Kecantikan
Mengenal Blepharoplasty, Operasi untuk Kelopak Mata

Table of Contents
Operasi kelopak mata atau blepharoplasty adalah prosedur operasi plastik yang dilakukan pada bagian mata, khususnya kelopak mata. Pasalnya, kelopak mata yang mengendur sering kali menjadi kekurangan yang dikeluhkan oleh banyak orang.
Seiring bertambahnya usia, kelopak mata akan meregang dan otot-otot yang menopangnya menjadi lemah. Kondisi ini dapat menyebabkan munculnya kelebihan kulit dan lemak yang berkumpul di bagian bawah dan atas kelopak mata.
Jika sudah begitu, kondisi tersebut dapat mengakibatkan pandangan mata menjadi lebih sempit, sehingga blepharoplasty menjadi pilihan untuk mengatasinya. Mari pahami lebih lanjut tentang operasi blepharoplasty dalam ulasan di bawah ini.
Apa itu Blepharoplasty?
Blepharoplasty adalah prosedur bedah plastik yang bertujuan untuk memperbaiki bentuk, struktur, dan posisi kelopak mata. Prosedur ini dilakukan dengan menghilangkan tumpukan lemak, kerutan, atau kantong di area kelopak mata atas/bawah.
Blepharoplasty yang dilakukan pada kelopak mata bagian atas biasanya bertujuan untuk membentuk lipatan mata (eyelid). Sementara itu, operasi kelopak mata bawah biasanya bertujuan untuk menghilangkan saggy eyes (kantong mata turun).
Kelopak mata kendur tidak hanya membuat seseorang tampak lebih tua, tetapi juga bisa mempersempit pandangan mata. Jadi, blepharoplasty tidak hanya dilakukan untuk tujuan kecantikan, namun juga untuk mengatasi gangguan penglihatan. Prosedur ini pun bermanfaat dalam mengatasi gangguan saraf dan kelemahan otot di sekitar kelopak mata.
Operasi kelopak mata ini banyak dilakukan oleh orang-orang yang berusia di atas 30 tahun untuk memperbaiki bentuk kelopak mata akibat proses penuaan. Sekalipun blepharoplasty dilakukan dengan tujuan untuk memperbaiki masalah pada kelopak mata akibat faktor keturunan atau kelainan bawaan, blepharoplasty baru bisa dilakukan pada orang dewasa.
Kapan Perlu Menjalani Blepharoplasty?
Blepharoplasty adalah prosedur yang dilakukan untuk memperbaiki penampilan kelopak mata yang berubah karena beberapa kondisi berikut ini:
- Kelebihan kulit pada kelopak mata bagian atas yang menghalangi pandangan.
- Terbentuknya kantung mata.
- Kelebihan kulit pada kelopak mata bagian bawah.
- Mengalami ambliopia (penyakit mata malas).
- Pembengkakan kantung mata yang menutupi penglihatan.
- Terjadi ptosis (kelopak mata atas turun), sehingga mata tidak mampu membuka dengan baik.
Pertimbangan Sebelum Blepharoplasty
Tidak semua orang bisa menjalani operasi ini. Blepharoplasty hanya bisa dilakukan apabila kondisi otot kelopak mata dan otot di sekitar wajah masih kuat. Jika kondisi kelemahan otot sudah parah, maka operasi ini tidak dianjurkan.
Adapun beberapa kondisi medis yang membuat seseorang tidak disarankan menjalani blepharoplasty adalah sebagai berikut:
- Penyakit hipertiroidisme dan hipotiroidisme.
- Tekanan darah tinggi.
- Glaukoma.
- Penyakit jantung.
- Ablasio retina.
- Komplikasi diabetes pada mata.
Selain beberapa kondisi medis di atas, kebiasaan merokok pun bisa membuat seseorang tidak bisa menjalani operasi blepharoplasty. Hal ini dikarenakan merokok dapat meningkatkan risiko terjadinya komplikasi pascaoperasi.
Persiapan Blepharoplasty
Sebelum menjalani operasi blepharoplasty, dokter akan melakukan anamnesis atau wawancara medis terkait keluhan, riwayat kesehatan, riwayat obat-obatan yang dikonsumsi, riwayat alergi, serta gaya hidup pasien. Sejumlah pemeriksaan fisik yang perlu dilakukan, di antaranya:
- Pemeriksaan mata lengkap, bertujuan untuk mengukur bagian kelopak mata dan menguji produksi air mata.
- Tes lapang pandang, untuk mendeteksi apakah ada penyempitan lapang pandang. Pemeriksaan ini diperlukan untuk mengetahui sejauh mana penyempitan lapang pandang yang terjadi.
- Fotografi kelopak mata, untuk mendokumentasikan kondisi kelopak mata dari pasien yang hendak menjalani blepharoplasty.
Setelah dilakukan pemeriksaan fisik, pasien yang akan menjalani prosedur blepharoplasty biasanya disarankan untuk:
- Menghentikan kebiasaan merokok pada beberapa minggu sebelum operasi, supaya proses pemulihan jaringan tidak terhambat.
- Menghentikan konsumsi obat pengencer darah.
- Berpuasa selama 6–8 jam sebelum operasi.
- Mempunyai pendamping yang menemani pasien selama menjalani operasi di rumah sakit, dari awal sampai akhir.
Perlu diketahui bahwa tujuan dari persiapan tersebut adalah untuk mencegah timbulnya komplikasi serius setelah operasi, seperti perdarahan atau komplikasi lainnya yang berisiko memperlambat proses penyembuhan/pemulihan.
Prosedur Blepharoplasty
Blepharoplasty adalah prosedur bedah plastik yang hanya dapat dilakukan oleh dokter spesialis bedah plastik yang kompeten. Prosedur ini juga harus dilakukan di rumah sakit yang memiliki peralatan medis lengkap dan izin resmi.
Prosedur blepharoplasty umumnya memakan waktu sekitar 1 jam (pada kelopak mata bagian atas) atau 2 jam (pada kelopak mata bawah), tergantung dari kompleksitas operasi. Operasi ini akan dimulai dengan pemberian anestesi lokal maupun total.
Berikut adalah langkah-langkah dalam operasi blepharoplasty:
- Dokter akan membuat sayatan di lipatan kulit di sekitar kelopak mata.
- Jika operasi dilakukan pada kelopak mata bagian atas, dokter akan membuka sayatan di kulit kelopak mata bagian atas.
- Apabila operasi dilakukan pada kelopak mata bagian bawah, maka dokter akan membuat sayatan di garis bawah dari kelopak mata (irisan transkonjuktival).
- Dokter juga bisa membuat sayatan di bagian dalam kelopak mata atau bagian kulit terluar yang berada di bawah mata.
- Kemudian, dokter akan membuang jaringan kulit serta lemak berlebih di bagian kelopak mata yang perlu diperbaiki.
- Dokter juga bisa mengatur posisi otot-otot dalam kelopak mata agar kulit di sekitarnya tampak semakin kencang atau meninggikan kelopak mata supaya bola mata terbuka lebih lebar.
- Setelahnya, dokter pun terkadang memanfaatkan teknologi laser untuk memperhalus hasil akhir blepharoplasty agar terlihat lebih alami.
- Apabila kondisi kelopak mata sudah diperbaiki, dokter akan menutup bekas sayatan dengan jahitan atau menggunakan lem fibrin untuk merekatkan jaringan yang terbuka.
Pascaoperasi Blepharoplasty
Setelah operasi dilakukan, pasien akan dipindahkan ke dalam ruang pemulihan dengan kondisi mata tertutup oleh perban. Kemudian, akan dilakukan pemantauan lebih lanjut untuk mengetahui ada atau tidaknya komplikasi pascaoperasi.
Bila pasien mengalami nyeri setelah efek obat bius hilang, biasanya dokter akan memberikan obat pereda nyeri. Selain rasa nyeri, pasien juga bisa mengalami sejumlah keluhan, seperti:
- Bengkak dan memar di kelopak mata.
- Sensitif terhadap cahaya.
- Mata kering atau berair.
- Mengalami diplopia (penglihatan ganda).
- Kulit di sekitar mata terasa kebas.
- Pandangan kabur.
Pada hari ke 2–3, pasien biasanya sudah bisa melihat dengan baik. Kemudian, dokter akan melepas jahitan pada hari ke 5–7 setelah operasi. Secara umum, proses pemulihan biasanya memerlukan waktu hingga 10–14 hari.
Guna mempercepat proses pemulihan, beberapa anjuran dari dokter kepada pasien blepharoplasty adalah sebagai berikut:
- Mengonsumsi obat pereda nyeri dari dokter jika bekas operasi terasa nyeri.
- Memperbanyak berbaring dengan posisi kepala lebih tinggi selama beberapa hari.
- Menggunakan kacamata hitam saat bepergian ke luar rumah.
- Hindari menggunakan riasan di area mata selama beberapa hari.
- Menjaga kebersihan mata.
- Mengompres kelopak mata dengan handuk yang dibasahi air dingin atau menggunakan kantung es.
- Hindari menggaruk area kelopak mata.
- Jangan biarkan mata terlalu lama terkena air.
- Menghindari aktivitas berat, terutama yang membuat tubuh perlu membungkuk.
Efek Samping Operasi Kelopak Mata (Blepharoplasty)
Sebetulnya, blepharoplasty adalah prosedur yang aman dilakukan. Bahkan, komplikasi setelah prosedur ini jarang terjadi. Namun, apabila dibandingkan dengan operasi plastik lainnya, blepharoplasty memang memiliki risiko lebih tinggi karena dilakukan di bagian mata.
Beberapa risiko komplikasi yang lebih serius setelah operasi blepharoplasty adalah sebagai berikut:
- Penggumpalan darah.
- Infeksi luka operasi.
- Posisi kelopak mata bagian bawah tertarik ke bawah.
- Cedera otot mata.
- Kelopak mata berkantung/terbalik.
- Mata terlihat asimetris.
- Perdarahan di balik bola mata.
- Kelopak mata terlipat ke arah dalam (entropion) atau ke luar (ektropion).
- Mata menjadi cekung, apabila lemak yang diangkat terlalu banyak.
Itulah penjelasan seputar operasi blepharoplasty yang perlu diketahui. Apabila Anda mengalami permasalahan/keluhan di sekitar mata atau berencana menjalani operasi kelopak mata, Anda dapat mengunjungi Siloam Hospitals terdekat untuk berkonsultasi dengan dokter.
Sebelumnya, Anda bisa membuat janji temu dengan dokter secara praktis melalui aplikasi MySiloam atau fitur Cari Dokter untuk mendapatkan layanan kesehatan lebih cepat. Mari jaga kesehatan Anda #BersamaSiloam!
Artikel Terkait
Dokter Kami
Online & Kunjungi Rumah Sakit
dr. Marsia Rusfianti, SpKK, M.Kes
Dermatologi (Kulit)
Spesialis Dermatologi Venereologi Estetika
Siloam Hospitals Lippo Cikarang
Tersedia :
Tersedia hari ini
Kunjungi Rumah Sakit
dr. Armina Haramaini, SpKK
Dermatologi (Kulit)
Spesialis Dermatologi Venereologi Estetika
Siloam Hospitals Purwakarta
Tersedia :
Tersedia hari ini
Kunjungi Rumah Sakit
dr. Epi Panjaitan, MSc, SpKK
Dermatologi (Kulit)
Spesialis Dermatologi Venereologi Estetika
Siloam Hospitals Purwakarta
Tersedia :
Tersedia hari ini







