Mengapa Mikronutrien Penting? Cek Jenis dan Manfaatnya untuk Tubuh
Pola Hidup Sehat

Mengapa Mikronutrien Penting? Cek Jenis dan Manfaatnya untuk Tubuh

08 Januari 2025 6 menit waktu baca
mikronutrien adalah

 

Tubuh memerlukan makronutrien dan mikronutrien agar bisa menjalankan fungsinya dengan baik. Makronutrien merupakan nutrisi yang diperlukan tubuh dalam jumlah besar, termasuk lemak, karbohidrat, dan protein. Sebaliknya, mikronutrien adalah nutrisi esensial yang dibutuhkan tubuh dalam jumlah lebih kecil seperti vitamin dan mineral.

 

Mikronutrien memainkan peran penting dalam mendukung kesehatan. Lantas, apa saja yang termasuk ke dalam mikronutrien? Apa manfaatnya bagi kesehatan tubuh? Mari simak lebih lanjut penjelasan mengenai pentingnya mikronutrien bagi tubuh melalui ulasan di bawah ini.

 

Apa itu Mikronutrien?

 

Seperti yang sudah dijelaskan, mikronutrien adalah nutrisi esensial yang dibutuhkan oleh tubuh dalam jumlah kecil. Meski hanya dibutuhkan dalam jumlah kecil, mikronutrien memiliki peran yang tak kalah penting dari makronutrien dalam mendukung kesehatan. Setiap orang disarankan untuk memenuhi kebutuhan mikronutrien dalam jumlah yang tepat karena kekurangan ataupun kelebihan mikronutrien dapat memicu timbulnya masalah kesehatan. 

 

Jenis Mikronutrien

 

Pada dasarnya, mikronutrien adalah nutrisi yang terdiri dari vitamin dan mineral. Vitamin adalah senyawa organik yang dapat diuraikan oleh panas, asam, atau udara. Di sisi lain, mineral bersifat anorganik, terdapat di dalam tanah atau air dan tidak dapat diurai. 

 

Baik vitamin maupun mineral memiliki peran penting untuk mendukung pertumbuhan, fungsi kekebalan tubuh, perkembangan otak, dan berbagai fungsi tubuh lainnya. Keduanya dapat dibagi menjadi empat kategori, di antaranya vitamin yang larut dalam air (water-soluble vitamins), vitamin yang larut dalam lemak (fat-soluble vitamins), serta makromineral dan trace mineral. Berikut masing-masing penjelasannya.

 

1. Vitamin yang Larut dalam Air (Water-Soluble Vitamins)

 

Jenis mikronutrien ini mudah larut dalam air dan tidak dapat disimpan tubuh untuk jangka waktu lama. Vitamin yang tidak langsung digunakan oleh tubuh akan dikeluarkan melalui urine. Oleh karena itu, asupan vitamin larut air perlu diperoleh secara rutin dari makanan. Beberapa jenis vitamin yang larut dalam air adalah sebagai berikut:

 

  • Vitamin B1 (thiamin): Membantu mengubah nutrisi menjadi energi. Contohnya biji-bijian, ikan, dan hati sapi.

  • Vitamin B2 (riboflavin): Membantu memproduksi energi, membantu fungsi sel, dan mendukung metabolisme lemak. Contohnya susu, daging, sayuran hijau, dan telur.

  • Vitamin B3 (niacin): Membantu mendorong produksi energi dari makanan. Contohnya daging, ikan salmon, beras merah, dan sereal yang diperkaya vitamin B3.

  • Vitamin B5 (pantothenic acid): Komponen penyusun koenzim A (CoA) yang dibutuhkan dalam produksi energi dan berbagai metabolisme tubuh (metabolisme karbohidrat, protein, dan asam lemak). Contohnya daging, ikan, jamur, dan lentil.

  • Vitamin B6 (piridoksin): Membantu tubuh melepaskan gula dari karbohidrat yang disimpan tubuh sebagai sumber energi dan membuat sel darah merah. Contohnya ikan, susu, kentang, dan wortel.

  • Vitamin B7 (biotin): Membantu proses metabolisme asam lemak, asam amino, dan glukosa. Contohnya telur, ubi jalar, bayam, dan kacang almond.

  • Vitamin B9 (asam folat): Sangat penting untuk mendukung proses pembelahan sel. Contohnya daging sapi, hati, bayam, dan asparagus.

  • Vitamin B12 (cobalamin): Membantu pembentukan sel darah merah, membantu sistem saraf berfungsi dengan baik dan memelihara fungsi otak. Contohnya daging, susu, telur, dan ikan.

  • Vitamin C: Dibutuhkan oleh tubuh untuk memproduksi neurotransmitter dan kolagen. Contohnya buah sitrus, stroberi, dan tomat.

 

2. Vitamin yang Larut dalam Lemak (Fat-Soluble Vitamins)

 

Berbeda dengan water-soluble vitamins, vitamin yang larut dalam lemak dapat disimpan oleh tubuh (di hati dan jaringan lemak) untuk digunakan di kemudian hari. Beberapa contoh vitamin yang larut dalam lemak adalah:

 

  • Vitamin A: Diperlukan untuk mendukung fungsi organ dan penglihatan. Contohnya produk susu, telur, ikan, wortel, labu, dan ubi jalar.

  • Vitamin D: Memiliki peran penting dalam fungsi kekebalan tubuh dan membantu penyerapan kalsium yang dibutuhkan untuk pertumbuhan tulang. Contohnya minyak ikan, telur, dan susu. Selain dari makanan, paparan sinar matahari juga diperlukan oleh tubuh untuk memproduksi vitamin D secara alami. 

  • Vitamin E: Membantu fungsi kekebalan tubuh dan bertindak sebagai antioksidan yang melindungi sel-sel dari kerusakan. Contohnya biji-bijian, kacang-kacangan, dan sayuran hijau.

  • Vitamin K: Membantu proses pembekuan darah dan perkembangan tulang. Contohnya sawi hijau, bayam, dan kedelai.

 

3. Makromineral

 

Makromineral adalah mineral yang dibutuhkan tubuh dalam jumlah lebih besar dibandingkan jenis mineral lainnya untuk mendukung berbagai macam fungsi tubuh. Mineral yang termasuk dalam makromineral, di antaranya:

 

  • Kalsium: Diperlukan untuk mendukung kesehatan tulang dan gigi, serta membantu fungsi otot dan kontraksi pembuluh darah. Contohnya produk susu, ikan salmon, tahu, dan sayuran hijau.

  • Klorida: Membantu menjaga keseimbangan cairan, keseimbangan asam-basa tubuh, dan memproduksi cairan pencernaan. Contohnya garam meja, rumput laut, dan tomat.

  • Magnesium: Berperan penting dalam mendukung berbagai reaksi enzim, menjaga tekanan darah tetap normal, menjaga irama jantung tetap stabil, serta mendukung fungsi kerja otot dan saraf. Contohnya kacang almond, bayam, dan cashew.

  • Fosfor: Mendukung perkembangan struktur tulang dan membran sel. Contohnya daging, makanan laut, biji-bijian, dan kacang-kacangan.

  • Kalium: Mempertahankan status cairan dalam sel, serta membantu transmisi saraf dan fungsi otot. Contohnya buah pisang, aprikot, lentil, dan prune (plum kering). 

  • Natrium: Menjaga keseimbangan cairan dan tekanan darah dalam tubuh. Contohnya garam, makanan olahan, dan sup kaleng.

  • Sulfur: Membantu membangun dan memperbaiki DNA, serta melindungi sel dari kerusakan. Contohnya bawang putih, bawang bombai, kubis Brussel, telur, dan air mineral.

 

4. Mikromineral (Trace Mineral)

 

Mikromineral atau trace mineral adalah jenis mineral lain yang dibutuhkan tubuh, namun dengan jumlah yang lebih sedikit dibandingkan makromineral untuk mendukung fungsi tubuh. Contoh dari trace mineral, di antaranya:

 

  • Tembaga: Berperan dalam pembentukan jaringan ikat, serta mendukung fungsi otak dan sistem saraf. Contoh: Tiram, kacang-kacangan, dan kentang.

  • Fluorida: Membantu mencegah perkembangan karies gigi dengan membantu mempertahankan atau mengembalikan mineral dalam enamel. Contohnya air minum, jus buah, dan soft drink.

  • Yodium: Esensial dalam membantu kelenjar tiroid dalam memproduksi hormon tiroid. Contohnya rumput laut, ikan kod, dan telur.

  • Zat besi: Membantu pembentukan hemoglobin yang berfungsi membawa oksigen ke seluruh tubuh serta membantu proses metabolisme tubuh. Contohnya kerang, gandum, dan white bean.

  • Mangan: Membantu proses metabolisme karbohidrat, asam amino, dan kolesterol. Contohnya nanas, kacang-kacangan, dan kemiri.

  • Selenium: Penting bagi kesehatan kelenjar tiroid, mendukung kesehatan sistem reproduksi dan sebagai pertahanan dalam menghadapi kerusakan oksidatif. Contohnya kacang Brazil, ikan, dan beras merah.

  • Seng: Mendukung fungsi kekebalan tubuh, membantu proses penyembuhan luka, dan mendukung pertumbuhan serta perkembangan tubuh. Contohnya kacang-kacangan, daging, dan ikan.

 

Manfaat Mikronutrien

 

Meski hanya dibutuhkan dalam jumlah sedikit, setiap jenis mikronutrien memiliki peran yang penting bagi kesehatan tubuh, termasuk mendukung perkembangan dan pertumbuhan, mencegah penyakit, memproduksi hormon, dan lain sebagainya. Tidak mendapatkan vitamin dan mineral yang cukup dapat meningkatkan risiko munculnya masalah kesehatan tertentu.

 

Akibat Ketidakseimbangan Mikronutrien

 

Mikronutrien adalah jenis nutrisi yang kebutuhannya perlu dipenuhi dalam jumlah yang tepat. Terlalu sedikit atau terlalu banyak nutrisi ini justru dapat meningkatkan risiko masalah kesehatan tertentu. Berikut uraian selengkapnya.

 

A. Defisiensi Mikronutrien

 

Beberapa masalah kesehatan yang bisa timbul akibat kekurangan mikronutrien adalah sebagai 

berikut:

 

  • Pertumbuhan dan perkembangan yang terganggu.

  • Gangguan intelektual.

  • Masalah sistem reproduksi.

  • Meningkatkan risiko penyakit degeneratif.

 

B. Kelebihan Mikronutrien

 

Kelebihan mikronutrien juga dapat menyebabkan masalah kesehatan meski risikonya lebih kecil dibandingkan dengan defisiensi mikronutrien. Sementara itu, sejumlah masalah kesehatan yang dapat terjadi karena kelebihan mikronutrien adalah sebagai berikut:

 

  • Masalah hormonal.

  • Gangguan pencernaan.

  • Peningkatan risiko kanker.

  • Keracunan (toksisitas) akut.

  • Kegagalan organ.

 

Bolehkah Memperoleh Mikronutrien dari Suplemen?

 

Pada dasarnya, langkah paling aman dalam mencukupi kebutuhan mikronutrien adalah dengan mengonsumsi makanan yang mengandung vitamin dan mineral. Namun, beberapa orang yang berisiko mengalami masalah defisiensi mikronutrien karena kondisi medis tertentu biasanya disarankan untuk mengonsumsi suplemen.

 

Sebenarnya, tidak ada salahnya mengonsumsi suplemen untuk mencukupi kebutuhan vitamin dan mineral setiap harinya. Namun, sebelum mengonsumsi suplemen apa pun, sebaiknya konsultasikan terlebih dahulu dengan dokter, utamanya bila memiliki kondisi medis tertentu.

 

Itulah penjelasan mengenai mikronutein yang merupakan nutrisi penting bagi tubuh. Namun, perlu dipahami bahwa informasi di atas sekadar bertujuan sebagai edukasi dan tidak bisa menggantikan saran dari tim medis profesional. Manfaat dan risikonya bisa berbeda-beda, tergantung kondisi kesehatan masing-masing individu.

 

Apabila ingin melakukan konsultasi lebih lanjut mengenai kebutuhan nutrisi yang sesuai untuk kondisi kesehatan Anda, jangan ragu mengunjungi Dokter Spesialis Gizi Klinik di Siloam Hospitals terdekat. Bersama Siloam Hospitals, Anda juga dapat memperoleh saran lebih lanjut sesuai dengan kondisi kesehatan Anda. 

 

Guna menunjang kesehatan tubuh, selain beraktivitas fisik, Anda juga bisa memesan layanan Healthy Catering Homecare dari Siloam Hospitals. Paket makanan ini bisa disesuaikan dengan kondisi kesehatan Anda, serta sudah dilengkapi dengan sesi konsultasi bersama ahli gizi kami. Praktis, anda bisa memesannya secara virtual melalui aplikasi MySiloam.

Sumber

WebMD. What to Know About Micronutrients. Diakses pada 2024 | Medical News Today. Micros vs. macros: Everything you need to know. Diakses pada 2024 | CDC. Micronutrient Facts. Diakses pada 2024 | Healthline. Micronutrients: Types, Functions, Benefits and More. Diakses pada 2024 | StatPearls [Internet]. Nutrition: Micronutrient Intake, Imbalances, and Interventions. Diakses pada 2024 |

Dokter Kami
dr-lanny-christiawati-spgk

Online & Kunjungi Rumah Sakit

dr. Lanny Christiawati, SpGK

Gizi Klinik

Spesialis Gizi Klinik


Siloam Hospitals TB Simatupang

Tersedia :

Tersedia hari ini

dr-samuel-oetoro-spgk

Kunjungi Rumah Sakit

Dr. dr. Samuel Oetoro, MS, SpGK (K)

Gizi Klinik

Subspesialis Nutrisi pada Kelainan Metabolisme Gizi


MRCCC Siloam Hospitals Semanggi

Tersedia :

Tersedia hari ini

dr-christopher-andrian-mgizi-spgk

Online & Kunjungi Rumah Sakit

dr. Christopher Andrian, M.Gizi, SpGK

Gizi Klinik

Spesialis Gizi Klinik


Siloam Hospitals TB Simatupang

Tersedia :

Tersedia hari ini

message

ArticleDetail