Sub-Spesialisasi dari Penyakit Dalam
Alergi Imunologi Klinik
Seluruh informasi pada halaman ini ditujukan sebagai referensi umum dan tidak membatasi cakupan layanan medis yang dapat diberikan oleh masing-masing dokter. Untuk memastikan kesesuaian keahlian dokter dengan kebutuhan medis Anda, konsultasikan dengan dokter terkait.
Dokter spesialis penyakit dalam (internis) dengan subspesialis alergi imunologi klinik mempelajari berbagai kondisi medis akibat alergi dan gangguan sistem kekebalan tubuh.
Tugas utama seorang internis dengan subspesialis alergi imunologi klinik adalah menegakkan diagnosis, menangani, serta mengelola berbagai kondisi terkait dengan sistem imun tubuh, yang meliputi alergi, autoimun, dan imunodefisiensi.
Adapun beberapa kondisi kesehatan yang umum ditangani oleh dokter spesialis penyakit dalam dengan subspesialis alergi imunologi klinik adalah rinitis alergi, asma, eksim, penyakit autoimun, alergi makanan, dan urtikaria.
Penyakit yang berkaitan dengan alergi dan imunologi mulai diakui secara medis pada akhir abad ke-19. Namun, pada masa tersebut, hanya sedikit dokter yang mengabdikan dirinya pada penelitian, diagnosis, dan pengobatan penyakit alergi dan imunologi.
Pada tahun 1950, para dokter dan ahli biologi asal Amerika Utara, Inggris, Perancis, serta Amerika Selatan mulai mendorong studi medis yang terkait dengan penyakit alergi dan imunologi. Hal ini juga menjadi awal mula didirikannya International Association of Allergology (IAA) pada tahun 1951.
Dalam kongresnya yang pertama, IAA menjabarkan program yang cukup luas, tidak hanya mencakup alergi, namun juga imunologi dasar dan klinik. Karena itu, IAA mengubah namanya menjadi International Association of Allergology and Clinical Immunology (IAACI) pada tahun 1979.
Keunggulan Subspesialisasi
Dokter spesialis penyakit dalam perlu melanjutkan pendidikan dan pelatihan tambahan selama 2–3 tahun untuk mendapatkan sertifikasi kompetensi dalam bidang subspesialis alergi imunologi klinik. Dalam program pendidikan ini, dokter spesialis penyakit dalam berfokus pada diagnosis serta penanganan penyakit alergi dan imunologi klinik.
Dokter subspesialis alergi imunologi klinik memiliki kualifikasi khusus dalam mengelola kebutuhan komprehensif untuk pasien dengan penyakit alergi dan gangguan imunitas tubuh. Dokter subspesialis ini juga dapat melakukan tindakan pencegahan serta pengelolaan gejala alergi dan gangguan imunitas agar pasien bisa beradaptasi dengan penyakit yang dialaminya.
Pada dasarnya, alergi merupakan kondisi yang bersifat kambuhan. Karena itu, dokter subspesialis alergi imunologi klinik juga merekomendasikan penerapan gaya hidup sehat agar pasien terhindar dari kekambuhan sehingga bisa memperoleh kualitas hidup yang lebih baik.
Selama menangani pasien, subspesialis ini dapat melakukan beberapa tindakan medis, seperti tes alergi kulit, pemeriksaan laboratorium darah, imunoterapi, desensitisasi, terapi inhalasi, serta layanan imunisasi bagi pasien dewasa.
Penyakit dan Prosedur Medis
Beberapa kondisi medis yang umumnya ditangani oleh dokter subspesialis alergi imunologi klinik adalah sebagai berikut:
-
Rhinitis alergi.
-
Asma.
-
Eksim atopik.
-
Penyakit autoimun.
-
Alergi.
-
Lupus.
-
HIV dan AIDS.
-
Anafilaksis.
-
Dan lain-lain.
Beberapa prosedur medis yang dapat dilakukan oleh dokter spesialis penyakit dalam dengan subspesialis alergi imunologi klinik, di antaranya:
-
Spirometri.
-
Tes alergi kulit.
-
Tes darah alergi.
-
Imunoterapi alergi
Gejala & Penyakit
Penanganan / Prosedur Spesialistik
Dokter Kami di
Temukan Dokter Terdekat
Online & Kunjungi Rumah Sakit
Dr. dr. Stevent Sumantri, SpPD, K-AI, DAA, FINASIM
Penyakit Dalam
Subspesialis Alergi Imunologi Klinik
Siloam Hospitals Lippo Village
Tersedia :
Senin, 18 Mei 2026




