Ascariasis - Penyebab, Gejala, Pengobatan, dan Pencegahannya
Kesehatan Tubuh

Ascariasis - Penyebab, Gejala, Pengobatan, dan Pencegahannya

06 November 2025 4 menit waktu baca
ascariasis adalah

Ascariasis adalah suatu infeksi yang dipicu oleh Ascaris lumbricoides atau cacing gelang. Jenis cacing ini dapat masuk ke dalam tubuh lalu hidup dan berkembang biak di dalam usus. Bahkan tak hanya menyerang usus, Ascaris lumbricoides juga dapat menginfeksi organ paru-paru.

 

Mari ketahui lebih lanjut tentang penyebab, gejala, pengobatan, dan pencegahan ascariasis di bawah ini.

 

Apa itu Ascariasis?

 

Ascariasis adalah salah satu jenis infeksi yang disebabkan oleh cacing. Kondisi ini cukup umum ditemui, terlebih pada anak-anak di negara tropis dan subtropis khususnya di area dengan sanitasi serta higienitas rendah.

 

Penyakit ascariasis sering kali hanya menunjukkan gejala ringan atau bahkan pada beberapa kasus tidak menunjukkan gejala sama sekali, sehingga terkadang tidak disadari penderitanya. Namun, infeksi yang berat biasanya menunjukkan gejala serius dan dapat menimbulkan komplikasi.

 

Penyebab Ascariasis

 

Ascariasis adalah penyakit yang disebabkan oleh infeksi cacing gelang atau Ascaris lumbricoides. Jenis cacing ini sering ditemukan pada tanah yang terkontaminasi dengan kotoran manusia. Sehingga, kondisi ini seringnya terjadi setelah penderita berkontak langsung dengan tanah, seperti:

 

  • Menyentuh tanah dengan tangan kosong.
  • Menyentuh mulut menggunakan tangan yang terkena tanah, tanpa mencuci tangan terlebih dahulu.
  • Mengonsumsi bahan makanan (terutama yang tumbuh di tanah) yang terkontaminasi, tanpa dicuci terlebih dahulu.

 

Perlu diketahui bahwa cacing gelang masuk ke dalam tubuh dalam bentuk telur. Kemudian, telur tersebut akan menetas di usus dan menjadi larva. Seiring perkembangannya, larva tersebut dapat menuju paru-paru melalui aliran darah atau getah bening.

 

Setelah menetap di paru-paru selama 10–14 hari, larva tersebut akan berpindah ke tenggorokan. Pada tahap ini, tubuh akan berusaha mengeluarkan larva dengan memunculkan reaksi alami berupa batuk. Hal ini akan membuat larva keluar atau bahkan kembali ke usus.

 

Larva yang kembali ke usus dapat tumbuh menjadi cacing dewasa kemudian berkembang biak. Di mana cacing betina bisa tumbuh sepanjang 40 cm dan menghasilkan sebanyak 200.000 telur setiap harinya.

 

Sebagian telur cacing biasanya akan keluar melalui kotoran dan mengontaminasi tanah. Sementara itu, sejumlah cacing lainnya akan pindah ke paru-paru dan menjadi cacing dewasa dan bertahan hidup di dalam tubuh hingga 1–2 tahun.

 

Dengan kata lain, selama masih ada cacing gelang di dalam tubuh, maka ascariasis akan terus berlangsung dalam waktu yang lama. Itulah mengapa kondisi ini perlu segera diobati.

 

Faktor Risiko Ascariasis

 

Beberapa faktor risiko ascariasis adalah sebagai berikut:

 

  • Anak-anak berusia di bawah 10 tahun.
  • Tidak rutin mencuci tangan.
  • Tinggal di lingkungan beriklim hangat (tropis).
  • Tinggal di tempat yang memanfaatkan kotoran manusia sebagai pupuk.
  • Menderita gangguan makan pica (gemar memakan tanah/pasir).

 

Gejala Ascariasis

 

Gejala ascariasis berbeda-beda, tergantung dari organ tubuh yang terdampak. Jika infeksi terjadi di paru-paru, maka beberapa gejala yang muncul akan serupa dengan pneumonia atau asma, seperti:

 

 

Sementara itu, sejumlah gejala yang muncul apabila Ascaris lumbricoides menginfeksi usus adalah:

 

  • Nyeri perut hebat.
  • Mual, muntah, dan lemas.
  • Diare.
  • Penurunan berat badan atau sulit menaikkan berat badan.
  • BAB berdarah.
  • Penurunan nafsu makan.
  • Terdapat cacing pada kotoran atau muntahan.

 

Penegakan Diagnosis Ascariasis

 

Sebelum menegakkan diagnosis, dokter akan melakukan tanya jawab terkait keluhan dan riwayat kesehatan pasien. Jika terdapat dugaan ascariasis, dokter akan melakukan pemeriksaan feses untuk mengetahui ada atau tidaknya larva cacing.

 

Jika diperlukan, dokter akan melakukan pemeriksaan penunjang untuk membantu menegakkan diagnosis, seperti:

 

  • Foto rontgen, untuk melihat keberadaan cacing di usus atau paru-paru.
  • USG, untuk mendeteksi cacing di hati atau pankreas.
  • CT Scan atau MRI, untuk memastikan apakah cacing telah menyumbat saluran hati dan pankreas.

 

Komplikasi Ascariasis

 

Apabila cacing gelang di dalam tubuh terus berkembang biak, beberapa komplikasi yang dapat terjadi akibat ascariasis adalah:

 

  • Hilangnya nafsu makan yang berujung kekurangan nutrisi (malnutrisi).
  • Gangguan tumbuh kembang anak akibat malnutrisi.
  • Penyumbatan usus buntu yang memicu radang usus buntu.
  • Penyumbatan saluran enzim pankreas dan cairan empedu yang ditandai dengan nyeri perut hebat.
  • Penyumbatan usus oleh cacing yang dapat mengakibatkan robekan dan perdarahan di usus.

 

Cara Mengobati Ascariasis

 

Ascariasis adalah kondisi yang bisa sembuh dengan sendirinya, namun dalam waktu yang panjang dan berpotensi telah muncul komplikasi. Apabila dibutuhkan penanganan, biasanya dokter akan memberikan obat cacing kepada pasien. Akan tetapi, jika infeksi sudah parah, dokter akan melakukan pembedahan untuk mengeluarkan cacing dan memperbaiki kerusakan pada organ terdampak.

 

Pencegahan Ascariasis

 

Beberapa upaya yang bisa dilakukan untuk mencegah terjadinya penyakit ascariasis adalah sebagai berikut:

 

  • Meningkatkan sanitasi lingkungan.
  • Mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir sebelum menyentuh makanan.
  • Menjaga kebersihan saat bepergian.
  • Hindari makan sayuran yang belum matang.
  • Cuci buah hingga bersih sebelum mengonsumsinya.

 

Demikian informasi seputar penyakit ascariasis. Dapat disimpulkan bahwa ascariasis adalah kondisi yang sebaiknya mendapat penanganan dengan segera dari dokter untuk mencegah perkembangan cacing dan menyebabkan komplikasi.


Apabila Anda merasakan gejala-gejala yang menyerupai ascariasis, jangan ragu mengunjungi Siloam Hospitals terdekat untuk mendapatkan penanganan dari dokter. Anda dapat menggunakan fitur Cari Dokter untuk menemukan jadwal dokter, booking, dan buat janji dengan dokter terkait. Atau, gunakan juga aplikasi MySiloam untuk memudahkan Anda berkonsultasi langsung dengan dokter secara online. Mari unduh aplikasi MySiloam dan jaga kesehatan Anda #BersamaSiloam!

 

Digital Booking Lab&Rad - KV 5

Dokter Kami
dr-liem-eremius-arifin-spa

Kunjungi Rumah Sakit

dr. Liem Eremius Arifin, SpA

Pediatrik (Anak)

Spesialis Ilmu Kesehatan Anak


Siloam Sriwijaya Palembang

Tersedia :

Tersedia hari ini

dr-ifo-faujiah-sihite-mked-ped-spa

Online & Kunjungi Rumah Sakit

dr. Ifo Faujiah Sihite, M.Ked (Ped), SpA

Pediatrik (Anak)

Spesialis Ilmu Kesehatan Anak


Siloam Hospitals Jambi

Tersedia :

Tersedia hari ini

dr-anggun-kusumasari-spa-msc

Kunjungi Rumah Sakit

dr. Anggun Kusumasari, SpA, MSc, AIFO-K

Pediatrik (Anak)

Spesialis Ilmu Kesehatan Anak


Siloam Hospitals Balikpapan

Tersedia :

Tersedia hari ini

message

ArticleDetail