Mengenal Apa itu DEXA Scan (Rontgen Densitometri Tulang)
Kesehatan Tubuh

Mengenal Apa itu DEXA Scan (Rontgen Densitometri Tulang)

24 April 2025 4 menit waktu baca
dexa scan

DEXA scan adalah salah satu jenis tes pencitraan yang digunakan untuk mengukur kepadatan atau kekuatan tulang. Melalui hasil pemindaian DEXA, dokter bisa memperoleh informasi detail mengenai risiko osteoporosis (pengeroposan tulang) hingga fraktur (patah tulang) yang dialami oleh pasien. Mari simak lebih lanjut tentang DEXA scan melalui ulasan di bawah ini.

 

Apa itu DEXA Scan?

 

Seperti yang sudah dijelaskan, DEXA (dual-energy X-ray absorptiometry) scan adalah jenis tes pencitraan medis yang digunakan untuk mengukur kepadatan tulang. Pemeriksaan ini dilakukan menggunakan sinar-X. Menurut para ahli medis, pemindaian DEXA dinilai sebagai tes yang cukup praktis untuk membantu mendiagnosis osteoporosis. Pemeriksaan ini juga tidak membutuhkan waktu yang lama dan tidak menimbulkan rasa sakit.

 

Siapa yang Memerlukan DEXA Scan?

 

Pada dasarnya, pemindaian DEXA adalah pemeriksaan yang bermanfaat untuk mendeteksi perubahan kesehatan tulang dari waktu ke waktu, memantau respons tulang terhadap pengobatan osteoporosis, serta mengevaluasi komposisi tubuh, seperti seberapa banyak lemak dan massa otot yang dimiliki tubuh.

 

DEXA scan kerap direkomendasikan untuk menilai tingkat kepadatan tulang dan risiko osteoporosis serta patah tulang (fraktur) pada seseorang berusia di atas 50 tahun yang pernah mengalami fraktur atau penyakit lain yang membahayakan kesehatan tulang, terutama wanita.

 

Pasalnya, wanita diketahui mulai kehilangan massa tulang lebih cepat dibandingkan pria. Hal ini membuat dokter sering kali menyarankan wanita melakukan pemindaian DEXA di usia yang lebih muda daripada pria untuk mendeteksi osteoporosis. 

 

DEXA scan juga disarankan untuk dilakukan secara berkala oleh orang-orang yang memiliki beberapa faktor risiko osteoporosis di bawah ini:

 

  • Terdapat keluarga yang memiliki riwayat osteoporosis.

  • Pernah mengalami lebih dari sekali patah tulang.

  • Mengalami patah tulang setelah usia 50 tahun.

  • Mengonsumsi obat-obatan, seperti obat kanker, steroid, dan obat yang digunakan setelah transplantasi organ yang dapat memengaruhi kesehatan dan kekuatan tulang.

  • Menderita kondisi kronis yang menyebabkan tulang lebih mudah patah, seperti lupus, rheumatoid arthritis, dan penyakit ginjal.

 

Persiapan sebelum DEXA Scan

 

Sebagian besar pasien tidak perlu mengubah rutinitas hariannya sebelum menjalani pemindaian DEXA. Pasien dapat meneruskan konsumsi makanan, minuman, atau obat-obatan seperti biasa, kecuali bila ada anjuran tertentu dari dokter. 

 

Namun, biasanya pasien akan diminta untuk mengisi kuesioner yang menanyakan tentang kondisi kesehatan saat ini, riwayat patah tulang, riwayat merokok, dan obat-obatan yang sedang dikonsumsi. Kendati demikian, sebelum pemeriksaan dilaksanakan, pasien biasanya disarankan untuk:

 

  • Menghentikan konsumsi suplemen selama 24 jam sebelum pemeriksaan, termasuk vitamin.

  • Mengenakan pakaian yang longgar dan tidak terbuat dari logam (ritsleting, kancing, dan sejenisnya).

  • Memberitahu dokter jika sedang hamil. Meski pemindaian DEXA dilakukan dengan menggunakan radiasi tingkat rendah, dokter umumnya tetap menganjurkan ibu hamil menghindari semua jenis paparan radiasi selama kehamilan untuk melindungi janin.

 

Prosedur DEXA Scan

 

Prosedur DEXA scan umumnya tidak menimbulkan rasa sakit dan berlangsung dengan cepat, dan biasanya berlangsung tidak lebih dari 25 menit. Saat dilakukan pemeriksaan, biasanya pasien akan tetap mengenakan pakaian biasa atau diminta untuk berganti pakaian khusus dari rumah sakit.

 

Prosedur ini tidak melibatkan jarum ataupun suntikan sama sekali. Adapun cara kerja DEXA scan adalah sebagai berikut:

 

  1. Pasien akan diminta berbaring di atas meja sinar-X DEXA khusus. Tim medis akan mengarahkan pasien hingga berada di posisi yang tepat.

  2. Mesin DEXA menggunakan dua sinar-X yang berbeda dan sinar tersebut menggunakan radiasi yang sangat sedikit untuk menjaga pemeriksaan tetap aman serta membantu membedakan tulang dan jaringan lainnya. Selama pemeriksaan, lengan mesin akan melewati tubuh pasien.

  3. Tim medis kemudian menerjemahkan data pengukuran kepadatan tulang ke dalam gambar dan grafik.

  4. Hasil pemeriksaan DEXA scan tersebut kemudian diinterpretasikan oleh ahli radiologi atau dokter.

 

Sebagian radiasi akan diserap oleh tulang dan jaringan lunak, dan sebagian lainnya akan menyebar ke seluruh tubuh pasien. Detektor khusus yang ada di dalam mesin DEXA akan mengukur berapa banyak radiasi yang melewati tulang dan informasi ini dikirim ke komputer.

 

Pengukuran kepadatan tulang pasien akan dibandingkan dengan kepadatan tulang orang dewasa muda yang sehat atau orang dewasa yang seusia, serta dibandingkan dengan jenis kelamin dan etnis yang sesuai dengan pasien.

 

Pascaprosedur DEXA Scan

 

Prosedur DEXA scan cukup cepat dan tidak menimbulkan rasa sakit. Bahkan, pasien dapat melanjutkan aktivitas seperti biasa segera setelah pemeriksaan. Tenaga profesional yang bersertifikat untuk menginterpretasikan gambar DEXA akan meninjau hasil pemeriksaan pasien dan menulis laporan yang kemudian disampaikan ke dokter. Lalu, dokter akan menjelaskan hasil tersebut kepada pasien.

 

Seberapa Akurat DEXA Scan?

 

DEXA scan menawarkan tingkat akurasi yang cukup tinggi. Tidak seperti pemeriksaan sinar-X lainnya, mesin DEXA diperiksa setiap hari untuk mengetahui kemampuannya dalam mengukur kepadatan tulang secara akurat. Di samping itu, tidak ada mesin DEXA yang sama persis antara satu mesin dan lainnya.

 

Itulah sebabnya, dokter merekomendasikan pasien untuk melakukan seluruh pemindaian DEXA di mesin yang sama. Bagi orang yang memiliki risiko osteoporosis dan patah tulang, disarankan untuk melakukan DEXA scan setiap 2 tahun sekali, kecuali orang dengan kondisi tertentu yang memerlukan pemeriksaan lebih sering. 

 

Tulang adalah bagian yang berperan penting bagi tubuh. Menjaga kesehatan tulang dapat membantu tubuh bergerak secara leluasa dan bisa melakukan segala aktivitas sehari-hari. Untuk itu, bila Anda mengalami sejumlah gejala yang mengganggu berkaitan dengan tulang, jangan ragu mengunjungi Dokter Spesialis Ortopedi (Tulang) di Siloam Hospitals.

 

Siloam Hospitals juga memiliki paket medical check up DXA / DEXA Scan Seluruh Tubuh. Paket pemeriksaan ini menggunakan teknologi DEXA yang bermanfaat untuk mendeteksi osteoporosis, mengukur risiko patah tulang, memantau efektivitas terapi osteoporosis, serta mengukur komposisi tubuh, yang termasuk lemak tubuh dan massa otot. Anda pun dapat memesan paket ini secara online melalui aplikasi MySiloam.

 

Aplikasi My Siloam

 

Dokter Kami
dr-rio-hermawan-sprad-k

Online & Kunjungi Rumah Sakit

dr. Rio Hermawan, SpRad (K)

Radiologi

Subspesialis Intervensional


MRCCC Siloam Hospitals Semanggi

Tersedia :

Tersedia hari ini

dr-sudianto-sprad

Kunjungi Rumah Sakit

dr. Sudianto, SpRad

Radiologi

Spesialis Radiologi


Siloam Hospitals Purwakarta

Tersedia :

Tersedia hari ini

dr-anna-celesta-nastasia-nalley-sp-rad

Kunjungi Rumah Sakit

dr. Anna Celesta Nastasia Nalley, Sp.Rad, R.I(K)

Radiologi

Subspesialis Intervensional


Siloam Hospitals Kupang

Tersedia :

Tersedia hari ini

message

ArticleDetail