Divonis Sulit Hamil, Tetap Ada Harapan Punya Momongan
Ibu dan Anak

Divonis Sulit Hamil, Tetap Ada Harapan Punya Momongan

03 September 2025 6 menit waktu baca
Divonis Sulit Hamil, Tetap Ada Harapan Punya Momongan

Table of Contents

Infertilitas merupakan gangguan kesuburan di mana pasangan wanita tidak kunjung hamil atau sulit hamil setelah melakukan hubungan intim secara teratur selama 1 tahun tanpa alat kontrasepsi. Cara mengatasi infertilitas dapat dibantu dengan beberapa program, di antaranya adalah inseminasi (IUI) dan bayi tabung (IVF).

 

Untuk menentukan program mana yang tepat, pasien harus terlebih dahulu berkonsultasi dengan dokter spesialis kandungan yang memiliki subspesialis fertilitas, endokrinologi, dan reproduksi. Kondisi kesehatan dan hasil pemeriksaan juga penting sebagai faktor penilaian dokter dalam menyarankan mana program alternatif kehamilan terbaik.

 

Untuk mengenali lebih dalam seputar program inseminasi dan bayi tabung, mari simak artikel berikut ini.

 

Apa itu Inseminasi Buatan?

 

Inseminasi buatan atau intrauterine insemination (IUI) adalah teknologi reproduksi berbantu (TRB) dengan cara memasukkan sperma ke dalam rahim agar terjadi pembuahan. Dengan inseminasi buatan, perjalanan sperma menuju saluran tuba menjadi lebih pendek. Sehingga peluang sperma untuk bertemu dengan sel telur lebih meningkat.

 

Program inseminasi dikhususkan pada permasalahan infertilitas yang tergolong ringan. Misalnya seperti adanya kelainan sperma yang tidak terlalu berat dan saluran sel telur masih ada yang terbuka. Inseminasi merupakan proses non-invasif sehingga biaya yang dikeluarkan dapat lebih terjangkau dibandingkan program bayi tabung. Meski demikian, program inseminasi lebih disarankan untuk wanita di bawah 35 tahun.

 

Proses Inseminasi

 

Inseminasi dapat dilakukan selama masa ovulasi alami atau dibantu dengan pengobatan yang dapat menstimulasi ovarium dan meningkatkan kualitas sel telur. Berikut adalah proses yang dilakukan dalam program inseminasi.

 

  1. Stimulasi Ovarium: Dilakukan dengan atau tanpa bantuan hormon.
  2. Monitoring Folikel: Dilakukan melalui USG, pemeriksaan darah dan urine.
  3. Pemicu Ovulasi: Saat folikel sudah mencapai ukuran ideal, hormon pemicu ovulasi akan disuntikkan.
  4. Pengumpulan Sperma: Dilakukan pada hari inseminasi di tempat yang disediakan.
  5. Persiapan Sperma: Sperma diproses di laboratorium untuk mendapatkan sperma dengan kualitas terbaik.
  6. Transfer Sperma: Pada hari ovulasi, sperma disuntikkan ke dalam rahim menggunakan kateter khusus.

 

Selama kurang lebih dua minggu setelah tindakan inseminasi, dokter akan melakukan pemeriksaan kehamilan untuk melihat keberhasilan inseminasi.

 

Apa itu Bayi Tabung?

 

Berbeda dengan inseminasi, bayi tabung atau IVF adalah suatu teknik dari teknologi reproduksi berbantu untuk memperoleh kehamilan dengan cara mengambil sel telur dari calon ibu, membuahinya dengan sperma dari pasangan di laboratorium, lalu mengembalikannya lagi ke dalam rahim setelah embrio terbentuk.

 

IVF atau in vitro fertilization akan direkomendasikan apabila pasangan wanita memiliki masalah kerusakan atau penyumbatan tuba falopi. IVF juga dapat disarankan pada beberapa kasus infertilitas yang tidak dapat dijelaskan, atau pada kasus infertilitas pria yang ringan.

 

Dokter Spesialis Kebidanan dan Kandungan Konsultan Fertilitas, Dr. dr. FC. Christofani Ekapatria, SpOG., Subsp F.E.R menerangkan, angka keberhasilan kelahiran sehat dengan program IVF dapat mencapai 30–40%. Artinya, program ini dapat membuka kemungkinan kehamilan yang cukup baik.

 

Proses Bayi Tabung

 

Proses bayi tabung pada dasarnya dilakukan dengan berbagai persiapan IVF yang terdiri dari 5 tahapan berikut:

 

1. Stimulasi Ovarium

 

Stimulasi ini dilakukan dengan menyuntikkan hormon kepada wanita untuk memproduksi jumlah sel telur sebanyak-banyaknya. Proses ini dilakukan selama 8–11 hari tergantung pada respon pasien.

 

2. Pengambilan Sel Telur dan Sperma

 

Setelah sel telur mencapai kematangan dan siap dipanen, dilakukan pengambilan sel telur atau disebut dengan ovum pick-up. Yakni prosedur gabungan alat USG dengan jarum suntik khusus untuk mengumpulkan sel telur yang sudah matang.

 

Di hari yang sama, sperma suami diambil pada pagi hari saat pengambilan sel telur. Setelah terkumpul, sampel cairan sperma ‘diseleksi’ untuk meningkatkan potensi pembuahannya.

 

3. Fertilitas atau Pembuahan

 

Proses pembuahan dapat dilakukan dengan dua cara, yakni menggunakan teknik IVF konvensional dan Intracytoplasmic sperm injection (ICSI).

 

IVF konvensional adalah penggabungan sejumlah sperma dan satu sel telur yang sehat dalam cawan petri hingga menjadi embrio. Dengan cara ini sperma dibiarkan untuk berkompetisi secara alami untuk membuahi sel telur.

 

Intracytoplasmic sperm injection atau ICSI adalah proses bayi tabung yang dilakukan dengan memilih sel sperma terbaik melalui mikroskop khusus dengan perbesaran 400x untuk disuntikkan ke dalam sel telur menggunakan jarum khusus.

 

4. Kultur Embrio

 

Telur yang dibuahi akan membelah dan menjadi embrio. Embrio akan diperiksa secara intens untuk memastikannya tumbuh dengan baik di dalam inkubator. Dalam waktu 3–5 hari, embrio terlihat telah aktif membelah.

 

5. Transfer Embrio

 

Pada proses ini, dokter akan memasukkan tabung tipis (kateter) yang berisi embrio ke dalam vagina wanita, melalui leher rahim, dan naik ke dalam rahim. Jika embrio mampu menempel di dinding rahim selama kurang lebih 2 minggu setelah embrio di-transfer maka bisa dianggap proses transfer embrio berhasil.



IVF atau IUI, Mana yang Terbaik Menurut dokter Konsultan Fertilitas, Endokrinologi, Reproduksi?

 

Pada dasarnya hasil dari tes kesuburan yang dilakukan di pusat fertilitas akan membantu dokter untuk menentukan jenis perawatan kesuburan mana yang terbaik bagi pasien. Pendekatan ini sangat penting untuk memberi peluang keberhasilan yang tertinggi.

 

Hal ini dijelaskan oleh Dr. dr. Christo, “kita tidak bisa menggeneralisir sebab kondisi setiap pasangan pasti berbeda. Mengenai pemilihan terapi akan sangat bergantung dari usia, lama infertilitasnya, dan apa saja program yang sudah pernah dijalani.”

 

IUI akan direkomendasikan pada pasangan yang mengalami endometriosis ringan, gangguan ovulasi, gangguan ejakulasi, hingga gangguan fisik yang memengaruhi hubungan seksual. Sementara itu, IVF akan lebih disarankan apabila terdapat sumbatan/kerusakan tuba falopi, gangguan kesuburan berat, endometriosis berat, dan wanita di atas 40 tahun.

 

Sebelum melakukan TRB, penyakit penyerta perlu ditangani terlebih dahulu baik dengan laparoskopi, histeroskopi, dan lainnya. Dengan begitu, persentase keberhasilan TRB akan jauh lebih tinggi.

 

“Memang peluang IVF lebih besar dari IUI. Akan tetapi apabila pasangan tersebut masih di usia muda, kondisi sel telur dan sperma bagus, maka tidak ada salahnya untuk mencoba inseminasi terlebih dahulu. Secara teori, kita bisa mencoba 3–6 kali inseminasi IUI. Apabila tidak berhasil, baru akan direkomendasikan untuk IVF,” tambahnya.

 

Dr. dr. FC. Christofani Ekapatria, SpOG., Subsp F.E.R atau kerap disapa Dr. Christo memulai pendidikan kedokterannya sejak tahun 2000 dan kini menjabat sebagai kepala Fertility & Minimal Invasive Center di Siloam Hospitals.

 

Selama karirnya, ia kerap menemui kasus-kasus fertilitas dengan kemungkinan keberhasilan yang kecil, namun pada akhirnya bisa membantu pasien mendapatkan anak yang diharapkan.

 

“Apa yang membuat saya betah di fertility adalah karena mostly pasien saya mengalami happy ending. Banyak mimpi pasangan yang sulit hamil akhirnya bisa terwujud, termasuk pada pasangan yang sudah divonis tidak bisa mendapat keturunan,” ungkapnya.

 

Tentunya, apapun program yang dijalani oleh pasangan, fokus dokter yang terutama adalah dengan mencapai kehamilan yang berhasil hingga bayi dapat dilahirkan dengan sehat dan selamat, dengan cara yang paling efektif.

 

Bagi Anda yang sudah lama menantikan hadirnya buah hati, Anda dapat mengunjungi Siloam Fertility & Minimal Invasive Center yang berada di Siloam Hospitals Lippo Village untuk dapat berkonsultasi dan mendapatkan perawatan terbaik. Dengan One Stop Service, kami menyediakan berbagai layanan dan fasilitas terbaik, serta dokter multidisiplin yang bekerja sama untuk memberikan program fertilitas terbaik untuk setiap pasien.


Anda juga dapat menggunakan fitur Cari Dokter untuk menemukan jadwal dokter, booking, dan buat janji dengan dokter terkait di Siloam Hospitals terdekat. Atau, gunakan juga aplikasi MySiloam untuk memudahkan Anda berkonsultasi langsung dengan dokter secara online. Mari unduh aplikasi MySiloam dan percayakan kesehatan Anda #BersamaSiloam!

 

Nest Artikel Banner

Dokter Kami
dr-lenny-khosal-spog

Kunjungi Rumah Sakit

dr. Lenny Khosal, M.Kes, SpOG

Obstetri dan Ginekologi (Kandungan)

Spesialis Obstetri dan Ginekologi


Siloam Hospitals Makassar

Tersedia :

Tersedia hari ini

dr-tia-indriana-spog

Kunjungi Rumah Sakit

dr. Tia Indriana, SpOG

Obstetri dan Ginekologi (Kandungan)

Spesialis Obstetri dan Ginekologi


Siloam Hospitals Purwakarta

Tersedia :

Tersedia hari ini

dr-danny-wiguna-spog

Online & Kunjungi Rumah Sakit

dr. Danny Wiguna, SpOG

Obstetri dan Ginekologi (Kandungan)

Spesialis Obstetri dan Ginekologi


Siloam Hospitals Yogyakarta

Tersedia :

Tersedia hari ini

message

ArticleDetail