Mengenal Osifikasi: Proses Pembentukan Tulang pada Manusia
Kesehatan Tubuh

Mengenal Osifikasi: Proses Pembentukan Tulang pada Manusia

17 November 2025 4 menit waktu baca
osifikasi adalah

Apabila ingin menjaga kesehatan tulang, penting juga untuk mengenal proses pembentukan tulang yaitu osifikasi (ossification). Osifikasi adalah proses pembentukan tulang rawan menjadi tulang keras yang membentuk struktur tubuh manusia.

 

Osifikasi tidak hanya terjadi pada janin saja. Melainkan, osifikasi juga dapat terjadi pada orang dewasa sebagai bentuk pemulihan patah tulang. Lalu, bagaimana proses osifikasi berlangsung? Mari simak pembahasan di bawah ini untuk mengenal lebih lanjut tentang proses osifikasi.

 

Apa itu Osifikasi?

 

Sebenarnya, apa yang dimaksud dengan osifikasi? Seperti yang sudah sempat disinggung sebelumnya, osifikasi adalah proses pembentukan tulang rawan menjadi tulang keras di dalam tubuh manusia. Karena itulah, fungsi tulang pada tubuh akan jadi lebih optimal setelah melalui proses osifikasi.

 

Pada masa pertumbuhan janin di dalam kandungan, kerangka tubuh manusia masih terbentuk dari tulang rawan sepenuhnya. Kemudian, proses osifikasi akan terjadi ketika janin memasuki usia 6–7 minggu hingga lahir.

 

Osifikasi adalah proses pembentukan tulang yang terus terjadi dalam sepanjang hidup manusia. Maka dari itu, penting untuk mengenal bagaimana osifikasi berlangsung agar dapat menjaga kesehatan tulang secara optimal.

 

Proses Osifikasi

 

Osifikasi adalah pembentukan tulang yang melibatkan 3 sel penting di dalam tubuh, yaitu osteoblas, osteosit, dan osteoklas.

 

  • Osteoblas: sebagai sel pembentuk tulang

  • Osteosit: sebagai sel tulang dewasa

  • Osteoklas: sebagai sel pemecah tulang

 

Ketiga sel tersebut akan membentuk tulang melalui dua jenis osifikasi, yaitu osifikasi intramembran dan osifikasi endokondral. Adapun penjelasan dari kedua proses osifikasi adalah sebagai berikut:

 

 

Osifikasi intramembran merupakan pembentukan tulang yang terjadi pada bagian tengkorak serta tulang pipih lainnya. Beberapa tahapan osifikasi intramembran yang terjadi di dalam tubuh manusia antara lain:

 

1. Pembentukan Pusat Osifikasi

 

Sel induk dalam mesenkim (jaringan embrional yang membentuk beberapa jaringan ikat) akan berubah menjadi sel-sel osteoblas. Sel-sel osteoblas tersebut kemudian berkumpul dan membentuk pusat osifikasi.

 

2. Penyusunan Matriks

 

Osteoblas di dalam pusat osifikasi akan mengeluarkan osteoid, yaitu serat berupa protein yang menyusun matriks tulang. Osteoid tersebut lalu akan berbaur dengan kalsium sehingga membentuk tulang berkalsium. Tulang berkalsium ini selanjutnya menyerap osteoblas dan membentuk osteosit.

 

3. Periosteum dan Weaving

 

Osteoid lalu akan melekat di sekitar pembuluh darah secara acak dan akan terbentuk trabeculae. Hal ini akan memunculkan tulang spongiosa (tulang berongga).

 

4. Penyusunan Tulang Keras

 

Tahapan terakhir dari osifikasi intramembran ini berlangsung di saat trabeculae menebal di dalam tulang spongiosa. Osteoblas yang ada di sekelilingnya juga akan membentuk osteoid secara terus-menerus. Osteoid tersebut kemudian akan mengeras di sekitar tulang spongiosa. Dalam tahapan ini juga akan membentuk sumsum tulang merah serta pembuluh darah pada rongga tulang spongiosa.

 

 

Proses lain dari osifikasi adalah osifikasi endokondral. Osifikasi endokondral adalah proses pembentukan tulang yang paling umum terjadi. Lantaran, sebagian besar tulang yang membentuk kerangka manusia melalui proses osifikasi endokondral ini. Beberapa tahapan dari osifikasi endokondral adalah sebagai berikut:

 

1. Periosteum Collar

 

Selubung jaringan ikat fibrosa yang mengelilingi permukaan tulang atau biasa dikenal periosteum akan terbentuk di sekitar tulang rawan hialin. Kemudian, sel induk akan berubah menjadi sel-sel osteoblas dan mengeluarkan osteoid di sekitar tulang rawan hialin. Sel-sel osteoblas selanjutnya membentuk bone collar dan mengeras pada dinding diafisis.

 

2. Pembentukan Rongga

 

Setelah itu, tulang rawan yang menjadi pusat (pusat osifikasi utama) akan mengalami proses pembentukan tulang keras di sekitarnya. Karena dikelilingi oleh tulang keras, tulang rawan jadi tidak dapat ternutrisi dengan baik. Dengan begitu, tulang rawan akan hancur sehingga terbentuklah rongga.

 

3. Invasi Vaskular

 

Di tahap ini, pembuluh darah dalam periosteum akan melalui bone collar serta masuk ke rongga tulang rawan (poros tulang) atau biasa disebut dengan foramen nutrisi. Kemudian, tulang rawan yang tersisa akan dipecah oleh osteoklas dan membentuk tulang keras.

 

4. Elongasi

 

Osteoklas, osteosit, dan pembuluh darah yang menyerang tulang tersebut membuat poros tulang memanjang. Kemudian, pembuluh darah di sekitar tulang rawan hialin atau bagian ujung tulang panjang akan membentuk pusat osifikasi sekunder.

 

5. Osifikasi Epifisis

 

Tahapan terakhir dari osifikasi endokondral adalah osifikasi epifisis. Tahapan ini hampir serupa dengan invasi vaskular. Namun, tulang yang terbentuk adalah tulang spongiosa. Dalam tahapan ini juga akan terbentuk lempeng epifisis dan menyisakan tulang rawan hialin hanya pada bagian ujung.

 

Begitulah penjelasan mengenai pembentukan tulang atau osifikasi. Kesimpulannya, osifikasi adalah proses perkembangan serta pembentukan tulang yang sangat berkaitan dengan struktur tubuh manusia.

 

Anda dapat menjaga keberlangsungan osifikasi dengan cara mengonsumsi makanan yang mengandung nutrisi lengkap, seperti kalsium dan vitamin D. Selain itu, Anda juga bisa melakukan medical check up secara rutin di Siloam Hospitals terdekat untuk menjaga kesehatan tulang secara berkelanjutan.

 

Anda juga dapat berkonsultasi dengan dokter Siloam Hospitals Mampang untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut terkait dengan gangguan tulang, sendi, dan jaringan ikat. Sebagai pusat unggulan ortopedi, Siloam Hospitals Mampang didukung oleh tim ahli ortopedi berpengalaman serta fasilitas medis mutakhir yang dapat memberikan penanganan dan prosedur rehabilitasi masalah ortopedi secara optimal.

 

Namun, sebelum itu buatlah janji temu terlebih dahulu melalui fitur Cari Dokter atau aplikasi MySiloam yang bisa diunduh secara gratis di handphone Anda. Mari unduh aplikasinya sekarang dan jaga selalu kesehatan Anda #BersamaSiloam!

 

Digital Booking Lab&Rad - KV 4

Dokter Kami
dr-made-o-mahendra-spot-mbiomed

Kunjungi Rumah Sakit

dr. Made Oka Mahendra, SpOT, M.Biomed

Ortopedi (Tulang)

Spesialis Orthopaedi dan Traumatologi


Siloam Hospitals Kupang

Tersedia :

Tersedia hari ini

dr-su-djie-to-rante-m-biomed-spot

Kunjungi Rumah Sakit

dr. Su Djie To Rante, M. Biomed., SpOT, Subsp. P.L(K)

Ortopedi (Tulang)

Subspesialis Panggul dan Lutut


Siloam Hospitals Kupang

Tersedia :

Tersedia hari ini

dr-henry-tanzil-spotk

Kunjungi Rumah Sakit

dr. Henry Tanzil, M. Kes, SpOT (K), FICS

Ortopedi (Tulang)

Subspesialis Panggul dan Lutut


Siloam Hospitals Makassar

Tersedia :

Tersedia hari ini

message

ArticleDetail