Hipertrofi Adenoid - Penyebab, Gejala, dan Cara Mengatasinya
Kesehatan Tubuh

Hipertrofi Adenoid - Penyebab, Gejala, dan Cara Mengatasinya

03 Oktober 2025 3 menit waktu baca
mengenal hipertrofi adenoid

Hipertrofi adenoid adalah suatu kondisi obstruktif yang berkaitan dengan pembesaran ukuran kelenjar adenoid. Kondisi ini bisa terjadi dengan atau tanpa infeksi akut maupun kronis. Hipertrofi adenoid atau pembesaran adenoid dapat membuat penderitanya kesulitan bernapas, sehingga harus bernapas melalui mulut. Lantas, apa yang menyebabkan terjadinya pembesaran pada kelenjar adenoid? Simak penjelasan selengkapnya di bawah ini.

 

Apa itu Hipertrofi Adenoid?

 

Hipertrofi adenoid atau pembesaran adenoid adalah kondisi yang ditandai dengan adanya pembengkakan atau peradangan pada kelenjar adenoid. Kelenjar adenoid merupakan kumpulan jaringan limfoepitel yang terletak di nasofaring dan berfungsi untuk menangkap kuman atau patogen yang masuk melalui hidung dan mulut. Jaringan ini juga menghasilkan antibodi yang digunakan untuk melawan infeksi akibat virus atau bakteri.

 

Hipertrofi adenoid adalah kondisi yang umum dialami oleh anak-anak saat berusia 2–6 tahun, namun akan mengecil dengan sendirinya saat anak berusia 5–7 tahun, kemudian semakin mengecil lagi seiring bertambahnya usia. Pada anak-anak, kondisi pembesaran kelenjar ini sering kali menyebabkan anak mengalami obstructive sleep apnea (OSA).

 

Penyebab Hipertrofi Adenoid

 

Kondisi ini dapat disebabkan oleh infeksi, baik virus maupun bakteri, namun bisa juga disebabkan oleh kondisi noninfeksi. Adapun sejumlah bakteri dan virus yang dapat menyebabkan pembesaran adenoid adalah:

 

  • Bakteri: Staphylococcus aureus, Haemophilus influenzae, dan Corynebacterium diphtheriae.

  • Virus: Coronavirus, Adenovirus, Rhinovirus, atau virus Epstein-Barr (EBV).

 

Kelenjar adenoid biasanya akan membesar ketika tubuh sedang melawan infeksi dan akan mengempis setelah infeksi mereda. Namun, kelenjar ini juga bisa tetap membesar sekalipun infeksi sudah hilang atau tanpa adanya infeksi. Pasalnya, kondisi tersebut dapat disebabkan oleh sejumlah kondisi medis lainnya, seperti:

 

 

Adapun beberapa faktor yang dapat meningkatkan risiko terjadinya pembesaran adenoid adalah asap rokok, memiliki riwayat penyakit asma atau alergi, dan terkena paparan polusi udara terlalu sering.

 

Gejala Hipertrofi Adenoid

 

Gejala pembesaran adenoid bisa berbeda-beda, tergantung dari kondisi atau penyebab yang mendasarinya. Meski begitu, kondisi ini umumnya menimbulkan sejumlah gejala yang memengaruhi saluran pernapasan dan struktur di sekitarnya. Adapun beberapa gejala umum dari hipertrofi adenoid adalah:

 

  • Hidung tersumbat.

  • Pilek.

  • Tidur mendengkur.

  • Sleep apnea.

  • Nyeri tenggorokan.

  • Mulut kering.

  • Bau mulut.

  • Bibir pecah-pecah.

  • Napas berbunyi (mengi).

  • Sakit telinga.

  • Suara menjadi sengau.

  • Pembengkakan kelenjar getah bening di leher.

 

Komplikasi Hipertrofi Adenoid

 

Jika tidak mendapatkan penanganan yang tepat, kondisi ini dapat menyebabkan sejumlah komplikasi, seperti infeksi telinga kronis, gangguan pendengaran, penurunan berat badan, gangguan tumbuh kembang pada anak, gangguan tidur, hingga sinusitis.

 

Diagnosis Hipertrofi Adenoid

 

Dalam menegakkan diagnosis hipertrofi adenoid, dokter pertama-tama akan melakukan anamnesis (wawancara medis) terlebih dahulu untuk mengetahui gejala dan riwayat kesehatan pasien secara keseluruhan. Kemudian, dilanjutkan dengan melakukan pemeriksaan fisik dan serangkaian pemeriksaan penunjang, seperti:

 

  • Tes darah.

  • Nasopharyngoscopy (pemeriksaan bagian dalam hidung dengan alat khusus berbentuk pipa elastis yang dilengkapi kamera).

  • Tes pemindaian dengan foto rontgen atau CT scan.

 

Pengobatan Hipertrofi Adenoid

 

Dokter akan memberikan pengobatan yang tepat untuk penderita hipertrofi adenoid berdasarkan penyebab, usia, dan tingkat keparahannya. Apabila pembesaran adenoid disebabkan oleh infeksi bakteri, maka dokter akan memberikan resep obat antibiotik.

 

Sementara itu, jika disebabkan oleh reaksi alergi, maka dokter akan memberikan obat-obatan kortikosteroid dalam bentuk oral atau semprot untuk mengurangi peradangan. Sedangkan bila disebabkan oleh penyakit asam lambung, maka dokter akan memberikan resep obat penurun asam lambung dan menganjurkan pola makan yang sehat untuk pasien.

 

Apabila gejala yang dialami pasien tidak kunjung membaik melalui terapi obat-obatan, maka dokter dapat melakukan operasi pengangkatan kelenjar adenoid (adenoidektomi). Perlu diketahui, adenoidektomi dapat dilakukan pada anak-anak usia 1 tahun ke atas. Prosedur ini cukup aman dan tidak akan memengaruhi kemampuan tubuh dalam melawan infeksi.

 

Itulah penjelasan seputar hipertrofi adenoid yang perlu diketahui. Jangan ragu untuk berkonsultasi dengan dokter jika mengalami beberapa keluhan yang mengarah ke kondisi tersebut. Anda dapat mengunjungi Siloam Hospitals terdekat untuk mendapatkan diagnosis dan penanganan secara tepat.


Selain itu, Anda juga bisa memesan layanan Homecare - Kunjungan Dokter Umum dan Perawat melalui aplikasi MySiloam untuk melakukan pemeriksaan kesehatan dari rumah. Layanan ini sudah mencakup 1x kunjungan dokter dan perawat, pemeriksaan tanda-tanda vital, hingga alat kesehatan yang dibutuhkan selama prosedur. Mari jaga selalu kesehatan Anda #BersamaSiloam!

 

Siloam at Home

Dokter Kami
dr-agustinus-sony-yudianto-sptht-kl

Kunjungi Rumah Sakit

dr. Agustinus Sony Yudianto, SpTHT-KL

Otorinolaringologi (THTBKL)

Spesialis Telinga-Hidung-Tenggorok-Kepala-Leher


Siloam Hospitals Balikpapan

Tersedia :

Tersedia hari ini

dr-ropi-affandi-sptht-kl

Kunjungi Rumah Sakit

dr. Ropi Affandi, SpTHT-KL

Otorinolaringologi (THTBKL)

Spesialis Telinga-Hidung-Tenggorok-Kepala-Leher


Siloam Sriwijaya Palembang

Tersedia :

Tersedia hari ini

dr-emanuel-q-sptht-kl

Kunjungi Rumah Sakit

dr. Emanuel Quadarusman, SpTHT-KL

Otorinolaringologi (THTBKL)

Spesialis Telinga-Hidung-Tenggorok-Kepala-Leher


Siloam Hospitals Makassar

Tersedia :

Tersedia hari ini

message

ArticleDetail