Pola Hidup Sehat
Mengenal 3 Jenis Tes HIV beserta Prosedur Pelaksanaannya

Table of Contents
Seperti yang telah diketahui, infeksi HIV/AIDS merupakan gangguan kesehatan yang cukup serius. Bahkan, penularan HIV/AIDS juga dapat terjadi dengan mudah dari penderita ke orang sehat. Maka dari itu, penting untuk melakukan tes HIV secara rutin agar dapat mendeteksi serta menangani penyakit serius ini sedini mungkin.
Tes HIV adalah suatu prosedur medis yang dapat mendeteksi virus HIV di dalam tubuh. Secara umum, tes HIV dilakukan dengan cara pemeriksaan darah. Salah satu pemeriksaan HIV/AIDS yang umum dilakukan adalah tes antibodi. Tes antibodi ini dilakukan dengan mendeteksi antibodi HIV dalam darah yang dibentuk oleh sistem imunitas tubuh sebagai upaya melawan virus berbahaya tersebut.
Selain itu, ada macam-macam jenis pemeriksaan HIV yang biasa dilakukan oleh dokter dan tenaga medis untuk mendeteksi penyakit ini. Berikut penjelasannya.
Orang yang Memerlukan Tes HIV
Tes HIV adalah pemeriksaan kesehatan yang penting untuk dilakukan oleh setiap orang. Pasalnya, penularan penyakit ini dapat terjadi dengan mudah melalui kontak cairan tubuh penderitanya. Karena itulah, dokter biasanya akan menganjurkan pemeriksaan HIV setiap 3 atau 6 bulan sekali untuk orang yang sudah aktif secara seksual.
Di samping itu, ada beberapa orang yang sangat dianjurkan untuk melakukan pemeriksaan HIV karena kondisi tertentu. Kondisi yang menyebabkan seseorang sangat dianjurkan untuk rutin melakukan pemeriksaan HIV antara lain:
- Ibu hamil.
- Bayi yang lahir dari ibu penderita infeksi HIV/AIDS.
- Melakukan transfusi darah secara berkala.
- Pernah berbagi alat suntik dengan orang lain.
- Sering melakukan hubungan seksual dengan bergonta-ganti pasangan.
- Melakukan hubungan seksual dengan sesama jenis.
- Mengidap sexually transmitted disease atau penyakit menular seksual lainnya, seperti hepatitis B dan C, infeksi HPV, dan lain sebagainya.
Berbagai Jenis Tes HIV dan Prosedurnya
Biasanya, dokter akan mengulangi atau melakukan beberapa macam pemeriksaan HIV untuk memastikan HIV/AIDS yang dialami oleh pasien. Lantaran, tes HIV ini tidak 100 persen langsung akurat hanya melalui sekali pemeriksaan saja.
Macam-macam jenis tes HIV antara lain adalah sebagai berikut:
1. Tes Antibodi
Tes antibodi merupakan pemeriksaan medis yang dilakukan dengan memeriksa kandungan antibodi HIV di dalam darah. Antibodi HIV ini akan diproduksi oleh sistem imunitas tubuh hanya ketika seseorang sudah terinfeksi oleh virus HIV. Biasanya, antibodi HIV baru dapat terdeteksi 1 sampai 3 bulan setelah pasien sudah terinfeksi oleh virus HIV.
Akan tetapi, tes ini tidak 100 persen akurat. Karena itu, dokter perlu melakukan pemeriksaan lanjutan agar infeksi HIV/AIDS yang dialami oleh pasien bisa terdeteksi secara pasti.
Beberapa jenis tes antibodi untuk mendeteksi infeksi HIV/AIDS adalah sebagai berikut:
- Rapid test: dilakukan dengan meletakkan sampel darah pasien ke dalam alat tes HIV yang terdapat antigen HIV. Tes ini dapat selesai dengan cepat, bahkan hanya memerlukan waktu 20 menit. Namun, rapid test memiliki tingkat akurasi yang lebih rendah dibandingkan dengan jenis pemeriksaan lain, kemungkinan dapat menghasilkan positif palsu atau negatif palsu.
- ELISA test: dilakukan dengan memasukkan sampel darah pasien ke dalam tabung khusus. Kemudian, sampel darah tersebut akan dianalisis pada laboratorium untuk dilihat apakah terdapat kandungan antibodi HIV. Tes ini biasanya memerlukan waktu 1-3 hari.
- Western blot test: merupakan tes lanjutan dari ELISA test. Lebih tepatnya, western blot test dilakukan untuk memastikan adanya pengikatan spesifik antibodi terhadap protein HIV.
2. Tes Antibodi-Antigen
Tes antibodi-antigen atau Ab-Ag test merupakan kombinasi pemeriksaan yang dilakukan untuk mendeteksi protein p24 (antigen HIV) serta antibodi HIV-1 atau HIV-2 di dalam darah pasien.
Tes ini dinilai lebih akurat dan bisa dijadikan sebagai pemeriksaan dini dari penyakit HIV/AIDS karena antigen akan muncul lebih cepat daripada antibodi, yaitu sekitar 2 sampai 6 minggu setelah terinfeksi.
3. Tes PCR
Tes PCR (polymerase chain reaction) merupakan pemeriksaan HIV yang dinilai memiliki tingkat akurasi paling tinggi. Ya, tes ini dilakukan dengan memeriksa materi genetik HIV, yaitu DNA atau RNA, di dalam darah pasien pada laboratorium. Namun, hasil dari tes ini memerlukan waktu yang lebih lama, yakni mencapai 2 hari.
Lakukan Tes HIV di Rumah Sakit Terbaik!
Demikian penjelasan mengenai macam-macam jenis tes HIV beserta prosedurnya yang penting untuk Anda ketahui. Bagi Anda yang sudah aktif secara seksual, tes HIV menjadi salah satu pemeriksaan medis wajib dan perlu dilakukan secara berkala.
Untuk mendapatkan pemeriksaan HIV yang optimal dan berkualitas, Anda dapat mengunjungi Siloam Hospitals terdekat. Ya, Siloam Hospitals menyediakan Paket Skrining HIV dalam layanan Medical Check-Up. Selain melakukan tes HIV, Paket Skrining HIV dari Siloam Hospitals ini juga sudah termasuk layanan konsultasi dengan dokter profesional. Jadi, Anda bisa mendapatkan saran terbaik mengenai penanganan HIV dari dokter spesialis di bidang terkait.
Anda bisa segera melakukan pemesanan Paket Skrining HIV di Siloam Hospitals melalui fitur yang tersedia di aplikasi MySiloam pada ponsel pintar Anda. Atau, Anda juga dapat memesan paket pemeriksaan kesehatan tersebut melalui call center di 1-500-181.
Artikel Terkait
Dokter Kami
Online & Kunjungi Rumah Sakit
dr. Heru Harsojo Oentoeng, M.Repro, Sp.And, SubspSPAP(K), FECSM
Andrologi (Reproduksi Pria)
Subspesialis Konsultan Seksologi dan Pengobatan Anti-penuaan
Siloam Hospitals Kebon Jeruk
Tersedia :
Tersedia hari ini
Siloam Sriwijaya Palembang
Tersedia :
Tersedia hari ini
Siloam Hospitals Kebon Jeruk
Tersedia :
Tersedia hari ini








