Sub-Spesialisasi dari Penyakit Dalam
Pulmonologi dan Medik Kritis
Seluruh informasi pada halaman ini ditujukan sebagai referensi umum dan tidak membatasi cakupan layanan medis yang dapat diberikan oleh masing-masing dokter. Untuk memastikan kesesuaian keahlian dokter dengan kebutuhan medis Anda, konsultasikan dengan dokter terkait.
Dokter spesialis penyakit dalam dengan subspesialis pulmonologi dan medik kritis adalah dokter yang berfokus pada pasien yang menderita penyakit di sistem pernapasan.
Subspesialis ini dilatih khusus untuk memberikan perawatan intensif dan pengobatan bagi pasien yang mengalami masalah pada sistem pernapasan, yang meliputi paru-paru, trakea, diafragma, dan struktur lain yang berkaitan.
Beberapa kondisi yang biasanya ditangani oleh dokter spesialis penyakit dalam dengan subspesialis pulmonologi dan medik kritis, antara lain asma, pneumonia, bronkitis, serta penyakit paru yang lebih serius, seperti penyakit paru obstruktif kronis (PPOK).
Pada tahun 129–216 M, dokter Yunani, Galen, menemukan bahwa pernapasan diperlukan untuk menjaga sirkulasi darah melalui pembedahan hewan. Kemudian di tahun 1667, Robert Hook berhasil membuktikan hipotesis Galen tersebut.
Hingga pada tahun 1950-an, terdapat kemajuan besar dalam bidang ilmu kesehatan pulmonologi ketika terjadi pandemi polio. Kala itu, Bjorn Ibsen menemukan adanya peran gagal napas dalam penyakit ini serta merekomendasikan pemberian ventilasi tekanan positif.
Memasuki tahun 1990-an sampai saat ini, peran dari penggunaan ventilasi mekanis sebagai terapi suportif utama untuk kegagalan sistem multiorgan dan gagal napas akut, serta komplikasi dari penggunaan alat ini lebih dari 48 jam masih dalam tahap perkembangan.
Keunggulan Subspesialisasi
Awalnya, ilmu kesehatan pulmonologi adalah subspesialisasi dari ilmu penyakit dalam, sehingga setelah lulus dari sekolah kedokteran selama 6 tahun dengan gelar dokter umum, seseorang masih harus menjalani program residensi selama 4–5 tahun di bidang ilmu penyakit dalam terlebih dahulu.
Setelah mendapat gelar dokter spesialis penyakit dalam, seseorang masih perlu menjalani pendidikan dan pelatihan tambahan atau fellowship selama kurang lebih 3 tahun untuk mendapatkan gelar subspesialis di bidang pulmonologi dan medik kritis.
Dokter spesialis penyakit dalam dengan subspesialis pulmonologi dan medik kritis memiliki tujuan utama untuk menstabilkan kondisi pasien dengan masalah pernapasan agar bisa bernapas dengan lebih baik. Kondisi ini biasanya meliputi, gagal napas, fibrosis kistik, dan kondisi lain yang dapat memengaruhi sistem pernapasan.
Peran subspesialis ini sangat dibutuhkan oleh pasien yang memiliki kondisi pernapasan yang dapat mengancam jiwa. Subspesialis pulmonologi dan medik kritis dapat melakukan penilaian awal, diagnosis, hingga pengobatan terhadap pasien.
Bahkan, pada masalah kesehatan umum yang dialami pasien, dokter spesialis penyakit dalam dengan subspesialis ini akan tetap dibutuhkan untuk memastikan kesehatan pernapasan pasien. Dalam hal ini, subspesialis pulmonologi dan medik kritis biasanya akan bekerja sama dengan dokter spesialis lainnya.
Saat ini, seorang dokter umum dapat melanjutkan pendidikan untuk spesialis pulmonologi tanpa perlu menjalani residensi di ilmu penyakit dalam terlebih dahulu. Setelah lulus dari sekolah kedokteran selama 6 tahun dan meraih gelar dokter umum, seseorang dapat langsung menjalani pendidikan spesialis pulmonologi selama 4–5 tahun dan mendapat gelar Sp.P (dokter spesialis pulmonologi dan kedokteran respirasi) setelah lulus ujian kompetensi.
Penyakit dan Prosedur Medis
Beberapa jenis penyakit yang dapat ditangani oleh dokter spesialis penyakit dalam dengan subspesialis pulmonologi dan medik kritis adalah sebagai berikut:
-
Gagal napas.
-
Penyakit paru obstruktif kronik (PPOK).
-
Asma.
-
Bronkitis kronis.
-
Kanker paru-paru.
-
Tuberkulosis paru.
-
Efusi pleura.
-
Pneumonia.
Sejumlah tindakan medis yang menjadi ruang lingkup dokter spesialis penyakit dalam dengan subspesialis pulmonologi dan medis kritis, di antaranya:
-
Spirometri.
-
Bronkoskopi.
-
Rontgen thorax.
-
Torakoskopi.
Penanganan / Prosedur Spesialistik
Dokter Kami di
Temukan Dokter Terdekat
Kunjungi Rumah Sakit
Dr. dr. Gurmeet Singh, SpPD-KPMK
Penyakit Dalam
Subspesialis Pulmonologi dan Medik Kritis
MRCCC Siloam Hospitals Semanggi
Tersedia :
Senin, 18 Mei 2026
Tersedia di
Lihat Semua




