Bromodosis - Penyebab, Gejala, dan Cara Mengatasinya
Pola Hidup Sehat

Bromodosis - Penyebab, Gejala, dan Cara Mengatasinya

22 Agustus 2024 3 menit waktu baca
bromodosis adalah

Smelly feet atau bromodosis adalah kondisi yang umum terjadi, yaitu ketika kaki mengeluarkan bau tidak sedap akibat penumpukan bakteri dan keringat. Meski pada dasarnya tidak berbahaya, namun bromodosis terkadang bisa membuat penderitanya merasa tidak nyaman dan kurang percaya diri. Mari pahami lebih lanjut tentang apa itu bromodosis melalui ulasan di bawah ini.

 

Apa itu Bromodosis?

 

Seperti yang sudah dijelaskan, smelly feet atau bromodosis adalah kondisi ketika kaki menimbulkan bau yang tidak sedap. Kondisi ini sering kali membuat seseorang tidak nyaman, dan dapat memengaruhi rasa percaya diri.

 

Kondisi ini bisa dialami oleh siapa saja, namun remaja dan wanita hamil lebih rentan mengalami bromodosis. Selain itu, orang yang diharuskan berdiri sepanjang hari di tempat kerja serta sedang dalam kondisi stres juga cenderung lebih banyak berkeringat yang bisa memicu bau kaki.

 

Penyebab Bromodosis

 

Secara alami, terdapat beberapa bakteri yang hidup pada kaki. Bakteri ini akan membantu memecah keringat di kaki saat dikeluarkan. Namun, jika terlalu banyak bakteri dan keringat, lalu menumpuk, maka akan timbul bau kaki. Bakteri tambahan biasanya muncul akibat seseorang berkeringat saat menggunakan sepatu.

 

Kebersihan yang buruk juga dapat memicu terjadinya bromodosis, misalnya jarang mencuci kaki dan tidak berganti kaus kaki selama beberapa hari. Selain itu, beberapa faktor lain yang bisa menjadi penyebab bau kaki adalah sebagai berikut:

 

  • Infeksi jamur, seperti kutu air.

  • Hiperhidrosis (kondisi yang menyebabkan keringat berlebih).

  • Cuaca panas, yang memicu seseorang berkeringat lebih banyak.

  • Berdiri sepanjang hari.

  • Overweight.

  • Perubahan hormonal, biasanya terjadi selama masa pubertas, kehamilan, dan menopause.

 

Gejala Bromodosis

 

Gejala utama bromodosis adalah timbulnya bau tidak sedap dari kaki. Bau tersebut bisa muncul ketika penderita melepas sepatunya, atau dalam kasus yang parah akan tercium saat sepatu masih terpakai. Jenis baunya bisa bervariasi, namun umumnya merupakan bau yang tidak sedap. 

Diagnosis Bromodosis

 

Pada kondisi bromodosis, dokter biasanya akan melakukan anamnesis (wawancara medis) terlebih dahulu mengenai gejala yang dikeluhkan pasien serta riwayat kesehatannya. Dokter juga mungkin bertanya tentang kebiasaan sehari-hari, seperti seberapa rutin pasien mengganti kaus kaki. Lalu, dokter mungkin akan melakukan pemeriksaan fisik yang dibutuhkan. Pasalnya, bromodosis dapat berhubungan dengan kondisi lain, seperti misalnya infeksi kurap pada kaki.

 

Cara Mengatasi Bromodosis

 

Meski umumnya tidak berbahaya, tentunya bau kaki akibat bromodosis dapat menyebabkan penderitanya merasa tidak percaya diri dan tidak nyaman. Kabar baiknya, bromodosis adalah kondisi yang dapat diatasi dengan perawatan mandiri di rumah. 

 

Salah satu cara mengatasi bau kaki yang direkomendasikan adalah dengan merendam kaki menggunakan air hangat yang dicampur dengan garam epsom atau cuka sari apel. Rendam kaki sekitar 20 menit dan lakukan setidaknya seminggu sekali secara rutin.

 

Selain itu, disarankan juga untuk menerapkan pola hidup bersih. Hal-hal ini bertujuan untuk membantu mengatasi bromodosis, serta baik untuk pencegahan bromodosis bagi mereka yang belum mengalami kondisi ini. Beberapa di antaranya adalah:

 

  • Jaga kaki tetap kering. Pasalnya, bakteri hidup di tempat yang lembap sehingga menjaga kaki tetap kering akan membantu mengurangi bau kaki.

  • Perhatikan kebersihan kaki dengan baik, seperti mencuci kaki saat mandi, termasuk di sela-sela jari kaki, serta memotong kuku kaki dengan rapi.

  • Gosok kulit yang keras dan mati dengan batu apung atau menggunakan masker khusus kaki.

  • Merawat dan mencuci alas kaki secara rutin.

  • Mengganti kaus kaki setiap hari.



Akhir kata, perlu Anda pahami bahwa penyebab serta gejala di atas tidak spesifik mewakili kondisi bromodosis. Dengan kata lain, gejala tersebut mungkin menyerupai kondisi medis maupun penyakit lainnya. Untuk itu, jika memiliki kekhawatiran terhadap kondisi ini, lebih baik Anda mendapatkan diagnosis yang tepat dan akurat dengan mengunjungi Dokter Spesialis Dermatologi di Siloam Hospitals terdekat.

 

Tahapan pemeriksaan serta pengobatan yang Anda jalani terkait dengan kondisi ini mungkin bisa berbeda, tergantung dari fasilitas kesehatan masing-masing rumah sakit. Anda akan dibantu oleh tenaga medis profesional agar memperoleh tahapan pemeriksaan, diagnosis, serta pengobatan yang sesuai kebutuhan kesehatan Anda.

 

Manfaatkan aplikasi MySiloam untuk mengakses berbagai fitur kesehatan yang memudahkan Anda, mulai dari melihat jadwal dokter, membuat janji temu dengan dokter terkait, hingga memantau hasil pemeriksaan. Mari unduh aplikasi MySiloam sekarang untuk menikmati berbagai fitur yang memudahkan perjalanan kesehatan Anda.

 

Aplikasi My Siloam

Dokter Kami
dr-susianah-sarbana

Online & Kunjungi Rumah Sakit

dr. Susianah Sarbana

Kedokteran Umum

Dokter Umum


MRCCC Siloam Hospitals Semanggi

Tersedia :

Tersedia hari ini

dr-i-wayan-murtana-putra

Kunjungi Rumah Sakit

dr. I Wayan Murtana Putra

Kedokteran Umum

Dokter Umum


Siloam Hospitals Denpasar

Tersedia :

Tersedia hari ini

dr-inanto-widjaja

Kunjungi Rumah Sakit

dr. Inanto Widjaja

Kedokteran Umum

Dokter Umum


Siloam Hospitals TB Simatupang

Tersedia :

Tersedia hari ini

message

ArticleDetail