Kesehatan Tubuh
Apa itu Malunion? Penyebab, Gejala, dan Cara Mengatasinya

Table of Contents
Malunion adalah salah satu komplikasi akibat patah tulang. Ketika terjadi patah tulang, tubuh akan bereaksi dengan berbagai cara untuk menangani masalah ini, salah satunya adalah dengan memperbaiki dan menyambung kembali tulang yang patah agar kembali berfungsi seperti sewajarnya.
Tulang patah yang sudah kembali menyambung tidak selalu mengindikasikan pemulihan yang optimal. Dalam beberapa kasus, meski tulang patah sudah mengalami penyatuan, fragmen fraktur tersebut bisa tetap berada pada posisi yang tidak normal. Kondisi inilah yang disebut dengan malunion.
Lantas, apakah malunion berbahaya? Mari pahami tentang kondisi malunion secara lengkap melalui ulasan di bawah ini.
Apa itu Malunion?
Seperti yang telah disebutkan di atas, malunion adalah suatu kondisi ketika fraktur (patah tulang) sudah sembuh dan menyatu kembali, namun fragmen frakturnya tidak berada di posisi yang seharusnya atau mengalami deformitas. Malunion dapat terjadi pada semua kondisi patah tulang karena beberapa hal, misalnya pada kasus patah tulang yang rumit (complex fracture).
Secara umum, malunion adalah kondisi yang perlu segera diatasi oleh dokter spesialis ortopedi. Jika tidak segera diatasi, tulang akan terus terasa nyeri dan memungkinkan terjadinya penurunan fungsi pergerakan pada area yang terdampak.
Kondisi tersebut terjadi karena proses pemulihan yang tidak normal, serta bisa mengakibatkan deformitas (kelainan bentuk tulang) permanen. Beberapa contoh deformitas tulang pada malunion, yaitu tulang menjadi lebih pendek dari yang seharusnya, tulang berputar atau miring, serta tulang bengkok. Pada beberapa kasus, semua bentuk deformitas tersebut dapat terjadi secara bersamaan.
Malunion juga bisa terjadi pada area di mana patah tulang telah menggeser permukaan sendi, sehingga posisinya berubah ke tempat yang tidak seharusnya. Akibatnya, terjadi kerusakan pada permukaan sendi dan struktur di sekitarnya.
Kondisi tersebut dapat menyebabkan rasa nyeri, degenerasi sendi, kerusakan kartilago sendi, ketidakstabilan sendi, serta post-traumatic arthritis (tipe dari osteoarthritis yang disebabkan oleh cedera atau trauma seperti patah tulang atau dislokasi).
Perbedaan Malunion dan Nonunion
Selain malunion, komplikasi lain yang bisa terjadi akibat fraktur adalah nonunion. Malunion adalah kondisi ketika tulang telah menyatu kembali, namun fragmen fraktur berada di posisi yang tidak normal.
Sementara itu, nonunion adalah kondisi ketika tulang yang patah tidak bisa sembuh atau menyatu kembali karena disebabkan oleh beberapa hal, seperti infeksi, suplai darah ke tulang yang tidak adekuat, atau menderita penyakit diabetes dan anemia berat.
Penyebab Malunion
Patah tulang yang parah biasanya akan sulit diobati, sehingga tulang yang patah tidak dapat pulih dengan baik atau sulit untuk disatukan kembali, misalnya tulang yang patah dan hancur menjadi beberapa bagian atau fraktur dengan pola patahan miring.
Selain itu, malunion juga bisa terjadi apabila tulang berputar saat patah (spiral fracture), sehingga bagian tulang tidak sejajar. Adapun sejumlah faktor lainnya yang dapat meningkatkan risiko terjadinya malunion adalah sebagai berikut:
-
Patah tulang yang terlambat mendapatkan pengobatan, sehingga tubuh telah memulai proses penyembuhan sebelum tulang disejajarkan.
-
Mobilisasi atau pergerakan yang terlalu dini.
-
Pengaturan posisi tulang yang kurang tepat, sehingga tidak sejajar.
-
Setelah diatur, tulang berpindah posisi sehingga menjadi tidak sejajar.
-
Menderita infeksi pada tulang atau penyakit lainnya (diabetes atau anemia berat) yang dapat menghambat proses penyembuhan.
-
Suplai darah ke tulang patah yang tidak adekuat.
-
Kelebihan berat badan atau obesitas.
-
Kebiasaan merokok.
Gejala Malunion
Adapun beberapa gejala atau tanda yang mungkin muncul akibat malunion adalah sebagai berikut:
-
Gangguan pergerakan pada area yang mengalami patah tulang.
-
Nyeri, kaku, dan bengkak pada area yang mengalami patah tulang.
-
Kesulitan menahan beban.
-
Deformitas (kelainan bentuk tulang).
-
Salah satu ekstremitas menjadi lebih lemah.
-
Rasa tidak nyaman dan nyeri saat area yang mengalami patah tulang disentuh.
Penanganan Malunion
Jika kondisi malunion tidak menyebabkan rasa sakit dan gangguan fungsi pergerakan, dokter dapat merekomendasikan penanganan nonbedah seperti shoe lift dan bracing. Namun pada kondisi malunion yang lebih parah atau sangat mengganggu, dokter akan melakukan tindakan operasi.
Prosedur ini bertujuan untuk mematahkan kembali tulang yang sudah sembuh, kemudian mengatur atau meletakkannya pada posisi yang baik, benar, dan sejajar (osteotomi), serta menahannya tetap berada pada posisi tersebut menggunakan plat, pen, sekrup, dan lain-lain.
Jika malunion menyebabkan pemendekan tulang atau perbedaan panjang tungkai yang signifikan, dokter dapat menyarankan prosedur osteogenesis distraksi, yaitu prosedur untuk memanjangkan anggota tubuh menggunakan batang (rods) pemanjang internal atau kerangka eksternal sehingga dapat menyamakan panjang anggota tubuh seiring berjalannya waktu.
Pada beberapa kondisi, penanganan pada malunion memerlukan graft atau cangkok tulang tambahan. Hal ini terjadi ketika pematahan tulang yang dilakukan secara paksa menyebabkan panjang tulang menjadi berkurang sehingga dibutuhkan tulang pengganti untuk mengisi bagian yang kurang tersebut.
Sementara itu, pada malunion dengan gangguan atau penurunan fungsi gerak atau terdapat kondisi yang menghambat proses penyembuhan tulang seperti osteoporosis, penderita tidak disarankan untuk menjalani prosedur operasi perbaikan malunion.
Demikian penjelasan mengenai kondisi malunion yang penting untuk Anda pahami. Apabila Anda merasa mengalami gangguan pada tulang, terutama setelah mengalami cedera, jangan ragu mengunjungi Siloam Hospitals terdekat untuk segera mendapatkan diagnosis dan penanganan yang tepat.
Anda juga dapat menjalani medical check up menggunakan paket pemeriksaan Cek Kesehatan Tulang dari Siloam Hospitals yang dapat Anda pesan melalui aplikasi MySiloam. Paket ini dapat membantu Anda dalam menjaga kesehatan tulang dan mendeteksi gangguan pada tulang lebih dengan lebih akurat.
Selain itu, Anda juga bisa menggunakan aplikasi MySiloam untuk mengakses berbagai layanan kesehatan yang memudahkan kebutuhan kesehatan Anda, salah satunya memesan Siloam at Home yang memungkinkan Anda mendapatkan pelayanan kesehatan tanpa perlu keluar rumah. Mari unduh aplikasinya sekarang dan jaga selalu kesehatan Anda #BersamaSiloam!
Artikel Terkait
Dokter Kami
Kunjungi Rumah Sakit
dr. Made Oka Mahendra, SpOT, M.Biomed
Ortopedi (Tulang)
Spesialis Orthopaedi dan Traumatologi
Siloam Hospitals Kupang
Tersedia :
Tersedia hari ini
Kunjungi Rumah Sakit
dr. Su Djie To Rante, M. Biomed., SpOT, Subsp. P.L(K)
Ortopedi (Tulang)
Subspesialis Panggul dan Lutut
Siloam Hospitals Kupang
Tersedia :
Tersedia hari ini
Kunjungi Rumah Sakit
dr. Henry Tanzil, M. Kes, SpOT (K), FICS
Ortopedi (Tulang)
Subspesialis Panggul dan Lutut
Siloam Hospitals Makassar
Tersedia :
Tersedia hari ini







