Ibu dan Anak
Mengenal Prosedur Bayi Tabung, Persiapan hingga Pascaprosedur

Table of Contents
In vitro fertilization (IVF) atau program bayi tabung adalah salah satu solusi bagi pasangan yang kesulitan memiliki anak secara alami. Bayi tabung dilakukan dengan menggabungkan sel sperma dan sel telur (ovum) di luar rahim dalam suatu wadah khusus di laboratorium. Mari pahami lebih lanjut mengenai prosedur bayi tabung, mulai dari persiapan, tahapan bayi tabung, hingga pasca prosedurnya berikut ini.
Persiapan sebelum Bayi Tabung
Terdapat banyak faktor yang memengaruhi keberhasilan proses bayi tabung. Karenanya, diperlukan pemeriksaan pada suami dan istri untuk mengetahui kondisi kesehatan masing-masing. Pemeriksaan ini dapat membantu dokter merencanakan proses bayi tabung agar tingkat keberhasilannya semakin tinggi. Beberapa pemeriksaan tersebut, di antaranya:
-
Ovarian reserve testing, untuk menilai kualitas sel telur dengan mengukur kadar hormon estrogen, FSH (follicle-stimulating hormone), dan AMH (anti-mullerian hormone) pada awal siklus menstruasi.
-
USG panggul jika diperlukan.
-
Skrining tripel eliminasi penyakit menular, yaitu mendeteksi HIV, sifilis, dan hepatitis B.
-
Pemeriksaan dinding rahim dan struktur dalam rongga rahim dengan USG atau histeroskopi (selang lentur berkamera yang dimasukkan melalui vagina untuk melihat kondisi leher dan bagian dalam rahim).
-
Percobaan pemindahan embrio tiruan untuk melihat ketebalan rongga rahim dan menentukan teknik paling tepat saat dilakukan transfer embrio nantinya.
-
Analisis sperma: Untuk memeriksa kualitas, jumlah, dan bentuk sperma pada pria.
Di samping itu, setiap pasangan juga harus memiliki kesiapan yang matang secara mental. Pasalnya, prosedur bayi tabung memakan waktu yang tidak sebentar, bahkan bisa jadi membutuhkan lebih dari sekali tindakan dalam suatu prosedur untuk meningkatkan potensi keberhasilannya.
Prosedur Bayi Tabung
Terdapat lima tahap dalam prosedur bayi tabung, mulai dari induksi ovulasi hingga pemindahan embrio. Berikut masing-masing penjelasannya.
1. Induksi Ovulasi
Induksi ovulasi biasanya memerlukan waktu 1–2 minggu sebelum pengambilan sel telur. Induksi ovulasi dilakukan dengan memberikan obat-obatan dan hormon sintetis, seperti:
-
Pemberian luteinizing hormone (LH), follicle-stimulating hormone (FSH), atau keduanya untuk merangsang ovarium.
-
Pemberian hormon beta hCG pada 8–14 hari setelah suntikan hormon perangsang ovarium. Hormon beta hCG berfungsi untuk mempercepat pematangan sel telur ketika sel telur sudah siap diambil.
-
Pemberian obat penekan ovulasi prematur yang berfungsi untuk menunda pelepasan sel telur dini dari ovarium.
-
Pemberian hormon progesteron sintetis agar dinding rahim siap menjadi tempat menempelnya embrio.
Pada tahap ini, pasien biasanya akan menjalani USG transvaginal secara teratur untuk memastikan pertumbuhan sel telur yang telah dibuahi dalam rahim. Selain itu, pasien juga diminta menjalani tes darah untuk mengukur kadar hormon estrogen dan progesteron dalam tubuh.
2. Pengambilan Telur
Pada proses ini, pertama-tama akan dilakukan aspirasi folikular yaitu pengambilan sel telur dari rahim menggunakan jarum kecil dengan panduan USG transvaginal. Jika pengambilan sel telur secara normal melalui rute vagina tidak memungkinkan, dokter akan membuat sayatan kecil di dinding perut untuk memasukkan jarum kecil tersebut dengan bantuan USG.
Dokter akan menguji kualitas sel telur yang sudah diambil serta memilih sel telur yang matang dan terbaik. Setelahnya, telur yang matang akan disimpan dalam wadah inkubasi yang berisi cairan khusus untuk dibuahi sperma.
3. Pengambilan Sperma
Prosedur bayi tabung selanjutnya adalah pengambilan sel sperma dari pria. Pengambilan sperma dapat dilakukan dengan cara masturbasi atau mengambil sperma secara langsung dari testis menggunakan jarum.
4. Pembuahan
Fertilisasi adalah proses pembuahan di mana terjadi peleburan inti sel gamet laki-laki (sperma) dengan inti sel gamet perempuan (ovum), kemudian menghasilkan sel baru yang disebut zigot. Adapun cara pembuahan dalam bayi tabung adalah sebagai berikut:
-
Inseminasi, dilakukan dengan mencampur sperma dan sel telur sehat hingga menjadi embrio (biasanya membutuhkan waktu satu malam).
-
ICSI (intracytoplasmic sperm injection), dilakukan dengan menyuntikkan satu sperma sehat ke masing-masing sel telur menggunakan jarum mikroskopik. Metode ini merupakan pilihan alternatif ketika kualitas sperma tidak begitu baik atau inseminasi gagal dilakukan.
5. Kultur Embrio
Setelah proses pembuahan berhasil, maka akan terbentuk embrio. Dalam hal ini, embrio yang terbentuk akan dievaluasi perkembangannya. Nantinya, akan dipilih mana embrio yang sehat dan layak untuk ditransfer ke dalam rahim.
6. Pemindahan Embrio
Prosedur terakhir pada bayi tabung adalah pemindahan embrio ke dalam rahim. Tahap ini biasanya dilakukan sekitar 3–5 hari setelah proses pengambilan sel telur, yaitu ketika embrio sudah mulai berkembang.
Sebelumnya, dokter akan melakukan pemeriksaan untuk melihat apakah ada kelainan kromosom atau penyakit tertentu. Pemindahan embrio dilakukan dengan cara menyuntikkan satu atau beberapa embrio ke dalam rahim melalui kateter.
Hasil pemindahan embrio dinyatakan berhasil bila embrio tertanam pada dinding rahim (implantasi) dalam waktu 6–10 hari setelah embrio ditransfer.
Pascaprosedur Bayi Tabung
Setelah melakukan transfer embrio, kebanyakan pasien dapat melanjutkan aktivitas seperti biasa. Namun, hindari gerakan atau aktivitas yang berat untuk menghindari kelelahan pada ibu dan rasa tidak nyaman pada rahim. Beberapa efek samping yang mungkin terjadi setelah prosedur bayi tabung adalah:
-
Keluar sedikit cairan bening atau bercak darah dari vagina.
-
Nyeri payudara.
-
Kram perut dan perut terasa kembung.
Dokter akan memberikan hormon progesteron sintetis dalam bentuk suntikan atau pil, untuk digunakan sampai 8–10 hari setelah transfer embrio. Hormon ini berguna untuk menunjang pertumbuhan dan perkembangan embrio di dalam rahim. Kemudian, sekitar 2 minggu setelah transfer embrio, ibu disarankan untuk datang ke rumah sakit atau klinik untuk memeriksakan kehamilan.
Apabila dinyatakan hamil, maka akan direkomendasikan untuk melanjutkan konsultasi dengan dokter spesialis kandungan dan menjalani perawatan antenatal.
Namun apabila tidak hamil, maka akan disarankan untuk menghentikan konsumsi hormon progesteron agar dapat mengalami menstruasi dalam waktu dekat. Biasanya pasien akan mengalami menstruasi kembali dalam 1 minggu setelah berhenti mengonsumsi hormon progesteron. Jika tidak kunjung mengalami menstruasi, disarankan untuk segera lakukan pemeriksaan ke dokter.
Itulah penjelasan seputar prosedur bayi tabung yang penting untuk diketahui. Jika ingin berkonsultasi terkait program kehamilan, segera buat janji temu dengan dokter spesialis obstetri dan ginekologi di Siloam Hospitals terdekat melalui fitur Cari Dokter atau aplikasi MySiloam untuk mendapatkan akses layanan lebih cepat.
Apabila Anda dan pasangan berencana untuk menjalani program bayi tabung, Anda dapat mengunjungi Siloam Fertility & Minimal Invasive Center (SHLV) atau Blastula IVF Siloam Sriwijaya untuk melakukan konsultasi lebih lanjut terkait program kehamilan. Mari selalu percayakan kesehatan Anda #BersamaSiloam!
Artikel Terkait
Dokter Kami
Kunjungi Rumah Sakit
dr. Lenny Khosal, M.Kes, SpOG
Obstetri dan Ginekologi (Kandungan)
Spesialis Obstetri dan Ginekologi
Siloam Hospitals Makassar
Tersedia :
Tersedia hari ini
Kunjungi Rumah Sakit
dr. Tia Indriana, SpOG
Obstetri dan Ginekologi (Kandungan)
Spesialis Obstetri dan Ginekologi
Siloam Hospitals Purwakarta
Tersedia :
Tersedia hari ini
Online & Kunjungi Rumah Sakit
dr. Danny Wiguna, SpOG
Obstetri dan Ginekologi (Kandungan)
Spesialis Obstetri dan Ginekologi
Siloam Hospitals Yogyakarta
Tersedia :
Tersedia hari ini
TERPOPULER
Post Birthing Basic Package - Homecare
Lainnya, Perawatan Bersalin Homecare
Rp490.000
NEST - Lab Screening Trimester 1 (PAKET A)
Lainnya
16 Service/Item
Rp4.642.000
NEST - Lab Screening Trimester 2 / Trimester 3
Lainnya
5 Service/Item
Rp1.226.000
NEST - Lab Screening Preops
Lainnya
10 Service/Item
Rp2.528.000
NEST - Lab Screening Trimester 1 (PAKET B)
Lainnya
9 Service/Item
Rp1.692.000
TERPOPULER
Post Birthing Complete Package - Homecare
Perawatan Bersalin Homecare
Rp1.350.000
Pasca Operasi Maternal Care - Homecare
Perawatan Bersalin Homecare
Rp990.000







