Mengenal Apa itu Pemeriksaan Antropometri dan Prosedurnya
Kesehatan Tubuh

Mengenal Apa itu Pemeriksaan Antropometri dan Prosedurnya

02 Juni 2025 7 menit waktu baca
Pemeriksaan antropometri adalah

Pemeriksaan antropometri adalah prosedur pemeriksaan kesehatan yang dilakukan untuk mengevaluasi ukuran dan komposisi tubuh manusia. Prosedur ini umumnya dilakukan untuk menilai status gizi hingga membantu menegakkan diagnosis obesitas. Mari kenali prosedur pemeriksaan antropometri selengkapnya melalui ulasan di bawah ini.

 

Apa itu Pemeriksaan Antropometri?

 

Seperti yang sudah dijelaskan bahwa pemeriksaan antropometri adalah prosedur medis noninvasif yang dilakukan untuk menilai ukuran dan komposisi tubuh seseorang. Prosedur ini dapat dilakukan untuk memeriksa kondisi kesehatan anak-anak maupun orang dewasa.

 

Pada anak-anak, tujuan pemeriksaan antropometri adalah untuk mengetahui dan mengevaluasi status kesehatan secara umum, kecukupan gizi, serta pola pertumbuhan dan perkembangannya. 

 

Sementara pada orang dewasa, pemeriksaan kesehatan ini dapat digunakan untuk menilai status gizi, risiko penyakit di masa depan, serta menunjang diagnosis obesitas atau kondisi medis lain yang terkait dengan status gizi.

 

Tes antropometri juga direkomendasikan untuk individu yang berprofesi sebagai atlet. Pasalnya, penilaian komposisi tubuh dapat membantu seseorang untuk memaksimalkan kinerja kompetitif dengan cara meningkatkan kebugaran dan kekuatan kardiorespirasi (jantung, paru-paru, dan pembuluh darah).

 

Selain itu, pemeriksaan antropometri juga dapat membantu mengidentifikasi kondisi medis yang bisa memengaruhi performa dan kebugaran tubuh, seperti gangguan makan.

 

Siapa yang Perlu Melakukan Pemeriksaan Antropometri?

 

Tes antropometri adalah prosedur pemeriksaan yang direkomendasikan untuk berbagai kalangan usia, baik anak-anak maupun orang dewasa. Secara umum, beberapa kelompok individu yang disarankan untuk menjalani pemeriksaan antropometri adalah sebagai berikut.

 

  • Bayi dan anak-anak.

  • Individu yang sedang menjalani program olahraga atau latihan fisik tertentu.

  • Atlet.

  • Ibu hamil.

  • Penderita obesitas.

  • Lansia.

 

Hal-Hal yang Diukur dalam Pemeriksaaan Antropometri

 

Pada dasarnya, terdapat dua hal yang akan dinilai dalam prosedur pemeriksaan antropometri, yaitu ukuran tubuh dan komposisi tubuh. Penilaian ukuran tubuh dilakukan dengan mengukur tinggi badan, berat badan, pengukuran anggota badan, dan lingkar tubuh. Pada bayi dan anak,  antropometri juga melibatkan pengukuran lingkar kepala.

 

Nantinya, hasil pengukuran tersebut digunakan untuk menganalisis status gizi seseorang, misalnya dengan mengukur body mass index (BMI), berat badan terhadap umur (BB/U), tinggi badan terhadap umur (TB/U), berat badan terhadap tinggi badan (BB/TB), rasio lingkar pinggang dan pinggul, tebal lemak bawah kulit menurut umur, dan lain-lain.

 

Di satu sisi, penilaian komposisi tubuh akan dilakukan dengan mengukur massa lemak tubuh dan massa bebas lemak, termasuk pengukuran ketebalan lipatan kulit yang merupakan jaringan adiposa subkutan.

 

Adapun penjelasan lengkap mengenai masing-masing metode pemeriksaan antropometri adalah sebagai berikut.

 

1. Tinggi Badan atau Panjang Badan

 

Hal pertama yang diukur dalam pemeriksaan antropometri adalah mengukur tinggi badan atau panjang badan. Istilah tinggi badan digunakan untuk orang dewasa dan anak berusia di atas 2 tahun. Pengukuran tinggi badan dapat dilakukan dengan alat stadiometer. Pengukuran ini dilakukan dengan posisi berdiri. Individu akan diminta berdiri tegak di atas alat pengukur tinggi badan, tanpa alas kaki, dan kepala diposisikan sejajar dengan pandangan mata.

 

Sedangkan pada bayi dan anak di bawah usia 2 tahun istilah yang digunakan adalah panjang badan. Pengukurannya dilakukan dengan alat infantometer. Bayi diletakkan di atas infantometer dengan posisi kepala menempel pada head board atau bagian kepala dan tumit menempel ke foot board atau bagian kaki.

 

2. Berat Badan

 

Indikator yang diukur dalam pemeriksaan antropometri berikutnya adalah berat badan. Umumnya, pengukuran berat badan akan menggunakan alat ukur berat badan injak digital  dengan satuan kilogram (kg). Sementara itu, untuk anak berusia di bawah 2 tahun, akan digunakan timbangan bayi atau baby scale yang diletakkan di alas yang datar.



Untuk anak yang belum bisa berdiri atau tidak mau berdiri sendiri, penimbangan dilakukan bersama dengan orang tuanya. Timbang terlebih dahulu berat badan orang tua, kemudian timbang berat badan orang tua saat menggendong anak (pakaian anak harus seminimal mungkin). Kemudian hitung selisih berat badan orang tua dan anak dengan berat badan orang tua saja.

 

Sebelum menimbang alangkah baiknya untuk melepaskan pakaian tebal, perhiasan, jam tangan, dan tidak menaruh barang di saku pakaian. Lebih baik lagi jika pengukuran dilakukan dalam kondisi tidak mengenakan pakaian agar hasil lebih akurat. Pada bayi dan balita, pastikan untuk melepas popok yang dikenakan sebelum melakukan pengukuran.

 

3. Lingkar Tubuh

 

Pada dasarnya, pengukuran lingkar tubuh akan meliputi beberapa bagian, di antaranya lingkar lengan, kepala, perut atau pinggang, pinggul, dan paha atau tungkai kaki atas. Adapun hasil pengukuran lingkar pinggang dan pinggul dapat digunakan untuk menentukan waist-to-hip ratio (WHR) yang dapat membantu mengevaluasi massa lemak tubuh.

 

Pasalnya, lingkar pinggang yang lebih besar daripada lingkar pinggul dapat menjadi indikasi terjadinya obesitas intra-abdominal (penumpukan lemak berlebih di area perut), yang mana kondisi ini bisa meningkatkan risiko terjadinya diabetes dan penyakit jantung. Lebih lengkapnya, berikut adalah penjelasan mengenai kategori risiko lingkar pinggang pada orang dewasa.

 

  • Berisiko sangat rendah: <70 cm untuk wanita dan <80 cm untuk pria.

  • Berisiko rendah: 70–89 cm untuk wanita dan 80–99 cm untuk pria.

  • Berisiko tinggi: 90–109 cm untuk wanita dan 100–120 cm untuk pria.

  • Berisiko sangat tinggi: >110 cm untuk wanita dan >120 cm untuk pria.

 

Selain itu, khusus pada bayi dan anak-anak berusia di bawah 2 tahun, pemeriksaan antropometri rutin juga dilakukan dengan mengukur lingkar kepala. Pertumbuhan ukuran kepala yang tidak normal sesuai usianya dapat menjadi tanda bayi menderita suatu penyakit. 

 

Sebagai contoh, ukuran kepala bayi yang lebih besar dari ukuran normal bisa menandakan hidrosefalus, sedangkan ukuran kepala bayi yang lebih kecil dari ukuran normal bisa menandakan mikrosefalus.

 

Pemeriksaan antropometri lingkar tubuh lainnya adalah pengukuran lingkar lengan atas (LiLA) yang ditujukkan untuk anak, ibu hamil, dan wanita usia subur. Lingkar lengan atas merupakan gambaran tentang keadaan jaringan otot dan lapisan lemak bawah kulit. Pengukuran LiLA dilakukan pada pertengahan antara pangkal lengan atas dan ujung siku menggunakan pita LiLA.

 

Menurut Kemenkes, ukuran lingkar lengan atas normal pada wanita usia subur atau ibu hamil adalah 23,5 cm. Bila kurang dari angka tersebut, ibu hamil berisiko mengalami KEK (Kekurangan Energi Kronik) dan berpeluang besar melahirkan bayi dengan berat badan lahir rendah (BBLR)

 

Lingkar lengan atas (LiLA) juga digunakan sebagai indikator gizi buruk pada balita usia 6-59 bulan. Kategori status gizi berdasarkan LiLA adalah sebagai berikut:

 

  • LiLA <11,5cm: Gizi buruk.

  • LiLA 11,5–12,4 cm: Gizi kurang.

  • LiLA ≥ 12,5cm: Gizi baik.

4. Pengukuran Anggota Badan

 

Salah satu pengukuran anggota badan lainnya yaitu pengukuran tinggi lutut untuk mengetahui tinggi badan normal seseorang yang menderita gangguan tulang belakang atau seseorang yang tidak dapat berdiri dengan tegak seperti lansia ataupun yang sedang sakit. Saat melakukan pengukuran tinggi lutut, pasien diminta untuk duduk dengan posisi pergelangan kaki dan lutut berada pada sudut 90 derajat. 

 

5. Body Mass Index (BMI)

 

Indeks massa tubuh atau body mass index (BMI) adalah indikator yang dihitung berdasarkan membagi berat badan dengan tinggi badan kuadrat. Pada dasarnya, body mass index dapat digunakan untuk menunjang diagnosis berat badan kurang (underweight) atau obesitas. 

 

Klasifikasi body mass index atau indeks massa tubuh (IMT) menurut World Health Organization (WHO) di wilayah Asia Pasifik adalah sebagai berikut: 



  • Kurang dari 18,5: Berat badan kurang (underweight).

  • 18,5–24,9: Berat badan normal.

  • 25–29,9: Berat badan berlebih (overweight).

  • 30–34,9: Obesitas tahap 1.

  • 35–39,9: Obesitas tahap 2.

  • Di atas 40: Obesitas tahap 3.

 

6. Ketebalan Lipatan Kulit

 

Indikator terakhir yang akan diukur dalam pemeriksaan antropometri adalah ketebalan lipatan kulit menggunakan alat khusus bernama kaliper lipatan kulit (skin-fold calipers).  Pengukuran ini memperkirakan persentase lemak tubuh berdasarkan dari pengukuran lemak subkutan (di bawah kulit) dan lemak visceral (lemak perut). 

 

Adapun beberapa bagian tubuh yang diukur lipatan kulitnya adalah trisep, bisep, dada, perut, iliac crest (area pinggul), dan subscapular (otot pada bahu).

 

Hasil pengukuran ketebalan lipatan kulit yang tinggi dapat meningkatkan risiko kesehatan seperti hipertensi, dislipidemia, diabetes melitus tipe 2, penyakit jantung koroner, stroke, gangguan kantung empedu, osteoarthritis, dan sleep apnea. Sedangkan jumlah ketebalan lipatan kulit sedikit dapat memicu terjadinya kelainan fungsi tubuh yang serius. 

 

Saat ini, Anda bisa memesan Homecare - Kunjungan Dokter Umum dan Perawat dari layanan Siloam at Home. Layanan ini telah mencakup 1x kunjungan dokter umum dan perawat, pemeriksaan tanda-tanda vital, peralatan yang dibutuhkan untuk pemeriksaan, serta biaya transportasi ke rumah Anda dengan jarak hingga 10 km.


Layanan Homecare - Kunjungan Dokter Umum dan Perawat dan dipesan secara praktis melalui aplikasi MySiloam. Anda pun bisa memanfaatkan aplikasi MySiloam untuk menikmati berbagai layanan kesehatan dengan mudah, seperti membuat appointment dengan dokter atau bahkan konsultasi langsung dengan dokter secara virtual. Mari nikmati kemudahan akses layanan kesehatan Anda #BersamaSiloam.

 

 

Siloam at Home (1)

Dokter Kami
dr-liem-eremius-arifin-spa

Kunjungi Rumah Sakit

dr. Liem Eremius Arifin, SpA

Pediatrik (Anak)

Spesialis Ilmu Kesehatan Anak


Siloam Sriwijaya Palembang

Tersedia :

Tersedia hari ini

dr-ifo-faujiah-sihite-mked-ped-spa

Online & Kunjungi Rumah Sakit

dr. Ifo Faujiah Sihite, M.Ked (Ped), SpA

Pediatrik (Anak)

Spesialis Ilmu Kesehatan Anak


Siloam Hospitals Jambi

Tersedia :

Tersedia hari ini

dr-anggun-kusumasari-spa-msc

Kunjungi Rumah Sakit

dr. Anggun Kusumasari, SpA, MSc, AIFO-K

Pediatrik (Anak)

Spesialis Ilmu Kesehatan Anak


Siloam Hospitals Balikpapan

Tersedia :

Tersedia hari ini

message

ArticleDetail