Adenomiosis - Penyebab, Gejala, dan Pengobatannya
Ibu dan Anak

Adenomiosis - Penyebab, Gejala, dan Pengobatannya

06 Oktober 2025 5 menit waktu baca
Adenomiosis adalah

Adenomyosis atau adenomiosis adalah gangguan pada organ reproduksi wanita. Kondisi ini dapat menimbulkan rasa tidak nyaman hingga perdarahan dan nyeri, terutama pada setiap siklus menstruasi. Adenomiosis sering kali tidak disadari pada awalnya, sehingga baru terdeteksi ketika gejalanya sudah parah. 

 

Lantas, apakah adenomiosis berbahaya? Apa penyebab dan bagaimana cara mengatasinya? Mari simak penjelasan selengkapnya di sini.

 

Apa itu Adenomiosis?

 

Adenomyosis atau adenomiosis adalah kondisi ketika jaringan endometrium (lapisan permukaan terdalam dari rongga rahim) tumbuh di dalam miometrium (lapisan otot dinding rahim). Dalam kondisi normal, endometrium seharusnya hanya melapisi permukaan rahim.

 

Kondisi ini dapat mengakibatkan rahim menebal dan mengeluarkan darah seiring dengan siklus menstruasi. Selain rahim menebal, adenomiosis juga dapat menyebabkan rahim membesar, bahkan terkadang bisa mencapai 2–3 kali lipat dari ukuran normalnya.

 

Penyebab Adenomiosis

 

Hingga kini, belum diketahui secara pasti apa penyebab adenomiosis. Namun, terdapat dugaan bahwa kondisi ini dapat dipengaruhi oleh ketidakseimbangan hormon (estrogen, progesteron, prolaktin, dan hormon perangsang folikel), genetik, inflamasi/peradangan, atau trauma akibat operasi rahim sebelumnya.

 

Adenomiosis juga bisa terjadi akibat terganggunya batas antara lapisan terdalam endometrium, endometrium basalis, dan miometrium di bawahnya. Proses ini menyebabkan siklus proliferasi endometrium yang tidak semestinya ke dalam miometrium, kemudian diikuti dengan pembentukan pembuluh darah kecil serta pertumbuhan dan perkembangan miometrium yang tidak normal.

 

Wanita yang pernah melahirkan sebelumnya juga diketahui lebih berisiko mengalami  adenomiosis, baik caesar maupun normal. Pada operasi caesar, sayatan rahim yang dibuat selama operasi dapat mendorong sel endometrium masuk ke dalam dinding rahim. Sementara itu, pada persalinan normal, peradangan yang terjadi pada lapisan rahim selama periode pascapersalinan dapat menyebabkan terputusnya batas normal sel-sel yang melapisi rahim.

 

Terdapat dugaan lain bahwa jaringan endometrium sudah tersimpan di dalam otot rahim ketika rahim pertama kali terbentuk pada janin. Tidak sampai di situ, adenomiosis juga diduga dapat terjadi karena sel punca (sel yang dapat berubah menjadi sel tubuh lain sesuai kebutuhan tubuh) sumsum tulang menginvasi otot rahim. 

 

Adenomiosis lebih banyak dialami oleh wanita berusia 40–50 tahun. Pada wanita usia kelompok tersebut, adenomiosis mungkin berhubungan dengan paparan estrogen yang lebih lama dibandingkan dengan wanita yang lebih muda. Namun, penelitian terbaru menunjukkan bahwa kondisi ini juga bisa terjadi pada wanita muda.

 

Gejala Adenomiosis

 

Adenomiosis adalah kondisi yang sering kali tidak disadari karena jarang menimbulkan gejala yang jelas, bahkan terkadang tidak memunculkan gejala apa pun. Adapun beberapa gejala umum adenomiosis adalah sebagai berikut:

 

  • Perdarahan menstruasi yang hebat atau deras dan lama (menorrhagia).

  • Nyeri perut saat menstruasi (dismenore).

  • Menstruasi yang tidak normal.

  • Nyeri panggul.

  • Infertilitas.

  • Rasa nyeri saat melakukan hubungan seksual (dyspareunia).

  • Perut kembung atau terasa penuh di perut (adenomyosis belly).

  • Pembesaran rahim, biasanya menyebabkan nyeri atau tekanan di perut bagian bawah.

 

Diagnosis Adenomiosis

 

Dalam mendiagnosis adenomiosis, dokter akan melakukan wawancara medis (anamnesis) dengan pasien terlebih dahulu mengenai gejala dan riwayat kesehatannya. Kemudian, dilanjutkan dengan pemeriksaan fisik pada perut dan panggul untuk mendeteksi pembesaran rahim.

 

Gejala yang ditimbulkan oleh adenomiosis cenderung sama dengan masalah kesehatan lain yang berkaitan dengan rahim, seperti leiomyomas (tumor fibroid, tumor jinak yang menyerang otot polos), endometriosis (sel rahim tumbuh di luar rahim), dan polip endometrium (pertumbuhan jaringan yang tidak normal di endometrium). 

 

Guna menegakkan diagnosis, dokter juga akan melakukan tes pencitraan menggunakan USG transvaginal atau MRI (magnetic resonance imaging) untuk melihat kondisi rahim secara lebih jelas. Jika diperlukan, dokter akan melakukan biopsi endometrium dengan mengambil sampel jaringan rahim untuk diperiksa di laboratorium.

 

Biopsi dapat membantu dokter memastikan bahwa pasien tidak memiliki kondisi yang lebih serius. Kendati begitu, satu-satunya cara yang efektif untuk memastikan adenomiosis adalah pemeriksaan rahim menggunakan mikroskop setelah prosedur histerektomi dilakukan.

 

Komplikasi Adenomiosis

 

Adenomiosis dengan perdarahan yang terlalu deras dan lama bisa berbahaya karena dapat menyebabkan masalah kesehatan lain, seperti anemia (kurang darah). Selain itu, rasa tidak nyaman dan nyeri saat menstruasi juga dapat mengganggu kualitas kehidupan penderitanya.

 

Lebih lanjut lagi, adenomiosis juga dapat memengaruhi kemampuan seorang wanita untuk hamil, terutama bagi mereka yang menjalani program bayi tabung (in vitro fertilization). Jadi, sebaiknya adenomiosis mendapatkan penanganan yang tepat.

 

Pengobatan Adenomiosis

 

Seperti yang sudah disinggung sebelumnya, adenomiosis adalah kondisi yang bisa hilang dengan sendirinya setelah menopause. Jadi, perawatan untuk adenomiosis biasanya disesuaikan dengan usia pasien, tingkat keparahan gejala, riwayat melahirkan, dan keinginan memiliki keturunan di masa mendatang. 

 

Adapun sejumlah pengobatan yang dilakukan untuk meredakan gejala yang ditimbulkan oleh adenomiosis adalah sebagai berikut:

 

  • Pemberian obat pereda nyeri untuk meredakan kram perut.

  • Terapi hormon, untuk mengatasi perdarahan hebat dan nyeri selama menstruasi.

  • Pengobatan nonhormonal, seperti tranexamic acid untuk meredakan perdarahan dari vagina.

  • HIFU (high intensity focused ultrasound), untuk menghancurkan jaringan endometrium.

  • Ablasi endometrium, untuk menghancurkan lapisan rahim yang mengalami endometriosis.

  • Embolisasi pembuluh darah arteri, untuk menghambat aliran darah ke bagian adenomiosis, sehingga ukurannya akan mengecil. Prosedur ini dilakukan pada pasien yang tidak bisa menjalani operasi.

  • Adenomectomy, operasi pengangkatan adenomiosis dari otot rahim.

  • Histerektomi (operasi pengangkatan rahim). Prosedur ini dilakukan jika adenomiosis tidak bisa diatasi dengan tindakan yang lain. Setelah menjalani histerektomi, seorang wanita tidak akan mengalami siklus menstruasi dan tidak bisa hamil kembali.

 

Cara Mencegah Adenomiosis

 

Mengingat bahwa penyebab adenomiosis belum diketahui secara pasti, maka belum ada cara spesifik yang bisa dilakukan untuk mencegahnya. Meski begitu, Anda bisa mengurangi risikonya dengan menerapkan pola hidup sehat.

 

Adapun beberapa pola hidup sehat yang bisa dilakukan untuk mengurangi risiko terjadinya adenomiosis adalah sebagai berikut:

 

  • Menjaga berat badan ideal.

  • Menerapkan pola makan sehat dan bergizi seimbang.

  • Menurunkan berat badan jika mengalami obesitas.

  • Menjalani pemeriksaan kesehatan organ reproduksi secara berkala.

 

Itulah penjelasan mengenai adenomiosis yang perlu diwaspadai oleh wanita. Guna mengurangi risiko adenomiosis, selain menerapkan beberapa gaya hidup sehat di atas, Anda juga dapat menjaga kesehatan sistem reproduksi wanita dengan memesan paket Medical Check Up Skrining Wanita di Siloam Hospitals.

 

Anda bisa melakukan pemesanan paket Medical Check Up Skrining Wanita melalui aplikasi MySiloam. Selain pemesanan paket, aplikasi MySiloam juga memberikan berbagai kemudahan bagi Anda untuk mengakses berbagai layanan kesehatan, mulai dari membuat janji temu dengan dokter di Siloam Hospitals terdekat hingga melihat hasil pemeriksaan. Unduh aplikasinya dan jaga selalu kesehatan Anda #BersamaSiloam!

 

Aplikasi My Siloam (1)

Dokter Kami
dr-lenny-khosal-spog

Kunjungi Rumah Sakit

dr. Lenny Khosal, M.Kes, SpOG

Obstetri dan Ginekologi (Kandungan)

Spesialis Obstetri dan Ginekologi


Siloam Hospitals Makassar

Tersedia :

Tersedia hari ini

dr-tia-indriana-spog

Kunjungi Rumah Sakit

dr. Tia Indriana, SpOG

Obstetri dan Ginekologi (Kandungan)

Spesialis Obstetri dan Ginekologi


Siloam Hospitals Purwakarta

Tersedia :

Tersedia hari ini

dr-danny-wiguna-spog

Online & Kunjungi Rumah Sakit

dr. Danny Wiguna, SpOG

Obstetri dan Ginekologi (Kandungan)

Spesialis Obstetri dan Ginekologi


Siloam Hospitals Yogyakarta

Tersedia :

Tersedia hari ini

message

ArticleDetail