Gigantomastia - Penyebab, Gejala, dan Pengobatannya
Kesehatan Tubuh

Gigantomastia - Penyebab, Gejala, dan Pengobatannya

09 Oktober 2024 4 menit waktu baca
gigantomastia adalah

Hipertrofi payudara atau gigantomastia adalah kondisi langka yang ditandai dengan pertumbuhan jaringan payudara yang berlebihan. Kondisi ini membuat payudara terlihat sangat besar dan tidak proposional. Pertumbuhan jaringan tersebut biasanya bersifat jinak (bukan kanker). Untuk memahami apa itu gigantomastia selengkapnya, mari simak artikel di bawah ini.

 

Apa itu Gigantomastia?

 

Gigantomastia adalah pertumbuhan jaringan payudara yang abnormal dan berlebihan, sehingga membuat payudara berukuran sangat besar. Kondisi ini juga kerap disebut sebagai makromastia. Namun, makromastia biasanya ditandai dengan jaringan payudara berlebih yang beratnya kurang dari 2,26 kilogram (5 pound). Sementara itu, gigantomastia memiliki karakteristik berikut ini:

 

  • Terdapat jaringan payudara berlebih dengan berat lebih dari 2,26 kilogram (5 pound).

  • Jaringan payudara berlebih tersebut setara dengan lebih dari 3% total berat badan.

 

Berdasarkan waktu terjadinya, gigantomastia juga dapat dibedakan menjadi beberapa jenis, di antaranya sebagai berikut:

 

  • Gestational atau pregnancy-induced gigantomastia: Jenis gigantomastia yang terjadi selama masa kehamilan. Kondisi ini dapat dipicu oleh perubahan kadar hormon di dalam tubuh, umumnya terjadi pada trimester pertama kehamilan. Kondisi ini jarang terjadi, yaitu sekitar 1 dari 100.000 kehamilan.

  • Juvenile atau puberty-induced gigantomastia: Jenis gigantomastia yang terjadi selama masa pubertas pada remaja (11–19 tahun).

  • Medication-induced gigantomastia: Kondisi ini biasanya terjadi karena efek samping penggunaan obat-obatan tertentu, seperti obat untuk menangani rheumatoid arthritis, penyakit Wilson, dan sebagainya.

  • Idiopathic gigantomastia: Jenis gigantomastia yang terjadi tanpa diketahui penyebab pastinya. Ini merupakan jenis gigantomastia yang paling umum terjadi.

 

Penyebab Gigantomastia

 

Secara umum, belum diketahui secara pasti apa penyebab terjadinya gigantomastia. Namun, para ahli berpendapat bahwa kondisi ini berkaitan dengan beberapa faktor, di antaranya sebagai berikut:

 

  • Faktor genetik. Seseorang cenderung berisiko mengalami gigantomastia jika memiliki keluarga dengan riwayat kondisi serupa.

  • Mengalami perubahan hormonal, seperti saat pubertas atau hamil.

  • Mengonsumsi obat-obatan tertentu, seperti bucillamine atau penicillamine (obat yang diberikan pada penderita rheumatoid arthritis).

  • Menderita penyakit autoimun, seperti rheumatoid arthritis, lupus, psoriasis, myasthenia gravis, dan Hashimoto’s thyroiditis.

  • Obesitas yang ekstrem.

 

Gejala Gigantomastia

 

Gejala utama gigantomastia adalah adanya pertumbuhan jaringan yang abnormal dan berlebihan pada salah satu (unilateral) maupun kedua sisi payudara (bilateral). Jaringan abnormal tersebut bisa tumbuh secara perlahan selama beberapa tahun. Pada kasus tertentu, hal ini dapat terjadi dengan cepat hanya dalam jangka waktu beberapa hari atau minggu. Di samping itu, beberapa gejala umum gigantomastia adalah:

 

  • Payudara terasa nyeri (mastalgia).

  • Nyeri pada leher, bahu, dan punggung.

  • Bagian bawah payudara berwarna kemerahan, gatal, dan terasa hangat saat disentuh.

  • Postur tubuh yang buruk karena adanya beban berlebih dari payudara.

  • Infeksi atau abses pada payudara.

  • Puting mengalami mati rasa.

 

Diagnosis Gigantomastia

 

Langkah pertama yang dapat dilakukan dokter dalam menegakkan diagnosis gigantomastia adalah anamnesis atau wawancara medis dengan pasien untuk mengetahui keluhan, riwayat kesehatan pasien dan keluarga, jenis obat-obatan yang sedang dikonsumsi, hingga siklus menstruasi pasien.

 

Kemudian, dokter juga dapat melakukan pemeriksaan fisik untuk mengevaluasi perubahan yang terjadi pada payudara dan kondisi kesehatan pasien secara keseluruhan. Pemeriksaan penunjang lebih lanjut biasanya tidak diperlukan dalam membantu mengonfirmasi diagnosis kondisi ini.

 

Pengobatan Gigantomastia

 

Secara umum, tidak ada metode khusus untuk menangani gigantomastia. Pengobatan gigantomastia pada dasarnya dilakukan sesuai dengan gejala dan tingkat keparahannya. Misalnya, jika pasien mengalami infeksi atau abses pada kondisi gigantomastia, dokter dapat meresepkan obat antibiotik untuk menangani hal tersebut.

 

Selain itu, beberapa metode yang dapat digunakan untuk menangani gigantomastia adalah sebagai berikut:

 

  • Reduction mammoplasty, yaitu tindakan operasi yang dilakukan untuk mengecilkan ukuran payudara.

  • Penggunaan obat-obatan tertentu, untuk membantu menghentikan pertumbuhan jaringan payudara, jika gigantomastia disebabkan karena hormon. Beberapa jenis obat yang umum digunakan di antaranya:

    • Tamoxifen.

    • Danazol.

    • Bromocriptine.

    • Medroxyprogesterone.

 

Komplikasi Gigantomastia

 

Jika dibiarkan tanpa mendapatkan penanganan yang tepat, gigantomastia berisiko menimbulkan sejumlah komplikasi hingga kesulitan dalam menjalani aktivitas sehari-hari. Beberapa komplikasi tersebut di antaranya:

 

  • Peradangan pada kulit di sekitar payudara.

  • Kerusakan saraf permanen, terutama saraf interkostal keempat, kelima, atau keenam.

  • Gangguan psikologis, seperti stres atau depresi, karena merasa tidak percaya diri dengan penampilan payudara yang berlebihan.

 

Di samping itu, pada ibu hamil atau menyusui, gigantomastia berisiko memicu terjadinya beberapa komplikasi berikut ini:

 

 

Perlu diingat, informasi di atas hanya bersifat edukatif dan tidak bisa menggantikan diagnosis maupun saran perawatan dari tenaga medis profesional. Tanda dan gejala yang disebutkan pun tidak merepresentasikan gigantomastia sepenuhnya dan dapat muncul pada kondisi medis lain.

 

Maka dari itu, sangat penting untuk mendapatkan diagnosis yang akurat dan penanganan medis yang tepat dari dokter terkait. Dalam hal ini, Anda bisa mengunjungi Dokter Spesialis Bedah Plastik dan Rekonstruksi Estetika di Siloam Hospitals terdekat guna memperoleh diagnosis dan tindakan medis yang sesuai dengan kondisi tubuh.

 

Sebagai informasi, tahapan tindakan medis yang dilakukan di setiap rumah sakit mungkin akan berbeda-beda, mengingat hal tersebut perlu disesuaikan dengan fasilitas kesehatan yang tersedia. Namun, tenaga medis profesional akan memastikan prosedur medis yang dilakukan sudah sesuai dengan kondisi pasien.

 

Untuk membuat janji temu dengan dokter secara praktis, Anda bisa memanfaatkan fitur dalam aplikasi MySiloam yang memungkinkan pasien untuk melihat informasi jadwal praktik hingga melakukan reservasi secara online. Aplikasi ini juga dapat digunakan untuk konsultasi langsung dengan dokter pilihan dari mana pun dan kapan pun.

Sumber

Cleveland Clinic. Gigantomastis. Diakses pada 2024 | Healthline. What Is Gigantomastia?. Diakses pada 2024 |

Dokter Kami
dr-arie-wibisono-spbp-re

Kunjungi Rumah Sakit

dr. Arie Wibisono, SpBP-RE, AIFO-K

Bedah Plastik

Spesialis Bedah Plastik Rekonstruksi dan Estetik


Siloam Hospitals Balikpapan

Tersedia :

Tersedia hari ini

dr-agus-roy-rh-hamid-spbp-re

Online & Kunjungi Rumah Sakit

Dr. dr. Agus Roy R.H. Hamid, SpBP-RE (K)

Bedah Plastik

Subspesialis Bedah Tangan


Siloam Hospitals Denpasar

Tersedia :

Tersedia hari ini

dr-mendy-hatibie-spbp---re-k

Online & Kunjungi Rumah Sakit

Dr. dr. Mendy Hatibie Oley, SpBP-RE (K)

Bedah Plastik

Subspesialis Kraniomaksilofasial


Siloam Hospitals Manado

Tersedia :

Tersedia hari ini

message

ArticleDetail