Kardiologi Intervensi

Sub-Spesialisasi dari Kardiologi (Jantung)

Kardiologi Intervensi

info

Seluruh informasi pada halaman ini ditujukan sebagai referensi umum dan tidak membatasi cakupan layanan medis yang dapat diberikan oleh masing-masing dokter. Untuk memastikan kesesuaian keahlian dokter dengan kebutuhan medis Anda, konsultasikan dengan dokter terkait.

Dokter spesialis jantung dan pembuluh darah dengan subspesialis kardiologi intervensi melakukan prosedur minim risiko untuk mengobati gangguan jantung dan pembuluh darah. 

 

Dokter subspesialis ini telah dilatih secara khusus dalam menggunakan teknik kateterisasi dan teknik-teknik minim risiko atau minimal invasif lainnya yang diperlukan untuk mengurangi gejala, risiko komplikasi, sekaligus meningkatkan kualitas hidup pasien yang mengalami masalah kardiovaskular.  

 

Beberapa jenis prosedur intervensi yang pelaksanaannya dapat dilakukan oleh dokter dengan subspesialis ini, meliputi kateterisasi jantung, angioplasti, pemasangan stent, dan prosedur-prosedur lain untuk mengatasi penyakit katup jantung.  

 

Subspesialis kardiologi intervensi menunjukkan perkembangan ketika teknik angioplasti dilakukan pertama kali oleh Charles Dotter pada tahun 1964. Teknik ini kemudian disempurnakan oleh Andreas Grüntzig pada tahun 1977 dan menjadi salah satu tanda utama bagi perkembangan teknik angioplasti balon.  

 

Tahun 1980-an hingga 1990-an, pendidikan subspesialis kardiologi intervensi menjadi semakin terstruktur, dengan kemunculan program pendidikan lanjutan yang ditawarkan oleh institusi, universitas, dan rumah sakit di berbagai belahan dunia.  

 

Keunggulan Subspesialisasi

 

Sebelum menempuh subspesialisasi kardiologi intervensi, seorang dokter perlu menjalani pendidikan dokter umum selama kurang lebih 6 tahun dan spesialis jantung dan pembuluh darah selama kurang lebih 4–5 tahun.  

 

Kemudian, dokter spesialis jantung dan pembuluh darah dalam bisa mendapatkan gelar subspesialis kardiologi intervensi setelah melalui pendidikan dan pelatihan tambahan selama 2–3 tahun dan akan mendapatkan gelar Sp. JP, Subsp. KI (K). Perbedaan waktu ini bisa disebabkan oleh perbedaan metode, kurikulum, atau kebijakan dari masing-masing institusi atau universitas. 

 

Dokter spesialis jantung dan pembuluh darah dengan subspesialis kardiologi intervensi memiliki berbagai keunggulan, salah satunya adalah keterampilan teknis yang tinggi dalam melakukan prosedur minimal invasif yang tidak berisiko tinggi. Dokter subspesialis ini dilatih secara khusus dalam mengoperasikan alat-alat kateterisasi atau peralatan medis lainnya untuk mengatasi masalah kardiovaskular.  

 

Dokter dengan subspesialis ini mampu membuka penyempitan dan penyumbatan pembuluh darah koroner dengan angioplasti balon atau pemasangan stent. Prosedur tersebut membantu memulihkan aliran darah yang normal ke otot jantung dan mencegah terjadinya serangan jantung.  

 

Teknik-teknik yang dilakukan oleh dokter subspesialis ini bersifat meminimalkan risiko, sehingga pasien bisa mendapatkan penanganan yang lebih efektif tanpa harus menjalani operasi terbuka yang memiliki risiko lebih tinggi.  

 

Dalam bertugas, dokter dengan subspesialis ini juga akan memantau dan mengelola risiko komplikasi, termasuk pengawasan, evaluasi, dan rekomendasi perubahan gaya hidup yang sehat kepada pasien untuk mencegah komplikasi atau kondisi kardiovaskular berulang.  

 

Penyakit dan Prosedur Medis 

 

Beberapa penyakit yang dapat ditangani oleh dokter spesialis jantung dan pembuluh darah dengan subspesialis kardiologi intervensi, yaitu: 

 

  • Penyakit jantung koroner (PJK).

  • Oklusi vaskular.

  • Anomali arteri koroner.

  • Aneurisme aorta.

  • Patent ductus arteriosus (PDA).

  • Emboli paru.

  • Aterosklerosis.

  • Trombosis vena axillo-subklavia.

 

Beberapa prosedur medis yang dilakukan oleh dokter spesialis jantung dan pembuluh darah dengan subspesialis kardiologi intervensi, yaitu:

 

  • Percutaneous coronary intervention (PCI).

  • Ablasi jantung.

  • Implan stent endovaskuler.

  • Kateterisasi untuk patent foramen ovale (PFO).

 

Baca Lebih Sedikit

Dokter Kami di

arrow_drop_down2
Tidak Ada Data

Temukan Dokter Terdekat

arrow_right
dr-deddy-hermawan-susanto-spjp-k

Online & Kunjungi Rumah Sakit

dr. Deddy Hermawan Susanto, Sp.JP(K), FIHA, FAsCC, FAPSC

Kardiologi (Jantung)

Subspesialis Kardiologi Intervensi


Rumah Sakit Umum Siloam Lippo Village

Tersedia :

Senin, 18 Mei 2026

dr-dr-sunanto-spjp

Online & Kunjungi Rumah Sakit

Dr. dr. Sunanto, SpJP, K

Kardiologi (Jantung)

Subspesialis Kardiologi Intervensi


Rumah Sakit Umum Siloam Lippo Village

Tersedia :

-

dr-emmanoel-oepangat-spjp-x

Online & Kunjungi Rumah Sakit

dr. Emanoel Oepangat, SpJP, K

Kardiologi (Jantung)

Subspesialis Kardiologi Intervensi


Rumah Sakit Umum Siloam Lippo Village

Tersedia :

Senin, 08 Juni 2026

dr-hardja-priatna-spjp

Online & Kunjungi Rumah Sakit

dr. Hardja Priatna, SpJP, K

Kardiologi (Jantung)

Subspesialis Kardiologi Intervensi


Rumah Sakit Umum Siloam Lippo Village

Tersedia :

-

dr-indah-sukmawati-prihatiningsih-spjp

Online & Kunjungi Rumah Sakit

dr. Indah Sukmawati, SpJP (K), FIHA, FAPSC

Kardiologi (Jantung)

Subspesialis Kardiologi Intervensi


Rumah Sakit Umum Siloam Lippo Village

Tersedia :

Senin, 18 Mei 2026

dr-michael-tanaka-spjp

Online & Kunjungi Rumah Sakit

dr. Michael Tanaka, SpJP (K), FIHA

Kardiologi (Jantung)

Subspesialis Kardiologi Intervensi


Rumah Sakit Umum Siloam Lippo Village

Tersedia :

Rabu, 20 Mei 2026

message

coeSpecialistV2