Kesehatan Tubuh
Prosedur Interventional Pain Management untuk Penanganan Nyeri

Table of Contents
Interventional pain management (IPM) atau manajemen intervensi nyeri adalah prosedur yang berfokus pada pengobatan nyeri, khususnya nyeri kronis, dengan menggunakan teknik dan prosedur minimal invasif. Intervensi ini bertujuan untuk meredakan nyeri, meningkatkan fungsi tubuh, sekaligus memperbaiki kualitas hidup pasien yang mengalami nyeri akibat kondisi kesehatan tertentu.
Untuk mengetahui lebih dalam terkait keunggulan dari manajemen intervensi nyeri, termasuk teknik-teknik yang umum digunakan, mari simak selengkapnya melalui artikel di bawah.
Apa Itu Interventional Pain Management (IPM)?
Interventional pain management (IPM) atau manajemen intervensi nyeri adalah disiplin ilmu yang bertugas untuk mengobati gangguan yang terkait dengan nyeri. Tujuan dari manajemen intervensi nyeri adalah untuk mengurangi atau mengelola rasa nyeri guna meningkatkan kualitas hidup pasien melalui teknik minimal invasif. Pasien yang memerlukan penanganan dari tim manajemen intervensi nyeri biasanya berasal dari kelompok yang tidak merespons baik terhadap terapi atau pengobatan lain.
Interventional pain management pada umumnya melibatkan tim medis multidisiplin, dikarenakan faktor penyebab serta gangguan nyeri yang dialami oleh pasien bisa berbeda satu sama lain. Oleh karena itu, dokter perlu mengevaluasi lebih lanjut untuk dapat menentukan teknik atau metode intervensi yang tepat.
Teknik Interventional Pain Management
Ada sejumlah prosedur atau teknik yang dapat dilakukan dalam penerapan interventional pain management. Seperti sempat disebutkan sebelumnya, pemilihan teknik yang tepat dapat bergantung pada jenis nyeri, kondisi kesehatan, serta tingkat keparahan nyeri yang dialami pasien. Berikut adalah uraian selengkapnya.
1. Penyuntikan Obat pada Lokasi Penyebab Nyeri
Teknik pertama yang digunakan dalam interventional pain management adalah penyuntikan obat. Penyuntikan dapat berupa pemberian steroid yang berguna untuk mengurangi peradangan di sumber nyeri secara tepat sasaran.
Selain steroid, dokter juga dapat memberikan obat regeneratif (platelet rich plasma atau PRP dan proloterapi), yaitu obat yang digunakan untuk memperbaiki struktur jaringan seperti otot dan tendon yang mengalami kerusakan dan menjadi sumber nyeri.
Pemberian obat tersebut harus dilakukan dengan bantuan alat, seperti ultrasonografi (USG) atau C-Arm, sehingga dapat langsung mencapai sumber nyeri secara presisi.
2. Blok Saraf
Teknik blok saraf dilakukan untuk mengganggu sinyal saraf ke otak yang dapat membantu menghilangkan rasa sakit. Blok saraf dapat dilakukan dengan bantuan USG atau C-Arm menuju saraf sumber nyeri. Metode ini dapat mengurangi nyeri selama beberapa minggu hingga bulan. Dalam beberapa kasus, teknik ini dapat menjadi blok permanen, tergantung pada teknikdan obat-obatan yang digunakan.
3. Radiofrekuensi Ablasi atau Neuromodulasi
Radiofrekuensi ablasi atau neuromodulasi bisa menjadi teknik yang digunakan pada interventional pain management. Gelombang radiofrekuensi digunakan untuk menonaktifkan atau menenangkan jaringan saraf yang membawa sinyal nyeri, sehingga dapat mengurangi sinyal nyeri yang dipancarkan dari sumber nyeri.
Gelombang radiofrekuensi ini dihasilkan oleh alat khusus dan dihantarkan melalui jarum langsung menuju saraf yang menjadi sumber nyeri menggunakan bantuan USG dan C-Arm.
Kondisi Nyeri yang Membutuhkan Interventional Pain Management
Interventional pain management umumnya akan menjadi pilihan penatalaksanaan nyeri lebih lanjut, khususnya bagi pasien dengan sejumlah kondisi kesehatan tertentu. Berikut adalah uraian selengkapnya.
-
Mengalami nyeri akut, kronis, dan kanker, terutama jika pengobatan secara konvensional dengan menggunakan metode medikamentosa (obat-obatan penghilang rasa nyeri) tidak berhasil mengurangi nyeri yang muncul.
-
Pasien telah menggunakan obat penghilang nyeri dalam waktu yang lama, sehingga timbul efek samping akibat penggunaan obat, seperti gangguan lambung dan ginjal.
-
Tidak bisa minum obat nyeri karena alergi, memiliki penyakit gangguan ginjal, gangguan pencernaan, dan lain sebagainya.
-
Pernah menjalani operasi untuk menangani kondisi yang menyebabkan nyeri, namun tidak efektif.
-
Pasien dengan kondisi kesehatan tertentu yang menyebabkan nyeri signifikan namun tidak memenuhi syarat atau tidak ingin menjalani tindakan operasi karena alasan tertentu.
Selain itu, interventional pain management juga cocok diterapkan pada berbagai kasus nyeri, seperti:
-
Nyeri kepala dan leher: cervicogenic headache (sakit kepala akibat nyeri leher), trigeminal neuralgia (nyeri wajah sebelah), dan cervical facet pain (nyeri sendi leher).
-
Nyeri bahu, siku, dan tangan: frozen shoulder (kaku dan nyeri bahu), tennis elbow (nyeri siku), carpal tunnel syndrome/CTS (saraf terjepit di tangan), dan osteoarthritis wrist joint (nyeri sendi pergelangan dan jari tangan).
-
Nyeri punggung/low back pain: hernia nucleus pulposus/HNP (saraf terjepit di pinggang) dan lumbar facet joint pain (nyeri sendi facet di punggung).
-
Nyeri akibat kanker: kanker payudara, kanker rahim, kanker pankreas, dan sejenisnya.
-
Nyeri akibat herpes.
-
Nyeri kaki dan pengelangan kaki: plantar fascitis (nyeri telapak kaki), tarsal tunnel syndrome (saraf terjepit di pergelangan kaki), dan osteoarthritis ankle joint (nyeri pada sendi pergelangan kaki).
-
Nyeri akibat cedera olahraga/sport injury.
-
Nyeri lutut/knee osteoarthritis.
-
Nyeri kronis pascaoperasi
-
Kasus vertigo atau nyeri kepala berputar
-
Nyeri boyok atau saraf terjepit
-
Nyeri pada daerah lutut / pengapuran di sendi lutut
-
Nyeri kepala sebelah / migren
-
Nyeri pada persedian jari / trigger finger
-
De quarvain syndrome
-
Piriformis syndrome
Kondisi nyeri yang dialami oleh pasien, terutama yang sudah sangat mengganggu aktivitas harian, perlu segera mendapatkan penanganan yang tepat. Oleh karena itu, jika mengalami rasa nyeri yang mengganggu, segera lakukan konsultasi dengan Dokter Spesialis Neurologi di Siloam Hospitals Cinere (RS Jantung Diagram) atau Siloam Hospitals terdekat lainnya untuk mendapatkan evaluasi, diagnosis, dan penanganan yang tepat.
Sebagai informasi, setiap tahapan pemeriksaan dan metode pengobatan yang Anda jalani terkait manajemen nyeri dapat berbeda bergantung pada fasilitas kesehatan masing-masing rumah sakit. Tenaga medis profesional akan menentukan tahapan pemeriksaan dan pengobatan yang disesuaikan dengan kondisi medis setiap pasien
Anda bisa menggunakan aplikasi MySiloam untuk mendapatkan beragam kemudahan dalam mengakses layanan kesehatan, mulai dari melihat jadwal praktik dokter, membuat janji temu dengan dokter terkait, melakukan self check in, hingga memantau hasil pemeriksaan secara online.
Artikel Terkait
Dokter Kami
Kunjungi Rumah Sakit
dr. Poppy Chandra Dewi, Sp.N, M.Sc, FIPP, FIN, AIFO-K, COMSK, DAIFIDN, CIPP
Neurologi (Otak dan Sistem Saraf)
Spesialis Neurologi
Siloam Heart Hospital
Tersedia :
Sabtu, 30 Mei 2026
Kunjungi Rumah Sakit
dr. Kelvin Yuwanda, SpN, CIPS, AIFO-K
Neurologi (Otak dan Sistem Saraf)
Spesialis Neurologi
Siloam Hospitals Kupang
Tersedia :
Tersedia hari ini
Kunjungi Rumah Sakit
dr. Jerry Hartawan Saputra, SpN, M.Si.Med
Neurologi (Otak dan Sistem Saraf)
Spesialis Neurologi
Siloam Hospitals Putera Bahagia
Tersedia :
Tersedia hari ini






