Mengenal Biopsi Prostat, Tujuan dan Efek Sampingnya
Kesehatan Tubuh

Mengenal Biopsi Prostat, Tujuan dan Efek Sampingnya

30 Maret 2026 5 menit waktu baca
mengenal biopsi prostat

Biopsi prostat adalah salah satu prosedur medis yang dilakukan untuk memastikan adanya kelainan pada kelenjar prostat, terutama ketika dokter mencurigai adanya kanker prostat. Mari pahami lebih jauh tentang apa itu biopsi prostat, kapan prosedur ini diperlukan, bagaimana prosesnya berlangsung, serta hal-hal yang perlu dipersiapkan sebelum menjalaninya dalam ulasan di bawah ini.

 

Apa Itu Biopsi Prostat?

 

Biopsi prostat adalah metode gold standard (standar emas) dalam penegakan diagnosis kanker prostat yang dilakukan dengan mengambil sampel jaringan dari kelenjar prostat. Pemeriksaan ini tidak hanya membantu konfirmasi diagnosis, tetapi juga dapat memberikan informasi mengenai karakteristik dan tingkat agresivitas tumor apabila kanker ditemukan.

 

Indikasi Biopsi Prostat

 

Biopsi prostat dipertimbangkan pada pasien dengan temuan klinis yang mengarah pada kemungkinan kanker prostat, terutama bila terdapat kombinasi faktor berikut:

 

  • Kecurigaan klinis pada pemeriksaan fisik, seperti ditemukan prostat dengan konsistensi keras, tidak rata, atau adanya nodul saat colok dubur.

  • Temuan laboratorium yang tidak dapat dijelaskan, kadar PSA meningkat secara konsisten atau terus mengalami kenaikan tanpa penyebab lain yang jelas, seperti infeksi atau pembesaran prostat jinak.

  • Kelainan pada pemeriksaan radiologi, ditemukan area mencurigakan saat USG maupun MRI.

  • Hasil evaluasi sebelumnya yang belum konklusif, termasuk hasil biopsi awal yang menunjukkan kelainan pra-kanker atau hasil negatif dengan kecurigaan klinis yang masih tinggi.

 

Jenis Biopsi Prostat

 

Pada mulanya, terdapat beberapa jenis biopsi prostat yang umum dilakukan, yaitu biopsi prostat transrektal, transperineal, dan fusi. Berikut masing-masing penjelasannya:

 

  • Biopsi prostat transrektal: Jarum dimasukkan melalui rektum (anus) untuk mengambil sampel jaringan prostat, dengan bantuan USG sebagai panduan.

  • Biopsi prostat transperineal: Jarum dimasukkan melalui kulit di antara anus dan skrotum (perineum). Metode ini biasanya dipilih untuk mengurangi risiko infeksi.

  • Biopsi prostat fusi: Menggabungkan hasil MRI dengan USG untuk membantu dokter menargetkan area yang dicurigai secara lebih akurat.

 

Kemudian, seiring dengan perkembangan ilmu medis, muncul inovasi biopsi prostat yang memanfaatkan teknologi robotik atau disebut juga biopsi prostat robotik. Metode ini menggunakan sistem robotik untuk mengarahkan jarum biopsi dengan presisi tinggi, namun tetap dikendalikan oleh dokter spesialis urologi yang terlatih.

 

Penelitian berjudul Robot-Assisted Magnetic Resonance Imaging-Targeted versus Systematic Prostate Biopsy; Systematic Review and Meta-Analysis (2023) menunjukkan bahwa metode ini secara teknis layak dan aman, serta memiliki tingkat deteksi kanker sebanding metode lain dan risiko komplikasi yang rendah.

 

Persiapan Biopsi Prostat

 

Sebelum biopsi prostat, dokter akan melakukan penilaian menyeluruh untuk memastikan prosedur dapat dilakukan dengan aman, meliputi:

  • Anamnesis (wawancara medis), untuk menggali riwayat penggunaan obat, terutama yang memengaruhi pembekuan darah, serta riwayat infeksi saluran kemih, prostatitis, atau kondisi lain seperti diabetes yang dapat meningkatkan risiko infeksi pascaprosedur.

  • Pemeriksaan fisik, untuk menilai kondisi umum pasien serta memastikan tidak terdapat tanda infeksi aktif atau kondisi yang dapat meningkatkan risiko komplikasi saat tindakan.

  • Pemeriksaan penunjang, dilakukan sesuai kebutuhan, seperti tes urine untuk menyingkirkan infeksi. Jika ditemukan infeksi aktif, biopsi biasanya ditunda hingga kondisi teratasi.

  • Pertimbangan profilaksis antibiotik, pada prosedur tertentu, antibiotik dapat diberikan untuk menurunkan risiko infeksi.

 

Apa yang Terjadi Selama Biopsi Prostat?

 

Biopsi prostat adalah metode minimal invasif, artinya tidak memerlukan sayatan besar. Prosedur ini umumnya memakan waktu sekitar 20 menit. Pasien akan diminta dalam posisi tengkurap atau miring dengan lutut ditarik ke arah dada untuk memudahkan akses ke prostat. 

 

Pengambilan sampel dilakukan menggunakan jarum khusus yang dirancang untuk mengambil potongan jaringan kecil dari prostat dengan bantuan USG. Proses ini biasanya dilakukan beberapa kali pada titik yang berbeda untuk memastikan area yang diperiksa cukup representatif.

 

Selama prosedur, pasien mungkin merasakan sedikit tekanan atau sensasi tidak nyaman, namun umumnya berlangsung singkat. Setelah sampel diambil, jaringan akan dikirim ke laboratorium untuk diperiksa lebih lanjut.

 

Pascaprosedur Biopsi Prostat

 

Setelah biopsi prostat, pasien umumnya diperbolehkan pulang di hari yang sama dan kembali beraktivitas secara bertahap 24–48 jam setelah prosedur. Aktivitas berat, seperti olahraga lari, bersepeda, berenang, atau mengangkat beban, sebaiknya dihindari sementara waktu.

 

Dokter biasanya juga meresepkan antibiotik untuk mencegah infeksi yang harus dihabiskan dalam beberapa hari. Pada pria, jika mendapati warna sperma bercampur dengan darah, kondisi ini termasuk normal dan bisa terjadi selama beberapa minggu.

 

Membaca Hasil Biopsi Prostat

 

Hasil biopsi prostat menunjukkan beberapa kemungkinan, antara lain negatif (tidak ditemukan sel kanker), positif (sampel bersifat kanker), dan atipikal (terdapat sel abnormal namun belum jelas bersifat kanker atau tidak). Jika ditemukan kanker, dokter akan menggunakan sistem Gleason untuk menilai tingkat keparahan kanker.

 

Terdapat lima tingkatan grup dalam sistem Gleason, berikut masing-masing penjelasannya:

 

  1. Grup 1: Skor Gleason 6 atau di bawahnya, menunjukkan pertumbuhan sel yang cenderung lambat.

  2. Grup 2: Skor Gleason 3+4, artinya pertumbuhan kanker lambat dengan risiko metastasis (penyebaran) rendah.

  3. Grup 3: Skor Gleason 4+3, artinya pertumbuhan kanker sedang.

  4. Grup 4: Skor Gleason 4+4, artinya pertumbuhan dan penyebaran kanker lebih cepat.

  5. Grup 5: Skor Gleason 4+5, 5+4, atau 5+5, menunjukkan kanker dengan tingkat agresivitas tinggi.

 

Risiko Efek Samping Biopsi Prostat

 

Biopsi prostat adalah prosedur yang aman dilakukan dan memiliki akurasi tinggi. Melalui pemeriksaan ini, dokter bisa segera menegakkan diagnosis kanker prostat dan merencanakan pengobatan yang tepat. Namun, seperti halnya prosedur medis lain, biopsi prostat juga bisa menimbulkan sejumlah efek samping, antara lain:

 

  • Hematospermia, adanya darah dalam sperma.

  • Hematuria, urine berdarah.

  • Perdarahan rektum ringan.

  • Gangguan berkemih.

  • Retensi urine.

  • Infeksi, termasuk risiko sepsis pada kasus tertentu.

 

Itulah penjelasan mengenai biopsi prostat yang perlu diketahui. Sebagai informasi, setiap tahapan pemeriksaan dan metode pengobatan yang Anda jalani terkait prostat dapat berbeda bergantung pada fasilitas kesehatan masing-masing rumah sakit. Tenaga medis profesional akan menentukan tahapan pemeriksaan dan pengobatan yang disesuaikan dengan kondisi medis setiap pasien.

 

Karena itu, jika ingin memperoleh informasi lebih lanjut mengenai pemeriksaan ini atau memiliki kondisi terkait kanker prostat, Anda bisa mengunjungi Dokter Spesialis Urologi di Siloam Hospitals terdekat.

 

Manfaatkan aplikasi MySiloam untuk mengakses berbagai fitur kesehatan yang memudahkan Anda, mulai dari melihat jadwal dokter, membuat janji temu dengan dokter terkait, hingga memantau hasil pemeriksaan kesehatan secara online. Dapatkan layanan kesehatan yang lebih praktis dengan mengunduh aplikasi MySiloam sekarang juga.

Sumber

StatPearls. Prostate Cancer. Diakses pada 2026 | American Cancer Society. Cancer in Men: Prostate Cancer Is #1 for 118 Countries Globally. Diakses pada 2026 | Urology Research & Practice. Meta Analysis of Efficacy and Safety of Prostate Biopsy: A Comparison Between Transperineal and Transrectal Approach. Diakses pada 2026 | StatPearls. Transrectal Ultrasonography and Image-Guided Biopsies of the Prostate. Diakses pada 2026 | American Urology Association. Early Detection of Prostate Cancer: AUA/SUO Guideline (2026). Diakses pada 2026 | Cancers. Robot-Assisted Magnetic Resonance Imaging-Targeted versus Systematic Prostate Biopsy; Systematic Review and Meta-Analysis. Diakses pada 2026 | Mayo Clinic. Prostate biopsy. Diakses pada 2026 | Oncology Letters. Prostate biopsy approach and complication rates. Diakses pada 2026 | City of Hope. Prostate Biopsy. Diakses pada 2026 | Healthline. After a Prostate Biopsy: Next Steps for Recovery. Diakses pada 2026 | Journal of Clinical Medicine. Current Approach to Complications and Difficulties during Transrectal Ultrasound-Guided Prostate Biopsies. Diakses pada 2026 | Journal of Advances in Medicine and Medical Research. Complications of Prostate Biopsy: A Prospective, Single-institution Study. Diakses pada 2026 | Indian Journal of Urology. Factors influencing urinary retention following freehand transperineal prostate biopsy: Insights from a tertiary care center study. Diakses pada 2026 | Archivos Españoles de Urología. Analysis of Influencing Factors of Sepsis after Prostate Biopsy: A Meta-Analysis. Diakses pada 2026 |

Dokter Kami
dr-eric-sebastian-hutauruk-spu

Online & Kunjungi Rumah Sakit

dr. Eric Sibastian Hutauruk, SpU, FICS, FICRS

Urologi

Spesialis Urologi


Siloam Hospitals Kupang

Tersedia :

Tersedia hari ini

dr-bobby-sutojo-

Kunjungi Rumah Sakit

dr. Bobby Sutojo, SpU

Urologi

Spesialis Urologi


Siloam Hospitals Kupang

Tersedia :

Tersedia hari ini

dr-stefanus-cahyo-ariwicaksono-spu

Kunjungi Rumah Sakit

dr. Stefanus Cahyo Ariwicaksono, SpU

Urologi

Spesialis Urologi


Siloam Hospitals Ambon

Tersedia :

Tersedia hari ini

message

ArticleDetail