Mengenal Extended Breastfeeding, Manfaat dan Dampaknya
Ibu dan Anak

Mengenal Extended Breastfeeding, Manfaat dan Dampaknya

08 September 2025 4 menit waktu baca
extended breastfeeding

Setelah melahirkan, ibu disarankan untuk memberikan ASI eksklusif pada bayi hingga berusia 6 bulan. Memasuki usia 6 bulan, bayi biasanya mulai dikenalkan dengan MPASI, namun pemberian ASI tetap disarankan setidaknya sampai bayi berusia 24 bulan untuk membantu memenuhi nutrisi bayi. 

 

Extended breastfeeding adalah upaya menyusui lebih dari waktu yang disarankan. Pada negara-negara tertentu, menyusui lebih dari 12 bulan dapat dianggap sebagai extended breastfeeding. Namun, di Indonesia, disebut extended breastfeeding jika menyusui lebih dari 24 bulan. Mari simak penjelasan selengkapnya mengenai manfaat dan dampak extended breastfeeding melalui ulasan di bawah ini.

 

Apa itu Extended Breastfeeding?

 

Extended breastfeeding adalah upaya menyusui lebih dari yang disarankan atau lebih dari 2 tahun. Perlu diketahui, Kementerian Kesehatan menyarankan ibu memberikan ASI eksklusif selama 6 bulan dan ASI lanjutan secara optimal hingga si kecil berusia 2 tahun atau lebih. Hal ini bermanfaat untuk meningkatkan kesehatan bayi.

 

Sebetulnya, extended breastfeeding adalah pilihan yang tidak bersifat wajib. Artinya, bukan suatu masalah jika ingin meneruskan pemberian ASI untuk bayi, namun tidak ada salahnya juga ibu menghentikan pemberian ASI dan menyapih saat bayi berusia 2 tahun.

 

Manfaat Extended Breastfeeding

 

Menyusui lebih dari 2 tahun rupanya juga dapat memberikan berbagai manfaat. Oleh karenanya, ibu dapat memilih untuk melakukan extended breastfeeding, yaitu memberikan ASI kepada si kecil saat usianya sudah lebih dari 2 tahun. Adapun beberapa manfaat extended breastfeeding adalah sebagai berikut.

 

1. Memberikan Nutrisi yang Optimal untuk Bayi

 

ASI adalah sumber makanan bergizi bagi anak. Ketika si kecil sudah mencoba makanan baru, ASI dapat membantu melengkapi nutrisi yang diperoleh anak setiap harinya. Hal ini akan bermanfaat bagi anak yang suka pilih-pilih makanan (picky eater), karena pemberian ASI dapat membantu mencukupi nutrisi hariannya.

 

2. Membantu meningkatkan Imun Tubuh Bayi

 

Manfaat pemberian ASI untuk bayi lebih dari 2 tahun selanjutnya adalah membantu meningkatkan daya tahan tubuh bayi. Pasalnya, ASI kaya akan antibodi yang bisa membantu si kecil melawan infeksi. Bayi yang menerima ASI secara optimal memiliki risiko lebih rendah terserang penyakit.

 

3. Meningkatkan Kesehatan Mental Ibu

 

Menyusui dapat memberikan pengaruh positif bagi perasaan ibu. Seseorang yang menyusui dapat memiliki kesehatan mental yang lebih baik, serta mengurangi tingkat kecemasan dan tingkat stres. Manfaat menyusui tersebut juga dapat dirasakan oleh ibu yang melakukan extended breastfeeding

4. Mengurangi Risiko Kanker Ibu

 

Menurut sebuah studi Lactation Reduces Breast Cancer Risk in Shandong Province, China, menyusui selama 2 tahun atau lebih juga bisa membantu mengurangi risiko kanker payudara pada ibu. Tidak sampai di situ, menurut studi lainnya berjudul Association Between Breastfeeding and Ovarian Cancer Risk, extended breastfeeding juga dapat menurunkan risiko kanker ovarium.

5. Menurunkan Berat badan Ibu

 

Salah satu keuntungan yang bisa ibu peroleh dari extended breastfeeding adalah membantu menurunkan berat badan. Menyusui dalam jangka panjang dapat membantu menjaga berat badan ideal, namun tentu harus diimbangi dengan olahraga yang rutin, pola makan sehat, dan tidur yang cukup. 

 

Dampak Extended Breastfeeding

 

Selain beberapa manfaat di atas, ada juga beberapa dampak lainnya ketika ibu melakukan extended breastfeeding. Berikut beberapa dampak yang dapat menjadi pertimbangan ibu, sebelum memutuskan untuk melakukan extended breastfeeding, di antaranya adalah:

 

A. Stigma Sosial

 

Di beberapa negara, menyusui dalam waktu lama tidak termasuk dalam budaya mereka. Hal ini mungkin bisa membuat ibu yang menyusui buah hatinya lebih dari waktu yang dinormalisasikan akan dianggap tidak wajar. Untuk itu, dukungan dari pasangan, keluarga, dan teman-teman sangat penting bagi ibu yang melakukan extended breastfeeding.

 

B. Waktu

 

Dampak lain dari extended breastfeeding adalah waktu dan usaha yang dikerahkan. Seorang ibu mungkin sudah merasa kewalahan ketika harus membagi waktu untuk beraktivitas dan merawat anak, sehingga waktu istirahatnya berkurang jika harus menyusui. Dengan mempertimbangkan hal ini, beberapa ibu mungkin lebih nyaman memberikan susu formula untuk anak ketika usianya sudah lebih dari 2 tahun sebagai pengganti ASI.

 

C. Kemungkinan Hamil Selanjutnya

 

Saat menyusui, hormon tubuh mengalami perubahan, sehingga terkadang dapat memengaruhi siklus menstruasi. Jika ibu merencanakan kehamilan selanjutnya, mungkin ibu akan mengalami kesulitan dalam menghitung masa subur, akibat siklus menstruasi yang tidak teratur.

 

Itulah beberapa manfaat extended breastfeeding beserta dampaknya yang perlu ibu pahami. Bisa disimpulkan bahwa extended breastfeeding sebenarnya memberikan banyak manfaat sehingga ibu tidak harus memaksa menyapih anak ketika ia masih belum siap.

 

Memaksa anak berhenti menyusu tidak selalu membuatnya menjadi anak mandiri. Begitu juga dengan melakukan extended breastfeeding, bukan berarti akan membuat anak sulit disapih di kemudian hari.

 

Jika ibu memiliki berbagai pertimbangan untuk melakukan extended breastfeeding atau menghentikan pemberian ASI pada anak, ibu dapat berkonsultasi dengan Dokter Spesialis Obstetri dan Ginekologi di Siloam Hospitals terdekat agar mendapatkan saran berdasarkan segi kesehatan yang tepat.

 

Anda bisa memanfaatkan aplikasi MySiloam untuk melihat jadwal praktik dokter, membuat janji temu dengan dokter terkait, melakukan self check in, hingga mengantre secara online sehingga tidak perlu menunggu lama di rumah sakit. 

 

Aplikasi My Siloam (1)

Dokter Kami
dr-lenny-khosal-spog

Kunjungi Rumah Sakit

dr. Lenny Khosal, M.Kes, SpOG

Obstetri dan Ginekologi (Kandungan)

Spesialis Obstetri dan Ginekologi


Siloam Hospitals Makassar

Tersedia :

Tersedia hari ini

dr-tia-indriana-spog

Kunjungi Rumah Sakit

dr. Tia Indriana, SpOG

Obstetri dan Ginekologi (Kandungan)

Spesialis Obstetri dan Ginekologi


Siloam Hospitals Purwakarta

Tersedia :

Tersedia hari ini

dr-danny-wiguna-spog

Online & Kunjungi Rumah Sakit

dr. Danny Wiguna, SpOG

Obstetri dan Ginekologi (Kandungan)

Spesialis Obstetri dan Ginekologi


Siloam Hospitals Yogyakarta

Tersedia :

Tersedia hari ini

message

ArticleDetail