Sub-Spesialisasi dari Anestesiologi
Terapi Intensif
Seluruh informasi pada halaman ini ditujukan sebagai referensi umum dan tidak membatasi cakupan layanan medis yang dapat diberikan oleh masing-masing dokter. Untuk memastikan kesesuaian keahlian dokter dengan kebutuhan medis Anda, konsultasikan dengan dokter terkait.
Dokter spesialis anestesiologi dengan subspesialis terapi intensif mempelajari ilmu yang spesifik terhadap perawatan intensif bagi pasien yang mengalami kondisi serius atau kritis.
Dalam bertugas, dokter spesialis anestesiologi dengan subspesialis terapi intensif bertanggung jawab memberikan anestesi (pembiusan) selama operasi atau prosedur medis lainnya yang membutuhkan. Dokter dengan subspesialis ini mengetahui jenis anestesi mana yang cocok dan sesuai dengan kondisi pasien atau prosedur yang akan dijalani pasien.
Beberapa kondisi yang dapat ditangani oleh dokter spesialis anestesiologi dengan subspesialis terapi intensif, seperti cedera serius akibat kecelakaan, serangan jantung, stroke, dan berbagai masalah medis yang bersifat darurat atau mengancam nyawa.
Bidang anestesiologi terapi intensif mengalami perkembangan setelah Perang Dunia II, ketika praktik perawatan intensif banyak dilakukan terhadap para korban perang. Pendidikan dalam bidang anestesiologi terapi intensif pada awalnya lebih berorientasi pada praktik di lapangan.
Seiring dengan perkembangan kompleksitas pada perawatan intensif, universitas dan rumah sakit mulai menawarkan program pendidikan formal untuk mendalami bidang anestesiologi terapi intensif.
American College of Critical Care Medicine (ACCM) didirikan pada tahun 1988, yang berfokus pada pengembangan ilmu anestesiologi dalam bidang terapi intensif. ACCM diisi oleh berbagai kalangan, seperti praktisi, peneliti, dan mentor yang telah memberikan banyak kontribusi pada bidang terapi intensif.
Keunggulan Subspesialisasi
Untuk meraih gelar dokter spesialis anestesiologi dengan subspesialis terapi intensif, dokter spesialis anestesiologi wajib menempuh pendidikan dan pelatihan lanjutan selama 2–3 tahun dalam rangka mengikuti program-program pelatihan, baik secara teoretis maupun praktik perawatan intensif kepada pasien yang membutuhkan pertolongan.
Dalam bertugas, dokter spesialis anestesiologi dengan subspesialis terapi intensif bertanggung jawab penuh untuk memberikan anestesi yang tepat sesuai dengan kondisi pasien, sebelum pasien menjalani prosedur pembedahan.
Usai prosedur pembedahan dilakukan, umumnya pasien masih harus dipantau secara ketat di ruang perawatan intensif atau intensive care unit (ICU). Hal ini untuk mencegah jika terjadi kondisi yang berbahaya atau komplikasi pada pasien pascaprosedur.
Biasanya, dokter spesialis anestesiologi dengan subspesialis terapi intensif akan menjalin kerja sama dengan berbagai dokter spesialis lainnya, seperti dokter spesialis bedah, dokter spesialis jantung, atau dokter spesialis paru sebagai komitmen dalam memberikan perawatan yang tepat dan akurat kepada pasien.
Penyakit dan Prosedur Medis
Beberapa masalah yang dapat ditangani oleh dokter spesialis anestesiologi dengan subspesialis terapi intensif, yaitu:
-
Serangan jantung.
-
Stroke.
-
Syok Anafilaktik.
-
Sepsis.
-
Pneumonia.
-
Alkalosis Metabolik.
-
Syok Sepsis.
-
Septikemia.
Beberapa prosedur medis yang dilakukan oleh dokter anestesiologi dengan subspesialis terapi intensif, yaitu:
-
Bantuan Hidup.
-
Ventilasi Mekanis.
-
Pertolongan Pertama pada Korban Syok.
-
Trakeostomi.
Penanganan / Prosedur Spesialistik
Dokter Kami di
Temukan Dokter Terdekat
Siloam Hospitals Manado
Tersedia :
Sabtu, 16 Mei 2026
Kunjungi Rumah Sakit
Dr. dr. Mordekhai Leopold Laihad, M.Kes, SpAn-TI, Subsp. T. I (K)
Anestesiologi
Subspesialis Terapi Intensif
Siloam Hospitals Manado
Tersedia :
Sabtu, 16 Mei 2026
Tersedia di
Lihat Semua




