Kesehatan Mental
Fobia Spesifik - Penyebab, Gejala, dan Pengobatannya

Table of Contents
Fobia spesifik adalah rasa takut berlebihan terhadap objek atau situasi yang sebetulnya hanya sedikit atau bahkan tidak berbahaya sama sekali. Kondisi ini kerap menyebabkan seseorang menghindari hal-hal yang membuatnya merasa takut, misalnya enggan berada di ketinggian atau menghindari berkunjung ke dokter gigi.
Apabila tidak ditangani dengan tepat, fobia spesifik dapat berlangsung seumur hidup. Lantas, apa saja penyebab, gejala, dan bagaimana cara menangani fobia spesifik? Mari simak ulasan selengkapnya di bawah ini.
Apa itu Fobia Spesifik (Specific Phobia)?
Fobia spesifik adalah salah satu jenis anxiety disorder yang melibatkan rasa takut berlebihan, tidak realistis, intens, dan terus-menerus terhadap suatu objek, keadaan, atau situasi tertentu secara spesifik.
Penelitian menunjukkan bahwa angka kejadian fobia spesifik di seluruh dunia berkisar antara 3% hingga 15%, dengan ketakutan atau fobia terhadap ketinggian dan binatang menjadi jenis fobia yang paling umum.
Adapun beberapa jenis fobia spesifik yang umum terjadi adalah sebagai berikut.
-
Zoophobia: Rasa takut berlebihan terhadap berbagai jenis binatang.
-
Arachnophobia: Takut terhadap laba-laba.
-
Cynophobia: Takut terhadap anjing.
-
Entomophobia: Takut terhadap serangga.
-
Acrophobia: Rasa takut berlebihan terhadap ketinggian.
-
Astraphobia atau brontophobia: Rasa takut berlebihan terhadap petir.
-
Hemophobia: Rasa takut berlebihan terhadap darah.
-
Aquaphobia: Rasa takut berlebihan terhadap air.
-
Enochlophobia: Fobia terhadap keramaian.
-
Aerophobia: Fobia untuk terbang.
-
Amaxophobia: Fobia untuk berkendara.
-
Claustrophobia: Fobia terhadap ruang sempit dan tertutup.
-
Nyctophobia: Fobia terhadap kegelapan.
-
Trypophobia: Fobia terhadap pola berlubang.
-
Dentophobia: Takut terhadap dokter gigi.
-
Trypanophobia: Fobia terhadap jarum suntik.
-
Coulrophobia: Takut berlebihan terhadap badut.
-
Genophobia: Takut berlebihan saat melakukan hubungan seksual.
Lantas, apa perbedaan antara fobia spesifik dan fobia kompleks? Seperti yang telah dijelaskan, fobia spesifik adalah jenis fobia yang membuat seseorang takut berlebihan terhadap objek atau situasi tertentu.
Sementara itu, fobia kompleks merupakan jenis fobia yang melibatkan situasi atau keadaan yang lebih kompleks, misalnya seseorang cenderung merasa takut saat berhadapan dengan situasi yang membuatnya merasa cemas, panik, atau tidak berdaya (agoraphobia).
Penyebab Fobia Spesifik
Hingga kini, belum diketahui secara pasti apa penyebab seseorang menderita fobia spesifik. Namun, para ahli menduga bahwa kondisi ini dapat disebabkan oleh beberapa kondisi, di antaranya sebagai berikut.
-
Memiliki trauma di masa lalu.
-
Faktor genetik.
-
Mendengar atau mempelajari perilaku berlebihan terhadap kondisi tertentu dari orang tua atau orang di sekitar.
-
Perbedaan fungsi dan struktur otak. Seseorang dengan fobia spesifik memiliki struktur otak dan respons yang berbeda dibandingkan individu tanpa fobia spesifik, di mana penderita fobia spesifik dapat memicu reaksi dari bagian otak tertentu ketika berhadapan dengan situasi yang ditakuti.
Selain itu, sejumlah faktor yang dapat meningkatkan risiko seseorang mengalami fobia adalah sebagai berikut.
-
Jenis kelamin. Fobia spesifik lebih sering ditemukan pada wanita.
-
Usia. Fobia spesifik dapat berkembang sejak masa kanak-kanak, terutama saat berusia 10 tahun.
-
Terdapat keluarga dengan riwayat fobia spesifik.
-
Kemampuan pengendalian emosi. Seseorang yang sensitif atau mudah cemas cenderung lebih berisiko mengalami fobia spesifik.
-
Perubahan perilaku. Hal ini biasanya terjadi pada seseorang yang sedang menerapkan coping mechanism saat menghadapi trauma atau kondisi tertentu.
Gejala Fobia Spesifik
Fobia spesifik adalah kondisi yang dapat menimbulkan respons fisik, mental, serta emosional yang sangat kuat sehingga kerap memengaruhi kemampuan seseorang untuk melakukan aktivitas sehari-hari. Secara umum, beberapa gejala yang kerap dialami oleh penderita fobia spesifik adalah sebagai berikut.
-
Takut, cemas, serta panik berlebih saat dihadapkan atau memikirkan situasi yang menyebabkan fobia.
-
Menyadari bahwa rasa takut yang dialami cenderung tidak realistis, namun tidak mampu mengontrolnya.
-
Cenderung menghindari situasi atau objek yang menimbulkan rasa takut.
-
Kesulitan untuk melakukan aktivitas sehari-hari karena rasa takut berlebih tersebut.
-
Berkeringat, jantung berdebar, nyeri dada, sesak napas, hingga pingsan saat dihadapkan dengan objek atau situasi yang ditakuti.
Sementara itu, jika terjadi pada anak-anak, fobia spesifik dapat menimbulkan gejala berupa menangis, tantrum, bergantung dengan orang lain, atau tidak ingin ditinggalkan orang tua saat berhadapan dengan situasi yang ditakuti.
Komplikasi Fobia Spesifik
Meski tergolong tidak berbahaya, fobia spesifik adalah kondisi yang kerap mengganggu aktivitas penderitanya. Bahkan, jika tidak ditangani dengan tepat, fobia spesifik berisiko menimbulkan sejumlah komplikasi, di antaranya sebagai berikut.
-
Cenderung terlalu protektif atau bergantung dengan orang lain untuk memberikan rasa aman terhadap diri sendiri.
-
Isolasi sosial dengan menjauhi tempat dan hal-hal yang dikhawatirkan dapat memicu fobia, seperti di tempat kerja, sekolah, atau dalam hubungan dengan orang lain.
-
Gangguan mood atau suasana hati, seperti depresi atau anxiety disorder.
-
Penyalahgunaan obat-obatan atau minuman beralkohol.
-
Memiliki keinginan untuk menyakiti diri sendiri (self harm) atau bahkan bunuh diri.
Diagnosis Fobia Spesifik
Pada dasarnya, dalam mendiagnosis fobia spesifik, psikolog atau dokter spesialis kejiwaan (psikiater) dapat melakukan wawancara medis (anamnesis) dengan pasien untuk mengetahui keluhan, riwayat kesehatan, trauma yang pernah dialami, serta hal-hal lain yang dapat menjadi faktor risiko fobia spesifik.
Selain itu, psikolog atau psikiater juga dapat mengevaluasi kondisi psikologis pasien untuk melihat dan menilai beberapa hal, seperti:
-
Apakah pasien mengalami rasa cemas berlebihan dalam kurun waktu 6 bulan atau lebih.
-
Apakah pasien menghindari objek atau situasi tertentu.
-
Apakah pasien kesulitan dalam melakukan aktivitas sehari-hari akibat fobia yang dialami.
Evaluasi ini dilakukan untuk menyingkirkan kemungkinan gangguan kesehatan mental lainnya, seperti fobia kompleks (agoraphobia), social anxiety, atau stress disorder.
Penanganan Fobia Spesifik
Tujuan utama dari pengobatan fobia spesifik adalah meningkatkan kualitas hidup serta membantu pasien untuk mengontrol rasa cemasnya. Adapun beberapa metode yang dapat dilakukan untuk menangani fobia spesifik adalah sebagai berikut.
1. Psikoterapi
Psikoterapi adalah pendekatan secara psikologis yang dilakukan untuk membantu pasien dalam menghadapi masalah kehidupannya. Terdapat dua jenis psikoterapi yang umum digunakan untuk menangani fobia spesifik, yaitu:
-
Terapi paparan (exposure therapy), merupakan terapi yang dilakukan dengan cara mengarahkan pasien untuk menghadapi situasi atau objek yang ditakutinya secara langsung. Terapi ini dinilai efektif untuk membantu mengubah respons pasien dalam menghadapi fobia.
-
Terapi perilaku kognitif (cognitive behaviour therapy), terapi yang dilakukan untuk mengubah sudut pandang, pola pikir, dan perilaku pasien saat menghadapi situasi atau objek yang ditakutinya.
2. Pemberian Obat-obatan
Untuk membantu mengurangi gejala cemas yang dialami penderita fobia spesifik, psikiater juga dapat meresepkan beberapa jenis obat-obatan, seperti antidepresan, anticemas, dan penghambat beta (beta blocker). Obat-obatan ini biasanya digunakan dalam jangka pendek, seperti saat pasien sedang berhadapan dengan situasi atau objek yang ditakuti.
3. Perawatan Mandiri
Di samping penanganan medis, psikolog atau psikiater juga dapat menyarankan pasien untuk melakukan perawatan mandiri sebagai upaya meredakan cemas berlebih akibat fobia spesifik. Beberapa contoh perawatan mandiri yang dapat dilakukan untuk membantu menangani fobia spesifik adalah:
-
Menerapkan strategi mindfulness untuk mengelola kecemasan dan mengurangi perilaku penghindaran.
-
Menerapkan teknik relaksasi, seperti teknik pernapasan dalam (deep breathing), yoga, atau meditasi.
-
Rutin berolahraga.
Jika Anda atau kerabat Anda mengalami gejala fobia spesifik seperti ulasan di atas, sebaiknya segera lakukan konseling dengan psikolog atau psikiater melalui layanan Telekonsultasi. Melalui layanan ini, Anda dapat berkonsultasi dan mendapatkan saran perawatan yang tepat dari psikolog atau psikiater secara virtual.
Untuk memudahkan Anda, manfaatkan juga aplikasi MySiloam yang menyediakan berbagai fitur, mulai dari memesan paket kesehatan, membuat janji temu dengan psikolog atau psikiater Siloam Hospitals terdekat, hingga check in secara mandiri. Unduh MySiloam sekarang dan jaga selalu kesehatan mental Anda #BersamaSiloam!
Artikel Terkait
Dokter Kami
Siloam Hospitals Purwakarta
Tersedia :
Tersedia hari ini
Siloam Hospitals Lippo Cikarang
Tersedia :
Tersedia hari ini
Siloam Hospitals Jambi
Tersedia :
Tersedia hari ini
TERPOPULER
MENTAL - Skrining Mental health (MMPI)
Lainnya
2 Service/Item
Rp880.000
TERPOPULER
Paket Siloam Ruby
Skrining Umum
21 Service/Item
Rp1.000.000
TERPOPULER
Paket Siloam Silver
Skrining Umum
22 Service/Item
Rp1.900.000
TERPOPULER
Paket Siloam Pearl
Skrining Umum
31 Service/Item
Rp4.300.000
TERPOPULER
Brain Check Up
Penawaran Spesial, Skrining Stroke
19 Service/Item
Rp9.000.000







