Apa itu Pleuritis? Ini Penyebab, Gejala, dan Penanganannya
Kesehatan Tubuh

Apa itu Pleuritis? Ini Penyebab, Gejala, dan Penanganannya

14 November 2025 4 menit waktu baca
pleuritis adalah

Table of Contents

Pleurisy atau dikenal dengan pleuritis adalah peradangan yang terjadi pada pleura. Pleura merupakan jaringan tipis dan terdiri dari 2 lapisan yang menyelimuti organ paru-paru. Terdapat sejumlah cairan pleura di antara dua lapisan pleura yang berfungsi sebagai pelumas, gesekan pada lapisan pleura akan diminimalisir oleh cairan pleura ketika paru-paru sedang mengembang dan mengempis.

 

Jika pleura mengalami peradangan, lapisan pleura akan membengkak dan mengakibatkan gesekan antara 2 lapisan pleura sehingga membuat penderitanya mengalami rasa nyeri hebat seperti tertusuk pada dada yang semakin memburuk ketika sedang bernapas.

 

Pleuritis perlu diwaspadai mengingat kondisi ini dapat dialami oleh siapa saja. Untuk mewaspadainya, Anda dapat menyimak penyebab serta gejala pleuritis selengkapnya melalui artikel berikut.

 

Apa itu Pleuritis?

 

Pleuritis adalah kondisi medis yang terjadi karena meradangnya jaringan pleura. Pleura merupakan 2 lapisan tipis yang menyelubungi paru-paru dan bagian dalam rongga dada. Pleura yang meradang akan mengakibatkan 2 lapisannya membengkak sehingga menyebabkan pergesekan yang menimbulkan rasa nyeri, terutama ketika paru-paru sedang mengembang dan mengempis.

 

Pleuritis dapat terjadi bersamaan dengan 3 kondisi medis lain, yaitu efusi pleura, empiema, dan atelektasis. Berikut penjelasannya:

 

  • Efusi pleura: pleuritis pada beberapa kasus dapat menyebabkan penumpukan cairan berlebih pada rongga pleura. Kondisi ini dikenal dengan istilah efusi pleura. Gejala nyeri pada dada akan menghilang seiring dengan menumpuknya cairan berlebih ini.
  • Empiema: empiema merupakan penumpukan nanah berlebih pada rongga pleura yang terjadi karena adanya infeksi. Penderita pleuritis yang juga mengalami empiema umumnya akan mengeluhkan gejala demam.
  • Atelektasis: cairan yang menumpuk pada rongga pleura dapat mengakibatkan tekanan besar pada paru-paru. Hal ini bisa memicu terjadinya pengempisan alveolus atau kantong udara dalam paru-paru yang membuat penderitanya kesulitan bernapas yang diikuti dengan gejala batuk.

 

Penyebab Pleuritis

 

Hal yang paling sering menyebabkan pleuritis adalah infeksi virus dan bakteri patogen pada paru-paru. Infeksi patogen ini membuat pleura meradang dan mengeluarkan cairan lengket. Contoh patogen yang sering menyebabkan pleuritis adalah virus influenza dan bakteri tuberkulosis (TB).

 

Selain itu, pleuritis juga bisa dipicu oleh beberapa faktor, di antaranya:

 

 

Gejala Pleuritis

 

Gejala utama dari pleuritis adalah nyeri hebat yang terasa seperti tertusuk pada bagian dada. Rasa nyeri dada tersebut akan semakin memburuk saat penderitanya sedang bernapas dan bisa menjalar hingga ke pundak atau punggung. Penderita pleuritis juga dapat mengalami gejala lain yang turut menyertai rasa nyeri pada dada, yaitu:

 

  • Napas pendek
  • Sesak napas.
  • Batuk.
  • Mudah lelah.
  • Demam.
  • Nafsu makan menurun.

 

Diagnosis Pleuritis

 

Diagnosis dilakukan oleh dokter untuk memastikan kemungkinan pleuritis yang dialami oleh pasien. Tindakan medis yang umum dilakukan oleh dokter untuk mendiagnosis pleuritis adalah sebagai berikut:

 

  • Wawancara medis: dokter akan menanyakan keluhan yang dirasakan oleh pasien.
  • Pemeriksaan fisik: kondisi fisik pasien akan diperiksa oleh dokter untuk melihat gejala yang timbul.
  • Pemeriksaan darah: sampel darah diambil dari tubuh pasien untuk memeriksa kemungkinan infeksi, kelainan darah, atau gangguan sistem imun yang menjadi penyebab pleuritis.
  • X-ray: pemeriksaan penunjang dengan sinar-X untuk melihat kondisi rongga dada dan paru-paru.
  • CT Scan: pemeriksaan penunjang yang dilakukan dengan teknologi komputer khusus dengan gabungan sinar-X untuk menghasilkan gambar struktur paru-paru yang lebih jelas dan detail.
  • Ultrasonografi (USG): pemeriksaan dengan gelombang suara untuk memantau penumpukan cairan pada paru-paru.
  • Torakoskopi: prosedur pemeriksaan dengan memasukkan tabung yang dilengkapi oleh kamera melalui sayatan pada dada untuk mendeteksi peradangan.
  • Biopsi: pengambilan sampel jaringan pleura untuk diperiksa pada laboratorium. Pengambilan sampel jaringan ini dilakukan dengan memasukkan jarum melalui rongga dada.

 

Penanganan Pleuritis

 

Apakah pleuritis bisa sembuh? Pleuritis bisa sembuh bila mendapatkan penanganan medis yang tepat. Lantas, tindakan medis apa yang dapat dilakukan untuk mengobati pleuritis? Pengobatan pleuritis perlu disesuaikan dengan penyebab yang mendasarinya. Namun, sejumlah pengobatan yang umum dilakukan untuk menangani pleuritis adalah sebagai berikut:

 

1. Pemberian Obat-Obatan

 

Dokter akan meresepkan obat antibiotik, antivirus, atau antifungal untuk menangani pleuritis yang disebabkan oleh infeksi. Pemberian obat kortikosteroid atau nonsteroidal anti-inflammatory drugs (NSAID) juga diperlukan untuk mengatasi rasa nyeri yang timbul sebagai gejala pleuritis.

 

2. Fluid Draining

 

Bila pleuritis menyebabkan penumpukan cairan pada rongga pleura (efusi pleura), dokter akan mengeluarkan cairan tersebut melalui prosedur torakosintesis. Prosedur ini dilakukan dengan menusukkan jarum ke dalam rongga pleura untuk menyedot cairan berlebih.

 

Apabila Anda atau kerabat terdekat mengeluhkan gejala pleuritis seperti yang telah dipaparkan di atas, kunjungi Siloam Hospitals terdekat untuk mendapatkan penanganan medis secara tepat.


Anda dapat membuat janji temu terlebih dahulu dengan menghubungi call center kami di 1-500-181 atau menggunakan fitur yang terdapat pada aplikasi MySiloam di ponsel Anda. Mari jaga kesehatan Anda dan keluarga #BersamaSiloam!

 

Digital Booking Lab&Rad - KV 2

Dokter Kami
dr-albertus-daniel-sppd

Online & Kunjungi Rumah Sakit

dr. Albertus Daniel, SpPD

Penyakit Dalam

Spesialis Penyakit Dalam


Siloam Hospitals Bekasi Sepanjang Jaya

Tersedia :

Tersedia hari ini

dr-ra-aditya-adhi-puruhita-sppd

Kunjungi Rumah Sakit

dr. Ra Aditya Adhi Puruhita, M.M.R., SpPD

Penyakit Dalam

Spesialis Penyakit Dalam


Siloam Hospitals Putera Bahagia

Tersedia :

Tersedia hari ini

dr-juliyanti-sppd

Kunjungi Rumah Sakit

dr. Juliyanti, SpPD, FINASIM

Penyakit Dalam

Spesialis Penyakit Dalam


Siloam Hospitals Kelapa Dua

Tersedia :

Tersedia hari ini

message

ArticleDetail