Pembengkakan Kelenjar Getah Bening, Ini Penyebabnya
Kesehatan Tubuh

Pembengkakan Kelenjar Getah Bening, Ini Penyebabnya

15 September 2025 4 menit waktu baca
pembengkakan kelenjar getah bening

 

Pembengkakan kelenjar getah bening adalah kondisi ketika kelenjar yang berfungsi sebagai bagian dari sistem kekebalan tubuh mengalami pembesaran. Keadaan ini biasanya terjadi sebagai respons tubuh terhadap infeksi, peradangan, atau dalam beberapa kasus bisa menjadi tanda dari masalah kesehatan yang lebih serius. Mari simak informasi selengkapnya mengenai penyebab, gejala, hingga pengobatan pembesaran kelenjar getah bening di bawah ini.

 

Apa Itu Pembengkakan Kelenjar Getah Bening?

 

Pembengkakan kelenjar getah bening adalah suatu kondisi yang ditandai dengan adanya benjolan yang dapat muncul di leher, ketiak, atau selangkangan sebagai respons terhadap sistem imun yang sedang bekerja melawan infeksi. Secara medis, kondisi ini disebut juga sebagai adenopati atau limfadenopati.

 

Kelenjar getah bening merupakan bagian dari sistem limfatik yang berfungsi menyeimbangkan cairan tubuh. Kelenjar ini berperan sebagai filter untuk menyaring kuman, sel, atau benda asing dari cairan limfa (cairan yang berisi sel darah putih, protein, dan lemak).

 

Pembengkakan kelenjar getah bening umumnya terasa di leher, namun bisa juga terjadi di ketiak, di bawah rahang, atau di selangkangan. Sebagai informasi, tubuh manusia memiliki sekitar 600 kelenjar getah bening yang tersebar di seluruh tubuh (jumlahnya bisa berbeda setiap orang). 

 

Penyebab Pembengkakan Kelenjar Getah Bening

 

Penyebab paling umum pembengkakan kelenjar getah bening adalah infeksi. Berikut adalah beberapa kondisi yang dapat menyebabkan pembengkakan kelenjar getah bening:

 

Infeksi yang umum terjadi:

 

  • Radang tenggorokan.

  • Campak.

  • Infeksi telinga.

  • Gigi terinfeksi.

  • Mononukleosis.

  • Infeksi kulit atau luka, seperti selulitis.

  • Human immunodeficiency virus (HIV), virus yang menyebabkan Acquired Immunodeficiency Syndrome (AIDS).

 

Infeksi yang lebih jarang:

 

 

Gangguan sistem imun:

 

  • Lupus (penyakit kronis yang bisa menyebabkan pembengkakan dan iritasi. Lupus dapat memengaruhi sendi, kulit, ginjal, jantung, sel darah, hingga paru-paru).

  • Sarkoidosis (penyakit kronis yang menyebabkan pertumbuhan kelompok kecil sel peradangan yang disebut granuloma).

  • Rheumatoid arthritis (penyakit kronis yang menyebabkan peradangan pada jaringan yang melapisi sendi).

 

Kanker:

 

  • Leukemia.

  • Limfoma.

  • Kanker lain yang telah menyebar (metastasis) ke kelenjar getah bening.

 

Paparan toksin dan obat:

 

  • Obat-obatan, seperti allopurinol, atenolol, captopril, carbamazepine, hydralazine, penicillin, phenytoin, quinidine, sulfonamide, sulindac, dan lain-lain. 

  • Paparan gaya hidup terhadap alkohol, radiasi ultraviolet, dan tembakau, dapat meningkatkan risiko terjadinya kanker dengan limfadenopati sekunder.

 

Gejala Pembengkakan Kelenjar Getah Bening

 

Pembengkakan kelenjar getah bening bisa terjadi hanya pada satu bagian tubuh, misalnya karena infeksi lokal atau kanker yang belum menyebar, atau bisa juga muncul di berbagai bagian tubuh bila disebabkan penyakit sistemik atau kanker yang sudah menyebar. 

 

Pembengkakan kelenjar getah bening menandakan adanya kondisi yang tidak normal di tubuh. Benjolan ini bisa terasa nyeri atau lunak saat disentuh. Adapun gejala lain yang dapat menyertai kondisi ini adalah sebagai berikut:

 

  • Benjolan keras di bawah kulit, misalnya di leher atau selangkangan.

  • Benjolan keras yang tampak jelas, misalnya di ketiak, leher, selangkangan, atau belakang telinga.

  • Rasa hangat, kemerahan, nyeri tekan, atau rasa sakit di area tersebut.

  • Hidung meler, sakit tenggorokan, atau batuk.

  • Demam.

  • Berkeringat di malam hari.

 

Diagnosis Pembengkakan Kelenjar Getah Bening

 

Sebelum menegakkan diagnosis, dokter akan melakukan anamnesis (wawancara medis) mengenai gejala dan riwayat kesehatan pasien. Dokter biasanya akan memastikan bagaimana pembengkakan mulai terjadi, lalu apakah pembengkakan terjadi tiba-tiba atau menetap.

 

Kemudian, dilanjutkan dengan pemeriksaan fisik untuk melihat lokasi, ukuran, pembengkakan, dan rasa nyeri pada pembengkakan, serta apakah ada rasa hangat pada pembengkakan tersebut. Selanjutnya, guna mengonfirmasi diagnosis, dokter akan melakukan pemeriksaan penunjang, seperti:

 

  • Complete blood count (CBC): Untuk melihat tanda-tanda infeksi.

  • Tes antinuclear antibody (ANA) test: Untuk mendeteksi adanya autoimunitas.

  • Panel infeksi menular seksual (IMS): Untuk melihat kemungkinan infeksi menular seksual.

  • Tes pencitraan: Misalnya rontgen dada, USG, CT scan, atau mammogram untuk melihat kelenjar getah bening secara lebih detil dan mencari sumber infeksi atau tumor. 

  • Biopsi kelenjar getah bening: Mengambil sampel jaringan untuk diperiksa di laboratorium.

 

Pengobatan Pembengkakan Kelenjar Getah Bening

 

Jika pembengkakan kelenjar getah bening hanya muncul di satu area tubuh, kondisi ini disebut pembengkakan kelenjar getah bening lokal. Biasanya, kondisi ini disebabkan oleh infeksi virus sehingga tidak memerlukan pengobatan khusus dan bisa membaik dengan sendirinya. Seiring waktu, kelenjar getah bening akan perlahan kembali ke ukuran normal.

 

Namun, jika pembengkakan muncul di dua area atau lebih, kondisi ini disebut sebagai pembengkakan kelenjar getah bening generalisata. Kondisi ini biasanya menandakan adanya penyakit sistemik yang lebih serius. Pada kondisi ini, biasanya diperlukan pengobatan lebih intensif dalam jangka waktu lebih lama hingga kelenjar getah bening kembali normal.

 

Tergantung dari penyebabnya, langkah pengobatan untuk pembengkakan kelenjar getah bening meliputi:

 

  • Infeksi: Pada infeksi bakteri, pengobatan dapat dilakukan dengan pemberian antibiotik. Jika disebabkan oleh HIV, maka diperlukan pengobatan khusus untuk HIV.

  • Gangguan autoimun: Pengobatan diarahkan pada penyakit penyebabnya.

  • Kanker: Pembengkakan kelenjar getah bening karena kanker ditangani dengan terapi kanker, yang bisa meliputi operasi, radiasi, atau kemoterapi, tergantung jenis kankernya.

 

Sebagai informasi, tanda serta gejala yang disebutkan di atas tidak spesifik mewakili kondisi pembengkakan kelenjar getah bening. Artinya, gejala seperti demam dan timbulnya benjolan, bisa serupa dengan kondisi medis lainnya, sehingga penting untuk berkonsultasi dengan Dokter Spesialis Penyakit Dalam Subspesialis Hematologi Onkologi Medik di Siloam Hospitals terdekat agar mendapatkan diagnosis yang akurat.

 

Namun, tahapan pemeriksaan dan pengobatan yang Anda jalani terkait kondisi ini mungkin berbeda di satu fasilitas kesehatan dengan yang lain. Tenaga medis akan menentukan tahapan pemeriksaan dan pengobatan yang tepat sesuai dengan kondisi medis setiap pasien.

 

Anda bisa menggunakan aplikasi MySiloam untuk menemukan Siloam Hospitals terdekat. Melalui aplikasi ini, Anda juga dapat membuat janji temu dengan dokter terkait serta memeriksa riwayat kesehatan secara online. Mari unduh aplikasi MySiloam sekarang untuk menikmati berbagai fitur yang memudahkan perjalanan kesehatan Anda.

Sumber

StatPearls. Lymphadenopathy. Diakses pada 2025 | Verywell Health. Swollen Lymph Node Symptoms and Causes. Diakses pada 2025 | Cleveland Clinic. Swollen Lymph Nodes. Diakses pada 2025 | Mayo Clinic. Swollen lymph nodes. Diakses pada 2025 |

message

ArticleDetail