Berat Badan Turun Drastis? Bisa Jadi Tanda Awal Infeksi Lambung!
Kesehatan Tubuh

Berat Badan Turun Drastis? Bisa Jadi Tanda Awal Infeksi Lambung!

22 Mei 2025 4 menit waktu baca
infeksi lambung adalah

 

Infeksi lambung adalah kondisi medis yang ditandai dengan meradangnya lapisan dinding lambung. Kondisi ini diawali oleh rusaknya lapisan dinding lambung, sehingga memudahkan bakteri untuk menginfeksi organ pencernaan tersebut. Infeksi lambung biasanya tidak menunjukkan gejala yang serius.

 

Namun, jika terjadi dalam jangka waktu lama, infeksi lambung berisiko berkembang menjadi tukak lambung, perforasi lambung, hingga kanker lambung. Mari kenali penyebab, gejala, diagnosis, serta cara mengobati infeksi lambung melalui ulasan berikut.

 

Apa itu Infeksi Lambung?

 

Infeksi lambung adalah gangguan pencernaan yang menyebabkan peradangan pada dinding lambung. Infeksi lambung umumnya disebabkan oleh bakteri Helicobacter pylori yang dapat hidup di dalam kondisi asam pada lambung. Umumnya, bakteri H. pylori menginfeksi lapisan dinding lambung yang telah rusak karena terkikis oleh cairan asam lambung.

 

Kondisi ini dapat terjadi karena tubuh tidak mampu memproduksi lendir yang cukup untuk melindungi lapisan dinding lambung dan saluran pencernaan lainnya. Lantas, apakah infeksi lambung bisa sembuh? Pada kondisi tertentu, infeksi lambung dapat mereda dan sembuh dengan sendirinya. Namun, kondisi ini tetap perlu diwaspadai karena berisiko menyebabkan berbagai komplikasi, seperti perdarahan dalam saluran pencernaan, anemia, tukak lambung, perforasi lambung, hingga kanker lambung.

 

Penyebab Infeksi Lambung

 

Penyebab utama terjadinya infeksi lambung adalah kontaminasi bakteri Helicobacter pylori yang menyerang lambung. Bakteri tersebut mampu bertahan hidup pada lambung yang mengandung cairan sangat asam karena dapat menghasilkan enzim urease. Enzim ini bekerja dengan menurunkan kadar asam dalam lambung sehingga menjadi tempat yang ideal bagi bakteri H. pylori untuk berkembang biak.

 

Selain itu, sejumlah faktor yang dapat meningkatkan risiko seseorang mengalami infeksi lambung adalah sebagai berikut:

 

  • Mengonsumsi obat antiinflamasi nonsteroid (OAINS) dalam jangka waktu lama dan tanpa pengawasan dokter.

  • Kebiasaan merokok dan mengonsumsi minuman beralkohol secara berlebihan.

  • Mengidap penyakit autoimun.

  • Stres.

  • Pernah menjalani operasi besar pada perut.

  • Tinggal di lingkungan yang padat sehingga meningkatkan risiko terjadinya penularan infeksi bakteri H. pylori.

  • Tinggal dengan seseorang yang mengidap infeksi lambung.

 

Gejala Infeksi Lambung

 

Gejala umum dari infeksi lambung hampir serupa dengan maag dan penyakit asam lambung lainnya, seperti:

 

  • Sensasi perih dan nyeri pada ulu hati (heartburn).

  • Mual dan muntah.

  • Perut kembung.

  • Sakit perut yang bertambah parah saat sedang mengonsumsi makanan atau minuman.

  • Nafsu makan menurun.

  • Kesulitan menelan.

  • Sering bersendawa.

  • Berat badan turun drastis tanpa alasan yang jelas.

 

Diagnosis Infeksi Lambung

 

Langkah awal yang dilakukan dokter untuk mendiagnosis infeksi lambung adalah wawancara medis dengan menanyakan keluhan, obat-obatan yang dikonsumsi, serta riwayat penyakit yang diderita oleh pasien. Selain itu, dokter juga dapat memastikan diagnosis infeksi lambung dengan melakukan beberapa pemeriksaan penunjang, di antaranya:

 

  • Tes darah, yaitu pemeriksaan medis dengan mengambil sampel darah untuk diperiksa di laboratorium guna mendeteksi keberadaan antibodi terhadap bakteri Helicobacter pylori.

  • Tes feses, yaitu tindakan medis yang dilakukan dengan mengambil sampel feses untuk mendeteksi antigen bakteri.

  • Tes napas. Melalui pemeriksaan ini, pasien diminta untuk mengonsumsi cairan atau pil yang mengandung karbon. Lalu, dokter akan mengarahkan pasien untuk mengembuskan napas pada suatu alat khusus. Apabila kadar karbon monoksida (CO) dalam napas pasien cukup tinggi, kondisi tersebut bisa menjadi indikasi adanya infeksi lambung.

  • Endoskopi dan biopsi, yaitu prosedur pemeriksaan dengan memasukkan selang kecil yang dilengkapi kamera melalui mulut menuju kerongkongan, lambung, dan usus, kemudian sampel jaringan akan diambil untuk diperiksa di bawah mikroskop. Pemeriksaan ini bertujuan untuk memeriksa kondisi lambung dan usus yang diduga terinfeksi oleh bakteri Helicobacter pylori.

 

Cara Mengobati Infeksi Lambung

 

Pengobatan infeksi lambung dilakukan untuk meredakan gejala serta mengatasi penyebab yang mendasarinya. Adapun obat-obatan yang kerap digunakan oleh dokter untuk menangani infeksi lambung adalah sebagai berikut:

 

  • Antibiotik untuk membunuh bakteri penyebab infeksi lambung.

  • Penghambat pompa proton (PPI), seperti omeprazole, esomeprazole, dan lansoprazole, untuk menurunkan produksi asam lambung.

  • Bismuth subsalicylate untuk melapisi dan melindungi dinding lambung dari efek cairan asam lambung.

  • Histamine blockers untuk menghambat kerja hormon histamin yang berfungsi merangsang produksi asam lambung.

 

Cara Mencegah Infeksi Lambung

 

Beberapa cara yang dapat dilakukan untuk mencegah terjadinya infeksi lambung adalah sebagai berikut:

 

  • Menjaga kebersihan makanan.

  • Tidak menggunakan alat makan milik orang lain.

  • Mengonsumsi obat-obatan sesuai dengan anjuran dokter.

  • Berhenti merokok.

  • Membatasi konsumsi minuman beralkohol.

  • Mengelola stres sebaik mungkin.

 

Penting untuk diketahui bahwa sejumlah gejala di atas tidak secara spesifik mewakili kondisi infeksi lambung. Artinya, gejala-gejala tersebut juga dapat mengindikasikan penyakit yang lain. Apabila Anda mengalami mual, perut kembung, disertai penurunan nafsu makan, segera berkonsultasi dengan Dokter Spesialis Penyakit Dalam di Siloam Hospitals terdekat untuk memperoleh diagnosis serta penanganan yang tepat.

 

Sebagai informasi, tahapan pemeriksaan dan prosedur medis di setiap rumah sakit mungkin akan berbeda karena hal tersebut perlu disesuaikan dengan fasilitas kesehatan yang tersedia. Untuk itu, tenaga medis profesional akan memastikan seluruh prosedur yang dijalankan adalah yang terbaik dan sudah sesuai dengan kondisi kesehatan pasien. 

 

Untuk membuat janji temu dengan dokter secara praktis, Anda bisa memanfaatkan fitur yang tersedia dalam aplikasi MySiloam. Bahkan, aplikasi ini juga memungkinkan Anda untuk melakukan konsultasi langsung dengan dokter pilihan dari mana pun dan kapan pun.

 

Digital Booking Lab&Rad - KV 5

Dokter Kami
dr-albertus-daniel-sppd

Online & Kunjungi Rumah Sakit

dr. Albertus Daniel, SpPD

Penyakit Dalam

Spesialis Penyakit Dalam


Siloam Hospitals Bekasi Sepanjang Jaya

Tersedia :

Tersedia hari ini

dr-ra-aditya-adhi-puruhita-sppd

Kunjungi Rumah Sakit

dr. Ra Aditya Adhi Puruhita, M.M.R., SpPD

Penyakit Dalam

Spesialis Penyakit Dalam


Siloam Hospitals Putera Bahagia

Tersedia :

Tersedia hari ini

dr-juliyanti-sppd

Kunjungi Rumah Sakit

dr. Juliyanti, SpPD, FINASIM

Penyakit Dalam

Spesialis Penyakit Dalam


Siloam Hospitals Kelapa Dua

Tersedia :

Tersedia hari ini

message

ArticleDetail