Ibu dan Anak
Ketahui Prosedur Bayi Tabung (IVF) untuk Mengatasi Infertilitas

Table of Contents
Prosedur ivf adalah sebuah proses pembuahan yang menggabungkan sel telur dan sperma di luar tubuh manusia. Prosedur ini menjadi salah satu pilihan yang ditawarkan bagi pasangan yang memiliki masalah infertilias.
Berdasarkan data Kemenkes, sekitar 10–15% pasangan mengalami infertilitas, yaitu kondisi ketika pasangan gagal mencapai kehamilan selama 12 bulan, meskipun sudah berhubungan seksual secara rutin tanpa kontrasepsi. Infertilitas bisa disebabkan oleh berbagai faktor, baik dari pihak wanita maupun pria, seperti gangguan ovulasi, kualitas sperma yang rendah, atau masalah pada saluran reproduksi.
Mari ketahui lebih dalam mengenai infertilitas dan prosedur bayi tabung bersama dr. Patrick Bayu, Sp.OG, Subsp F.E.R dari Siloam Hospitals - Lippo Village pada kanal Youtube Siloam Hospitals berikut ini.
Pengertian IVF
Apa itu IVF? IVF (in vitro fertilisation) atau yang lebih dikenal dengan istilah bayi tabung adalah proses yang dilakukan untuk membantu pasangan yang sedang mengalami masalah kesuburan atau infertilitas untuk mendapatkan anak. Program IVF menjadi salah satu cara mengatasi infertilitas yang populer bagi banyak pasangan.
Metode IVF dilakukan dengan proses pembuahan yang terjadi tanpa adanya hubungan seksual langsung antara suami-istri. Pembuahan terjadi di luar tubuh perempuan dan diawasi oleh tenaga medis profesional, seperti dokter spesialis kandungan. Kemudian, jika berhasil, nantinya dipindahkan ke rahim perempuan dan janin bisa tumbuh dan lahir setelah sembilan bulan pada umumnya.
Kriteria Proses IVF
Sebelum proses IVF dilakukan, pasangan akan melakukan skrining terlebih dahulu dari sisi laki-laki dan perempuan. Dari sisi laki-laki, sel sperma akan dicek dari segi kualitasnya. Beberapa pemeriksaan termasuk analisis bentuk sperma, kecukupan jumlah sperma, pergerakan sperma yang baik, dan menilai komponen kromosomnya dengan menggunakan DNA Fragmentation Index (DFI).
Dari sisi perempuan, umumnya dilakukan skrining USG transvaginal (meliputi bagian saluran telur dan uterus, salah satunya untuk melihat apakah ada penyakit seperti kista, polip, myoma, atau (adenomiosis). Selain itu, pemeriksaan cadangan ovarium, pemeriksaan hormon, pemeriksaan siklus haid juga mungkin dilakukan. Jika ada masalah yang menghambat terjadinya pembuahan dengan inseminasi atau berhubungan terjadwal, dokter akan menyarankan untuk melakukan bayi tabung.
Persiapan IVF
Ada beberapa persiapan yang harus dilakukan sebelum melakukan proses IVF, di antaranya sebagai berikut.
-
Lakukan konsultasi dengan dokter spesialis obstetri dan ginekologi untuk mengevaluasi kondisi kesehatan dan menentukan apakah pasangan termasuk kandidat IVF.
-
Dokter akan melakukan berbagai pemeriksaan, termasuk skrining penyakit menular hepatitis dan HIV.
-
Persiapkan mental dengan baik, pasalnya IVF membutuhkan proses yang panjang dan menantang. Pasangan harus siap menghadapi kemungkinan kegagalan, karena keberhasilan IVF pada umumnya sebesar 30–40%. Akan tetapi, hal tersebut akan tergantung dari usia dan kesehatan pasien secara menyeluruh.
-
Perbaiki pola hidup. Menjalani gaya hidup sehat sangatlah penting bagi pasangan yang hendak menjalani IVF. Hindari kebiasaan merokok, mengonsumsi junk food, dan alkohol. Konsumsilah makanan bergizi dan kurangi berat badan (jika kegemukan) untuk mendapatkan berat badan ideal sehingga dapat memperbaiki kualitas sel telur dan sperma.
Proses IVF
Proses fertilization in vitro (IVF) terdiri dari beberapa tahap yang harus dilalui oleh pasangan. Berikut tahapan-tahapan utama dalam prosedur IVF:
-
Proses IVF dilakukan dengan menggabungkan sel telur dan sel sperma di luar tubuh pasangan, lebih tepatnya di dalam laboratorium.
-
Pada perempuan, setelah proses stimulasi ovarium dilakukan dan dilihat bahwa kantung folikel berukuran cukup besar, dokter akan melakukan pengambilan sel-sel telur.
-
Satu sel telur yang diambil akan dicampurkan dengan satu sel sperma untuk terjadi pembuahan.
-
Staf laboratorium akan secara teratur memeriksa dan memastikan apakah embrio tumbuh dengan baik. Dalam 3–5 hari, jika embrio berhasil membelah, embrio akan ditempatkan ke dalam rahim perempuan tersebut. Namun jika embrio tidak berkembang dengan baik atau berhenti membelah, embrio dapat dibekukan dan ditransfer di siklus-siklus berikutnya.
Risiko IVF
Pada umumnya, bayi tabung adalah prosedur yang aman dilakukan, tetapi tetap ada risiko dari pemberian obat-obatan yang merangsang terbentuknya folikel atau pada saat stimulasi ovarium. Hal tersebut bisa menimbulkan sindrom hiperstimulasi ovarium (OHSS), yaitu suatu kondisi yang disebabkan ketika tubuh merespons hormon yang diterima secara berlebih.
Selain itu, terdapat risiko seperti kecacatan janin atau bayi yang nantinya akan lahir. Namun, saat ini terdapat Preimplantation Genetic Testing (PGT), yaitu deteksi dini pada embrio. Sehingga, embrio yang ditransfer adalah embrio dengan genetik yang normal.
Perbedaan Perawatan Hamil Normal dan Hamil Bayi Tabung
Perbedaan utama yang terlihat antara hamil normal dengan hamil bayi tabung ada pada trimester awal. Biasanya, pada trimester awal, ibu hamil dengan bayi tabung diberikan obat-obatan hormonal dengan dosis tertentu. Sementara itu, ibu hamil dengan bayi tabung harus rutin kontrol dengan ketat ke dokter terkait pada trimester awal. Pada tahap-tahap selanjutnya, perawatan ibu hamil normal dan hamil dengan bayi tabung sama, yaitu kontrol secara teratur atau pada saat ada keluhan.
Penting untuk diketahui bahwa prosedur bayi tabung hanya direkomendasikan bagi pasien setelah kriteria proses IVF dikonfirmasi. Untuk itu, kunjungi Siloam Hospitals Lippo Village sebagai Siloam Fertility & Minimally Invasive Center atau konsultasikan dengan dokter Siloam Hospitals terdekat untuk mendapatkan saran lebih lanjut.
Siloam Hospitals Lippo Village menerapkan sistem One Stop Fertility Solution dengan fasilitas yang lengkap, seperti pemeriksaan HSG, USG transvaginal, lesis, operasi histeroskopi, operasi laparoskopi, pemeriksaan sperma basic sampai advance, termasuk dengan DNA Fragmentation Index (DFI). Siloam Hospitals juga memiliki dokter dengan pendekatan multidisipliner untuk mendukung program IVF dengan maksimal.
Sebagai informasi, setiap tahapan pemeriksaan dan metode pengobatan yang Anda jalani terkait prosedur bayi tabung atau IVF dapat berbeda bergantung pada fasilitas kesehatan masing-masing rumah sakit. Tenaga medis profesional akan menentukan tahapan pemeriksaan dan pengobatan yang disesuaikan dengan kondisi medis setiap pasien.
Gunakan fitur Cari Dokter untuk melihat jadwal dokter, membuat appointment dan berkonsultasi secara virtual melalui fitur telekonsultasi dengan aplikasi MySiloam. Mari jaga kesehatan Anda dan keluarga #BersamaSiloam!
Artikel Terkait
Dokter Kami
Online & Kunjungi Rumah Sakit
dr. Patrick Bayu, SpOG, Subsp F.E.R
Obstetri dan Ginekologi (Kandungan)
Subspesialis Fertilitas Endokrinologi Reproduksi
Siloam Hospitals Lippo Village
Tersedia :
Tersedia hari ini
Kunjungi Rumah Sakit
dr. Lenny Khosal, M.Kes, SpOG
Obstetri dan Ginekologi (Kandungan)
Spesialis Obstetri dan Ginekologi
Siloam Hospitals Makassar
Tersedia :
Tersedia hari ini
Kunjungi Rumah Sakit
dr. Tia Indriana, SpOG
Obstetri dan Ginekologi (Kandungan)
Spesialis Obstetri dan Ginekologi
Siloam Hospitals Purwakarta
Tersedia :
Tersedia hari ini







