Mengenal Agitasi, Penyebab dan Gejala yang Perlu Diwaspadai
Kesehatan Mental

Mengenal Agitasi, Penyebab dan Gejala yang Perlu Diwaspadai

08 Oktober 2025 4 menit waktu baca
Agitasi adalah

Pada umumnya, agitasi adalah bentuk respons tubuh yang dapat disebabkan oleh berbagai hal, salah satunya adalah saat sedang mengalami stres. Agitasi ditandai dengan perasaan cemas dan gelisah, yang terjadi karena adanya tekanan atau peristiwa yang mengganggu perasaan dan pikiran. 

 

Meski begitu, pada sebagian kasus, agitasi juga dapat terjadi tanpa adanya pemicu sama sekali. Jika demikian, kondisi ini bisa menjadi tanda dari gangguan kesehatan mental. Mari simak penjelasan lebih lanjut tentang agitasi di bawah ini.

 

Apa itu Agitasi?

 

Agitasi adalah perasaan gelisah, jengkel, marah, hingga gugup yang menyerang seseorang. Pada situasi ini, orang cenderung menunjukkan perilaku yang tidak biasa, seperti jalan mondar-mandir atau meremas tangan terus-menerus.

 

Pada dasarnya, agitasi adalah bentuk gejala gangguan suasana hati yang umumnya dipicu oleh stres atau tekanan emosional. Setiap orang pasti pernah mengalami tekanan emosional maupun peristiwa yang membuatnya merasa tidak tenang, sedih, atau merasa terusik, baik itu dari lingkup keluarga, pertemanan, percintaan, atau pekerjaan. Dalam situasi ini, agitasi tergolong hal cukup normal.

 

Namun, jika agitasi sering muncul tanpa adanya penyebab yang jelas, hal tersebut kemungkinan dapat menjadi tanda dari gangguan kesehatan mental atau fisik. Kondisi ini dapat disadari atau tidak disadari oleh penderitanya. Bentuk agitasi ini biasanya dapat muncul secara perlahan dan bisa berlangsung singkat ataupun lama.

 

Penyebab Agitasi

 

Agitasi adalah kondisi yang bisa disebabkan oleh berbagai hal, namun utamanya disebabkan oleh peristiwa traumatis yang menyebabkan seseorang merasa cemas dan sedih, misalnya kehilangan orang terdekat. Namun di sisi lain, agitasi juga merupakan tanda dari kondisi kesehatan tertentu.

 

Adapun beberapa kondisi yang berkaitan dengan munculnya agitasi adalah sebagai berikut:

 

1. Stres

 

Salah satu penyebab umum munculnya agitasi adalah stres. Kondisi ini dapat dipicu oleh berbagai hal, seperti pekerjaan, masalah rumah tangga, kehilangan orang terdekat, dan lain-lain. Setiap orang memiliki respons yang berbeda terhadap stres.

 

2. Nyeri

 

Rasa nyeri akibat penyakit tertentu juga dapat menimbulkan munculnya agitasi, misalnya pada penyakit demensia. Penderita demensia cenderung merasa kesulitan dalam menunjukkan rasa sakit, sehingga ia mengekspresikannya dalam bentuk agitasi.

 

3. Gangguan Mental

 

Sejumlah masalah kesehatan mental, seperti skizofrenia, depresi, gangguan bipolar, dan gangguan cemas juga kerap menyebabkan penderitanya mengalami agitasi. Penderita skizofrenia biasanya mudah mengalami agitasi karena halusinasi yang dialami membuatnya merasa terancam.

 

Sementara itu, penderita depresi, gangguan bipolar, dan gangguan cemas biasanya merasakan agitasi yang mungkin disertai dengan hal-hal lainnya, seperti kecanduan alkohol, kesulitan tidur atau justru tidur terus menerus, perubahan pola makan, hingga keinginan untuk bunuh diri (suicide thoughts).

 

4. Gangguan Neurologis

 

Tidak hanya masalah mental, agitasi juga bisa disebabkan oleh adanya gangguan pada otak, misalnya tumor otak. Pasalnya, gejala yang ditimbulkan oleh penyakit tersebut, seperti rasa nyeri hebat, kebingungan, kejang, dan kelelahan akut dapat memicu munculnya agitasi.

 

5. Hormonal

 

Penyebab lain dari agitasi adalah ketidakseimbangan hormon, misalnya yang sering terjadi pada penderita hipertiroidisme atau wanita yang memasuki fase menstruasi. Perubahan hormon pada kondisi-kondisi tersebut dapat memicu gejala psikologis, seperti rasa tegang, cemas, dan gelisah tak menentu.

 

6. Autisme

 

Perilaku agresif yang terjadi pada pengidap autisme, baik anak-anak maupun orang dewasa juga dapat dikategorikan sebagai agitasi. Hal ini dikarenakan penderita autisme cenderung kesulitan menjalin komunikasi dengan orang lain dan mengungkapkan apa yang sedang dipikirkannya.

 

7. Gejala Putus Alkohol

 

Agitasi adalah gejala yang bisa muncul pada pecandu alkohol yang sedang berusaha untuk menghentikan konsumsi alkoholnya. Ketika tidak mendapatkan asupan alkohol, pecandu akan merasa cemas, gelisah, gemetar, muncul keringat dingin, bahkan kejang.

 

Selain sejumlah kondisi di atas, beberapa faktor lainnya yang dapat memicu terjadinya agitasi adalah sebagai berikut:

 

  • Konsumsi minuman dengan kandungan kafein terlalu banyak.

  • Reaksi alergi.

  • Mengalami penyakit infeksi.

  • Keracunan zat tertentu.

  • Penggunaan obat-obatan tertentu, seperti kortikosteroid.

  • Kekurangan vitamin B6.

 

Gejala Agitasi yang Perlu Diwaspadai

 

Gejala utama agitasi adalah rasa marah, gelisah, jengkel, dan mudah tersinggung. Ketika rasa cemas atau marah meningkat, hal tersebut dapat memicu munculnya berbagai gerakan tubuh yang tidak biasa, seperti:

 

  • Mengepalkan tangan.

  • Meremas-remas tangan atau baju.

  • Jalan mondar-mandir.

  • Menarik rambut atau kulit.

  • Gaya berjalan terseok-seok atau menyeret kaki.




Cara Mengatasi Agitasi

 

Sebenarnya, agitasi bukanlah masalah kejiwaan yang perlu dikhawatirkan karena setiap orang pasti pernah mengalaminya ketika sedang menghadapi tekanan atau hal-hal yang sulit. Namun, jika terjadi secara terus-menerus, sebaiknya segera konsultasikan kondisi tersebut dengan psikolog atau psikiater.

 

Sebagai seorang tenaga medis profesional, psikolog atau psikiater dapat membantu memberikan terapi psikologis yang dapat mengatasi masalah agitasi tersebut, misalnya melalui pemberian terapi perilaku kognitif atau penggunaan obat-obatan.

 

Selain itu, beberapa gaya hidup sehat yang bisa diterapkan untuk meminimalkan risiko munculnya gejala agitasi adalah sebagai berikut:

 

  • Menciptakan lingkungan belajar atau bekerja yang tenang.

  • Melakukan kegiatan yang menenangkan, seperti meditasi dan yoga.

  • Mengatur pencahayaan di rumah, seperti menyerupai malam hari yang alami.

  • Istirahat yang cukup, seperti memenuhi waktu tidur 7–9 jam setiap malam.

 

Pada beberapa situasi, agitasi memang normal terjadi, namun jika sudah dilakukan berbagai upaya untuk mengatasi atau mencegah munculnya agitasi, tetapi rasa cemas atau stres tak kunjung membaik, Anda perlu mendapatkan penanganan dari tenaga medis profesional. Jangan ragu untuk melakukan konseling dengan psikolog atau psikiater di Siloam Hospitals terdekat guna mendapatkan diagnosis dan penanganan yang tepat.

 

Anda dapat menggunakan layanan Telekonsultasi untuk melakukan konseling dengan dokter secara virtual dari mana saja dan kapan saja. Melalui layanan telekonsultasi, dokter dapat meresepkan obat-obatan sesuai dengan kondisi pasien. Namun, terdapat beberapa jenis obat, seperti antipsikotik, obat penenang, dan antidepresan yang harus diambil secara langsung oleh pasien atau self pick up.

 

Selain itu, Anda juga bisa mengakses aplikasi MySiloam untuk mendapatkan berbagai fitur kesehatan yang mudah dan cepat. Segera unduh aplikasinya sekarang dan jaga selalu kesehatan Anda #BersamaSiloam!

 

telechat

message

ArticleDetail