Kesehatan Tubuh
SADARI dan SADANIS: Cara Deteksi Dini Kanker Payudara

Table of Contents
- Apa Itu SADARI?
- Kondisi Seperti Apakah yang Perlu Diwaspadai?
- Cara Melakukan SADARI
- 1. Perhatikan Payudara dengan Teliti di Depan Cermin
- 2. Tegangkan Otot Dada dengan Mengangkat Tangan untuk Melihat Benjolan
- 3. Mengangkat Lengan Kiri dan Meraba Payudara Kiri
- 4. Tekan Pelan di Daerah Sekitar Puting
- 5. Lakukan Pemeriksaan pada Payudara Sebelah Kanan
- 6. Beri Perhatian Khusus pada Bagian Ketiak
- Apa Itu SADANIS?
Kanker payudara merupakan salah satu jenis kanker yang umum di Indonesia. Namun, semakin cepat sel kanker payudara diketahui, semakin cepat pula pengobatan dilakukan. Alhasil, peluang kesembuhan pun semakin besar. Maka dari itu, deteksi dini dengan cara mudah melalui pemeriksaan payudara sendiri (SADARI) dan pemeriksaan payudara klinis (SADANIS) penting untuk dilakukan. Simak cara deteksi dini kanker payudara di sini.
Apa Itu SADARI?
Pemeriksaan payudara sendiri atau SADARI adalah cara untuk mengetahui ada tidaknya kelainan pada payudara secara mandiri. SADARI bertujuan untuk menemukan benjolan dan tanda-tanda lain pada payudara sedini mungkin agar dapat dilakukan tindakan secepatnya.
Walaupun demikian, tidak semua benjolan yang teraba selalu mengarah pada kanker payudara. Studi yang berjudul Palpable breast lumps: An age-based approach to evaluation and diagnosis (2022) menunjukkan bahwa hanya sekitar 10% benjolan yang teraba didiagnosis sebagai kanker. Oleh karena itu, SADARI tetap perlu didukung dengan pemeriksaan penunjang oleh tenaga medis profesional untuk diagnosis yang pasti.
Cara mendeteksi dini kanker payudara ini direkomendasikan sejak wanita berusia 20 tahun dengan dilakukan sendiri di rumah setiap bulannya. Bagi wanita yang masih haid, pemeriksaan dilakukan setiap hari ke-7 sampai 10, dihitung mulai dari hari pertama haid atau setiap bulan pada tanggal yang sama bagi yang sudah menopause.
Kondisi Seperti Apakah yang Perlu Diwaspadai?
Menurut World Health Organization, beberapa kondisi yang perlu diperhatikan sebagai tanda kanker payudara saat melakukan SADARI adalah:
-
Teraba benjolan pada ketiak atau sekitar leher.
-
Penebalan kulit.
-
Perubahan ukuran dan bentuk payudara.
-
Pengerutan kulit payudara.
-
Keluar cairan dari puting payudara.
Cara Melakukan SADARI
Terdapat langkah-langkah yang bisa digunakan untuk melakukan deteksi dini kanker payudara dengan cara SADARI. Cara melakukan SADARI adalah sebagai berikut:
1. Perhatikan Payudara dengan Teliti di Depan Cermin
Amati payudara dengan teliti di depan cermin dengan kedua lengan lurus ke bawah. Perhatikan bila terdapat benjolan atau perubahan bentuk, warna, dan ukuran pada payudara. Sebagai informasi, ukuran dan bentuk payudara kanan dan kiri bisa berbeda atau tidak sama persis.
2. Tegangkan Otot Dada dengan Mengangkat Tangan untuk Melihat Benjolan
Angkatlah kedua lengan ke atas sampai kedua tangan berada di belakang kepala dan tekan ke arah depan. Kemudian, tekanlah kedua tangan dengan kuat pada pinggul dan gerakkan kedua lengan dan siku ke arah depan sambil mengangkat bahu. Cara ini akan menegangkan otot-otot dada Anda sehingga perubahan-perubahan seperti cekungan atau benjolan akan lebih terlihat.
3. Mengangkat Lengan Kiri dan Meraba Payudara Kiri
Angkatlah lengan kiri. Lalu, rabalah payudara kiri dengan tiga ujung jari tengah tangan kanan yang dirapatkan. Perabaan dapat dilakukan dengan cara:
-
Gerakan memutar dengan tekanan lembut tetapi mantap, dimulai dari atas (posisi jam 12) dengan mengikuti arah jarum jam, bergerak ke tengah ke arah puting susu.
-
Gerakan dari atas ke bawah dan sebaliknya.
-
Gerakan dari bagian luar payudara ke arah puting susu
-
Kemudian lakukan perabaan dengan gerakan yang sama pada payudara kanan Anda dengan menggunakan jari-jari dari tangan kiri.
4. Tekan Pelan di Daerah Sekitar Puting
Tekan secara pelan daerah di sekitar puting kedua payudara dan amati apakah terdapat keluar cairan yang tidak normal (tidak biasanya), seperti putih kekuning-kuningan yang terkadang bercampur darah. Pada wanita yang masih menyusui, bedakan cairan tersebut dengan ASI. Proses tersebut dapat dilakukan saat mandi dengan menggunakan air sabun untuk memudahkan melakukan gerakannya.
5. Lakukan Pemeriksaan pada Payudara Sebelah Kanan
Pemeriksaan SADARI juga dapat dilakukan dengan cara berbaring dan meletakkan satu tangan di bawah kepala. Letakkan bantal kecil di bawah punggung. Rabalah seluruh permukaan payudara kiri dengan gerakan yang telah diuraikan pada langkah nomor 3. Kemudian, lakukan pemeriksaan yang sama pada payudara sebelah kanan.
6. Beri Perhatian Khusus pada Bagian Ketiak
Berilah perhatian khusus pada payudara bagian atas tepi luar dekat lipat ketiak (kuadran superolateral kanan dan kiri) karena tumor payudara banyak ditemukan di daerah tersebut.
Terdapat hal lain yang penting untuk diketahui dalam melakukan SADARI, yakni mengetahui batas-batas dari payudara sehingga seluruh payudara dapat diraba secara berurutan dan sistematis sehingga tidak ada bagian yang terlewatkan. Berikut batas-batas payudara:
-
Batas atas adalah jarak 1-2 jari dibawah ruas tulang selangka (clavicula).
-
Batas bawah adalah garis lingkar kulit bawah payudara.
-
Batas terluar adalah garis tengah ketiak ke arah bawah.
-
Batas terdalam adalah garis tengah ruas dada.
Jika ditemukan kelainan-kelainan seperti yang disebutkan di atas atau terasa adanya perubahan bila dibandingkan dengan keadaan pada bulan sebelumnya, segera periksakan diri Anda ke dokter untuk mendapat penanganan lebih lanjut.
Apa Itu SADANIS?
Selain SADARI, kanker payudara juga dapat dideteksi dini dengan SADANIS. Pemeriksaan payudara klinis atau SADANIS adalah pemeriksaan payudara yang dilakukan oleh dokter yang kompeten.
Selama pelaksanaan SADANIS, berikut prosedur yang akan dilakukan:
-
Dokter akan memeriksa kondisi payudara dengan melihat kondisi kulit di area payudara serta puting pasien.
-
Setelah pasien diminta untuk berbaring, dokter akan melanjutkan dengan melakukan palpasi pada area payudara, ketiak, dan tulang selangka.
-
Pasien mungkin juga akan diminta untuk mengangkat tangan, meletakkannya di samping tubuh, atau meletakkannya di pinggul.
-
Untuk memastikan ada tidaknya cairan yang keluar dari puting, dokter juga mungkin akan menekan puting dengan lembut.
Seseorang seringkali baru akan menyadari adanya benjolan pada payudara saat benjolan sudah berukuran cukup besar (sekitar 1 cm). Oleh sebab itu, perlu juga melakukan pemeriksaan lanjutan untuk mengonfirmasi diagnosis, yakni dengan:
-
USG payudara. Menampilkan gambaran bagian dalam payudara, sehingga dokter dapat menilai kondisi jaringan di dalamnya.
-
Mamografi. Menggunakan sinar-X dosis rendah untuk menghasilkan gambar bagian dalam payudara.
-
MRI payudara. Menggunakan medan magnet yang kuat serta gelombang radio untuk menampilkan gambar jaringan payudara yang jelas.
-
Biopsi. Mengambil sampel jaringan untuk diperiksa di laboratorium.
Salah satu kunci untuk mengantisipasi kanker payudara adalah dengan melakukan deteksi dini. SADARI dapat menjadi langkah sederhana di rumah, didukung dengan ultrasonography (USG) Payudara/Mammae sebagai skrining awal, terlebih jika terdapat keluhan terkait payudara. Selain itu, bagi wanita di atas 40 tahun, pemeriksaan Mamografi rutin setiap tahun sangat dianjurkan.
Lebih lanjut, jika terdapat gejala seperti benjolan di payudara dan ketiak, perubahan kondisi puting, serta perubahan kulit payudara, kunjungi Siloam Hospitals terdekat untuk berkonsultasi dengan Dokter Spesialis Bedah Onkologi guna mendapatkan diagnosis dan saran penanganan yang tepat.
Perlu diingat bahwa tahapan pemeriksaan dan pengobatan di setiap rumah sakit mungkin berbeda-beda, tergantung dari fasilitas kesehatan yang tersedia. Kendati demikian, tenaga medis profesional akan menentukan pemeriksaan dan pengobatan sesuai dengan kondisi kesehatan pasien.
Anda bisa menggunakan aplikasi MySiloam untuk melihat jadwal praktik dokter, membuat janji temu dengan dokter terkait, serta memantau hasil pemeriksaan kesehatan secara online. Mari unduh aplikasi MySiloam sekarang untuk menikmati berbagai fitur yang memudahkan perjalanan kesehatan Anda.
Sumber
Cleveland Clinic. Breast MRI. Diakses pada 2025 | Cleveland Clinic. Breast Ultrasound. Diakses pada 2025 | Cleveland Clinic. Clinical Breast Exam. Diakses pada 2025 | Cleveland Clinic. Mammogram. Diakses pada 2025 | Indonesian Journal of Cancer. The Correlation Between Mammographic Breast Density and Histopathological Type of Breast Cancer. Diakses pada 2025 | NCBI (PubMed Central). Breast Cancer Screening: A Review With a Focus on the Eastern Mediterranean Region. Diakses pada 2025 | World Health Organization (WHO). Breast Cancer. Diakses pada 2025 |




