Kesehatan Tubuh
Sindrom Hemolitik Uremik - Penyebab, Gejala, & Penanganannya

Table of Contents
Sindrom hemolitik uremik (SHU) adalah sejumlah gejala yang muncul akibat pecahnya sel darah merah dan kerusakan di bagian dalam dinding pembuluh darah. Kondisi ini dapat dialami oleh siapa saja, baik anak-anak maupun orang dewasa. Sindrom ini perlu diwaspadai karena bisa menjadi salah satu penyebab gagal ginjal akut. Mari simak pembahasan lebih lanjut mengenai sindrom hemolitik uremik (SHU) melalui ulasan di bawah ini.
Apa itu Sindrom Hemolitik Uremik?
Seperti yang sudah dijelaskan, sindrom hemolitik uremik (SHU) atau hemolytic uremic syndrome adalah sekumpulan gejala yang muncul akibat pecahnya sel darah merah yang dapat menyebabkan anemia, berkurangnya jumlah trombosit, dan gagal ginjal.
Pecahnya sel darah merah ini disebabkan oleh kerusakan pada bagian dalam dinding pembuluh darah sehingga menyebabkan terbentuknya bekuan darah yang menyumbat pembuluh darah kecil terutama ginjal.
Sebagian besar kasus hemolytic uremic syndrome berkaitan dengan infeksi di saluran pencernaan, sehingga sering kali menyebabkan diare berdarah. Kendati demikian, diare berdarah tidak selalu mengarah pada kondisi sindrom hemolitik uremik.
Penyebab Sindrom Hemolitik Uremik
Penyebab paling umum sindrom hemolitik uremik adalah infeksi bakteri Escherichia coli jenis O157:H7 atau jenis STEC (Shiga Toxin E. Coli) yang mengeluarkan shiga toxin. Shiga toxin adalah racun dari bakteri yang dapat menyebabkan kerusakan sel darah, termasuk sel darah merah dan keping darah (trombosit), serta merusak pembuluh darah kapiler di organ tertentu.
Sering kali, bakteri E. coli dapat menginfeksi tubuh manusia melalui makanan dan minuman yang dikonsumsi. Adapun beberapa faktor yang dapat meningkatkan risiko terinfeksi bakteri E. coli adalah sebagai berikut:
-
Berenang di danau atau kolam yang terkontaminasi kotoran yang mengandung bakteri E. coli.
-
Melakukan kontak dengan orang yang terinfeksi bakteri E. coli.
-
Imun tubuh lemah, misalnya pada anak berusia di bawah 5 tahun, penderita HIV, atau kanker.
-
Mengonsumsi makanan atau air yang terkontaminasi bakteri E. coli terutama makanan mentah atau yang tidak dimasak dengan baik.
Selain disebabkan oleh infeksi Escherichia coli, sindrom ini juga bisa disebabkan oleh beberapa kondisi lainnya, seperti:
-
Infeksi bakteri lain, seperti Salmonella typhi dan Shigella dysenteriae.
-
Infeksi virus seperti virus yang menyebabkan flu (influenza) dan HIV.
-
Obat-obatan tertentu. Hal ini dapat mencakup beberapa obat yang digunakan untuk mengobati kanker dan beberapa obat yang digunakan pada penerima donor organ agar tidak terjadi reaksi penolakan organ tersebut.
-
Komplikasi dari kondisi lain, seperti kehamilan, penyakit autoimun, atau kanker.
Gejala Sindrom Hemolitik Uremik
Gejala hemolytic uremic syndrome bisa berbeda-beda, tergantung dari penyebab, tingkat keparahan, serta kerusakan jaringan yang ditimbulkan. Bila disebabkan oleh infeksi bakteri E. coli, SHU biasanya diawali dengan beberapa gejala berikut ini:
-
Diare berdarah.
-
Nyeri perut.
-
Muntah.
-
Demam.
Ketika sudah terjadi kerusakan pada pembuluh darah, maka sel darah merah pun akan rusak dan pecah sehingga menyebabkan terjadinya anemia. Berkurangnya jumlah keping darah (trombosit) juga dapat menyebabkan perdarahan.
Selain itu, kondisi ini juga dapat memicu terbentuknya gumpalan darah di pembuluh darah yang pada akhirnya bisa mengakibatkan kerusakan pada ginjal. Beberapa gejala yang timbul akibat kondisi tersebut adalah sebagai berikut:
-
Warna kulit pucat
-
Cepat lelah.
-
Mudah memar.
-
Urine berdarah (hematuria).
-
Sesak napas (dyspnea).
-
Perdarahan abnormal di hidung dan mulut.
-
Pembengkakan (edema) di tungkai, kaki, atau pergelangan kaki.
-
Tekanan darah tinggi.
-
Kejang, stroke, hingga penurunan kesadaran merupakan SHU dengan gejala berat.
-
Sedikit berkemih atau tidak berkemih sama sekali.
Diagnosis Sindrom Hemolitik Uremik
Sebelum menegakkan diagnosis, dokter akan terlebih dahulu melakukan anamnesis tentang gejala yang dialami pasien dan riwayat kesehatan pasien beserta keluarganya. Kemudian, dokter akan melakukan pemeriksaan fisik dan merekomendasikan beberapa pemeriksaan penunjang, meliputi:
-
Tes urine, untuk memeriksa kadar sel darah merah dan protein di dalam urine.
-
Tes darah, untuk menghitung jumlah sel darah merah, menghitung jumlah trombosit, memeriksa fungsi penggumpalan darah (koagulasi), memeriksa fungsi ginjal, serta kadar elektrolit.
-
Tes genetik.
-
Pemeriksaan feses, untuk mendeteksi adanya bakteri.
-
Biopsi ginjal.
Pengobatan Sindrom Hemolitik Uremik
Penderita hemolytic uremic syndrome umumnya memerlukan rawat inap di rumah sakit agar gejalanya tidak semakin parah dan bisa mencegah kerusakan ginjal lebih lanjut. Selama menjalani rawat inap, sejumlah perawatan yang akan dilakukan oleh dokter adalah sebagai berikut:
-
Memberikan cairan infus agar pasien tidak mengalami dehidrasi sekaligus menjaga keseimbangan elektrolit.
-
Obat-obatan, misalnya obat penurun tekanan darah.
-
Transfusi darah, dilakukan bila pasien mengalami anemia atau trombositopenia akibat sindrom ini.
-
Cuci darah (hemodialisis), dilakukan pada pasien gagal ginjal akut.
Komplikasi Sindrom Hemolitik Uremik
Sebagian besar pasien dengan sindrom hemolitik uremik dapat sembuh jika ditangani dengan cepat dan tepat. Kendati demikian, bila tidak mendapatkan penanganan yang tepat, sindrom ini bisa memicu sejumlah komplikasi, di antaranya:
-
Hipertensi sekunder akibat gagal ginjal.
-
Gagal ginjal kronik.
-
Gangguan pembuluh darah otak, seperti kejang, stroke, hingga tidak sadar (koma).
-
Gangguan pembekuan darah.
-
Gangguan saluran cerna, seperti perforasi usus (terdapat luka atau lubang pada dinding usus) dan radang usus besar.
Sindrom hemolitik uremik perlu segera ditangani untuk mencegah terjadinya komplikasi yang berbahaya. Oleh karena itu, segera periksakan diri ke Dokter Spesialis Penyakit Dalam bila Anda mengalami gejala-gejala yang mengarah pada kondisi tersebut.
Anda dapat memanfaatkan fitur di aplikasi MySiloam untuk memudahkan akses pelayanan kesehatan di Siloam Hospitals. Fitur tersebut telah dilengkapi dengan informasi mengenai jadwal dokter dan pembuatan janji temu dengan dokter terkait.
Artikel Terkait
Dokter Kami
Siloam Hospitals Bekasi Sepanjang Jaya
Tersedia :
Tersedia hari ini
Siloam Hospitals Putera Bahagia
Tersedia :
Tersedia hari ini
Siloam Hospitals Kelapa Dua
Tersedia :
Tersedia hari ini
TERPOPULER
Complete Urinalysis (Chem & Sed) / Urine Lengkap
Infeksi, Skrining Ginjal, Urin
1 Service/Item
Rp76.500
TERPOPULER
Routine Test / Urine Rutin (Protein, Glukosa, Sedimen)
Infeksi, Skrining Ginjal, Urin
1 Service/Item
Rp63.000
TERPOPULER
Feme Faeces / Feses Lengkap
Feses, Pencernaan
1 Service/Item
Rp144.900
TERPOPULER
Routine Faeces / Feses Rutin
Feses, Pencernaan
1 Service/Item
Rp112.500
TERPOPULER
Complete Blood Count + Diff / Pemeriksaan Darah Lengkap
1 Service/Item
Rp123.300







