PMDD (Premenstrual Dysphoric Disorder): Penyebab & Gejalanya
Kesehatan Mental

PMDD (Premenstrual Dysphoric Disorder): Penyebab & Gejalanya

15 November 2024 4 menit waktu baca
pmdd adalah

 

PMDD (Premenstrual Dysphoric Disorder) adalah salah satu jenis gejala PMS (Premenstrual Syndrome) yang terjadi pada minggu-minggu sebelum menstruasi. Meskipun rasa tidak nyaman akibat PMS sudah menjadi hal biasa sebelum menstruasi, PMDD termasuk dalam kondisi yang parah karena dapat mengganggu kesehatan mental dan kualitas hidup. Mari pahami PMDD lebih jauh melalui pembahasan di bawah ini.

 

Apa itu PMDD (Premenstrual Dysphoric Disorder)?

 

PMDD adalah sindrom PMS yang tergolong kronis (jangka panjang) dan dapat menyebabkan gejala fisik serta emosi setiap siklus menstruasi, terutama pada satu atau dua minggu sebelum menstruasi dimulai. Seperti PMS pada umumnya, PMDD menyebabkan sakit kepala, kembung, dan nyeri pada bagian payudara.

 

Namun, berbeda dengan PMS pada umumnya, PMDD dapat disertai dengan gangguan kecemasan, depresi, mudah marah, dan mood swing (perubahan suasana hati). Meskipun gejalanya dapat membaik mendekati periode menstruasi, keadaan emosi yang intens tersebut bisa mengganggu aktivitas sehari-hari.

 

Gejala pramenstruasi dapat memengaruhi semua wanita usia reproduksi dan merupakan masalah umum bagi wanita dalam kelompok usia reproduksi. Sekitar sepertiga dari wanita ini memiliki gejala yang cukup mengganggu yang dapat memenuhi syarat untuk diagnosis PMS. Bentuk paling parah dari premenstrual syndrome, PMDD, ditemukan sekitar 3–8% dari kasus PMS.

 

Penyebab PMDD

 

Hingga saat ini, belum ditemukan penyebab PMDD secara pasti. Namun, menurunnya kadar hormon estrogen dan progesteron setelah ovulasi dan sebelum menstruasi dianggap dapat memicu gejala-gejala PMDD. Selain itu, kadar serotonin (hormon yang mengatur mood), rasa lapar, dan kantuk juga menurun menjelang menstruasi sehingga dapat menyebabkan ketidakstabilan suasana hati.

 

PMDD bisa dialami oleh semua wanita menjelang menstruasi, namun risikonya lebih tinggi pada individu dengan kondisi berikut:

 

  • Depresi.

  • Mengalami PMS.

  • Memiliki anggota keluarga yang menderita PMS, PMDD, atau mood disorders.

  • Riwayat trauma, pelecehan, atau peristiwa yang menyebabkan stres.

  • Merokok.

  • Obeistas.

 

Gejala PMDD

 

PMDD memiliki gejala yang berbeda-beda tergantung pada kondisi masing-masing individu. Biasanya, rasa kembung dan kram perut dapat dirasakan seminggu atau dua minggu menjelang menstruasi. Di samping itu, PMDD juga dapat ditandai dengan gejala lain, seperti:

 

  • Mudah marah atau tersinggung.

  • Mudah cemas.

  • Sering merasa gelisah atau kewalahan.

  • Cenderung lebih tegang.

  • Sulit berkonsentrasi.

  • Mudah lelah dan kurang berenergi.

  • Sakit kepala.

  • Nyeri sendi atau otot.

  • Berat badan bertambah.

  • Tiba-tiba menangis.

  • Nafsu makan berubah.

  • Mood swing.

  • Rentan mengalami panic attack.

  • Perubahan pola tidur, seperti menjadi sulit tidur (insomnia) atau tidur berlebihan.

  • Depresi.

  • Memiliki pikiran untuk bunuh diri (suicidal thought).

 

Diagnosis PMDD

 

Saat ini, PMDD termasuk sebagai entitas yang terpisah di bawah kategori gangguan depresi dalam Diagnostic and Statistical Manual of Mental Disorders Fifth Edition (DSM-5). Adapun kategori diagnosis PMDD adalah sebagai berikut:

 

  • Kriteria A. Setidaknya penderita terdiagnosis PMDD mengalami 5 dari 11 gejala berikut:

  1. Perasaan putus asa, suasana hati tertekan, dan self-deprecating thought (mencela diri sendiri).

  2. Cemas, tegang, atau gelisah.

  3. Mudah marah atau marah.

  4. Kurang minat terhadap kegiatan yang biasanya senang dilakukan.

  5. Emosi yang labil.

  6. Sulit berkonsentrasi.

  7. Lesu, mudah lelah, atau kurang berenergi.

  8. Perubahan nafsu makan.

  9. Hipersomnia (sering mengantuk) atau insomnia.

  10. Merasa kewalahan yang berlebihan atau tidak terkendali.

  11. Nyeri payudara, nyeri sendi atau otot, sensasi kembung, sakit kepala, dan berat badan bertambah.

  • Kriteria B. Mengalami gejala yang cukup berat sehingga dapat memengaruhi fungsi sosial, seksual, pekerjaan, atau aktivitas secara signifikan.

  • Kriteria C. Menderita gejala yang berkaitan dengan siklus menstruasi dan bukan semata-mata eksaserbasi gejala masalah kesehatan lain, seperti gangguan depresi mayor, panic attack, distimia, atau gangguan kepribadian.

  • Kriteria D. Kriteria A, B, dan C dikonfirmasi melalui penilaian harian setidaknya selama 2 siklus menstruasi yang disertai gejala-gejala terkait berturut-turut.

  • Kriteria E. Gejala-gejala yang dialami tidak disebabkan oleh penggunaan zat aktif tertentu, seperti penyalahgunaan obat atau penggunaan terapi medikamentosa. Gejala tidak disebabkan oleh kondisi medis lain, misalnya hipertiroid atau hipotiroid.

Pada tahap ini, dokter akan melakukan anamnesis (wawancara medis) untuk mengetahui riwayat medis, pemeriksaan fisik, maupun pemeriksaan penunjang dan mengonfirmasi gejala-gejala yang dirasakan sebelum menstruasi pada dua siklus menstruasi terakhir berdasarkan DSM-5.

 

Pengobatan PMDD

 

Gejala PMDD bisa diatasi dengan berlatih yoga, meditasi, atau cara lain untuk memperbaiki mood. Di samping itu, menerapkan diet yang sehat juga dapat membantu mengatasi gejala PMDD. Namun, konsultasikan kondisi ini ke dokter jika kondisi tubuh tidak kunjung membaik. Dokter juga dapat merekomendasikan satu atau lebih metode pengobatan berikut ini:

 

  • Menjaga diet gizi seimbang.

  • Berolahraga secara teratur untuk memperbaiki mood.

  • Latihan pernapasan dan meditasi untuk mengelola stres.

  • Obat pereda nyeri.

  • Antidepresan.

  • Pil KB hormonal.

  • Obat antidepresan seperti serotonin reuptake inhibitors (SRIs).

 

Perlu dicatat bahwa gejala PMDD yang disebutkan di atas mungkin berkaitan dengan kondisi medis yang lain. Jika Anda merasakan beberapa gejala tersebut, konsultasikan kondisi Anda dengan Dokter Spesialis Kedokteran Jiwa (Psikiatri) di Siloam Hospitals terdekat guna memperoleh evaluasi, diagnosis, dan penanganan yang tepat.

 

Dokter akan merekomendasikan tahapan pemeriksaan dan penanganan PMDD sesuai dengan kondisi setiap pasien. Selain itu, dokter juga melakukan penyesuaian prosedur dengan ketersediaan fasilitas kesehatan sehingga di masing-masing rumah sakit sehingga tahapannya pun akan berbeda-beda. 


Untuk memudahkan konsultasi dengan dokter, Anda bisa menggunakan aplikasi MySiloam. Aplikasi ini memungkinkan Anda untuk mengetahui jadwal praktik dokter, berkonsultasi dengan dokter terkait, dan mengecek hasil pemeriksaan kesehatan secara online. Mari gunakan MySiloam dan nikmati fitur-fitur yang dapat memudahkan perjalanan kesehatan Anda.

Sumber

Cleveland Clinic. Premenstrual Dysphoric Disorder (PMDD). Diakses pada 2024 | Johns Hopkins Medicine. Premenstrual Dysphoric Disorder (PMDD). Diakses pada 2024 | National Library of Medicine. Premenstrual Dysphoric Disorder. Diakses pada 2024 |

message

ArticleDetail