Kesehatan Tubuh
Hal Penting Sebelum & Sesudah Bariatric Endoscopy, Catat ya!

Table of Contents
Endoskopi bariatrik atau bariatric endoscopy adalah suatu tindakan medis berupa pengecilan volume lambung tanpa adanya tindakan operasi atau pembedahan. Tindakan ini tidak saja bertujuan untuk mengatasi kondisi berat badan berlebih atau obesitas, tetapi endoskopi bariatrik sangat bermanfaat untuk membantu penyembuhan progresivitas penyakit hati kronik akibat fatty liver atau perlemakan hati. Tindakan ini bisa mengurangi risiko terjadinya sirosis hati ataupun kanker hati.
Apakah prosedur ini cocok untuk semua penderita perlemakan hati? Apa saja yang harus diperhatikan sebelum dan sesudah menjalani bariatric endoscopy? Simak selengkapnya dalam artikel berikut.
Tujuan Endoskopi Bariatrik
Tindakan medis bariatrik dikenal dengan efektivitasnya dalam penurunan berat badan. Namun, sebenarnya tata laksana bariatrik memiliki manfaat yang jauh lebih besar di bidang kesehatan, salah satunya adalah penanganan penyakit hati akibat perlemakan hati atau fatty liver.
Kasus kelebihan berat badan menjadi faktor yang paling sering dijumpai dalam kasus fatty liver. Berdasarkan statistik kasus perlemakan hati, 80-90 persennya dialami oleh penderita obesitas.
Selain dari perubahan pola hidup dan obat-obatan, penanganan fatty liver dapat dibantu dengan tindakan medis. Yakni dengan bedah bariatrik atau operasi pengecilan lambung. Operasi ini dapat membantu penderita obesitas mengontrol berat badan dengan membatasi kemampuan lambung dalam menampung jumlah makanan yang masuk ke dalam tubuh.
Akan tetapi, suatu tindakan bedah tidak lepas dari berbagai risiko yang menyertainya. Atas dasar ini tindakan bariatrik telah dikembangkan lebih lanjut dengan risiko tindakan yang jauh lebih kecil, yakni dengan metode endoskopi.
Endoskopi adalah suatu tindakan minimal invasif yang dapat digunakan untuk pemeriksaan dan penanganan penyakit. Sering kali tindakan ini diketahui orang awam untuk memeriksa kondisi lambung yang dikenal dengan endoskopi lambung.
Selain untuk tujuan pemeriksaan, endoskopi juga dapat digunakan untuk penanganan medis. Salah satunya adalah pengurangan volume lambung yang berguna untuk membantu penderita fatty liver akibat obesitas dengan prosedur endoscopic sleeve gastroplasty (ESG).
Kandidat yang Dipertimbangkan untuk Endoskopi Bariatrik
Endoskopi bariatrik dapat dipertimbangkan oleh dokter penyakit dalam jika pasien memiliki faktor-faktor berikut:
1. Menderita Perlemakan Hati non Alkoholik
Ada beberapa metode pengobatan yang dapat dilakukan untuk mengatasi perlemakan hati non alkoholik, dan salah satunya adalah dengan tindakan endoskopi bariatrik. Dokter akan menilai kondisi kesehatan penderita fatty liver dan akan memberikan penanganan sesuai dengan kondisinya.
2. Mengalami Obesitas yang Sulit Diatasi
Seseorang yang memiliki indeks massa tubuh mulai dari 30 ke atas termasuk dalam kategori obesitas dan memiliki risiko terjangkit masalah kesehatan serius terkait obesitas, seperti diabetes, penyakit jantung, tekanan darah tinggi, dan sleep apnea dapat dipertimbangkan untuk melakukan endoskopi bariatrik.
Terlebih pada penderita yang tidak berhasil secara efektif menurunkan berat badan selama 3-6 bulan bahkan hingga 1 tahun terakhir, baik dengan olahraga, diet sehat, maupun obat-obatan.
3. Adanya Indikasi Penyakit Tertentu meski Tampak Sehat
Seseorang yang terlihat sehat juga memiliki kemungkinan terserang fatty liver atau penyakit lain akibat obesitas. Kondisi ini biasanya diketahui berdasarkan hasil medical check up yang menyebutkan adanya suatu indikasi penyakit akibat obesitas, seperti diabetes, tekanan darah tinggi, dan sleep apnea.
Namun, Anda tidak perlu khawatir karena semakin dini penyakit diketahui maka semakin cepat dan besar potensi kesembuhannya.
Persiapan Sebelum Endoskopi Bariatrik
Sebelum menjalani endoskopi bariatrik, ada beberapa hal yang harus dilakukan oleh pasien.
Dokter akan melakukan pemeriksaan awal, yakni meliputi pemeriksaan laboratorium, pemeriksaan jantung, pemeriksaan ultrasonografi abdomen, fibroscan, dan pemeriksaan dengan teropong (endoskopi) untuk melihat kondisi kerongkongan dan lambung, serta pengecekan untuk mengetahui apakah pasien memiliki kondisi yang perlu tata laksana khusus.
Setelah pemeriksaan, pasien diharuskan untuk berkonsultasi dengan dokter multidisiplin seperti dokter spesialis gizi, dokter spesialis jantung dan pembuluh darah, dokter spesialis penyakit dalam yang akan menangani endoskopi bariatrik, dan dokter spesialis anestesi.
Jika hasil dari pemeriksaan tersebut menunjukkan bahwa pasien layak menerima prosedur endoskopi bariatrik, maka tindakan pun dapat segera dijadwalkan. Selama masa itu, pasien diwajibkan untuk menjalani pola hidup sehat meliputi makanan dan kegiatan fisik.
Perawatan Pasca Endoskopi Bariatrik
Setelah endoskopi bariatrik dilakukan, pasien akan diminta untuk beristirahat 1-2 jam hingga efek obat bius hilang. Selanjutnya, dokter akan memberikan arahan pasca-endoskopi. Pada umumnya, pasien bisa kembali pulang dan menjalani kesehariannya dalam waktu 1-2 hari setelah tindakan.
Meski efektif, tindakan endoskopi bariatrik bukanlah tindakan yang 100% menggantikan operasi. Penderita obesitas parah mungkin akan lebih dianjurkan untuk melakukan bedah bariatrik.
Prosedur endoskopi bariatrik bukanlah jalan pintas untuk menghindari atau menyembuhkan penyakit. Artinya, setelah melakukan prosedur, pasien tetap harus menjaga pola makannya, berolahraga secara teratur, dan menjalani konsultasi penurunan berat badan. Seluruh kegiatan ini perlu dilakukan dengan konsisten untuk mencapai kondisi kesehatan yang prima.
Bila Anda maupun kerabat dekat membutuhkan penanganan endoskopi bariatrik seperti ulasan di atas, segera kunjungi Siloam Hospitals terdekat untuk mendapatkan penanganan yang tepat.
Anda dapat menggunakan fitur Cari Dokter untuk menemukan jadwal dokter, booking, dan buat janji dengan dokter terkait. Atau, gunakan juga aplikasi MySiloam untuk memudahkan Anda berkonsultasi langsung dengan dokter secara online. Mari unduh aplikasi MySiloam dan percayakan kesehatan Anda dan keluarga #BersamaSiloam!
Artikel ini ditinjau oleh:
Dr. Cosmas Rinaldi A. Lesmana Ph.D., Sp.PD, KGEH F.A.C.P, F.A.C.G, FINASIM
Penyakit Dalam - Spesialis Penyakit Dalam - Konsultan Gastro-Entero-Hepatologi
Artikel Terkait
Dokter Kami
Siloam Hospitals Bekasi Sepanjang Jaya
Tersedia :
Tersedia hari ini
Siloam Hospitals Putera Bahagia
Tersedia :
Tersedia hari ini
Siloam Hospitals Kelapa Dua
Tersedia :
Tersedia hari ini







