Spesialisasi
Anestesiologi
Seluruh informasi pada halaman ini ditujukan sebagai referensi umum dan tidak membatasi cakupan layanan medis yang dapat diberikan oleh masing-masing dokter. Untuk memastikan kesesuaian keahlian dokter dengan kebutuhan medis Anda, konsultasikan dengan dokter terkait.
Dokter spesialis anestesiologi dan terapi intensif atau dokter spesialis anestesi melakukan perawatan selama periode perioperatif (sebelum, selama, dan setelah prosedur bedah) serta perawatan gawat darurat.
Perawatan yang diberikan oleh dokter spesialis anestesiologi dan terapi intensif mencakup pemberian obat bius (anestetik), pemantauan tanda vital (tekanan darah, detak jantung, kadar oksigen) secara intensif, hingga penanganan dalam kondisi darurat.
Tujuan dari perawatan yang dilakukan oleh dokter spesialis anestesiologi dan terapi intensif adalah untuk memastikan kondisi pasien aman dan stabil, juga mencegah atau mengurangi rasa sakit dan rasa tidak nyaman yang dialami oleh pasien. Istilah “anaesthesia” pertama kali digunakan oleh filsuf Yunani Dioscorides untuk menggambarkan keadaan atau efek ketidakpekaan yang dihasilkan oleh tanaman mandragora.
Pemberian anestetik pertama kali dilakukan oleh dokter William Morton di Massachusetts General Hospital pada 16 Oktober 1846. Ia berhasil mendemonstrasikan penggunaan dietil eter (cairan untuk obat bius) terhadap pasien yang menjalani operasi pengangkatan tumor leher.
Keunggulan Spesialisasi
Pada dasarnya, dokter spesialis anestesiologi dan terapi intensif bertanggung jawab untuk memastikan keselamatan pasien selama periode perioperatif, dengan penjelasan sebagai berikut:
Sebelum operasi
Dokter spesialis anestesiologi dan terapi intensif akan mempertimbangkan kesehatan pasien yang ditinjau dari kelayakan dan kesiapan untuk menjalani operasi atau prosedur invasif lainnya.
Selama operasi
Selama operasi, dokter spesialis anestesiologi dan terapi intensif akan memantau dan mengelola organ-organ vital pasien, memberikan cairan, atau obat-obatan lainnya yang diperlukan untuk mendukung fungsi organ tubuh seperti jantung, paru-paru, dan ginjal.
Setelah operasi
Dokter spesialis anestesiologi dan terapi intensif bertanggung jawab dalam menentukan kapan seorang pasien telah pulih dari efek obat bius atau kapan seorang pasien boleh dipindahkan ke ruang rawat inap.
Selain anestesi, dokter spesialis anestesiologi dan terapi intensif juga bisa menangani kondisi darurat yang bersifat kritis, seperti henti jantung, gagal napas, perdarahan hebat, dan kondisi-kondisi lain yang mengancam nyawa.
Mereka juga melakukan perawatan terhadap pasien yang membutuhkan manajemen nyeri, seperti proses persalinan ibu hamil, perawatan luka bakar, kolonoskopi, dan endoskopi lambung.
Subspesialisasi
Berikut adalah cabang-cabang subspesialis anestesiologi dan terapi intensif:
-
Spesialis Anestesiologi dan Terapi Intensif - Subspesialis Kardiovaskular dan Critical Care
-
Spesialis Anestesiologi dan Terapi Intensif - Subspesialis Terapi Intensif
-
Spesialis Anestesiologi dan Terapi Intensif - Subspesialis Neuro Anestesi dan Critical Care
-
Spesialis Anestesiologi dan Terapi Intensif - Subspesialis Obstetri dan Critical Care
-
Spesialis Anestesiologi dan Terapi Intensif - Subspesialis Manajemen Nyeri
-
Spesialis Anestesiologi dan Terapi Intensif - Subspesialis Pediatrik dan Critical Care
-
Spesialis Anestesiologi dan Terapi Intensif - Subspesialis Anestesi Regional
Temukan Sub-Spesialisasi
Di Siloam, kami membantu Anda. Temukan dokter berdasarkan sub-spesialisasi yang Anda butuhkan:
Penanganan / Prosedur Spesialistik
Dokter Kami di
Temukan Dokter Terdekat
RSU Syubbanul Wathon
Tersedia :
Tersedia hari ini
Kunjungi Rumah Sakit
dr. Rizky Iman Kurniawan, M. Ked. Klin, SpAn
Anestesiologi
Spesialis Anestesiologi dan Terapi Intensif
RSU Syubbanul Wathon
Tersedia :
Selasa, 19 Mei 2026
Tersedia di
Lihat Semua




