Fistula Ani - Penyebab, Gejala, dan Cara Mengatasinya
Kesehatan Tubuh

Fistula Ani - Penyebab, Gejala, dan Cara Mengatasinya

22 Mei 2025 5 menit waktu baca
fistula ani

Fistula ani adalah kondisi ketika terdapat saluran abnormal yang berkembang dari dalam dubur atau anus ke kulit luar. Bila tidak segera mendapatkan penanganan, fistula ani dapat menimbulkan komplikasi berupa inkontinensia tinja (ketidakmampuan mengontrol buang air besar) hingga stenosis (penyempitan) anus. Lantas, apa penyebab fistula ani? Mari simak penjelasan selengkapnya melalui ulasan di bawah ini.

 

Apa itu Fistula Ani?

 

Seperti yang sudah dijelaskan, fistula ani (anal fistula) adalah terbentuknya saluran yang tidak normal dari dalam anus atau dubur ke kulit luar. Kondisi ini dapat menyebabkan terjadinya pembengkakan serta rasa nyeri di sekitar anus atau keluarnya nanah berbau busuk saat penderitanya buang air besar (BAB).

 

Jenis-Jenis Fistula Ani

 

Para ahli mengklasifikasikan fistula ani berdasarkan lokasinya yang berkaitan dengan otot sfingter anus. Pasalnya, otot-otot tersebut berperan penting dalam mengendalikan pergerakan usus. Berdasarkan lokasinya, berikut adalah beberapa jenis anal fistula:

 

  • Intersphincteric anal fistula: Saluran yang terbentuk melewati otot sfingter anus internal, kemudian keluar melalui ruang antara otot sfingter internal dan eksternal.

  • Transsphincteric fistula: Saluran melewati kedua lapisan otot sfingter anus.

  • Extrasphincteric fistula: Saluran mengitari kedua otot sfingter. Jenis ini cukup jarang terjadi dan biasanya tidak berasal dari kelenjar anus, melainkan berasal dari rektum. 

  • Suprasphincteric fistula: Saluran melewati sfingter internal, kemudian mengelilingi sfingter eksternal.

  • Superficial anal fistula: Berasal dari bagian bawah saluran anus, berada di bawah kelenjar-kelenjar di sekitar anus, melalui kulit di dekatnya, lalu melewati otot-otot sfingter.

 

Penyebab Fistula Ani

 

Fistula ani terjadi akibat adanya infeksi yang berkembang menjadi abses (benjolan berisi nanah) di sekitar anus. Jika abses tersebut tidak segera diatasi, seiring waktu penumpukan nanah pada abses anus akan mencari jalan keluarnya sendiri dengan menekan area di sekitarnya dan membentuk saluran dari abses ke dubur atau anus, kemudian ke kulit luar.

 

Namun, bukan hanya disebabkan oleh abses yang tidak diobati, kondisi ini juga bisa dipicu oleh berbagai masalah kesehatan lainnya, seperti:

 

 

Pria berusia 20–40 tahun diketahui lebih sering terkena anal fistula. Selain itu, beberapa faktor yang diketahui dapat meningkatkan risiko terjadinya anal fistula adalah sebagai berikut:

 

  • Obesitas atau berat badan berlebih.

  • Mengidap diabetes.

  • Memiliki kebiasaan merokok.

  • Memiliki kadar kolesterol tinggi dalam tubuh.

  • Jarang beraktivitas fisik atau olahraga.

 

Gejala Fistula Ani

 

Gejala paling umum dari kondisi ini adalah timbulnya rasa nyeri pada dubur, sering kali nyeri terasa hebat dan berdenyut. Nyeri tersebut biasanya semakin terasa saat penderitanya sedang buang air besar, duduk, atau batuk. Selain itu, beberapa gejala lainnya yang dapat menyertai anal fistula, di antaranya:

 

  • Pantat sensitif terhadap sentuhan.

  • Pembengkakan, nyeri, dan kemerahan (peradangan) di dalam atau di sekitar anus. Kondisi tersebut merupakan salah satu gejala selulitis (infeksi di bawah kulit).

  • Keluarnya cairan (nanah, darah, atau kotoran) dari suatu tempat di sekitar anus yang mungkin berbau.

  • Demam dan menggigil.

  • Lemas.

 

Sementara itu, beberapa gejala yang tidak terlalu umum ditemui adalah nyeri saat buang air kecil, kesulitan menahan buang air besar, atau fistula tidak tampak saat dilihat dengan cermin.

 

Diagnosis Fistula Ani

 

Guna mendiagnosis anal fistula, dokter akan melakukan anamnesis (wawancara medis) terlebih dahulu untuk mengumpulkan informasi mengenai gejala serta riwayat kesehatan pasien. Kemudian, dilanjutkan dengan melakukan pemeriksaan fisik, khususnya pada anus dan sekitarnya.

 

Pada pemeriksaan fisik, dokter akan melihat tanda-tanda iritasi pada anus, dan memeriksa ada atau tidaknya lubang kecil yang mengeluarkan nanah saat ditekan di sekitar bukaan anus. Dokter biasanya juga melakukan pemeriksaan colok dubur guna memastikan kondisi pasien.

 

Beberapa kasus fistula memang bisa terdiagnosis hanya melalui pemeriksaan fisik. Namun, sebagian lainnya mungkin tidak menimbulkan gejala fisik. Jadi, guna mengonfirmasi diagnosis, dokter memerlukan sejumlah pemeriksaan penunjang, seperti:

 

  • Proktoskopi (untuk memeriksa kondisi anus).

  • Fistula probe (instrumen yang dirancang khusus yang dimasukkan ke dalam fistula untuk mengidentifikasi terowongan fistula).

  • Fistulography (rontgen dari fistula yang diambil setelah menyuntikkan pewarna ke dalamnya. Pewarna tersebut akan menunjukkan jalur fistula).

  • Anoskopi (untuk melihat kondisi di dalam anus).

  • Kolonoskopi (untuk memeriksa kondisi usus besar).

 

Pengobatan Fistula Ani

 

Pengobatan untuk anal fistula akan disesuaikan dengan lokasi dan tingkat keparahannya, dengan tujuan utama pengobatannya adalah untuk mengeluarkan nanah dan menghilangkan saluran abnormal, dengan tetap melindungi otot-otot di sekitar anus. Secara umum, berikut adalah beberapa pengobatan untuk anal fistula.

 

  • Fistulotomi: Prosedur ini dilakukan bila letak fistula tidak atau hanya sedikit berhubungan dengan otot sfingter. Pada prosedur fistulotomi, dokter akan membuka kulit dan otot saluran fistula ani, membersihkan area tersebut, dan membiarkannya terbuka untuk mendukung penyembuhan alami.

  • Penyumbatan fistula: Prosedur ini biasanya dilakukan bila nanah sudah bisa dikeluarkan. Penyumbatan fistula adalah jenis perawatan baru yang dapat menutup lubang bagian dalam pada fistula. Dokter kemudian mengisi terowongan fistula dengan bahan yang akan diserap tubuh seiring berjalannya waktu.

  • Pemasangan seton: Pada prosedur ini, dokter akan memasang seton (sejenis benang atau karet) dalam bentuk simpul melalui lubang fistula agar saluran bisa melebar sehingga nanah lebih mudah keluar, kemudian seiring waktu akan menutup.

  • Pemasangan jaringan: Prosedur ini bisa menjadi pilihan untuk mengobati fistula yang melalui otot sfingter.

  • Pengikatan saluran fistula (prosedur LIFT): Dokter akan membuat sayatan di atas fistula, lalu mengangkat bagian yang meradang. Setelah itu, saluran akan diikat dan dijahit ujung-ujungnya agar tertutup.

 

Pencegahan Fistula Ani

 

Langkah utama untuk mencegah fistula ani adalah menjaga kebersihan alat kelamin, anus, serta seluruh area di sekitarnya. Selain itu, gaya hidup yang kurang baik, seperti sering berganti pasangan dalam hubungan seksual dan merokok juga dapat memengaruhi terjadinya kondisi ini, sehingga sebaiknya dihentikan.

 

Di samping itu, pencegahan juga bisa dilakukan dengan menerapkan pola makan sehat dan bergizi seimbang, mencukupi kebutuhan cairan tubuh setiap harinya, serta menjalani pengobatan secara rutin jika memiliki kondisi yang meningkatkan risiko terjadinya anal fistula.

 

Kemudian, apabila Anda merasakan sejumlah gejala yang mengarah pada fistula ani, seperti nyeri hebat di area anus, jangan ragu untuk mengunjungi Dokter Spesialis Penyakit Dalam di Siloam Hospitals agar mendapatkan diagnosis dan penanganan yang tepat, serta mencegah komplikasi lebih dini.

 

Di Siloam Hospitals, Anda juga bisa melakukan pemeriksaan kesehatan sistem pencernaan dengan memesan paket Skrining Sistem Pencernaan Lengkap. Pemeriksaan ini bermanfaat untuk mendeteksi adanya risiko penyakit dalam sistem pencernaan dan sudah dilengkapi dengan berbagai tes, mulai dari fungsi hati hingga skrining kanker.

 

Aplikasi My Siloam (1)

Dokter Kami
dr-widjoyo-spb

Online & Kunjungi Rumah Sakit

dr. Widjoyo, SpB

Bedah Umum

Spesialis Bedah


Siloam Hospitals Makassar

Tersedia :

Tersedia hari ini

dr-roland-octavianus-karema-spb

Online & Kunjungi Rumah Sakit

dr. Roland Octavianus Karema, SpB

Bedah Umum

Spesialis Bedah


Siloam Hospitals Putera Bahagia

Tersedia :

Tersedia hari ini

dr-ade-chandra-spb

Kunjungi Rumah Sakit

dr. Ade Chandra, SpB

Bedah Umum

Spesialis Bedah


Siloam Hospitals Denpasar

Tersedia :

Tersedia hari ini

message

ArticleDetail