Kesehatan Tubuh
Feokromositoma - Penyebab, Gejala, dan Cara Mengatasinya

Table of Contents
Feokromositoma adalah kondisi langka, yaitu adanya tumor yang tumbuh di kelenjar adrenal. Kondisi ini juga dikenal dengan paraganglioma adrenal atau tumor sel chromaffin. Perlu diketahui, feokromositoma umumnya terjadi pada orang dewasa berusia 30–50 tahun. Kendati demikian, tumor ini tetap bisa menyerang siapa saja. Simak penjelasan selengkapnya tentang feokromositoma melalui ulasan di bawah ini.
Apa itu Feokromositoma?
Seperti yang sudah dijelaskan, feokromositoma atau pheochromocytoma adalah tumor langka yang tumbuh di dalam kelenjar adrenal. Sebagai informasi, kelenjar adrenal adalah jaringan yang berada di atas ginjal dan berfungsi untuk menghasilkan hormon yang berkaitan dengan metabolisme tubuh, pengendalian tekanan darah, serta respons tubuh terhadap stres.
Tumor tersebut terdiri dari jenis sel tertentu yang disebut sel kromafin, yaitu sel yang memproduksi dan melepaskan hormon yang menyebabkan respons “lawan atau lari” (fight or flight), yaitu respons tubuh ketika merasa ada ancaman. Terkadang, tumor ini menyerang satu kelenjar adrenal, namun tak menutup kemungkinan juga dapat menyerang kedua kelenjar adrenal.
Sebagian besar kasus feokromositoma adalah tumor jinak (tidak berpotensi menjadi kanker). Namun, sekitar 10–15% feokromositoma mungkin bersifat ganas. Kendati demikian, tidak ada standar tingkatan stadium kanker seperti kanker pada umumnya. Pembagian feokromositoma dijelaskan sebagai berikut:
-
Feokromositoma lokal: Tumor hanya terdapat pada satu atau kedua kelenjar adrenal.
-
Feokromositoma regional: Kanker sudah menyebar ke kelenjar getah bening atau jaringan lain di dekat kelenjar adrenal.
-
Feokromositoma metastatik: Kanker telah menyebar ke organ tubuh lain, seperti hati, paru-paru, tulang, atau kelenjar getah bening yang jauh dari kelenjar adrenal.
-
Feokromositoma berulang: Kanker yang muncul kembali setelah diobati, bisa muncul di bagian tubuh yang sama atau berbeda.
Penyebab Feokromositoma
Pada sebagian besar kasus, tidak diketahui secara pasti apa penyebab feokromositoma. Beberapa orang yang menderita penyakit ini memiliki kondisi keturunan yang berkaitan dengan feokromositoma, seperti penyakit Von Hippel-Lindau, neurofibromatosis tipe 1 (NF1), sindrom paraganglioma herediter, dan kondisi lainnya. Selain itu, feokromositoma juga bisa terjadi akibat adanya mutasi di salah satu dari setidaknya 10 gen berbeda.
Gejala Feokromositoma
Gejala feokromositoma muncul ketika tumor mengakibatkan peningkatan sekresi hormon (produksi hormon) adrenalin (epinefrin) atau noradrenalin (norepinefrin) ke dalam darah. Namun, pada beberapa kasus, tumor bisa saja tidak mengeluarkan adrenalin maupun noradrenalin tambahan sehingga tidak timbul gejala yang signifikan. Secara umum, gejala feokromositoma adalah sebagai berikut:
-
Tekanan darah tinggi.
-
Sakit kepala.
-
Keringat berlebih tanpa alasan.
-
Detak jantung berdebar.
-
Merasa gemetar.
Adapun beberapa gejala yang kurang umum dari feokromositoma adalah sebagai berikut:
-
Nyeri pada dada atau perut.
-
Mual dan/atau muntah.
-
Pucat.
-
Penurunan tekanan darah yang ekstrem saat berdiri secara tiba-tiba (hipotensi ortostatik).
-
Penurunan berat badan yang tidak dapat dijelaskan.
-
Gangguan penglihatan.
Diagnosis Feokromositoma
Feokromositoma adalah tumor langka yang terkadang tidak menunjukkan gejala apa pun sehingga diagnosisnya mungkin sulit dilakukan. Tumor ini biasanya ditemukan ketika penderitanya sedang melakukan tes atau prosedur untuk alasan lain. Dokter dapat mencurigai adanya feokromositoma setelah meninjau beberapa faktor berikut ini:
-
Riwayat kesehatan pasien.
-
Evaluasi fisik dan medis menyeluruh.
-
Karakteristik gejala tertentu, seperti tekanan darah tinggi yang tidak responsif terhadap pengobatan standar.
Guna memperkuat diagnosis, dokter biasanya meminta pasien menjalani tes darah dan tes urine 24 jam (pemeriksaan urine setiap pasien berkemih dalam kurun waktu 24 jam). Kemudian, sampel darah dan urine tersebut akan diteliti untuk mendeteksi peningkatan kadar hormon dan hasil metabolismenya.
Dokter juga akan melakukan pemindaian menggunakan MRI, CT scan, atau PET scan untuk mengonfirmasi diagnosis serta mengetahui lokasi dan ukuran tumor. Bila sudah didiagnosis menderita feokromositoma, pasien diminta menjalani tes genetik untuk memastikan apakah penyakit ini disebabkan oleh kelainan genetik.
Pengobatan Feokromositoma
Pengobatan utama untuk feokromositoma adalah pembedahan atau operasi. Prosedur ini bertujuan untuk menekan produksi hormon berlebih sehingga tekanan darah pun menjadi lebih stabil. Metode yang sering digunakan oleh dokter untuk mengangkat jenis tumor langka ini adalah laparoskopi.
Namun, selama 7–10 hari sebelum prosedur dilakukan, dokter akan terlebih dahulu memberikan obat-obatan untuk menghentikan kerja hormon adrenalin. Tujuannya adalah agar tekanan darah pasien lebih stabil selama operasi. Obat-obatan yang diberikan umumnya obat penghambat alfa dan penghambat beta.
Mengingat bahwa kedua obat tersebut dapat menurunkan tekanan darah, maka pasien juga disarankan mengonsumsi makanan tinggi natrium supaya tekanan darah tetap stabil selama ataupun sesudah operasi.
Akan tetapi, bila tumor sudah sangat ganas dan tidak bisa diangkat melalui operasi, biasanya pasien akan disarankan menjalani kemoterapi dan/atau radioterapi guna menghambat pertumbuhannya.
Pencegahan Feokromositoma
Karena belum diketahui secara pasti apa penyebab feokromositoma, maka kondisi ini sulit untuk dicegah. Kendati demikian, risiko terjadinya feokromositoma bisa dihindari dengan melakukan pemeriksaan sesegera mungkin bila mengalami sejumlah gejala yang mengarah pada kondisi ini.
Dalam hal ini, Anda dapat mengunjungi Dokter Spesialis Penyakit dalam di Siloam Hospitals. Anda bisa memanfaatkan aplikasi MySiloam untuk melihat jadwal praktik dokter, membuat janji temu dengan dokter terkait, hingga melakukan self check-in secara lebih mudah.
Artikel Terkait
Kunjungan Dokter Spesialis Penyakit Dalam - Homecare
Rp640.000
TERPOPULER
Elektrolit/Electrolyte Package (Natrium, Kalium, Klorida)
Darah, Elektrolit
1 Service/Item
Rp134.900
TERPOPULER
Complete Blood Count + Diff / Pemeriksaan Darah Lengkap
1 Service/Item
Rp123.300
Protein Urine Ad Random / Protein Urine Acak
1 Service/Item
Rp247.500




