Hal yang Bisa Terjadi pada Tubuh Akibat Tidak Sarapan Pagi
Pola Hidup Sehat

Hal yang Bisa Terjadi pada Tubuh Akibat Tidak Sarapan Pagi

09 November 2024 4 menit waktu baca
akibat tidak sarapan pagi

 

Sarapan adalah salah satu hal penting yang justru sering kali dilewatkan. Padahal, melewatkan sarapan dapat menyebabkan beberapa masalah pada tubuh, salah satunya tidak mendapatkan cukup energi untuk menjalani aktivitas sehari-hari. Mari simak ulasan selengkapnya mengenai berbagai masalah kesehatan yang bisa terjadi akibat tidak sarapan pagi di bawah ini.

 

Akibat Tidak Sarapan Pagi bagi Kesehatan

 

Sebagai informasi, melewatkan sarapan secara konsisten tanpa pola makan yang terencana dapat menyebabkan berbagai masalah. Bukan hanya rasa lapar, namun tubuh juga akan merasakan efek lain akibat tidak sarapan pagi. Berikut uraian selengkapnya tentang akibat melewatkan sarapan.

 

1. Tubuh Tidak Mendapat Cukup Energi

 

Salah satu akibat tidak sarapan pagi bagi tubuh adalah tidak mendapatkan cukup energi untuk beraktivitas. Ketika bangun pagi, kadar gula darah akan lebih rendah karena tubuh tidak mendapatkan asupan makan sepanjang malam. Jika kondisi ini berlangsung dalam waktu yang lama, tubuh bisa mengalami kelelahan atau kekurangan energi.

 

Perlu dicatat, otak mengandalkan glukosa atau gula agar bisa bekerja secara optimal. Menurut buku Recent Developments in Applied Microbiology and Biochemistry, sumber utama glukosa adalah karbohidrat. Makanan yang disajikan saat sarapan terutama yang mengandung karbohidrat bisa membantu menjaga kadar gula darah sehat untuk meningkatkan energi.

 

2. Menurunkan Kadar Hormon dalam Tubuh

 

Penurunan kadar hormon dalam tubuh juga menjadi salah satu akibat tidak sarapan pagi. Terlalu lama menunda makan dapat menurunkan kadar gula darah yang berujung menyebabkan kadar hormon tidak stabil. Sebagai informasi, kadar kortisol (hormon stres) cenderung lebih tinggi saat pagi dan menurun seiring berjalannya hari.

 

Sarapan dengan menu gizi yang seimbang, terutama yang mengandung karbohidrat, protein, dan lemak sehat, dapat membantu tubuh untuk mengontrol produksi kortisol dengan menstabilkan gula darah dan mengurangi respons tubuh terhadap stres. Di sisi lain, melewatkan sarapan dapat menyebabkan penurunan gula darah yang bisa memicu peningkatan kortisol sebagai mekanisme kompensasi.

 

3. Berisiko Mengalami Gangguan Suasana Hati

 

Masih berkaitan dengan poin sebelumnya, melewatkan sarapan pagi berpotensi menyebabkan hormon tidak stabil. Jika hormon tidak stabil, seseorang mungkin merasa “tidak nyaman” atau rentan mengalami perubahan suasana hati. Penelitian dalam jurnal Diabetes, Metabolic Syndrome, and Obesity menunjukkan bahwa melewatkan sarapan baik secara teratur atau tidak teratur dikaitkan dengan depresi, rendahnya tingkat kebahagiaan, dan gangguan stres pascatrauma (PTSD).

 

Terdapat beberapa mekanisme yang dapat menjelaskan bahwa sarapan pagi dapat membantu menjaga kesehatan mental. Misalnya, setelah sarapan pagi, karbohidrat akan diubah menjadi glukosa yang penting untuk pembentukan triptofan. Triptofan merupakan protein yang dibutuhkan untuk membentuk serotonin, salah satu zat kimia yang berperan yang berperan dalam mengatur suasana hati, dan fungsi kognitif.

 

4. Merasa Lapar Berlebih di Siang Hari

 

Akibat tidak sarapan di pagi hari, tubuh bisa merasa lapar berlebih di siang hari karena kekurangan nutrisi. Hal ini dapat membuat tubuh cenderung mencari sumber energi yang cepat dan menimbulkan keinginan untuk mengonsumsi camilan atau makanan cepat saji. 

 

Setelah mengonsumsi makanan tersebut, tubuh akan merasa berenergi, tetapi tak lama kemudian, rasa lapar dapat muncul lagi. Jika siklus ini terus berulang, risiko kenaikan berat badan akan meningkat.

 

Sebaliknya, sarapan yang mengandung makanan yang kaya akan protein dapat membantu menahan atau mengontrol keinginan makan dan menyeimbangkan kadar gula darah. Sarapan yang seimbang bisa membantu mengontrol nafsu makan dan mendukung pola makan sehat yang konsisten sepanjang hari.

 

Beberapa orang menganggap bahwa melewatkan sarapan dapat membantu menurunkan berat badan. Hal ini tidak sepenuhnya salah. Namun, penelitian dalam Frontiers in Endocrinology menyatakan bahwa meskipun sarapan dapat menjadi cara alternatif untuk menurunkan berat badan, melewatkan sarapan memiliki beberapa efek negatif terhadap kardiovaskular.

 

5. Meningkatkan Risiko Penyakit Kardiovaskular

 

Seperti yang sudah dijelasan sebelumnya, risiko penyakit kardiovaskular juga bisa meningkat akibat tidak sarapan pagi secara terus-menerus. Penelitian dalam Journal of Cardiovascular Development and Disease menunjukkan bahwa orang yang secara rutin melewatkan sarapan memiliki kemungkinan 21% lebih besar untuk menderita penyakit jantung dibandingkan dengan orang yang rutin sarapan.

 

Hal tersebut mungkin berkaitan dengan efek metabolik yang ditimbulkan akibat tidak sarapan pagi terhadap kadar gula darah, makan berlebih, serta kombinasi tidak sarapan dan gaya hidup tidak sehat lainnya. Selain itu, penelitian tahun 2020 juga menunjukkan bahwa orang yang melewatkan sarapan pagi cenderung memiliki kadar kolesterol LDL lebih tinggi. Hal ini berkaitan dengan meningkatnya risiko penyakit jantung.

 

Sebaliknya, menurut jurnal Medicine, orang yang rutin sarapan 7 kali dalam seminggu bisa mendapatkan manfaat berupa penurunan risiko:

 

 

Penting untuk dipahami bahwa informasi yang disebutkan di atas hanya untuk tujuan edukasi dan tidak dapat menggantikan saran dari dokter. Beberapa orang mungkin memiliki risiko yang berbeda-beda, tergantung dari kondisi kesehatannya masing-masing.

 

Apabila ingin berkonsultasi lebih lanjut mengenai pola makan yang sesuai kondisi tubuh, Anda dapat mengunjungi Dokter Spesialis Gizi Klinik di Siloam Hospitals terdekat. Dengan begitu, Anda akan menerima saran pola makan yang tepat, sesuai dengan kebutuhan kesehatan.

 

Manfaatkan aplikasi MySiloam untuk mengakses berbagai fitur kesehatan yang memudahkan Anda, mulai dari melihat jadwal dokter, membuat janji temu dengan dokter terkait, hingga memantau hasil pemeriksaan. Mari unduh aplikasi MySiloam sekarang untuk menikmati berbagai fitur yang memudahkan perjalanan kesehatan Anda.

Sumber

Eating Well. What Happens to Your Body When You Skip Breakfast. Diakses pada 2024 | Medical News Today. Is Breakfast Really The Most Important Meal Of The Day?. Diakses pada 2024 | Frontiers in Endocrinology. Effect of Skipping Breakfast On Cardiovascular Risk Factors: A Grade-Assessed Systematic Review And Meta-Analysis Of Randomized Controlled Trials And Prospective Cohort Studies. Diakses pada 2024 | Environmental Research and Public Health. Eat or Skip Breakfast? The Important Role of Breakfast Quality for Health-Related Quality of Life, Stress and Depression in Spanish Adolescents. Diakses pada 2024 |

Dokter Kami
dr-lanny-christiawati-spgk

Online & Kunjungi Rumah Sakit

dr. Lanny Christiawati, SpGK

Gizi Klinik

Spesialis Gizi Klinik


Siloam Hospitals TB Simatupang

Tersedia :

Tersedia hari ini

dr-samuel-oetoro-spgk

Kunjungi Rumah Sakit

Dr. dr. Samuel Oetoro, MS, SpGK (K)

Gizi Klinik

Subspesialis Nutrisi pada Kelainan Metabolisme Gizi


MRCCC Siloam Hospitals Semanggi

Tersedia :

Tersedia hari ini

dr-christopher-andrian-mgizi-spgk

Online & Kunjungi Rumah Sakit

dr. Christopher Andrian, M.Gizi, SpGK

Gizi Klinik

Spesialis Gizi Klinik


Siloam Hospitals TB Simatupang

Tersedia :

Tersedia hari ini

message

ArticleDetail