Apa itu Akromegali? Kenali Penyebab, Gejala, & Pengobatannya
Kesehatan Tubuh

Apa itu Akromegali? Kenali Penyebab, Gejala, & Pengobatannya

14 November 2025 4 menit waktu baca
akromegali adalah

Table of Contents

Akromegali adalah penyakit yang timbul akibat tingginya produksi hormon pertumbuhan (growth hormone) pada orang dewasa. Peningkatan produksi hormon ini biasanya dipicu oleh tumor jinak di kelenjar hipofisis/pituitari.

 

Akromegali ditandai dengan pertumbuhan yang berlebihan pada sejumlah organ serta jaringan otot dan tulang, terutama kaki, wajah, dan tangan. Simak ulasan berikut ini untuk mengetahui penyebab, gejala, dan pengobatan akromegali.

 

Apa itu Akromegali?

 

Akromegali adalah kondisi yang terjadi ketika tubuh memproduksi hormon pertumbuhan (growth hormone) terlalu tinggi. Hal ini menyebabkan jaringan lunak dan tulang tumbuh lebih cepat dan berlebihan.

 

Akromegali umumnya terjadi pada orang dewasa berusia 30-50 tahun. Meski begitu, tak menutup kemungkinan bahwa kondisi ini dialami oleh anak-anak atau sering juga disebut dengan gigantisme. Namun, kondisi kelebihan hormon pertumbuhan pada anak umumnya disertai dengan pertambahan tinggi badan berlebihan.

 

Perlu diketahui bahwa growth hormone berperan penting bagi pertumbuhan dan perkembangan anak-anak. Sementara pada orang dewasa, hormon pertumbuhan membantu meningkatkan level energi, kesehatan tulang, dan kekuatan otot.

 

Apabila tubuh memproduksi growth hormone secara berlebih, maka hal tersebut dapat menyebabkan pertumbuhan abnormal pada beberapa organ, seperti tangan dan kaki menjadi lebih besar.

 

Penyebab Akromegali

 

Akromegali terjadi karena tubuh memproduksi hormon pertumbuhan (GH) secara berlebih. Pada orang dewasa, tingginya produksi hormon pertumbuhan biasanya disebabkan oleh adanya tumor jinak putitari (tumor di kelenjar hipofisis) umumnya adalah adenoma pituitari.

 

Pituitari sendiri adalah organ kecil yang terletak di bagian bawah otak yang berfungsi untuk memproduksi berbagai macam hormon, salah satunya adalah hormon pertumbuhan.

 

Tak hanya tumor pada pituitari, akromegali juga bisa disebabkan oleh tumor yang muncul di bagian tubuh lain seperti paru-paru, otak, dan pankreas. Pada beberapa kasus, tumor pada organ-organ tersebut dapat memproduksi hormon yang melepaskan hormon pertumbuhan dan meningkatkan produksi GH.

 

Risiko seseorang mengalami akromegali pun akan semakin tinggi apabila memiliki riwayat mengidap tumor pituitari atau tumor lainnya yang dapat meningkatkan produksi hormon pertumbuhan.

 

Gejala Akromegali

 

Gejala akromegali berkembang secara perlahan seiring berjalannya waktu, sehingga terkadang sulit untuk dikenali. Namun, beberapa gejala yang biasanya muncul akibat akromegali adalah:

 

  • Perubahan struktur wajah.
  • Kulit berminyak dan terasa kasar.
  • Kaki dan tangan tumbuh semakin membesar.
  • Suara menjadi serak dan berat akibat pelebaran pita suara.
  • Jantung membesar.
  • Gigi menjadi renggang.
  • Ukuran lidah, bibir, dan hidung membesar.
  • Rongga dada melebar.
  • Mengorok saat tidur.

 

Beberapa gejala tersebut biasanya disertai dengan sejumlah kondisi berikut ini:

 

  • Nyeri kepala.
  • Keringat berlebih dan menimbulkan bau badan.
  • Kesulitan untuk tidur.
  • Disfungsi ereksi pada pria.
  • Siklus menstruasi terganggu pada wanita.
  • Otot melemah.
  • Tubuh terasa lemas dan mudah lelah.
  • Gangguan penglihatan.
  • Nyeri sendi.
  • Kemampuan gerak terbatas.
  • Kehilangan gairah seks.

 

Diagnosis Akromegali

 

Sebelum menegakkan diagnosis, dokter akan melakukan tanya jawab mengenai gejala dan riwayat kesehatan pasien dan dilanjutkan dengan pemeriksaan fisik. Selain itu, dokter akan merekomendasikan pasien untuk menjalani sejumlah tes berikut ini:

 

Pengukuran GH dan IGF-1

 

Pemeriksaan ini dilakukan dengan mengambil sampel darah untuk mengukur level GH dan IGF-1 (insulin-like growth factor-1). IGF-1 diukur karena GH meningkatkan produksi IGF-1, yang berperan dalam pertumbuhan tulang dan otot. Apabila ditemukan peningkatan kadar kedua hormon tersebut, maka terdapat indikasi adanya akromegali.

 

Tes Penekanan Hormon Pertumbuhan

 

Tujuan pemeriksaan ini adalah untuk memverifikasi adanya akromegali pada tubuh pasien. Tes ini dilakukan dengan mengukur level darah dari GH sebelum dan sesudah pasien mengonsumsi gula. Pada kondisi normal, gula akan menekan GH sehingga kadarnya bisa menurun. Sementara itu, akromegali akan mempertahankan kadar gula tetap tinggi.

 

Tes Pencitraan

 

Tes pencitraan seperti MRI dilakukan untuk membantu dokter mengetahui lokasi dan ukuran tumor pada kelenjar pituitari.

 

Pengobatan Penyakit Akromegali

 

Pengobatan penyakit akromegali akan disesuaikan dengan penyebabnya. Tujuannya adalah untuk meredakan gejala, menangani gangguan di kelenjar hipofisis dan mengontrol kadar hormon pertumbuhan.

 

Beberapa metode pengobatan yang biasanya dilakukan oleh dokter untuk mengatasi akromegali adalah:

 

  • Operasi: Prosedur pembedahan dilakukan untuk mengangkat tumor pada hipofisis yang dapat memicu produksi GH secara berlebih. Prosedur pengangkatan tumor ini menggunakan metode transphenoidal endoskopi.
  • Pemberian obat-obatan: Dokter akan memberikan obat-obatan apabila prosedur pembedahan tidak cukup efektif untuk menurunkan kadar hormon pertumbuhan. Obat-obatan juga dapat diberikan untuk mengecilkan ukuran tumor sebelum dilakukan pembedahan.
  • Radioterapi: Radioterapi dilakukan untuk menghancurkan sel tumor yang masih tersisa setelah pembedahan dan menekan kadar hormon pertumbuhan secara perlahan.

 

Komplikasi Akromegali

 

Apabila tidak ditangani dengan tepat, beberapa komplikasi yang dapat terjadi akibat akromegali adalah:

 

  • Diabetes tipe 2.
  • Kolesterol tinggi.
  • Hipertensi (tekanan darah tinggi).
  • Gangguan penglihatan hingga kebutaan.
  • Sindrom Carpal tunnel.
  • Penyakit jantung
  • Sleep apnea.
  • Osteoarthritis.
  • Meningkatnya risiko kanker.
  • Tekanan saraf tulang belakang.
  • Keguguran pada ibu hamil.

 

Cara Mencegah Akromegali

 

Akromegali adalah kondisi yang tidak dapat dicegah. Namun, akan lebih baik jika kondisi ini dideteksi lebih dini sehingga pengidapnya bisa mendapatkan penanganan dengan tepat sesegera mungkin.

 

Apabila Anda atau anggota keluarga mengalami gejala yang menyerupai akromegali, jangan ragu untuk mengonsultasikannya kepada dokter melalui layanan konsultasi di aplikasi MySiloam atau mengunjungi Siloam Hospitals terdekat untuk mengetahui penyebab dan mendapatkan penanganan dengan tepat.


Anda dapat menghubungi call center kami di 1-500-181 atau menggunakan fitur pada aplikasi MySiloam untuk membuat janji temu dengan dokter. Mari jaga kesehatan Anda dan keluarga  #BersamaSiloam.

 

Digital Booking Lab&Rad - KV 2

Dokter Kami
dr-albertus-daniel-sppd

Online & Kunjungi Rumah Sakit

dr. Albertus Daniel, SpPD

Penyakit Dalam

Spesialis Penyakit Dalam


Siloam Hospitals Bekasi Sepanjang Jaya

Tersedia :

Tersedia hari ini

dr-ra-aditya-adhi-puruhita-sppd

Kunjungi Rumah Sakit

dr. Ra Aditya Adhi Puruhita, M.M.R., SpPD

Penyakit Dalam

Spesialis Penyakit Dalam


Siloam Hospitals Putera Bahagia

Tersedia :

Tersedia hari ini

dr-juliyanti-sppd

Kunjungi Rumah Sakit

dr. Juliyanti, SpPD, FINASIM

Penyakit Dalam

Spesialis Penyakit Dalam


Siloam Hospitals Kelapa Dua

Tersedia :

Tersedia hari ini

message

ArticleDetail