Jantung Bocor: Penyebab, Gejala, dan Cara Mengobatinya
Kesehatan Tubuh

Jantung Bocor: Penyebab, Gejala, dan Cara Mengobatinya

12 Juni 2025 5 menit waktu baca
jantung bocor adalah

Jantung bocor adalah istilah yang umum digunakan untuk menyebut kelainan jantung akibat masalah pada katup jantung. Kondisi ini sering kali tidak disadari oleh penderitanya karena jarang menimbulkan gejala khusus. 

 

Pada umumnya, jantung bocor berpotensi dialami oleh orang dewasa dan juga anak-anak akibat kondisi bawaan. Mari simak lebih lengkap mengenai gejala penyakit jantung bocor, penyebab, dan cara mengobatinya melalui artikel di bawah ini.

 

Apa itu Jantung Bocor?

 

Jantung bocor adalah kelainan pada katup jantung yang dapat terjadi pada semua kalangan usia. Jantung bocor pada orang dewasa sering kali disebabkan oleh salah satu atau katup yang tidak dapat berfungsi dengan baik. Sementara itu, jantung bocor pada anak-anak atau bayi dapat disebabkan oleh gangguan pada katup jantung yang tidak tertutup secara sempurna sebagaimana mestinya.

 

Perlu diketahui, katup jantung manusia terdiri dari empat bagian, yaitu pulmonal, trikuspid, aorta, dan mitral. Katup jantung berperan dalam mengendalikan aliran darah dari ruang jantung satu ke ruang jantung lainnya. Katup jantung juga memiliki dua atau tiga kelopak yang dapat menutup dan membuka.

 

Kelopak tersebut akan terbuka ketika darah dipompa menuju ruang jantung berikutnya atau keluar dari jantung untuk mencapai organ lain melalui aora, dan akan menutup dengan sendirinya untuk mencegah darah kembali ke jantung.

 

Akan tetapi, pada beberapa kasus, katup jantung tersebut tidak dapat menutup dengan sempurna. Alhasil, aliran darah yang seharusnya dipompa ke organ lain justru kembali ke jantung dan menyebabkan kondisi yang disebut jantung bocor.

 

Penyebab Jantung Bocor

 

Jantung bocor adalah suatu kelainan katup jantung yang dapat dipicu oleh beberapa kondisi medis tertentu. Berikut masing-masing penjelasannya.

 

1. Kardiomiopati

 

Kardiomiopati adalah kondisi di mana jantung mengalami pembesaran otot atau pelebaran ruang sehingga meregangkan jaringan di sekitar katup jantung dan menyebabkan kebocoran. Kardiomiopati dapat dipicu oleh hipertensi yang berlangsung dalam waktu yang lama, kondisi bawaan, atau kehamilan.

 

2. Penyakit Jantung Koroner

 

Penyakit jantung koroner terjadi akibat penyumbatan pada pembuluh darah utama yang berfungsi membawa pasokan darah untuk otot jantung. Kondisi ini sering kali dipicu oleh plak kolesterol atau peradangan.

 

Tersumbatnya asupan darah menyebabkan otot jantung tidak dapat bekerja maksimal, bahkan bila tersumbat dalam waktu lama otot jantung dapat mengalami kematian. Hal ini mengakibatkan rusaknya otot yang menopang katup jantung sehingga terjadi kebocoran jantung.

 

3. Kelainan Genetik

 

Salah satu penyebab jantung bocor adalah faktor genetik. Seseorang yang memiliki keluarga dekat (saudara kandung atau orang tua) dengan riwayat jantung bocor berisiko lebih tinggi mengalami jantung bocor.

 

4. Riwayat Operasi Jantung

 

Penyebab selanjutnya dari jantung bocor adalah riwayat operasi jantung sebelumnya, terutama jika operasi tersebut bertujuan memperbaiki kelainan jantung.

 

5. Penyakit Jantung Rematik

 

Infeksi saluran nafas yang disebabkan oleh bakteri S. aureus yang tidak ditangani secara tepat dapat menyebabkan demam rematik. Demam rematik yang tidak segera ditangani dapat berkembang menjadi penyakit jantung rematik. Penyakit ini menyerang katup jantung dan menyebabkan adanya sumbatan atau kebocoran pada salah satu katup jantung, umumnya adalah katup mitral.

 

Faktor Risiko Jantung Bocor

 

Beberapa faktor yang dapat meningkatkan risiko seseorang mengalami jantung bocor adalah sebagai berikut:

 

  • Memiliki keluarga dengan riwayat jantung bocor (genetik).
  • Menderita penyakit jantung.
  • Memiliki penyakit katup jantung bawaan.
  • Pernah mengalami serangan jantung.
  • Tekanan darah tinggi (hipertensi).
  • Mengalami demam rematik.

 

Gejala Jantung Bocor

 

Jantung bocor dapat terjadi secara mendadak. Beberapa gejala yang biasanya dialami oleh penderita jantung bocor adalah:

 

  • Palpitasi jantung atau jantung berdebar.
  • Sesak napas.
  • Kelelahan dan lemah.
  • Sulit beraktivitas secara normal.
  • Pembengkakan (edema) pada kaki, pergelangan kaki, atau perut.
  • Pusing dan mual.
  • Nyeri dada.
  • Kehilangan kesadaran.
  • Batuk-batuk, terutama saat malam hari.
  • Peningkatan berat badan secara signifikan.

 

Diagnosis Jantung Bocor

 

Sebelum menegakkan diagnosis, dokter akan melakukan anamnesis terkait gejala dan riwayat kesehatan pasien. Kemudian dilanjutkan dengan pemeriksaan fisik menggunakan stetoskop yang ditempelkan pada dada. Tujuannya adalah mendengarkan suara jantung untuk memastikan apakah terdapat suara yang tidak normal.

 

Selanjutnya, dokter akan meminta pasien untuk menjalani pemeriksaan penunjang dengan EKG dan ekokardiogram guna menegakkan diagnosis.

 

Cara Mengobati Jantung Bocor

 

Pengobatan jantung bocor atau regurgitasi katup tergantung dari seberapa parah kondisi kebocoran yang dialami oleh pasien. Pasien yang mengalami kondisi jantung bocor dengan tingkat gejala ringan biasanya tidak memerlukan perawatan khusus. Namun, kondisi ini memerlukan penanganan dengan segera apabila pasien mengalami:

 

  • Penurunan produktivitas.
  • Muncul gejala yang membuat tidak nyaman.
  • Gejala sesak yang mengganggu aktivitas sehari-hari.
  • Jantung terpaksa bekerja lebih keras.

 

Tujuan pengobatan jantung bocor adalah meringankan gejala yang dialami pasien. Penyembuhan jantung bocor hanya bisa dilakukan melalui prosedur operasi. Prosedur ini bertujuan memperbaiki atau mengganti katup yang mengalami gangguan, seperti:

 

  • Mengganti katup jantung dengan katup buatan sintetis sesuai kondisi pasien.
  • Transplantasi katup jantung.
  • Memperbaiki katup jantung menggunakan anuloplasti (ring untuk mengencangkan atau menguatkan katup yang bocor).

 

Selain itu, pasien jantung bocor juga disarankan untuk melakukan perawatan mandiri di rumah dengan menerapkan beberapa gaya hidup sehat, seperti:

 

  • Rutin berolahraga (sesuaikan intensitas dan jenis olahraga dengan anjuran dokter).
  • Menghentikan kebiasaan merokok dan minum alkohol.
  • Menjaga berat badan ideal.
  • Istirahat yang cukup.
  • Mengonsumsi makanan dengan gizi seimbang.
  • Mengurangi makanan tinggi lemak dan garam.
  • Melakukan pemeriksaan ke dokter secara rutin.

 

Seperti yang disebutkan di atas, ada sejumlah gejala jantung bocor, seperti jantung berdebar, sesak napas, hingga peningkatan berat badan secara signifikan. Namun, beberapa gejala tersebut tidak dapat memastikan seseorang menderita jantung bocor, karena bisa menjadi gejala dari kondisi medis lainnya. 

 

Oleh karena itu, sangat penting untuk mendapatkan konfirmasi diagnosis terkait gejala yang dialami. Anda disarankan untuk melakukan pemeriksaan ke Dokter Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah di Siloam Hospitals terdekat

 

Sebagai informasi, tahapan pemeriksaan dan pengobatan yang Anda jalani terkait penyakit jantung bocor dapat berbeda bergantung pada fasilitas kesehatan masing-masing rumah sakit. Tenaga medis profesional akan menentukan tahapan pemeriksaan dan pengobatan yang disesuaikan dengan kondisi medis setiap pasien. 

 

Anda bisa menggunakan aplikasi MySiloam untuk melihat jadwal praktik dokter, membuat janji temu, hingga memantau hasil pemeriksaan kesehatan secara online. Mari unduh aplikasi MySiloam sekarang dan nikmati fitur-fitur untuk memudahkan perjalanan kesehatan Anda.

 

Digital Booking Lab&Rad - KV 2

Dokter Kami
dr-kadek-satrya-kurnia-suratna-spjp

Online & Kunjungi Rumah Sakit

dr. Kadek Satrya Kurnia Suratna, SpJP

Kardiologi (Jantung)

Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah


Siloam Hospitals Bekasi Sepanjang Jaya

Tersedia :

Tersedia hari ini

dr-ronald-a-ulaan

Online & Kunjungi Rumah Sakit

dr. Rinaldi Agustinus Ulaan, SpJP

Kardiologi (Jantung)

Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah


Rumah Sakit Umum Siloam Lippo Village

Tersedia :

Tersedia hari ini

dr-magma-purnawan-putra-spjp

Kunjungi Rumah Sakit

dr. Magma Purnawan Putra, SpJP (K), FIHA, FESC

Kardiologi (Jantung)

Subspesialis Kardiologi Intervensi


Siloam Hospitals Kupang

Tersedia :

Tersedia hari ini

message

ArticleDetail