Kanker Esofagus - Penyebab, Gejala, dan Pengobatannya
Kesehatan Tubuh

Kanker Esofagus - Penyebab, Gejala, dan Pengobatannya

13 November 2025 4 menit waktu baca
kanker esofagus adalah

Table of Contents

Kanker esofagus terjadi karena adanya pertumbuhan sel-sel abnormal pada esofagus, yaitu saluran yang dilalui makanan dari kerongkongan menuju lambung. Dinding esofagus terdiri atas lapisan membran mukosa yang menghasilkan lendir, lapisan otot, dan lapisan jaringan ikat. Kanker esofagus umumnya tumbuh pada lapisan terdalam esofagus yakni lapisan membran mukosa dan berkembang ke arah luar. 

 

Kondisi ini dapat dialami oleh semua usia, tetapi paling sering terjadi pada pria dewasa berusia di atas 40 tahun. Mari ketahui informasi selengkapnya mulai dari penyebab, gejala, hingga pengobatan kanker esofagus di sini.

 

Apa itu Kanker Esofagus?

 

Esophageal cancer atau kanker esofagus adalah kondisi medis tumbuhnya sel abnormal di esofagus atau saluran penghubung antara tenggorokan dan lambung. Berdasarkan sel yang terlibat, kanker esofagus umumnya terbagi menjadi dua jenis, yaitu adenokarsinoma dan karsinoma sel skuamosa.

 

Adenokarsinoma merupakan pertumbuhan sel abnormal pada sel glandular, yaitu sel yang menghasilkan mukus atau lendir yang berperan sebagai pelumas makanan ketika melewati esofagus. Umumnya adenokarsinoma terjadi pada bagian bawah esofagus, di dekat lambung. Sementara itu, karsinoma sel skuamosa adalah sel kanker yang terjadi di bagian dalam esofagus dan umumnya berada pada esofagus bagian atas dan tengah.

 

Penyebab Kanker Esofagus

 

Masih belum diketahui secara pasti apa penyebab jenis kanker ini. Namun, terdapat dugaan bahwa penyakit ini berhubungan dengan mutasi DNA pada sel di lapisan bagian dalam esofagus.

 

Mutasi DNA tersebut menyebabkan sel-sel tumbuh secara abnormal dan tidak terkendali, di mana sel yang seharusnya mati justru tetap hidup. Akibatnya, terjadi penumpukan sel abnormal yang berpotensi menjadi sel kanker.

 

Faktor Risiko Kanker Esofagus

 

Terdapat kemungkinan bahwa jenis kanker ini juga bisa dipicu oleh iritasi kronis pada tenggorokan. Beberapa faktor yang dapat meningkatkan risiko seseorang mengalami iritasi kerongkongan dan berkembang menjadi kanker esofagus adalah:

 

  • Lanjut usia.
  • Menderita GERD.
  • Mengalami refluks empedu.
  • Memiliki kebiasaan mengonsumsi minuman beralkohol. 
  • Obesitas.
  • Pola makan tidak sehat, seperti jarang mengonsumsi buah dan sayur.
  • Memiliki kebiasaan merokok. Kandungan zat berbahaya dalam rokok dapat menyebabkan iritasi pada lapisan esofagus dan meningkatkan risiko kanker.
  • Menjalani perawatan radiasi di dada atau perut bagian atas.
  • Kelainan di esofagus, seperti Barrett's Esophagus (perubahan jaringan esofagus di mana sel normal digantikan oleh sel abnormal akibat dari paparan asam lambung).

 

Gejala Kanker Esofagus

 

Jenis kanker ini sering kali tidak menimbulkan tanda-tanda yang spesifik di tahap awal. Gejala biasanya baru disadari ketika kanker telah mencapai stadium lanjut. Beberapa gejala kanker esofagus adalah sebagai berikut:

 

  • Nyeri di tenggorokan atau di belakang tulang dada.
  • Disfagia (kesulitan menelan).
  • Batuk kronis yang tak kunjung membaik hingga mengeluarkan darah.
  • Suara parau.
  • Nyeri di ulu hati.
  • BAB berdarah dan/atau BAB gelap seperti oli.
  • Muntah darah.
  • Penurunan berat badan secara drastis.
  • Dada terasa nyeri dan tertekan (heartburn).
  • Gangguan pencernaan yang memburuk.

 

Diagnosis Kanker Esofagus

 

Sebelum menegakkan diagnosis, dokter akan melakukan anamnesis terkait gejala dan riwayat kesehatan pasien. Kemudian dilanjutkan dengan pemeriksaan fisik dan penunjang, seperti:

 

  • Rontgen: Untuk melihat kondisi saluran esofagus secara lebih jelas. Sebelum menjalani prosedur rontgen, dokter akan meminta pasien meminum zat kontras (pewarna) agar organ tersebut terlihat dengan jelas.
  • Endoskopi: Untuk memeriksa iritasi dan keberadaan kanker pada saluran esofagus menggunakan tabung kecil yang dilengkapi dengan kamera kecil.
  • Biopsi: Pengambilan sampel jaringan kerongkongan untuk diperiksa di laboratorium. Tujuannya adalah mendeteksi ada tidaknya sel kanker pada jaringan esofagus. Umumnya biopsi dilakukan bersamaan dengan tindakan endoskopi. 

 

Apabila keberadaan sel kanker sudah dipastikan, dokter akan melakukan pemeriksaan lain seperti rontgen dada, CT Scan, atau MRI untuk menentukan tingkat stadium kanker. Berikut penjelasan untuk masing-masing stadium kanker esofagus:

 

  • Stadium 1: Kanker belum menyebar dan hanya berada di area lapisan esofagus.
  • Stadium 2: Kanker telah meliputi seluruh lapisan esofagus, melewati lapisan otot, namun belum menyebar ke kelenjar getah bening.
  • Stadium 3: Sel kanker telah menyebar ke pleura (jaringan yang melapisi paru-paru dan otot di bawah tulang iga) atau telah menutupi lapisan luar esofagus atau menyebar ke tidak lebih dari 6 kelenjar getah bening di area kerongkongan.
  • Stadium 4: Sel kanker telah menyebar ke bagian tubuh atau organ lainnya, seperti hati atau paru-paru.

 

Pengobatan Kanker Esofagus

 

Sejumlah pengobatan yang dilakukan oleh dokter untuk menangani pasien kanker esofagus adalah sebagai berikut:

 

  • Operasi: Prosedur operasi dilakukan dengan metode esofagektomi (pengangkatan sebagian atau seluruh esofagus) atau esofagogastrektomi (pengangkatan sebagian esofagus dan bagian atas lambung) untuk menghilangkan kanker yang kecil.
  • Kemoterapi: Pemberian obat-obatan yang bertujuan membunuh sel kanker.
  • Radioterapi: Pengobatan menggunakan sinar khusus untuk membunuh sel kanker. Terapi ini biasanya dilakukan bersamaan dengan kemoterapi.

 

Pencegahan Kanker Esofagus

 

Beberapa langkah yang dapat diterapkan untuk menurunkan risiko terkena kanker esofagus adalah:

 

  • Menghentikan kebiasaan merokok.
  • Menerapkan pola makan sehat.
  • Menjaga berat badan ideal dengan berolahraga secara rutin.
  • Menghindari konsumsi makanan yang dapat memicu kanker, seperti daging olahan.
  • Memperbanyak konsumsi buah, sayur, dan biji-bijian.
  • Membatasi atau menghentikan kebiasaan minum alkohol.
  • Menghindari terjadinya GERD.

 

Selain menerapkan beberapa hal di atas, upaya pencegahan juga dapat dilakukan melalui pemeriksaan kesehatan secara rutin menggunakan paket Skrining Kanker Seluruh Tubuh Wanita dan Skrining Kanker Seluruh tubuh Pria dari Siloam Hospitals.

 

Paket Skrining Kanker tersebut telah mencakup pemeriksaan kanker secara lengkap dan komprehensif, mulai dari kepala, dada, perut, organ reproduksi, hingga penanda tumor dalam darah.

 

Apabila Anda atau kerabat mengalami gejala-gejala yang menyerupai kanker esofagus, segera kunjungi MRCCC Siloam Hospital Semanggi untuk memperoleh diagnosis dan penanganan yang tepat. MRCCC Siloam Hospital Semanggi merupakan rumah sakit swasta pertama yang khusus menangani kanker di Indonesia.


Anda dapat menghubungi call center kami di 1-500-181 atau menggunakan fitur dalam aplikasi MySiloam untuk melakukan pemesanan paket dan membuat janji temu dengan dokter. Mari jaga selalu kesehatan Anda #BersamaSiloam!

 

Digital Booking Lab&Rad - KV 2

message

ArticleDetail