Cara Diet IF (Intermittent Fasting) & Manfaatnya bagi Tubuh
Pola Hidup Sehat

Cara Diet IF (Intermittent Fasting) & Manfaatnya bagi Tubuh

28 Januari 2026 4 menit waktu baca
intermittent fasting adalah

Intermittent fasting atau diet IF adalah metode pengaturan pola makan yang dilakukan dengan membatasi waktu konsumsi makanan dalam periode tertentu. Pendekatan ini dinilai mampu membantu menurunkan berat badan tanpa harus memangkas porsi makan secara drastis, melainkan dengan menata jadwal makan harian.

 

Metode intermittent fasting juga sering diterapkan sebagai bagian dari upaya membangun pola hidup sehat, termasuk bagi seseorang yang memiliki berat badan berlebih atau obesitas. Selain mendukung pengelolaan berat badan, diet ini juga dikaitkan dengan perbaikan metabolisme tubuh dan kontrol gula darah. Lantas, bagaimana cara menjalankan intermittent fasting dan apa saja manfaatnya? Simak pembahasan selengkapnya melalui artikel berikut.

 

Apa Itu Diet IF (Intermittent Fasting)?

 

Intermittent fasting adalah metode diet yang dilakukan dengan berpuasa dalam kurun waktu tertentu. Jangka waktu puasa yang umumnya diterapkan dalam program diet IF adalah 12–40 jam. Diet intermittent fasting berbeda dengan metode diet lainnya yang perlu membatasi atau mengurangi konsumsi makanan tertentu. 

 

Metode ini memperbolehkan individu untuk mengonsumsi makanan sehat dengan porsi normal setelah berpuasa selama kurun waktu tertentu. Seseorang juga boleh mengonsumsi air putih atau minuman bebas kalori lainnya saat sedang berpuasa pada metode intermittent fasting.

 

Manfaat Intermittent Fasting

 

Manfaat intermittent fasting tidak hanya dapat menurunkan berat badan dan mengatasi obesitas. Jika cara intermittent fasting dilakukan dengan tepat, diet ini akan memberikan beberapa manfaat untuk kesehatan tubuh. Beberapa manfaat intermittent fasting antara lain:

 

1. Menurunkan Berat Badan

 

Manfaat utama yang bisa diperoleh dari diet IF adalah mampu membantu menurunkan berat badan dan mengurangi konsentrasi lemak berlebih pada tubuh. Hal ini dikarenakan puasa yang dilakukan dalam metode intermittent fasting akan membuat tubuh mendapatkan asupan kalori lebih sedikit dari biasanya. Hasilnya, tubuh akan mengolah lemak cadangan menjadi energi sehingga berat badan pun akan menurun.

 

2. Menurunkan Risiko Penyakit Diabetes

 

Manfaat lain dari diet IF adalah dapat menurunkan risiko penyakit diabetes. Berpuasa akan membantu hormon insulin menjadi lebih sensitif terhadap kadar gula dalam darah untuk diolah menjadi energi. Dengan begitu, kadar gula dalam darah dapat lebih terkontrol.

 

3. Menjaga Kesehatan Jantung

 

Intermittent fasting juga dapat membantu individu untuk menjaga kesehatan jantung. Berpuasa dalam kurun waktu tertentu (selama melakukan intermittent fasting) diketahui mampu menurunkan kadar kolesterol jahat (LDL) yang menumpuk dalam tubuh. Hal ini membuat jantung dapat memompa darah secara optimal dan kesehatan tubuh pun akan terjaga.

 

Cara Intermittent Fasting

 

Metode dan jadwal intermittent fasting sebenarnya dapat ditentukan sendiri. Namun, beberapa metode dan jadwal intermittent fasting yang populer dilakukan dalam diet IF adalah sebagai berikut:

 

  • Daily time-restricted fasting (16/8 method): Mengonsumsi makanan dengan jangka waktu 8 jam dan dilanjutkan dengan puasa selama 16 jam. Sebagai contoh, mulai konsumsi makanan pada jam 11 siang hingga jam 7 malam (8 jam waktu makan) dan lanjutkan dengan puasa pada jam 7 malam hingga jam 11 siang keesokan harinya (16 jam puasa).

  • 5:2 fasting: Mengonsumsi makanan dengan porsi normal selama 5 hari dan berpuasa atau membatasi konsumsi kalori di bawah 500 kalori selama 2 hari dalam 1 minggu.

  • Alternate-day fasting: Mengonsumsi makanan dengan porsi normal pada satu hari, kemudian berpuasa penuh atau hanya mengonsumsi makanan rendah kalori (di bawah 500 kalori) pada hari berikutnya.

  • Warrior diet: Mengonsumsi buah dan sayur pada siang hari, kemudian dilanjutkan mengonsumsi makanan dengan porsi normal pada malam hari.

 

Intermittent fasting juga perlu diperhatikan dengan teliti agar tidak dilakukan dengan ekstrem. Hal ini dikarenakan diet intermittent fasting yang dilakukan secara ekstrem justru dapat menimbulkan beberapa efek samping, seperti:

 

 

Itulah ulasan lengkap mengenai diet intermittent fasting, mulai dari manfaat dan cara melakukannya. Langkah awal yang perlu dilakukan sebelum menjalani diet IF adalah melakukan konsultasi dengan ahli gizi guna memastikan program diet yang Anda lakukan sesuai dengan kondisi kesehatan dan dapat memberikan hasil optimal.

 

Perlu dipahami bahwa informasi di atas ditujukan untuk edukasi dan tidak dapat menggantikan saran medis profesional. Karenanya, diperlukan untuk berkonsultasi dengan Dokter Spesialis Gizi Klinik di Siloam Hospitals terdekat guna mendapatkan saran terbaik mengenai pola makan yang sehat untuk program diet Anda. 

 

Selain itu, Anda juga bisa memanfaatkan paket Catering Sehat Homecare untuk mengoptimalkan program diet yang Anda lakukan. Paket Catering Sehat ini telah disesuaikan dengan anjuran ahli gizi sehingga nutrisi dan kandungan gizinya pun terjamin. 

 

Gunakan fitur yang tersedia aplikasi MySiloam untuk mendapatkan layanan tersebut dan berbagai layanan kesehatan lainnya seperti melihat jadwal praktik dokter, membuat janji temu dengan dokter terkait, serta memantau hasil pemeriksaan kesehatan secara online.

 

Digital Booking Lab&Rad - KV 1

Dokter Kami
dr-lanny-christiawati-spgk

Online & Kunjungi Rumah Sakit

dr. Lanny Christiawati, SpGK

Gizi Klinik

Spesialis Gizi Klinik


Siloam Hospitals TB Simatupang

Tersedia :

Tersedia hari ini

dr-samuel-oetoro-spgk

Kunjungi Rumah Sakit

Dr. dr. Samuel Oetoro, MS, SpGK (K)

Gizi Klinik

Subspesialis Nutrisi pada Kelainan Metabolisme Gizi


MRCCC Siloam Hospitals Semanggi

Tersedia :

Tersedia hari ini

dr-christopher-andrian-mgizi-spgk

Online & Kunjungi Rumah Sakit

dr. Christopher Andrian, M.Gizi, SpGK

Gizi Klinik

Spesialis Gizi Klinik


Siloam Hospitals TB Simatupang

Tersedia :

Tersedia hari ini

message

ArticleDetail