Sejumlah Penyebab Sariawan di Gusi dan Cara Mengatasinya
Kesehatan Tubuh

Sejumlah Penyebab Sariawan di Gusi dan Cara Mengatasinya

05 Januari 2026 4 menit waktu baca
penyebab sariawan di gusi & cara mengatasi

Sariawan adalah kondisi yang bisa muncul di mana pun di dalam rongga mulut, termasuk gusi. Sariawan di gusi bisa disebabkan oleh berbagai faktor, mulai dari makanan yang dikonsumsi ataupun tanda dari suatu penyakit tertentu.

 

Sariawan pada gusi umumnya ditandai dengan luka berbentuk bulat atau oval, yang bagian tengahnya berwarna putih, dan tepiannya berwarna kemerahan. Kondisi ini kerap menimbulkan rasa nyeri yang mengganggu, terutama saat penderitanya sedang berbicara, makan, atau minum. Mari cari tahu penyebab sariawan di gusi beserta cara mengatasinya melalui artikel di bawah ini.

 

Penyebab Sariawan di Gusi

 

Sariawan atau stomatitis aphtosa adalah luka kecil di dalam mulut yang menimbulkan rasa nyeri. Terdapat beberapa hal yang bisa memicu munculnya sariawan, berikut di antaranya.

 

1. Iritasi

 

Salah satu penyebab sariawan di gusi adalah iritasi. Hal ini bisa terjadi karena mengonsumsi makanan tertentu, seperti kacang-kacangan, cokelat, telur, atau makanan dengan cita rasa pedas, asin, dan asam.

 

Selain itu, risiko sarawan di gusi juga meningkat pada mulut yang sensitif terhadap penggunaan produk pembersih mulut dan gigi, seperti pasta gigi dan obat kumur yang mengandung sodium lauryl sulfate (SLS).

 

2. Infeksi Virus dan Bakteri

 

Luka sariawan pada gusi bisa juga disebabkan oleh infeksi pada mulut dan gigi akibat virus/bakteri (gingivostomatitis). Kondisi ini makin tinggi risikonya apabila kebersihan gigi dan mulut tidak terjaga dengan baik.

 

Selain virus dan bakteri, sariawan di gusi juga bisa disebabkan oleh pertumbuhan jamur Candida albicans di dalam mulut. Hal ini biasanya terjadi pada seseorang yang sistem kekebalan tubuhnya terganggu, sehingga rentan terkena infeksi jamur tersebut.

 

3. Diabetes

 

Penderita diabetes berisiko lebih tinggi mengalami sariawan di gusi bagian belakang maupun lidah. Jika diabetes tidak dikendalikan dengan baik, air liur akan mengandung banyak gula. Hal inilah yang dapat mendukung pertumbuhan jamur Candida albicans.

 

Di samping itu, kadar gula darah yang tinggi dan tidak terkontrol juga bisa menurunkan kekuatan sistem kekebalan tubuh. Jika sudah begitu, maka pertumbuhan jamur Candida albicans pun akan semakin mudah.

 

4. Perubahan Hormon

 

Perubahan hormon pada wanita selama menstruasi, hamil, dan menopause juga dapat meningkatkan risiko sariawan pada gusi, gusi bengkak, gusi berdarah, dan masalah mulut lainnya. Pasalnya, meningkatnya hormon progesteron pada masa-masa tersebut dapat memengaruhi aliran darah ke gusi. Alhasil, gusi menjadi lebih sensitif dan mudah terluka.

 

5. Kekurangan Vitamin dan Mineral

 

Risiko masalah mulut seperti sariawan di gusi atau bagian mulut lainnya bisa meningkat apabila tubuh kekurangan nutrisi. Adapun beberapa nutrisi yang diperlukan untuk menjaga kesehatan rongga mulut adalah vitamin B3, B12, dan C, serta asam folat, zinc, dan zat besi.

 

6. Cedera

 

Penyebab sariawan di gusi berikutnya adalah luka atau cedera pada rongga mulut. Cedera pada mulut atau gusi bisa terjadi karena beberapa hal, seperti menggosok gigi terlalu keras/terburu-buru, benturan di mulut, atau penggunaan kawat gigi/gigi palsu.

 

7. Penyakit Tertentu

 

Apabila sariawan tak kunjung sembuh, maka kondisi tersebut bisa menandakan adanya penyakit tertentu, seperti lupus (atau penyakit autoimun lainnya), radang usus, penyakit celiac, sindrom Behcet, hingga kanker mulut. Segera periksakan ke dokter apabila sariawan di gusi atau bagian mulut lainnya tak kunjung hilang.

 

Cara Mengatasi Sariawan di Gusi

 

Sariawan sebenarnya bisa sembuh dengan sendirinya meski tanpa pengobatan khusus. Namun, berapa lama kira-kira sariawan di gusi bisa sembuh? Kondisi ini biasanya berlangsung dan dapat sembuh sendiri dalam waktu 1–2 minggu.

 

Meski begitu, sariawan sering kali menimbulkan rasa nyeri dan membuat penderitanya kesulitan makan/minum. Jadi, guna mempercepat penyembuhan sariawan, ada beberapa cara yang bisa dilakukan. Berikut masing-masing penjelasannya.

 

A. Menghindari Konsumsi Makanan Tertentu

 

Beberapa makanan, seperti makanan pedas, asam, dan bertekstur keras dapat memperparah kondisi sariawan. Jadi, hindari jenis makanan tersebut saat sedang mengalami masalah mulut. Guna membantu mempercepat proses pemulihan sariawan, penderita sebaiknya mengonsumsi makanan lembut yang tidak berpotensi melukai gusi. Namun, tetap perhatikan kebutuhan asupan nutrisinya.

 

B. Sikat Gigi secara Perlahan

 

Kebersihan gigi adalah hal yang penting diperhatikan, tak terkecuali saat sedang mengalami masalah mulut. Dalam kondisi sariawan, tetap sikat gigi dengan rutin menggunakan sikat gigi berbulu lembut dan lakukan secara perlahan.

 

Perhatikan pula kandungan yang terdapat pada pasta gigi, sebaiknya hindari pasta gigi yang mengandung SLS (sodium lauryl sulfate). Pasalnya, senyawa tersebut dapat menyebabkan sariawan di gusi semakin parah.

 

C. Berkumur dengan Garam atau Obat Kumur

 

Berkumur dengan garam adalah salah satu cara mengobati sariawan di gusi secara alami. Air garam diketahui dapat meringankan nyeri dan peradangan akibat sariawan. Agar luka sariawan lebih cepat mereda dan mengempis, cobalah berkumur air garam beberapa kali sehari.

 

Selain air garam, penderita juga bisa berkumur menggunakan obat kumur khusus. Pilihlah obat kumur yang mengandung fluocinonide, bensokain, hidrogen, dan peroksida untuk mengurangi nyeri dan mempercepat penyembuhan sariawan di gusi.

 

D. Mengonsumsi Obat Pereda Nyeri

 

Jika rasa nyeri yang ditimbulkan oleh sariawan di gusi cukup mengganggu, hingga menimbulkan sensasi nyut-nyutan, penderita bisa mengonsumsi obat pereda nyeri. Namun, sebaiknya konsultasikan kondisi tersebut terlebih dahulu dengan dokter untuk mendapatkan jenis obat dan anjuran penggunaan yang tepat.

 

Cara Mencegah Sariawan di Gusi

 

Beberapa cara yang bisa dilakukan untuk mencegah timbulnya sariawan di gusi adalah sebagai berikut:

 

  • Menjaga kesehatan dan kebersihan rongga mulut.

  • Perhatikan jenis makanan dan minuman yang dikonsumsi.

  • Memperbanyak asupan nutrisi.

  • Mengelola stres.

  • Rutin menyikat gigi dengan benar, tidak terlalu keras dan cepat.

 

Jika sariawan tidak kunjung sembuh meski sudah mencoba beberapa cara di atas, Anda disarankan untuk mengunjungi Siloam Hospitals terdekat guna berkonsultasi langsung dengan Dokter Gigi kami. Anda bisa memanfaatkan aplikasi MySiloam untuk melihat jadwal praktik dokter, membuat janji temu dengan dokter terkait, melakukan self check in, hingga mengantre secara online.

 

Aplikasi My Siloam (1)

Dokter Kami
besar-riyantospkg

Kunjungi Rumah Sakit

drg. Besar Riyanto, SpKG

Kedokteran Gigi

Spesialis Konservasi Gigi Subspesialis Endodontik


Siloam Hospitals Putera Bahagia

Tersedia :

Tersedia hari ini

drg-rudy-spkg

Kunjungi Rumah Sakit

drg. Rudy, SpKG, SH, FISQua, FICD

Kedokteran Gigi

Spesialis Konservasi Gigi Subspesialis Endodontik


Siloam Hospitals Makassar

Tersedia :

Tersedia hari ini

drg-halida-

Kunjungi Rumah Sakit

drg. Halida

Kedokteran Gigi

Dokter Gigi


Siloam Hospitals Mataram

Tersedia :

Tersedia hari ini

message

ArticleDetail