Nomophobia - Penyebab, Gejala, dan Cara Mengatasinya
Kesehatan Mental

Nomophobia - Penyebab, Gejala, dan Cara Mengatasinya

22 Agustus 2024 4 menit waktu baca
nomophobia adalah

Nomophobia adalah jenis fobia spesifik yang membuat seseorang merasa cemas dan takut berlebihan saat berjauhan dengan ponsel. Kondisi ini biasanya berawal dari kecanduan ponsel, sehingga menyebabkan seseorang merasa khawatir terus-menerus setiap tidak bisa menggunakan atau memeriksa ponselnya.

 

Mari kenali apa itu nomophobia, termasuk penyebab, gejala, hingga pengobatannya melalui artikel berikut ini.

 

Apa itu Nomophobia?

 

No mobile phone phobia atau nomophobia adalah salah satu jenis fobia spesifik yang ditandai dengan rasa takut berlebih saat berada jauh dari ponsel. Bahkan, kondisi ini juga bisa membuat seseorang merasa cemas, stres, hingga panik yang dapat menimbulkan gejala berupa jantung berdebar dan sesak napas saat tidak bisa menggunakan ponsel.

 

Penyebab Nomophobia

 

Hingga kini, belum diketahui secara pasti apa penyebab seseorang mengalami nomophobia. Namun, kondisi ini kemungkinan besar berawal dari meningkatnya ketergantungan terhadap teknologi di masa sekarang. Nomophobia juga bisa muncul karena adanya keinginan untuk selalu memeriksa perkembangan pekerjaan dari ponsel atau mengalami kekhawatiran berlebih ketika tidak mengetahui informasi terkini.

 

Di samping itu, sejumlah faktor yang bisa meningkatkan risiko seseorang mengalami nomophobia adalah sebagai berikut:

 

  • Memiliki keluarga dengan riwayat fobia atau gangguan kecemasan lainnya.

  • Memiliki sifat antisosial yang membuat seseorang lebih bisa berlama-lama menatap layar ponsel daripada harus berhubungan dengan orang lain.

  • Memiliki teman yang juga aktif di media sosial.

  • Takut kesepian atau kehilangan orang lain jika tidak saling terhubung dan berkomunikasi melalui ponsel.

  • Mengalami kejadian traumatis yang berkaitan dengan kehilangan ponsel.

  • Memiliki waktu luang yang terlalu banyak.

 

Gejala Nomophobia

 

Orang yang mengalami nomophobia cenderung merasa kesulitan untuk mengatasi rasa takutnya saat berjauhan dengan ponsel. Karena itu, mereka biasanya akan melakukan segala cara agar tetap berada di dekat ponsel. Dalam hal ini, beberapa perilaku yang kerap dilakukan oleh penderita nomophobia adalah sebagai berikut:

 

  • Menggenggam ponsel di mana pun, seperti saat di toilet atau ketika berada di jalanan yang ramai.

  • Memeriksa ponsel secara terus-menerus untuk memastikan ponsel tersebut berfungsi dengan baik dan tidak melewatkan notifikasi dari pesan masuk.

  • Cenderung melanggar peraturan demi menggunakan ponsel, misalnya bermain ponsel saat berada di dalam pesawat terbang.

  • Melewatkan kegiatan atau acara yang sudah direncanakan agar bisa menghabiskan waktu untuk bermain ponsel.

 

Saat berjauhan dengan ponsel, penderita nomophobia dapat mengalami gejala psikis dan fisik. Adapun beberapa gejala psikis dari nomophobia adalah:

 

  • Rasa takut, cemas, dan panik berlebihan saat memikirkan dirinya kehilangan atau jauh dari ponsel.

  • Gelisah ketika harus meletakkan ponsel atau tahu bahwa ia tidak dapat menggunakan ponsel untuk sementara waktu.

  • Cemas saat tidak bisa memeriksa ponsel atau ketika baterai ponsel habis.

  • Panik berlebihan saat tidak bisa menemukan ponsel dalam waktu yang singkat.

 

Sementara itu, sejumlah gejala fisik dari nomophobia adalah sebagai berikut:

 

  • Sesak napas.

  • Jantung berdebar.

  • Sulit tidur (insomnia).

  • Tubuh gemetar.

  • Agitasi.

  • Berkeringat berlebihan.

  • Pusing.

  • Pingsan.

 

Diagnosis Nomophobia

 

Pada dasarnya, nomophobia masuk dalam kriteria diagnosis untuk fobia spesifik (dalam hal ini berjauhan dengan ponsel) berdasarkan buku Diagnostic and Statistical Manual of Mental Disorders edisi ke-5 (DSM-5). Para ahli telah sepakat bahwa kondisi ini bisa berdampak pada kesehatan mental seseorang secara keseluruhan. 

 

Maka dari itu, sebaiknya segera kunjungi psikolog atau psikiater jika mengalami kecanduan handphone yang ditandai dengan beberapa kondisi berikut ini selama 6 bulan atau lebih:

 

  • Cemas atau takut berlebih terhadap hal yang spesifik (dalam hal ini jauh dari ponsel).

  • Keadaan jauh dari ponsel langsung membuat seseorang merasa takut atau cemas.

  • Merasa cemas atau takut secara berlebihan, padahal kondisi tersebut (dalam hal ini berjauhan dengan ponsel) tidak mengancam nyawa.

  • Rasa cemas atau takut akan situasi fobia tersebut menimbulkan dampak negatif pada kesehatan, pekerjaan, kehidupan sosial, serta fungsi dan kualitas hidup sehari-hari.

  • Kecemasan atau ketakutan ini bukan disebabkan oleh gangguan mental lain.

 

Cara Mengatasi Nomophobia

 

Tidak ada metode pengobatan khusus yang dapat dilakukan untuk menangani nomophobia. Namun, psikolog atau psikiater dapat merekomendasikan pasien untuk menjalani perawatan yang digunakan dalam menangani fobia secara umum. Beberapa metode perawatan tersebut, di antaranya sebagai berikut:

 

  • Terapi perilaku kognitif (cognitive behavioral therapy atau CBT): Terapi yang dilakukan untuk membantu mengubah pola pikir dan perilaku negatif pasien.

  • Exposure therapy: Melalui terapi ini, dokter dapat membatasi akses pasien dalam menggunakan ponsel secara bertahap. Tujuannya adalah untuk membantu mengurangi rasa takut pasien saat berjauhan dengan ponsel.

  • Hipnoterapi: Terapi yang dilakukan dengan memberikan sugesti tertentu kepada pasien menggunakan teknik tertentu melalui alam bawah sadar.

  • Penggunaan obat-obatan: Dalam beberapa kasus, dokter juga dapat meresepkan obat-obatan tertentu, seperti beta-blockers  dan antidepresan untuk membantu mengelola gejala fisik nomophobia.

 

Di samping itu, pasien juga akan diarahkan untuk melakukan perawatan mandiri guna mengoptimalkan pengobatan nomophobia. Beberapa perawatan mandiri yang perlu dilakukan oleh penderita nomophobia adalah sebagai berikut:

 

  • Mematikan ponsel setidaknya 1 jam sebelum tidur.

  • Meletakkan ponsel di tempat yang jauh dari jangkauan sebelum tidur.

  • Meluangkan waktu untuk melakukan hobi, seperti membaca buku, menggambar, atau menjahit guna mengalihkan perhatian agar tidak menggunakan ponsel secara berlebihan.

  • Memperbanyak kegiatan berinteraksi secara langsung dengan keluarga, teman, dan orang terdekat.

  • Mendorong diri untuk mau lebih banyak melakukan aktivitas di luar rumah.

 

Dapat disimpulkan, nomophobia adalah kondisi yang perlu mendapatkan penanganan dengan tepat agar tidak memengaruhi kualitas hidup penderitanya. Jika Anda atau orang terdekat Anda mengalami gejala yang mengarah pada kondisi tersebut, sebaiknya segera kunjungi Psikiatri dari Siloam Hospitals untuk memperoleh penanganan yang tepat.

 

Agar lebih mudah, Anda juga bisa menggunakan layanan Telekonsultasi dari Siloam Hospitals untuk berkonsultasi dengan dokter dari mana saja dan kapan saja. Layanan ini dapat diakses melalui fitur yang tersedia pada aplikasi MySiloam.

 

telechat

 

message

ArticleDetail