Kesehatan Tubuh
Berbagai Risiko Kesehatan saat Perjalanan Jauh dengan Motor

Table of Contents
Hari raya Idulfitri kerap dijadikan sebagai momen untuk mudik atau pulang ke kampung halaman agar bisa berkumpul dengan keluarga serta sanak saudara. Dalam hal ini, sebagian orang mungkin memilih menggunakan sepeda motor untuk kembali ke kampung halaman dengan jarak jauh. Padahal, ada beberapa risiko kesehatan saat perjalanan jauh dengan motor yang perlu diperhatikan.
Mari simak ulasan berikut ini untuk mengetahui apa saja bahaya kesehatan saat perjalanan jauh dengan motor selengkapnya.
Risiko Kesehatan saat Perjalanan Jauh dengan Motor yang Perlu Diwaspadai
Pada dasarnya, tidak masalah jika ingin berkendara menggunakan sepeda motor selama telah menggunakan alat pelindung diri, seperti helm, sarung tangan, jaket, dan sepatu tertutup dengan baik. Namun, tidak disarankan untuk berkendara dengan sepeda motor dalam jarak yang jauh, seperti mudik atau pulang ke kampung halaman, karena hal tersebut berisiko menimbulkan berbagai gangguan kesehatan.
Adapun sejumlah risiko kesehatan saat perjalanan jauh dengan motor yang perlu diwaspadai adalah sebagai berikut:
1. Kelelahan
Risiko kesehatan saat melakukan perjalanan jauh menggunakan motor yang pertama adalah kelelahan. Berkendara dengan sepeda motor selama beberapa jam dapat menguras energi dalam jumlah banyak. Akibatnya, tubuh akan terasa letih dan lelah.
Hal ini perlu diwaspadai karena dapat menurunkan fokus dan konsentrasi, sehingga bisa meningkatkan risiko terjadinya kecelakaan lalu lintas. Oleh karena itu, jika Anda mengendarai motor untuk mudik, berhentilah sejenak untuk istirahat atau tidur di rest area apabila sudah merasa lelah.
2. Dehidrasi
Sebagian orang memilih untuk mudik sebelum Lebaran yang membuat mereka berada di perjalanan saat sedang berpuasa. Mudik menggunakan sepeda motor, ditambah dengan kondisi sedang berpuasa, akan meningkatkan risiko terjadinya dehidrasi, mengingat selama menjalani puasa di perjalanan, seseorang tidak bisa minum air putih untuk mengembalikan cairan tubuh yang hilang.
Di lain sisi, apabila Anda tidak berpuasa, cairan tubuh dapat tetap hilang lewat keringat, apalagi ditambah sinar matahari yang terik, dan juga melalui buang air kecil. Maka dari itu, pastikan Anda selalu memenuhi asupan cairan tubuh dengan minum air putih setidaknya 8 gelas per hari. Disarankan untuk membatasi konsumsi minuman berkafein, seperti kopi, minuman berenergi, teh, dan cokelat karena minuman tersebut bersifat diuretik (mengeluarkan cairan).
3. Masalah Kulit
Berkendara dengan sepeda motor untuk perjalanan jauh membuat kulit terus terpapar oleh debu dan polusi dalam jangka waktu yang lama. Hal tersebut dapat menyebabkan pori-pori kulit menjadi tidak bersih dan tersumbat oleh kotoran. Jika tidak segera dibersihkan dengan baik, pori-pori yang tersumbat ini bisa memicu munculnya jerawat.
Selain jerawat, jamur di kulit juga dapat tumbuh apabila pakaian Anda lembap karena keringat dan tidak segera menggantinya setelah berkendara dalam jarak jauh. Sering kali pada orang yang sudah merasa sangat kelelahan, mereka langsung beristirahat tanpa mandi dan membersihkan tubuh. Hal ini merupakan kebiasaan buruk karena tubuh sudah seharian terpapar oleh bakteri, virus, dan kotoran lain, sehingga berpotensi menimbulkan masalah kulit.
4. Mengganggu Sistem Metabolisme Tubuh
Bahaya naik motor untuk perjalanan jauh selanjutnya adalah dapat mengganggu sistem metabolisme tubuh. Pasalnya, mengendarai motor membuat seseorang harus duduk dan tubuh dalam posisi yang sama tanpa melakukan aktivitas fisik dalam jangka waktu yang lama. Alhasil, kadar kolesterol baik pun dapat menurun dan disertai dengan peningkatan kadar gula darah dalam tubuh.
5. Konjungtivitis
Konjungtivitis adalah peradangan yang terjadi pada konjungtiva atau lapisan transparan terluar untuk melindungi bola mata. Kondisi ini rentan dialami oleh seseorang yang mudik menggunakan motor, terutama jika tidak menutup wajah dengan kaca helm. Sebab, hal tersebut bisa membuat mata terpapar oleh debu dan polusi secara terus-menerus, sehingga dapat menyebabkan terjadinya peradangan pada lapisan konjungtiva ini.
6. Low Back Pain
Low back pain atau nyeri punggung bawah juga menjadi salah satu bahaya perjalanan jauh menggunakan motor yang umum terjadi. Berkendara dengan motor dalam perjalanan jauh membuat seseorang harus duduk terlalu lama, yang mana hal ini bisa meningkatkan risiko terjadinya ketegangan dan nyeri otot di bagian punggung bawah (low back pain).
7. Heat Stroke
Risiko kesehatan saat perjalanan jauh dengan motor yang perlu diwaspadai adalah heat stroke, yaitu salah satu jenis hipertermia yang ditandai dengan peningkatan suhu tubuh secara drastis. Kondisi ini rentan dialami oleh pemudik yang menggunakan motor untuk perjalanan jauh pada siang hari dan suhu udara melebihi batas toleransi tubuh (biasanya 40 C atau lebih).
Gejala yang sering muncul pada seseorang yang mengalami heat stroke adalah pusing, sakit kepala, kelemahan dan kram otot, jantung berdebar kencang, gelisah, cepat marah, hingga kejang serta pingsan. Apabila sudah mulai merasakan gejala-gejala tersebut, segeralah berpindah ke tempat yang lebih teduh, minum air putih yang banyak, serta kompres tubuh apabila memungkinkan.
8. Bell’s Palsy
Bell’s palsy adalah suatu gangguan neurologis yang ditandai dengan adanya kelemahan pada otot di satu sisi wajah secara tiba-tiba sehingga membuat separuh wajah tampak terkulai, senyuman hanya terlihat pada satu sisi wajah, dan mata di sisi wajah yang terdampak sulit untuk ditutup. Hal ini bisa terjadi karena adanya terpaan angin terus-menerus ke wajah secara langsung akibat tidak menggunakan kaca helm selama berkendara dengan sepeda motor.
9. Infeksi Saluran Kemih
Pada perjalanan yang jauh, pengendara kerap menghindari berhenti di area peristirahatan (rest area) terlalu sering karena beranggapan bisa memperlama durasi perjalanan atau karena tidak nyaman untuk buang air besar maupun buang air kecil di tempat asing. Tidak jarang juga pengendara jadi harus menahan buang air kecil selama perjalanan.
Hal ini dapat meningkatkan risiko terjadinya infeksi saluran kemih yang ditandai dengan nyeri saat buang air kecil dan sensasi seperti buang air kecil tidak selesai.
10. Alergi
Selama perjalanan, wajah, terutama hidung akan rentan terpapar angin, debu, dan pollen (serbuk kasar dari tanaman) yang bisa membuat pengendara mengalami reaksi alergi dan iritasi di hidung. Hal ini bisa memicu terjadinya sinusitis berulang jika pengendara sudah sering memiliki riwayat kondisi tersebut.
11. Masalah Pencernaan
Traveler’s diarrhea merupakan gangguan pencernaan yang sering ditemui saat bepergian. Gejalanya adalah nyeri perut dan buang air besar cair. Hal ini disebabkan karena mengonsumsi makanan atau minuman yang terkontaminasi kuman saat bepergian. Anda bisa menurunkan risiko terkena traveler’s diarrhea dengan cara membawa bekal sendiri, minum air kemasan yang bersegel, atau makan di tempat dengan higienitas baik.
Itu dia berbagai risiko kesehatan saat perjalanan jauh dengan motor yang penting untuk diwaspadai. Agar terhindar dari risiko tersebut, pilihlah transportasi yang sekiranya lebih nyaman dan aman untuk mudik, seperti mobil pribadi, kereta, bus, atau pesawat terbang. Namun, jika tetap ingin mudik menggunakan motor, luangkanlah waktu untuk istirahat dan berhenti sejenak secara berkala selama di perjalanan.
Penting pula untuk mempersiapkan kondisi fisik dengan melakukan pemeriksaan kesehatan sebelum pulang atau kembali dari kampung halaman. Dalam hal ini, Anda bisa berkonsultasi dengan Dokter Umum dari Siloam Hospitals. Jika tidak sempat berkunjung ke rumah sakit, Anda dapat memanfaatkan layanan Telekonsultasi yang memungkinkan pasien untuk berkonsultasi hingga memperoleh saran perawatan dari dokter secara virtual.
Artikel Terkait
Dokter Kami
Siloam Hospitals Bekasi Sepanjang Jaya
Tersedia :
Tersedia hari ini
Siloam Hospitals Putera Bahagia
Tersedia :
Tersedia hari ini
Siloam Hospitals Kelapa Dua
Tersedia :
Tersedia hari ini







