Pengembangan di klinik  Blastula tentu tak lepas dari peningkatan kualitas di setiap lini, seperti harmonisasi antara teamwork sumber daya manusia, peralatan dan fasilitas, serta update teknologi berstandar internasional yang bisa kita adopsi,” katanya.

 

Ke depan, dokter Chakra berharap IVF dapat lebih dikenal dan dipercaya oleh masyarakat Indonesia dalam penanganan masalah infertilitas. Update teknologi terbaru dan terbaik pun akan selalu diupayakan, tak lain untuk lebih memudahkan pasien dalam melalui proses yang panjang dan kompleks.

 

Bagi Anda yang sudah lama menantikan hadirnya buah hati, Anda dapat mengunjungi Klinik IVF Blastula yang berada di Siloam Hospitals Sriwijaya untuk dapat berkonsultasi dan mendapatkan perawatan terbaik. Kami menyediakan berbagai layanan dan fasilitas terbaik, serta dokter multidisiplin yang bekerja sama untuk memberikan program fertilitas terbaik untuk setiap pasien.


Anda juga dapat menggunakan fitur Cari Dokter untuk menemukan jadwal dokter, booking, dan buat janji dengan dokter terkait di Siloam Hospitals terdekat. Atau, gunakan juga aplikasi MySiloam untuk memudahkan Anda berkonsultasi langsung dengan dokter secara online. Mari unduh aplikasi MySiloam dan percayakan kesehatan Anda #BersamaSiloam!

 

Nest Artikel Banner (1)

Dokter Kami
dr-lenny-khosal-spog

Kunjungi Rumah Sakit

dr. Lenny Khosal, M.Kes, SpOG

Obstetri dan Ginekologi (Kandungan)

Spesialis Obstetri dan Ginekologi


Siloam Hospitals Makassar

Tersedia :

Tersedia hari ini

dr-tia-indriana-spog

Kunjungi Rumah Sakit

dr. Tia Indriana, SpOG

Obstetri dan Ginekologi (Kandungan)

Spesialis Obstetri dan Ginekologi


Siloam Hospitals Purwakarta

Tersedia :

Tersedia hari ini

dr-danny-wiguna-spog

Online & Kunjungi Rumah Sakit

dr. Danny Wiguna, SpOG

Obstetri dan Ginekologi (Kandungan)

Spesialis Obstetri dan Ginekologi


Siloam Hospitals Yogyakarta

Tersedia :

Tersedia hari ini

message

ArticleDetail