Kesehatan Tubuh
7 Penyebab Tulang Selangka Menonjol untuk Diwaspadai

Table of Contents
Tulang selangka adalah tulang yang menghubungkan tulang dada bagian atas dengan tulang belikat. Adapun fungsi tulang selangka yakni untuk membantu pergerakan lengan serta dada. Kondisi tulang selangka menonjol biasanya terjadi pada seseorang yang terlalu kurus, namun bisa juga disebabkan oleh kondisi medis lainnya. Mari ketahui apa saja penyebab tulang selangka menonjol dan cara mengatasinya melalui artikel berikut ini.
Penyebab Tulang Selangka Menonjol
Kondisi tulang selangka menonjol dapat disebabkan oleh berbagai faktor. Bahkan pada beberapa orang, bentuk tulang selangka yang sedikit menonjol merupakan hal normal dan tidak perlu dikhawatirkan. Adapun beberapa penyebab tulang selangka menonjol adalah sebagai berikut:
1. Terlalu Kurus
Sebenarnya, kondisi tulang selangka menonjol merupakan suatu hal yang cukup normal terjadi pada seseorang yang kurus. Pasalnya, orang yang bertubuh kurus memiliki jumlah lemak yang lebih sedikit dan tidak proporsional sehingga membuat tulang selangka atau klavikula menjadi lebih menonjol.
2. Cedera
Selain terlalu kurus, cedera fisik seperti patah tulang (fraktur), retak, ataupun terkilir pada bagian tubuh atas juga dapat menjadi penyebab tulang selangka menonjol. Hal ini terjadi karena tulang selangka adalah salah satu tulang yang rentan terhadap cedera. Beberapa aktivitas yang berpotensi menyebabkan tulang selangka menonjol adalah cedera saat proses persalinan, cedera karena kecelakaan, dan cedera karena berolahraga.
Pada kondisi cedera, penonjolan tulang selangka memiliki karakteristik sebagai berikut:
-
Gerakan lengan terbatas dan terasa nyeri.
-
Lengan terasa kaku.
-
Bengkak dan memar.
-
Bahu tampak lebih turun.
3. Infeksi Tulang (Osteomielitis)
Kondisi yang dapat menyebabkan tulang selangka menonjol berikutnya adalah infeksi tulang
atau osteomielitis. Kondisi ini dapat disebabkan oleh prosedur pembedahan tertentu, cedera yang berkembang menjadi infeksi, atau efek samping setelah tindakan pemasangan saluran intravena di dekat tulang selangka. Meski infeksi pada tulang selangka tergolong jarang terjadi, kondisi ini tetap perlu diwaspadai. Adapun beberapa gejala umum dari infeksi tulang adalah sebagai berikut:
-
Badan menggigil dan demam.
-
Keluar cairan/nanah dari benjolan di tulang selangka.
-
Bengkak dan nyeri di sekitar area tulang selangka yang terinfeksi.
-
Rasa hangat yang teraba di area yang terdapat infeksi tulang selangka.
4. Kista
Kista dapat menyebabkan munculnya benjolan di tulang selangka sehingga membuatnya terlihat menonjol. Kista biasanya berisi cairan dan tidak bersifat ganas atau kanker. Jenis kista yang muncul di tulang selangka juga biasanya dapat ditemukan di pergelangan tangan. Kondisi ini disebut juga sebagai kista ganglion. Meski umumnya tidak berbahaya, ada baiknya untuk tetap berkonsultasi dengan dokter terkait kondisi tersebut.
5. Pembengkakan Kelenjar Getah Bening
Perlu diketahui bahwa tubuh mempunyai lebih dari 600 kelenjar getah bening yang berperan penting dalam melawan infeksi di dalam tubuh. Ketika kelenjar ini mengalami pembengkakan, maka artinya tubuh sedang melawan infeksi atau penyakit lainnya.
Pembengkakan kelenjar getah bening dapat terjadi di mana saja, tidak terkecuali di tulang selangka. Adapun beberapa gejala umum dari pembengkakan kelenjar getah bening adalah sebagai berikut:
-
Benjolan yang terasa padat dan keras.
-
Demam.
-
Benjolan membengkak dan terasa nyeri saat ditekan.
-
Berkeringat di malam hari.
6. Tumor
Tulang selangka menonjol juga bisa menandakan adanya pertumbuhan tumor, baik yang bersifat jinak maupun ganas. Salah satu jenis tumor yang dapat menyerang tulang selangka adalah kista tulang aneurisma. Jenis tumor ini tergolong langka dan lebih banyak dialami oleh orang-orang yang berusia di bawah 20 tahun.
Selain tulang selangka, kista tulang aneurisma juga bisa ditemui di tulang lutut dan tulang panggul. Tumor ini bisa bersifat jinak ataupun ganas. Selain itu, jenis tumor lainnya yang dapat berkembang di dekat tulang selangka adalah lipoma. Lipoma adalah tumor jinak yang berisi jaringan lemak dan tumbuh secara perlahan di antara kulit dan lapisan otot.
7. Gangguan Kelengkungan Tulang
Tulang selangka menonjol juga dapat dipicu oleh adanya abnormalitas kelengkungan tulang, khususnya di bagian tulang belakang. Adapun beberapa contoh gangguan atau kelainan tulang belakang yang dapat menyebabkan tulang selangka menonjol adalah lordosis atau skoliosis.
Cara Mengatasi Tulang Selangka Menonjol
Tulang selangka atau klavikula adalah bagian penting di dalam tubuh yang berfungsi untuk menopang lengan, melindungi saraf dan pembuluh darah, sebagai tempat perlekatan otot, serta menjadi penghubung antara kerangka atas dengan bahu. Maka dari itu, apabila terdapat gangguan pada tulang selangka, segera konsultasikan kondisi tersebut dengan dokter agar bisa mendapatkan penanganan yang sesuai.
Sebaiknya, hindari pengobatan alternatif seperti urut dan pijat karena dapat meningkatkan risiko kecacatan dan gangguan fungsi tubuh. Adapun beberapa pilihan penanganan yang dapat direkomendasikan oleh dokter untuk mengatasi tulang selangka menonjol adalah sebagai berikut:
A. Rol Terapi
Rol terapi merupakan salah satu penanganan tulang selangka menonjol dengan gejala ringan. Terapi ini akan dilakukan oleh seorang ahli terapis dengan tujuan untuk merangsang jaringan lunak yang ada di bahu dan dada atas. Menurut penelitian dalam National Library of Medicine (2016), prosedur rol terapi dinilai cukup efektif untuk mengatasi tulang selangka yang menonjol akibat salah posisi tidur, postur tubuh yang buruk, atau kebiasaan duduk sepanjang hari.
B. Pembedahan
Pada kondisi tulang selangka menonjol yang parah, dokter dapat merekomendasikan prosedur pembedahan. Prosedur pembedahan biasanya dibutuhkan untuk kondisi patah tulang selangka, dislokasi sendi bahu, sindrom outlet toraks, atau gangguan sendi acromioclavicular yang bisa disebabkan oleh bahu lepas. Namun, pemulihan pascaoperasi akan memakan waktu yang cukup lama. Pasien mungkin akan menggunakan alat bedong selama beberapa waktu untuk menopang bagian atas dada.
Penting untuk diingat bahwa informasi di atas bertujuan untuk edukasi dan tidak dapat menggantikan diagnosis resmi serta saran perawatan dari tenaga medis profesional. Tidak menutup kemungkinan apabila tulang selangka menonjol disebabkan oleh faktor-faktor lainnya yang tidak disebutkan dalam artikel ini.
Oleh karena itu, segera kunjungi Dokter Spesialis Orthopaedi di Siloam Hospitals terdekat apabila Anda menyadari tulang selangka terlihat menonjol disertai dengan gejala-gejala yang tidak biasa, seperti memar, lengan terasa kaku, bengkak, demam, hingga sulit bergerak.
Sebagai informasi, setiap rumah sakit mungkin memiliki tahapan pemeriksaan dan pengobatan yang berbeda-beda, tergantung dari fasilitas kesehatan yang tersedia. Namun, tenaga medis profesional akan mempertimbangkan kondisi kesehatan pasien terlebih dahulu guna menentukan langkah pemeriksaan dan pengobatan yang tepat.
Gunakan aplikasi MySiloam untuk mengakses berbagai fitur kesehatan dengan mudah, mulai dari melihat jadwal dokter, membuat janji temu dengan dokter terkait, hingga memantau hasil pemeriksaan kesehatan secara online. Mari unduh aplikasi MySiloam dan nikmati berbagai fitur yang mempermudah perjalanan kesehatan Anda.
Artikel Terkait
Dokter Kami
Kunjungi Rumah Sakit
dr. Made Oka Mahendra, SpOT, M.Biomed
Ortopedi (Tulang)
Spesialis Orthopaedi dan Traumatologi
Siloam Hospitals Kupang
Tersedia :
Tersedia hari ini
Kunjungi Rumah Sakit
dr. Su Djie To Rante, M. Biomed., SpOT, Subsp. P.L(K)
Ortopedi (Tulang)
Subspesialis Panggul dan Lutut
Siloam Hospitals Kupang
Tersedia :
Tersedia hari ini
Kunjungi Rumah Sakit
dr. Henry Tanzil, M. Kes, SpOT (K), FICS
Ortopedi (Tulang)
Subspesialis Panggul dan Lutut
Siloam Hospitals Makassar
Tersedia :
Tersedia hari ini
TERPOPULER
Rontgen Dada
Rontgen / X-Ray
Rp191.000
TERPOPULER
Rontgen Dada/Thorax PA + Lateral
Rontgen / X-Ray
Rp382.000
TERPOPULER
Vert. Cervicalis AP + Lateral / Rontgen Tulang Leher
Rontgen / X-Ray
Rp405.000
TERPOPULER
Rontgen Sendi Bahu
Rontgen / X-Ray
Rp353.000
TERPOPULER
CT Thorax Non-CNTRS / CT Scan Dada
CT Scan
Rp2.079.000







