Amankah ASI Dingin untuk Bayi? Ini Penjelasan Selengkapnya
Ibu dan Anak

Amankah ASI Dingin untuk Bayi? Ini Penjelasan Selengkapnya

19 Agustus 2025 5 menit waktu baca
asi dingin untuk bayi

Sebagian ibu mungkin pernah merasa kesakitan saat menyusui si kecil secara langsung karena adanya luka di area puting. Hal ini kerap membuat ibu memilih untuk memerah ASI dan menyimpannya terlebih dahulu di dalam lemari pendingin sebelum diberikan pada si kecil. Namun, bolehkah bayi minum ASI dingin? Apa saja yang perlu diperhatikan jika ingin memberikan ASI dingin pada si kecil? Mari simak informasinya dalam artikel berikut ini.

 

Amankah ASI Dingin untuk Bayi?

 

Secara umum, bayi bisa mengonsumsi ASI bersuhu dingin yang baru keluar dari lemari pendingin (refrigerator). Hal tersebut pada dasarnya tidak dipermasalahkan dari sisi medis. Bahkan, ASI beku juga dapat digunakan untuk membantu meredakan nyeri pada gusi bayi yang sedang mengalami pertumbuhan gigi.

 

Karena itu, ibu sebetulnya tidak perlu menghangatkan ASI dingin yang baru disimpan di lemari pendingin. Namun, pastikan ibu menyimpan ASI dengan tepat agar tidak memengaruhi kualitasnya.

 

Hal-Hal yang Perlu Diperhatikan sebelum Memberikan ASI Dingin untuk Bayi

 

Seperti yang telah dijelaskan, bayi umumnya diperkenankan untuk mengonsumsi ASI dingin, selama si kecil dalam keadaan sehat dan tidak mengalami kondisi medis tertentu. Namun, berdasarkan penelitian yang dipublikasikan dalam Menoufia Medical Journal, bayi yang lahir secara prematur disarankan untuk mengonsumsi ASI yang mendekati suhu normal tubuh.

 

Pasalnya, bayi prematur rentan mengalami feeding intolerance karena sistem pencernaannya masih belum berkembang dengan sempurna. Feeding intolerance sendiri merupakan kesulitan untuk mencerna makanan yang diikuti dengan gejala seperti:

 

  • Peningkatan residu lambung (sisa makanan atau zat yang tertinggal di lambung).

  • Distensi abdomen (perut menggembung lebih dari ukuran normal karena adanya penumpukan gas/cairan).

  • Reflux (naiknya makanan beserta cairan asam lambung ke kerongkongan).

 

Feeding intolerance dapat menyebabkan komplikasi seperti apnea (henti napas), bradikardia (detak jantung melambat), serta ketidakstabilan suhu tubuh.

 

Penelitian tersebut juga menjelaskan bahwa konsumsi ASI yang mendekati suhu normal tubuh dapat mengurangi episode apnea serta menurunkan kemungkinan bayi membutuhkan pengobatan antirefluks akibat feeding intolerance yang rentan terjadi pada bayi prematur.

 

Di samping itu, jika bayi terbiasa menyusui ASI dari payudara yang bersuhu sedikit hangat, hal tersebut mungkin membuatnya tidak ingin mengonsumsi banyak ASI dingin seperti biasanya. Bila hal ini terjadi, ibu bisa menghangatkan ASI hingga mencapai suhu ruang.

 

Cara Aman Thawing ASI Beku

 

Apabila ASI disimpan pada lemari es sampai membeku, ibu bisa melakukan thawing ASI sebelum diberikan pada si kecil. Pada dasarnya, thawing merupakan proses mencairkan makanan atau minuman yang telah dibekukan pada lemari es. 

 

Dalam hal ini, penting untuk menggunakan ASI yang disimpan di lemari es paling pertama (first in, first out). Pasalnya, kualitas ASI bisa menurun seiring berjalannya waktu, sehingga tidak disarankan untuk disimpan dalam jangka waktu yang lama.

 

Berikut beberapa cara mencairkan ASI beku atau thawing ASI beku yang bisa dilakukan:

 

  • Meletakkan ASI beku pada lemari pendingin. ASI ini dapat bertahan hingga 4 jam untuk digunakan pada pemberian berikutnya. Selanjutnya ASI dapat disimpan di lemari pendingin selama 24 jam, namun tidak boleh dibekukan lagi.

  • Meletakkan ASI beku (beserta wadahnya) di dalam air hangat atau bersuhu suam-suam kuku (di bawah 37 derajat Celcius). ASI beku juga dapat dicairkan di  udara terbuka yang cukup hangat atau di dalam wadah berisi air hangat. Selanjutnya ASI dapat bertahan 4 jam atau sampai waktu minum berikutnya, namun tidak boleh dibekukan lagi.

  • Meletakkan ASI beku di bawah air mengalir yang bersuhu suam-suam kuku sampai mencair.

 

Perlu diingat, hindari mencairkan ataupun menghangatkan ASI di dalam microwave. Pasalnya, hal tersebut bisa menghancurkan kandungan gizi di dalam ASI. Selain itu, mencairkan ASI menggunakan microwave juga bisa menyebabkan ASI bersuhu terlalu panas sehingga dikhawatirkan akan membuat bayi tidak nyaman, atau bahkan menyebabkan lidah terbakar.

Selain itu, jangan pernah untuk membekukan kembali ASI beku yang telah dicairkan.

 

Tips Menyimpan ASI Perah agar Kualitasnya Tetap Terjaga

 

Pada intinya, ibu tidak perlu terlalu khawatir jika ingin memberikan ASI dingin untuk bayi selama si kecil dalam keadaan sehat. Yang terpenting, ibu perlu memperhatikan cara menyimpan ASI perah yang tepat agar kualitasnya tetap terjaga. Dalam hal ini, terdapat beberapa tips yang bisa ibu lakukan untuk menyimpan ASI perah, di antaranya:

 

  • Memasukkan ASI pada kantong khusus yang aman untuk makanan (food grade). Pastikan wadahnya terbuat dari kaca atau plastik yang memiliki penutup yang rapat.

  • Hindari menyimpan ASI di dalam wadah botol sekali pakai.

  • Memberikan label tanggal pertama kali ASI tersebut diperah pada kantong ASI.

  • ASI perah disimpan dalam lemari pendingin atau menggunakan portable cooler bag.

  • Kantong yang berisi ASI dapat disimpan di berbagai tempat dengan ketentuan seperti berikut ini:

    • Disimpan pada ruangan bersuhu kamar: Hanya bisa disimpan selama 4 jam.

    • Di dalam lemari pendingin (refrigerator/chiller): Hingga 4 hari.

    • Di dalam lemari es (freezer): Bisa disimpan sampai dengan 6 bulan agar tetap mendapatkan kualitas terbaik. Namun, menyimpan ASI di freezer selama 12 bulan masih diperkenankan.

  • Menghindari menyimpan kantong ASI di pintu refrigerator atau freezer. Simpanlah kantong ASI di tempat yang lebih dalam. Tujuannya adalah untuk melindungi ASI dari perubahan suhu saat pintu refrigerator/freezer dibuka dan ditutup.

  • Jangan mencampurkan ASI yang telah dibekukan dengan ASI yang masih baru pada wadah penyimpanan.

  • Jangan menyimpan sisa ASI yang sudah dikonsumsi untuk pemberian berikutnya. ASI perah yang sudah diminum sebaiknya diminum sampai selesai dan kemudian sisanya dibuang.

  • ASI perah harus dibekukan bila tidak akan diberikan dalam waktu 72 jam.

 

Dapat disimpulkan, tidak masalah jika ingin memberikan ASI dingin untuk bayi selama ia dalam keadaan sehat. Namun, perlu diingat bahwa informasi yang dijelaskan di atas hanya untuk tujuan edukasi dan tidak dapat menggantikan saran dari tenaga medis profesional. Karena itu, ada baiknya untuk berkonsultasi dengan Dokter Spesialis Pediatri (Anak) di Siloam Hospitals terdekat guna memperoleh saran pemberian ASI yang tepat.

 

Di samping itu, ibu dapat memesan paket Post Birthing Complete Homecare guna mendapatkan layanan edukasi pasien seputar perawatan bayi baru lahir, edukasi laktasi, kunjungan perawat untuk memandikan bayi, dan sebagainya oleh tenaga medis profesional. Layanan tersebut dapat dipesan melalui aplikasi MySiloam. Mari unduh aplikasi MySiloam sekarang untuk memudahkan akses kesehatan Anda bersama si kecil.

Sumber

Centers For Disease Control and Prevention. Breast Milk Storage and Prevention. Diakses pada 2024 | Healthline. Can Babies Drink Cold Milk? Diakses pada 2024 | GM, El-Mashad, dkk. Relation Between Milk Temperature and Feeding Tolerance in Premature Infants. Diakses pada 2024 | IDAI - Daerah Istimewa Yogyakarta. Memerah dan Menyimpan Air Susu Ibu. Diakses pada 2024 |

Dokter Kami
dr-lanny-christiawati-spgk

Online & Kunjungi Rumah Sakit

dr. Lanny Christiawati, SpGK

Gizi Klinik

Spesialis Gizi Klinik


Siloam Hospitals TB Simatupang

Tersedia :

Tersedia hari ini

dr-samuel-oetoro-spgk

Kunjungi Rumah Sakit

Dr. dr. Samuel Oetoro, MS, SpGK (K)

Gizi Klinik

Subspesialis Nutrisi pada Kelainan Metabolisme Gizi


MRCCC Siloam Hospitals Semanggi

Tersedia :

Tersedia hari ini

dr-christopher-andrian-mgizi-spgk

Online & Kunjungi Rumah Sakit

dr. Christopher Andrian, M.Gizi, SpGK

Gizi Klinik

Spesialis Gizi Klinik


Siloam Hospitals TB Simatupang

Tersedia :

Tersedia hari ini

message

ArticleDetail