Sub-Spesialisasi dari Otolaringologi (THT)
Bronkoesofagologi
Seluruh informasi pada halaman ini ditujukan sebagai referensi umum dan tidak membatasi cakupan layanan medis yang dapat diberikan oleh masing-masing dokter. Untuk memastikan kesesuaian keahlian dokter dengan kebutuhan medis Anda, konsultasikan dengan dokter terkait.
Dokter spesialis telinga hidung tenggorok bedah kepala dan leher (THT-BKL) dengan subspesialis bronkoesofagologi mempelajari penyakit pada bronkus dan esofagus.
Bronkus merupakan saluran pernapasan yang menghubungkan trakea dan paru-paru. Trakea tersebut terletak di dekat esofagus (saluran makanan), sehingga membuat bronkus dan esofagus bisa saling berkaitan satu sama lain.
Tugas utama dokter spesialis THT-BKL dengan subspesialis bronkoesofagologi adalah menegakkan diagnosis dan menangani gangguan kesehatan yang bisa memengaruhi fungsi saluran pernapasan (bronkus) dan saluran pencernaan (esofagus).
Beberapa contoh penyakit yang biasanya ditangani oleh subspesialis ini adalah penyempitan bronkus, aspirasi makanan, hernia diafragma, serta refluks asam lambung (GERD) yang dapat memengaruhi fungsi bronkus dan esofagus.
Pada awalnya, seorang dokter berkebangsaan Amerika Serikat, Chevalier Jackson melakukan prosedur untuk menghilangkan benda asing yang berada di saluran pernapasan dan saluran makanan. Ia juga mengembangkan berbagai instrumen yang dapat digunakan dalam prosedur endoskopi peroral secara aman dan efektif.
Kemudian, istilah bronkoesofagologi pertama kali digunakan oleh dr. Jackson pada tahun 1938. Istilah tersebut diusulkan sebagai nama yang tepat untuk mencakup perkembangan keilmuan mengenai sistem aerodigestif (mencakup sistem pernapasan dan sistem pencernaan bagian atas).
Keunggulan Subspesialisasi
Seorang lulusan sarjana kedokteran (lama pendidikan 4 tahun) dapat melanjutkan program pendidikan profesi (co-assistant) selama kurang lebih 2 tahun agar bisa bekerja sebagai dokter umum. Kemudian, dokter umum bisa menempuh pendidikan spesialisasi ilmu kesehatan telinga hidung tenggorok bedah kepala dan leher (THT-BKL) terlebih dahulu selama 4–5 tahun.
Setelah itu, dokter spesialis THT-BKL dapat melanjutkan pendidikan dan pelatihan tambahan selama 2 tahun untuk memperoleh sertifikasi kompetensi subspesialis bronkoesofagologi dan gelar Sp.THT-BKL, Subsp.BE(K).
Dokter spesialis THT-BKL dengan subspesialis bronkoesofagologi secara khusus dilatih untuk memahami anatomi, fisiologi, dan patofisiologi struktur bronkus serta esofagus secara mendalam. Selain itu, subspesialis ini juga dapat mengidentifikasi berbagai masalah kesehatan yang bisa memengaruhi fungsi pernapasan dan pencernaan secara keseluruhan.
Pada dasarnya, subspesialis ini perlu memahami berbagai teknik diagnostik, seperti esofagoskopi, bronkoskopi, dan uji fungsional pernapasan untuk membantu menegakkan diagnosis gangguan bronkus dan esofagus.
Dokter spesialis THT-BKL dengan subspesialis bronkoesofagologi juga bisa memberikan perawatan komprehensif, deteksi dini, serta merencanakan penanganan gangguan bronkus dan esofagus yang dialami oleh pasien.
Penyakit dan Prosedur Medis
Beberapa gangguan kesehatan yang dapat ditangani oleh dokter spesialis THT-BKL dengan subspesialis bronkoesofagologi, di antaranya:
-
Striktur esofagus.
-
Disfagia.
-
Pneumonia aspirasi.
-
Stenosis trakea.
-
Esofagitis.
-
Spasme esofagus.
-
Varises esofagus.
-
Fistula trakeoesofagus.
Sejumlah tindakan medis yang dapat dilakukan oleh dokter spesialis THT-BKL dengan subspesialis bronkoesofagologi, yaitu:
-
Bronkoskopi.
-
Spirometri.
-
Trakeostomi.
-
Biopsi.
Penanganan / Prosedur Spesialistik
Dokter Kami di
Temukan Dokter Terdekat
Kunjungi Rumah Sakit
dr. Fachri Hadjat, SpTHT-KL (K)
Otorinolaringologi (THTBKL)
Subspesialis Bronkoesofagologi
Siloam Hospitals ASRI
Tersedia :
Selasa, 19 Mei 2026




