Kesehatan Tubuh
Hypoalbuminemia, Kenali Gejalanya saat Kekurangan Protein

Table of Contents
Hypoalbuminemia adalah kondisi medis yang ditandai dengan rendahnya kadar albumin dalam darah. Penurunan kadar albumin dapat terjadi akibat berbagai kondisi, termasuk gangguan hati, penyakit ginjal, peradangan kronis, atau malnutrisi. Meskipun gejalanya tidak selalu spesifik, hipoalbuminemia dapat menimbulkan efek yang serius sehingga perlu segera ditangani. Mari pahami lebih dalam mengenai hypoalbuminemia melalui ulasan di bawah ini.
Apa Itu Hypoalbuminemia?
Seperti yang sudah dijelaskan, hypoalbuminemia adalah kondisi ketika kadar albumin di dalam darah atau serum terlalu rendah. Kondisi ini sangat umum terjadi pada orang yang menderita penyakit kritis yang mengancam jiwa, seperti sirosis hati, gagal jantung, malnutrisi, luka bakar parah, dan penyakit ginjal.
Hipoalbuminemia merupakan salah satu gangguan yang paling umum terjadi pada pasien kritis atau pasien yang sedang dirawat di rumah sakit. Kondisi ini dapat disebabkan oleh penurunan produksi albumin (jarang terjadi), peningkatan hilangnya albumin (baik melalui ginjal, saluran gastrointestinal (pencernaan), kulit, atau ruang ekstravaskular), peningkatan katabolisme albumin, maupun kombinasi dari 2 atau lebih mekanisme ini.
Sebagai catatan, albumin adalah protein yang bertanggung jawab mengangkut vitamin, enzim, dan hormon ke seluruh tubuh. Albumin juga membentuk 50% protein yang ditemukan dalam plasma. Artinya, jika albumin rendah, hormon dan senyawa lainnya tidak dapat mencapai tempat yang seharusnya di dalam tubuh untuk menjalankan tugasnya.
Penyebab Hypoalbuminemia
Pada orang dewasa, konsentrasi albumin biasanya antara 35–50 g/L. Menurut artikel “Hypoalbuminemia” yang dipublikasikan StatPearls, kadar albumin di bawah 35 g/L menunjukkan kadar albumin yang rendah. Kondisi ini sering kali menjadi gejala dari masalah medis tertentu. Adapun kondisi-kondisi yang bisa menyebabkan hypoalbuminemia adalah:
-
Malnutrisi atau ketidakseimbangan asupan nutrisi dengan kebutuhan tubuh.
-
Penyakit radang usus.
-
Infeksi.
Selain beberapa kondisi di atas, penyebab lain dari hypoalbuminemia adalah sebagai berikut:
-
Luka bakar parah.
-
Stres.
-
Diabetes.
Di samping itu, hypoalbuminemia juga dapat memengaruhi seseorang yang dirawat di rumah sakit, teruma jika mereka:
-
Menggunakan ventilator.
-
Menjalani operasi.
-
Menerima cairan infus.
-
Memerlukan cardiopulmonary bypass machine (CBM).
Gejala Hypoalbuminemia
Gejala hypoalbuminemia bisa bervariasi, tergantung dari kondisi medis yang mendasarinya. Namun secara umum, orang dengan hypoalbuminemia dapat mengalami beberapa gejala berikut ini:
-
Mudah lelah.
-
Otot (tonus otot) melemah.
-
Jaundice (penyakit kuning).
-
Pembengkakan pada kaki, tungkai, dan tangan.
-
Kelopak mata bengkak.
-
Kulit kering dan gatal-gatal.
-
Urine berwarna gelap.
-
Urine berbusa atau berdarah.
-
Sering buang air kecil.
-
Diare.
-
Kehilangan nafsu makan.
-
Mual dan muntah.
-
Sesak napas.
-
Penurunan berat badan tanpa sebab.
-
Gangguan tidur.
-
Perubahan kemampuan berpikir jernih.
Diagnosis Hypoalbuminemia
Sebelum menegakkan diagnosis, dokter akan melakukan anamnesis (wawancara medis) terlebih dahulu untuk mengetahui gejala dan riwayat kesehatan pasien beserta keluarganya. Kemudian, dokter akan melakukan pemeriksaan fisik secara menyeluruh. Dokter biasanya juga meminta pasien menjalani pemeriksaan penunjang, seperti:
-
Comprehensive metabolic panel (CMP): Tes darah yang dilakukan untuk mengecek berbagai zat kimia di dalam tubuh termasuk kadar albumin dalam darah, fungsi hati (untuk melihat apakah terdapat gangguan hati), kadar elektrolit, gula darah, dan lain-lain.
-
Pemeriksaan urine: Tes ini dilakukan untuk menghitung nilai albumin urin, pengukuran protein untuk mengevaluasi kehilangan protein urine.
-
C-Reactive Protein (CRP): Tes yang digunakan untuk melihat seberapa banyak peradangan yang sedang terjadi di tubuh.
Pengobatan Hypoalbuminemia
Pengobatan hypoalbuminemia akan disesuaikan dengan penyebab yang mendasarinya. Penanganan kondisi tersebut akan membantu meningkatkan kadar albumin kembali normal. Secara umum, perawatan untuk hypoalbuminemia meliputi:
-
Mengonsumsi makanan bergizi seimbang untuk mengatasi kekurangan gizi dan penyakit jantung.
-
Mengonsumsi obat tekanan darah untuk mengatasi penyakit ginjal atau gagal jantung.
-
Perawatan luka bakar yang tepat, termasuk pencegahan infeksi dengan antibiotik jika diperlukan.
-
Pemberian infus albumin jika kadar albumin dalam darah terlalu rendah dan disesuaikan dengan kondisi pasien masing-masing.
Adapun beberapa jenis makanan yang dianjurkan untuk meningkatkan kadar albumin dalam tubuh adalah sebagai berikut:
-
Daging sapi, ayam, dan bebek.
-
Telur.
-
Kacang-kacangan.
-
Ikan salmon dan sarden.
-
Biji-bijian.
-
Tahu.
Pencegahan Hypoalbuminemia
Secara umum, hypoalbuminemia dapat dicegah dengan menerapkan langkah-langkah berikut ini:
-
Mengonsumsi makanan seimbang yang mengandung susu, protein, dan karbohidrat dari gandum utuh atau mengonsumsi suplemen untuk meningkatkan jumlah protein dan kalori dalam makanan.
-
Menghindari makanan tinggi garam.
-
Rutin meminum obat atau menjalani perawatan sesuai anjuran dokter untuk mengelola kondisi kesehatan yang mendasari.
-
Mengurangi konsumsi minuman beralkohol.
Perlu dipahami bahwa penyebab dan gejala terkait hypoalbuminemia di atas tidak bisa dijadikan sebagai acuan utama yang mewakili kondisi tersebut. Bukan tidak mungkin, beberapa gejala yang disebutkan di atas juga terjadi pada kondisi medis lain, sehingga penting untuk melakukan konsultasi dengan Dokter Spesialis Penyakit Dalam Subspesialis Ginjal Hipertensi di Siloam Hospitals terdekat agar mendapatkan diagnosis yang tepat.
Setiap rumah sakit mungkin memiliki tahapan pemeriksaan dan pengobatan yang berbeda-beda, tergantung dari fasilitas kesehatan yang tersedia. Namun, tenaga medis profesional akan mempertimbangkan kondisi kesehatan pasien terlebih dahulu guna menentukan langkah pemeriksaan dan pengobatan yang tepat.
Anda bisa menggunakan aplikasi MySiloam untuk menemukan Siloam Hospitals terdekat. Melalui aplikasi ini, Anda juga dapat membuat janji temu dengan dokter terkait serta memeriksa riwayat kesehatan secara virtual. Mari unduh aplikasi MySiloam sekarang untuk menikmati berbagai fitur yang memudahkan perjalanan kesehatan Anda.
Sumber
Cleveland Clinic. Hypoalbuminemia. Diakses pada 2025 | Medical News Today. What to know about low albumin levels. Diakses pada 2025 | StatPearls. Hypoalbuminemia. Diakses pada 2025 | Healthline. What Is Hypoalbuminemia and How Is It Treated?. Diakses pada 2015 |
Artikel Terkait
Dokter Kami
Siloam Hospitals Bekasi Sepanjang Jaya
Tersedia :
Tersedia hari ini
Siloam Hospitals Putera Bahagia
Tersedia :
Tersedia hari ini
Siloam Hospitals Kelapa Dua
Tersedia :
Tersedia hari ini
TERPOPULER
Paket Ginjal Basic
Skrining Ginjal, Skrining Lite
7 Service/Item
Rp400.000
TERPOPULER
Paket Ginjal Prima
Skrining Lite
8 Service/Item
Rp700.000
TERPOPULER
Paket Ginjal Sehat
Skrining Ginjal, Skrining Pria & Wanita
7 Service/Item
Rp3.000.000
TERPOPULER
Routine Test / Urine Rutin (Protein, Glukosa, Sedimen)
Infeksi, Skrining Ginjal, Urin
1 Service/Item
Rp63.000
TERPOPULER
Total Protein - ALB/Glob (Albumin & Globulin)
Darah, Hati/ Liver, Skrining Ginjal
1 Service/Item
Rp125.100
TERPOPULER
Paket Cek Fungsi Ginjal
Darah, Skrining Ginjal
3 Service/Item
Rp189.550
APO-A / Apolipoprotein A
1 Service/Item
Rp404.100
TERPOPULER
Apo-B / Apolipoprotein B
1 Service/Item
Rp261.900
Lp(a) / Lipoprotein
1 Service/Item
Rp495.900
Protein Bence Jones
1 Service/Item
Rp50.400
Protein Creatinine Ratio / Rasio Protein Kreatinin
1 Service/Item
Rp293.400
Elektroforesis Protein
1 Service/Item
Rp379.800
Protein Urine Ad Random / Protein Urine Acak
1 Service/Item
Rp247.500
Protein Urine Quantitative / Protein Urine Kuantitatif
1 Service/Item
Rp289.800
Screening Urine (Protein, Glucose)
1 Service/Item
Rp77.400






