Sub-Spesialisasi dari Urologi
Transplantasi
Seluruh informasi pada halaman ini ditujukan sebagai referensi umum dan tidak membatasi cakupan layanan medis yang dapat diberikan oleh masing-masing dokter. Untuk memastikan kesesuaian keahlian dokter dengan kebutuhan medis Anda, konsultasikan dengan dokter terkait.
Dokter spesialis urologi dengan subspesialis transplantasi memiliki keahlian dalam menjalankan prosedur transplantasi organ saluran kemih.
Tugas utama dokter spesialis urologi dengan subspesialis transplantasi adalah melakukan pemeriksaan terhadap pasien yang memerlukan transplantasi atau cangkok beserta pendonornya. Subspesialis ini perlu memastikan bahwa pasien maupun pendonor memenuhi syarat untuk menjalani prosedur transplantasi.
Setelah pasien dan pendonor dinyatakan memenuhi syarat untuk menjalani transplantasi, maka dokter dengan subspesialis ini akan dibantu oleh beberapa tenaga medis lainnya dalam melakukan operasi transplantasi.
Di samping itu, dokter spesialis urologi dengan subspesialis transplantasi juga dapat merawat pasien penderita penyakit atau gangguan pada sistem urologi yang berpotensi memerlukan transplantasi, misalnya pasien yang memerlukan transplantasi ginjal.
Transplantasi ginjal berhasil dilakukan pertama kali pada tahun 1954 oleh suatu tim yang terdiri dari Joseph Murray, Hartwell Harrison, ahli bedah penerima, serta ahli bedah donor. Berkat kesuksesan tersebut, Murray mendapatkan penghargaan Hadiah Nobel dalam Fisiologi atau Kedokteran pada tahun 1990.
Hingga pada tahun 2018, Global Observatory on Donation and Transplantation melaporkan bahwa diperkirakan sebanyak 95.479 transplantasi ginjal telah dilakukan di seluruh dunia, di mana 36% di antaranya berasal dari donor hidup.
Keunggulan Subspesialisasi
Untuk mendapatkan izin praktik sebagai dokter spesialis urologi dengan subspesialis transplantasi, seorang dokter spesialis urologi harus mengikuti pendidikan dan pelatihan lanjutan selama 2–3 tahun sebagai langkah untuk mendalami ilmu-ilmu yang berkaitan dengan urologi transplantasi pada masalah sistem urologi. Setelah menyelesaikan pendidikan dan pelatihannya, dokter dengan subspesialis ini akan diberikan gelar Sp.U, Subsp.Trans.
Dalam sehari-harinya, dokter dengan subspesialis ini melakukan dan merawat pasien yang akan menjalani transplantasi, serta memantau kondisi pasien pascaoperasi. Salah satu prosedur transplantasi organ saluran kemih yang paling sering dilakukan adalah transplantasi ginjal.
Pasien dengan ginjal yang sudah tidak berfungsi dan tidak merespons terhadap segala jenis terapi perlu menjalani prosedur transplantasi untuk menggantikan ginjal yang rusak dengan ginjal baru yang sehat. Dalam hal ini, sangat diperlukan dokter spesialis urologi dengan subspesialis transplantasi.
Sebelum menjalani prosedur transplantasi, dokter dengan subspesialis ini biasanya akan bekerja sama dengan dokter spesialis lain, seperti dokter spesialis penyakit dalam agar bisa memberikan penanganan yang tepat pada pasien.
Selain melakukan prosedur transplantasi, dokter dengan subspesialis ini juga bisa memberikan saran perawatan mandiri kepada pasien yang baru menjalani transplantasi ginjal untuk mencegah komplikasi dan meningkatkan kualitas hidup pasien.
Penyakit dan Tindakan Medis
Beberapa gangguan medis yang biasanya ditangani oleh dokter spesialis urologi dengan subspesialis transplantasi adalah sebagai berikut:
-
Penyakit ginjal kronis.
-
Gagal ginjal.
-
Gagal ginjal stadium 5.
-
Gagal ginjal akut.
-
Penyakit ginjal polisistik.
-
Tumor ginjal.
-
Kanker ginjal.
-
Ruptur ginjal.
Adapun sejumlah penanganan medis yang dapat dilakukan oleh dokter spesialis urologi dengan subspesialis transplantasi, di antaranya:
-
Transplantasi ginjal.
-
Nefrektomi.
-
Pemeriksaan fungsi ginjal.
-
Skintigrafi ginjal.
Dokter Kami di
Temukan Dokter Terdekat
Siloam Hospitals ASRI
Tersedia :
Selasa, 19 Mei 2026
Tersedia di
Lihat Semua




